
“Dirga” bentak Dewa pada adiknya setelah dia menolong Dena. Dirga yang berjalan langsung menghentikan langkahnya dan dia melihat kearah belakang dimana istrinya dan kakaknya berdiri saat ini.
Dia tampak terkejut melihat Dewa disitu kini menatapnya marah.
“Ada apa?” dingin Dirga melihat Dewa.
“Kau bilang ada apa? Kau tidak lihat istrimu tadi hampir jatuh” kesal Radewa pada adiknya.
“Apa?” Dirga terkejut mendengar ucapan kakaknya barusan. Ia melihat Dena sekilas yang menunduk, kemudian Dirga berjalan mendekati Dena dan juga Dewa saat ini.
“Kamu tidak apa-apa?” ucap Dirga saat sudah sampai didepan istrinya.
“Lihat saja sendiri” ketus Dena, dan dia langsung pergi dari hadapan Dewa maupun Dirga.
“Kamu kalau dengan istrimu jangan terlalu cuek. Ingat dia sedang hamil jaga dia. Jika dia kenapa-kenapa kamu akan menyesal sendiri nanti” ucap Dewa menasehati Dirga dan dia langsung pergi.
“Bukan urusanmu kak, dia istriku bukan istrimu” Dirga tidak terima dinasehati seperti itu oleh Dewa. Setelah itu Dirga langsung pergi menyusul dena yang sudah menaiki tangga dirumahnya.
Dirga berjalan cepat akan menyusul Dena tapi langkahnya yang akan menaiki tangga terpaksa berhenti karena Papanya yang menghentikan langkahnya saat ini.
“Dirga,.” Panggil Doni pada anaknya.
“Ada apa Pa?” jawab Dirga melihat papanya malas.
“Papa tadi lihat kamu sedang bersih tegang dengan kakakmu?” tanya Doni pada putra bungsunya.
“Nggak, masalah biasa. Ada perlu apa Papa memanggilku tadi?” tanya Dirga.
“tidak ada Papa hanya ingin bertanya begitu padamu”
“Kalau begitu aku akan keatas dulu pa.” Ucap dirga dan di angguki oleh Doni.
....................
Dirga masuk kedalam kamarnya dia melihat Dena sedang duduk di atas tempat tidur sambil bermain Hp.
Dirga berjalan pelan menuju kearah tempat tidur menyusul Dena.
“Kamu marah padaku?” ucap Dirga pelan.
“Nggak,” jawab Dena masih tidak mengalihkan pandangannya.
“Kalau kamu marah, marah saja. Aku minta maaf soal tadi meninggalkanmu, aku tadi hanya pura-pura marah padamu tapi aku malah membuatmu dan anak kita hampir celaka” ucap dirga pelan. Benar Dirga tadi hanya pura-pura marah saja dia melakukan balas dendam pada Dena.
Dena berhenti bermain Hp, melihat kearah Dirga.
“Kamu bercanda?” ucapnya dingin.
Dirga mengangguk pelan, ia tahu saat ini dia salah.
“Maaf,.” Lirihnya.
“Tidak apa, kita impas” ucap dena ringan.
Dirga mendengar itu melebarkan matanya, apa dia tidak salah dengar dengan apa yang Dena bilang barusan.
“Kamu tidak marah padaku sayang” ucap dirga.
“Tidak,” Dena menggeleng, menandakan dia tidak marah.
“Baguslah, terimakasih karena kamu tidak marah padaku” Dirga langsung memeluk dena.
“Ya,” jawab Dena singkat membalas pelukan Dirga.
“Dirga,.” Dena melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Dirga melihat dena saat ini,
“Ada apa?” ucapnya menatap sang istri yang seakan ragu akan bicara padanya.
“Aku akan menjebloskan Soraya kedalam penjara” ucap Dena memberitahu suaminya.
“APA?” Dirga terkejut dengan itu.
“Aku akan menjebloskan dia” ucap dena mengulangnya lagi.
“Kamu belum melupakan dendam itu?”
“Belum, aku tidak bisa melupakannya. Mamaku sudah sangat menderita karena dia. Dan aku tidak suka melihatnya bahagia, bukan hanya aku tapi juga Daniel. Kita sesak melihat dia bahagia dengan suami dan anaknya” Dena menceritakan itu dengan meneteskan air mata tanpa ia sangka.
“Aku dan Daniel hanya ingin dia dihukum saja. Kita sudah memberikan kesempatan untuknya tapi dia bukannya berubah malah semakin menjadi, dia sudah memiliki rencana untuk membunuhku dan daniel” pungkas dena memberitahukannya pada Dirga.
“Apa? Bagaimana bisa dia punya rencana membunuhmu. Aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu” mendengar itu bola mata Dirga menajam dia tidak terima jika Soraya akan membunuh istrinya.
“Jika benar dia ada niat seperti itu, ia harus berhadapan denganku” ucap Dirga lagi.
“Makanya itu aku akan menjebloskannya kedalam penjara” ucap dena.
“Kamu tidak usah memikirkan itu, biar aku yang urus sayang” ucap Dirga.
“Tidak aku saja, kamu tidak usah ikut masuk kedalam ini semua”
“Biar aku saja, kamu sedang hamil sekarang. Biar aku yang membalaskan nya untuk mu mengerti”
“Tidak Dirga, jangan biar aku. Kalau kamu masih bersikeras, aku akan pergi darimu sampai kamu tidak melihatku lagi. Aku menceritakan ini hanya ingin berbagi cerita bukan menyuruhmu untuk membalaskan dendam ku. Aku tahu, aku sedang hamil, aku bisa menjaga kandunganku”
Dirga terdiam dan langsung memeluk Dena.
“Baiklah jika itu keinginanmu. Tapi tolong jangan pernah menghilang dari hidupku, au tidak bisa hidup tanpamu” Dirga memeluk Dena erat
.........
Soraya yang melihat Marco langsung tersenyum,
“Kamu datang honey?” ucap Soraya tersenyum menyambut suaminya. Dia mulai mendekati Marco dan menyentuh lengan suaminya.
“Jangan sentuh aku,” tegas Marco sambil menjauh dari Soraya.
Mendengar perkataan itu keluar dari mulut Marco membuat Soraya terkejut.
“Kamu kenapa Honey”
“Baca ini, Kau sekarang bukan istriku lagi” Marco menyerahkan map biru kearah Soraya.
“Apa maksudmu jangan Bercanda?” Soraya langsung mengambil map tersebut dan melihatnya. Matanya langsung melebar melihat disitu kalau dia telah resmi bercerai dari Marco.
“Apa-apaan ini. Ini Palsu. Aku tidak pernah menandatanganinya” Soraya menyobek-nyobek kertas tersebut.
“Itu asli tidak ada yang palsu, dan itu tandatangan mu sendiri” sinis Marco pada Soraya.
“Bagaimana bisa itu tandatangan ku, itu palsu. Aku tidak pernah menandatanganinya” pungkas Soraya masih tidak percaya.
“Makanya kau jangan terlalu bodoh Soraya, jangan terlalu gila dengan harta sampai membuatmu tidak membaca tulisannya”
“Sekarang kau ikut aku, kau akan ku serahkan ke kantor polisi” ucap Marco dan langsung menyeret Soraya keluar dari kamar.
“Aku tidak mau Marco, kau tidak bisa begini padaku. Kau lupa semua ini sudah menjadi milikku. Dan termasuk aset istrimu dulu” bentak Soraya melepaskan tarikan kuat dari Marco.
“Aku tidak lupa, aku mengingatnya. Tapi karena kebodohanmu. Semua ini sudah menjadi milikku kembali termasuk milik Monica”
“Makanya kau jangan terlalu bodoh jadi perempuan” Marco mendorong kebelakang kepala Soraya.
__ADS_1
“Apa.?” Soraya benar-benar terkejut mendengar kenyataan ini.
“Ayo ikut aku” Marco dengan keras menarik rambut Soraya, karena perempuan itu terus melawan dirinya
“Marco lepaskan, aku mohon lepaskan” ucap Soraya berteriak-teriak karena perbuatan Marco tersebut.
Karena kegaduhan yang ada dibawah membuat semua pekerja yang ada di rumah Marco melihat itu. Bukan hanya pekerja saja yang melihat tapi Daniel dan Juga Reyhan melihat itu. Mereka diam di lantai atas didepan kamar masing-masing.
“Reyhan, Reyhan tolong Mama nak. Papamu sudah gila, ia ingin membunuh mama dan menjebloskan Mama ke penjara” terik Soraya memanggil anaknya. Reyhan yang berada di atas melihat itu semua hanya diam, dia malah pergi dari situ menuju Balkon rumahnya.
Daniel yang melihat Soraya memanggil reyhan, melihat pemuda yang lebih muda darinya dua tahu itu malah berjalan pergi kearah Balkon bukannya menghampiri sang Mama.
“Ayo kamu ikut aku, kau tidak usah Banyak Drama Soraya” Marco menarik Soraya pergi keluar rumah.
“Kamu jahat sekali padaku Marco” pungkas Soraya saat ditarik paksa oleh Marco.
“Lebih jahat mana, dirimu atau diriku. Kau sudah menjebak ku dan menghancurkan keluarga kecilku” Marco menghentikan langkahnya. Menatap perempuan yang sudah menjadi mantan istrinya itu.
“Itu salahmu sendiri karena tergoda olehku, salahmu terlalu bodoh terbuai nafsu” pungkas Soraya tidak mau kalah.
Plakk
Marco menampar keras Soraya sampai perempuan itu terjatuh tepat dibawah kaki Daniel yang sudah berdiri didepannya.
Soraya mendongak melihat kaki siapa yang didepannya.Ternyata itu kaki daniel yang menatapnya miris sambil tersenyum sinis.
“Bagaimana tamparan keras dari suami tercintamu,” Sinis Daniel memasukkan kedua tangannya di saku celana.
“Aku sudah baik-baik memberi tawaran padamu. Tapi kau tidak mendengarkan. Lihat apa yang Papa lakukan sekarang” ucap Daniel begitu tajam.
“Bangun, jangan membuang waktuku” Marco menarik paksa rambut Soraya membuat perempuan itu berdiri.
Soraya menatap Daniel dan Marco bergantian
“Jangan bilang kalian sekongkol” ucap Soraya.
“True, benarkan Pa” ucap daniel
“Sudahlah Daniel tidak perlu berlama-lama lagi berbicara dengan perempuan ini. Ayo kita serahkan ke kantor polisi” tegas Marco dan berjalan sambil menyeret Soraya.
“Kalian berdua berhasil membodohi ku selama ini dan Kau Marco bagaimana bisa kau tega dengan ibu dari anakmu”
“Kenapa aku tidak bisa tega denganmu, dulu saja aku bisa tega dengan Monica karena dirimu. Dan sekarang aku tega denganmu karena kedua anakku yang akan kau bunuh” ucap Marco menarik rambut Soraya mendekatkan kearahnya.
“Kau tahu,?” pungkas Soraya terkejut.
“Ya, Daniel serta Reyhan yang memberitahuku” jawab Marco.
“Apa Reyhan, di..dia yang memberitahumu. Tidak mungkin, tidak mungkin anakku melakukannya” Soraya tampak syok mengetahui kenyataan kalau Reyhan yang mengungkapkan semua.
“Ya, dia malu memiliki ibu sepertimu ini” pungkas Daniel.
“Ayo Pa, aku sudah muak dengan perempuan ini. Sebelum Dena mengetahuinya kita harus menyerahkannya ke polisi.
Daniel berjalan mendahului Papanya yang menyeret Soraya,
“Kamu kalau mengakui kejahatan mu sendiri kemarin. Aku tidak akan membuatmu se menyedihkan ini Soraya. Aku sudah memberikan kesempatan tapi kau malah berbuat diluar batas. Sekarang kau harus menebus dosa mu didalam jeruji besi.” Ucap Marco sambil menyeret Soraya yang menangis meminta untuk dilepaskan.
“Honey ayolah, bagaimana dengan Reyhan kalau aku didalam sana” ucap Soraya.
“Kau tidak usah khawatir dengannya dia saja tidak menganggap mu ibu. Aku akan mengurusnya dia anakku” ucap Marco.
Menarik paksa Soraya dan memasukkannya kedalam mobil secara kasar. Dia duduk dibelakang sementara yang mengemudi Daniel, dari balik kemudi daniel tersenyum puas melihat Soraya seperti orang yang tidak waras terdiam dengan rambut acak-acakan karena tarikan dari Marco.
°°°
__ADS_1
T.B.C