
Dirga tumben sekali sudah bangun terlebih dahulu, dia merentangkan tangannya. Tanpa sengaja dia mengenai tubuh Dena. Karena dia tidak sadar kalau saat ini disebelahnya sedang ada orang.
Namun Dirga masih belum sadar dia memejamkan matanya melihat Ke sebelah nya kini.
Setelah itu dia baru sadar, kalau dia sedang tidur dengan Dena. Kenapa dia bisa lupa padahal sudah dua hari mereka tidur ditempat yang sama.
Dirga memperhatikan Dena yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Aku lupa, kalau diriku yang memindahkan mu kesini" ucap Dirga lirih melihat wajah cantik Dena yang tidur pulas di sebelahnya.
Saat sedang asik memandangi wajah Dena, Hp milik Dirga berbunyi melantunkan lagu My Love dari westlife. Dengan cepat dia langsung melihat Hpnya yang berada di atas nakas meja.
Mengambilnya dengan segera, tertera di layar Hp nama Samuel yang menelpon.
"Ya ada apa?" ucap Dirga seakan terganggu untuk panggilan pagi-pagi.
"Dari caramu bicara sepertinya kau tidak senang aku menelpon mu? Kau sedang begituan dengan istrimu" ucap Samuel asal menebak.
"Tidak usah ingin tahu, kenapa kau menelpon ku pagi-pagi begini?" pungkas Dirga tidak mau banyak ber basa-basi.
"Begini, ada perwakilan dari pihak Regal Departemen. Ingin bertemu denganmu untuk menawarkan kerja sama bidang kesehatan" Ucap Samuel memberitahukannya pada Dirga kalau ada sebuah perusahaan yang berbasis pada bidang kesehatan ingin melakukan kerja sama. Lebih tempatnya ingin mendapat Investasi dari PRAHA.
"Dari bidang kesehatan,?" tanya Dirga bertanya serta memikirkan dirinya ingin atau tidak melakukan kerjasama dalam bidang kesehatan. Karena memang selama ini dia belum melakukannya.
"Iya, lalu bagaimana?" Ucap Samuel.
"Baiklah, aku akan menemuinya." pungkas Dirga pada akhirnya.
"Oke, kalau begitu aku tutup" ucap Samuel dan langsung mematikan sambungan telponnya.
Dirga menaruh kembali Hp miliknya di nakas meja. Dia melihat Dena sekilas, tapi setelah itu ia membiarkannya.
Dirga melangkahkan kaki turun dari tempat tidur, dia akan mandi terlebih dahulu baru setelah itu dia akan bertemu Samuel di perusahaan milik mereka.
Baru saja Dirga akan masuk ke kamar mandi, Dena sudah bergerak di atas tempat tidur. Perlahan dia membuka matanya, merasakan kenyamanan saat tidur ditempat empuk. Dia sendiri merasa heran kenapa badannya terasa lebih segar dan tempatnya tidur terasa berbeda.
Dena melihat dirinya yang ternyata tidur di ranjang milik Dirga. Padahal seingat dirinya tidur di sofa tempatnya biasa.
"Apa dia yang memindahkan ku?" heran dirinya saat sudah duduk memperhatikan ranjang yang ia duduki dan dia menoleh kesamping yang sudah kosong. Bahkan Dena tidak menyadari Dirga yang melihatnya dari pintu kamar mandi.
"Dia sudah bangun?Lalu kemana dia sekarang?" gumam Dena yang masih didengar oleh Dirga.
"Kau mencari ku" ucapan Dirga mampu membuat Dena terkejut dan melihat kearah sumber suara. Didapatinya Dirga kini melihatnya sambil merentangkan tangan di daun pintu .
"Tidak." jawab Dena singkat.
__ADS_1
Dirga tersenyum mendengar jawaban Dena.
"Jangan berbohong, aku mendengarnya" ucapnya.
"Kau mau mandi tidak? kalau tidak aku akan mandi terlebih dahulu" ucap Dena mulai melangkah turun dari tempat tidur.
"Aku mau mandi, kau mau mandi juga? kalau mau mandi bareng saja kenapa?" ucap Dirga setengah menggoda.
Dena langsung menatap lebar nan tajam Dirga yang malah cekikikan.
"Aku bercanda, jangan menatapku seperti akan membunuhku. Aku mandi dulu baru dirimu dan kau nanti harus ikut denganku" ucap Dirga langsung berjalan masuk ke kamar mandi.
"kemana?" ucap Dena namun terlambat Dirga sudah terlebih dahulu masuk kedalam kamar mandi.
°°°°°
Dirga berjalan masuk kedalam perusahaan PRAHA dengan melingkarkan tangannya di pinggang Dena. Dia berjalan santai tanpa merasa tidak nyaman sedikitpun meski dilihat oleh banyak orang yang dilewatinya. Berbanding terbalik dengan Dena yang merasa tidak nyaman dilihat oleh banyak orang.
"Bisa lepaskan tanganmu dari pinggangku?" lirih Dena pada Dirga.
"Kenapa? aku tidak mau" ucap Dirga kekeh dan dia berjalan santai masih terus merengkuh Dena.
"Banyak orang yang memperhatikan, aku tidak nyaman"
"Santai saja, kenapa harus tidak nyaman kau istriku biarkan saja" Dirga masih dalam pendiriannya.
………………
Dirga masuk keruangan Samuel, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Reyhan.
Tentu saja Dena dan Reyhan sama terkejutnya atas pertemuan tak terduga keduanya.
"Kak Dena,." ucap Reyhan saat melihat kakaknya.
"Reyhan, kenapa kau bisa disini?" ucap Dena karena merasa heran. Setahu dirinya Reyhan di PRAHA K-PLUS perusahan Dirga di bidang modeling. Bukan di perusahaan yang ini.
"Aku mau menemui Kak Samuel, dia menyuruhku kesini untuk membicarakan kontrak" pungkas Reyhan.
"Samuel yang menyuruhmu kesini? kenapa dia tidak bilang?Siapa saja teman model mu yang sudah menemuinya disini" ucap Dirga.
"Aku tidak tahu, kau tanya saja pada dia. Kak Dena makan siang bareng yuk" ucap Reyhan dan beralih ke Dena.
"Tidak bisa, kakakmu sudah ku boking. Ayo kita masuk" ucap Dirga menyela ucapan Reyhan sebelum Dena menjawabnya.
"Ya sudah, aku pergi dulu kak" ucap Reyhan lalu pamit pergi.
__ADS_1
"Iya, maaf. Kau makan sendiri atau tidak bersama temanmu" ucap Dena merasa bersalah.
Dirga kembali mengajak Dena untuk masuk kedalam ruangan Samuel.
"Samuel, kenapa kau menyuruh anak-anak baru ke sini" ucap Dirga saat dia sudah masuk kedalam ruangan besar itu.
"Kau duduk dulu di sofa, aku mau bicara dengan Samuel" ucap Dirga lagi melepaskan tangannya di pinggang Dena. Dia langsung mendekat kearah Samuel yang sudah berdiri dari duduknya.
"Ya mau bagaimana lagi, aku sibuk. Aku tidak bisa datang ke K-PLUS, terpaksa aku menyuruh mereka ke sini. Lagi pula kenapa sih melarang model baru untuk datang ke Induk agensi mereka. Bagaimanapun PRAHA DSJ Internasional ini Induk dari K-PLUS pasti sewaktu-waktu mereka juga akan datang kesini" ucap Samuel menjelaskannya.
Dirga diam,
"Benar juga kata Sam" ucap Dirga membenarkannya didalam hati.
"Kenapa kau diam?Benarkan yang ku katakan" ucap Samuel berjalan mendekati Dirga.
"Ya.." ucap Dirga pasrah.
"Wiih, sekarang kemana-mana ngajak istri. Tauk sih yang punya istri" cibir Samuel melihat Dirga dan Dena secara bergantian.
"Sudah tidak usah membahas diriku," Dirga berjalan duduk mengarah ke Dena dan dia langsung mendudukkan dirinya di samping Dena.
Sementara Samuel duduk bersebrangan dengan mereka berdua.
"Katanya mau bertemu denganku karena ada perwakilan dari Regal, mana orangnya.?" tanya Dirga mengirnyit karena belum mendapati orang yang dijadwalkan akan bertemu dengannya.
"Sabar, sebentar lagi dia juga datang" ucap Samuel.
Benar saja, sekertaris pribadi Samuel masuk kedalam memberitahu kalau perwakilan dari Regal sudah datang dan ingin bertemu dengan CEO dan pemilik perusahaan.
"Suruh masuk saja, bilang pak Dirga sudah datang" ucap Samuel menyuruh sekertaris nya.
"Baik pak," ucap sekertaris itu dan kembali berjalan keluar.
Dua orang pemuda melangkah masuk kedalam ruangan Samuel kini. Dirga yang tadinya duduk santai sambil memperhatikan Dena yang diam saja langsung menoleh melihat dua orang pemuda yang masuk kedalam ruangan Samuel saat ini.
Mata Dirga langsung menajam melihat salah satu pria itu, dengan segera dia langsung memegang tangan Dena kuat dan mendekatkan dirinya lebih dekat lagi pada Dena.
Membuat Dena yang tadinya diam, menunduk tidak bersemangat langsung melihat kearah Dirga yang sedang menggenggam tangannya kuat serta tubuh pria itu yang begitu dekat dengannya.
Melihat Dirga yang menatap tajam lurus ke depan, membuat Dena penasaran dan juga ikut melihatnya.
Dia sama terkejutnya dengan Dirga, karena melihat orang yang beberapa kali bertemu dengannya ada didepannya saat ini.
"Dia.." lirih Dena dalam hati.
__ADS_1
°°°
T.B.C