Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 55


__ADS_3

Dena duduk di sofa tempatnya tidur, menyalakan televisinya saat ini. Saat dia akan menonton Dirga masuk kedalam kamar dan langsung melihat dirinya.


Membuat Dena langsung mematikan tv-nya segera dan merebahkan diri di sofa membelakangi Dirga yang melihat dirinya.


"Aku makan mie, buatkan mie" ucap Dirga pada Dena.


Dena hanya diam masih dalam posisinya membelakangi Dirga.


"Kau dengar tidak sih, buatkan aku mie. Aku sedang ingin makan mi instan" ucap Dirga lagi sambil berjalan mendekat kearah Dena yang tidak menanggapinya sama sekali.


"Hei, kau pura-pura tidur ya" Dirga memegang pundak Dena membuat Dena merasakan itu. Dia sudah merasa pengang di telinganya karena ucapan Dirga yang terus-terusan menyuruh dirinya untuk membuatkan mie.


"Kau menggangguku saja, kenapa kau menyuruhku membuatkan dirimu mie. Buat sendiri" pungkas Dena mendudukkan dirinya melihat Dirga yang berdiri di depannya saat ini.


"Aku tidak bisa, aku ingin makan mie instan. Buatkan aku" tegas Dirga masih memaksa Dena untuk membuatkannya mie.


"Kau aneh, kenapa malam-malam begini makan mie" desis Dena menatap Dirga kesal.


Dirga hanya diam saja, dia memang sengaja menyuruh Dena membuatkannya mie instan agar malam ini mereka ada perbincangan panjang. Dia hanya ingin berbincang lama dengan Dena, karena sepertinya wanita itu akan bersikap dingin lagi padanya di esok hari. Makanya dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Sudah buatkan saja, tidak usah banyak omong" ucap Dirga menaikkan nada bicaranya.


"Aku tidak mau," tolak Dena berdiri dari duduknya akan pergi ke Balkon.


"Bagaimana bisa kau tidak mau, kau istriku cepat buatkan" Dirga memegang tangan Dena menariknya mengajak keluar kamar.


Dena melihat pegangan tangan Dirga, lagi-lagi dia merasakan kenyamanan dalam genggaman itu.


Dena menghentikan langkahnya membuat Dirga otomatis juga ikut berhenti. Dia melihat Dena yang melepaskan tangannya perlahan,


"Lepas aku bisa jalan sendiri, akan ku buatkan mie untukmu" ucap Dena menunduk dan langsung berjalan melewati Dirga yang melihatnya heran.


"Dia sebenarnya kenapa sih, aku sudah bisa menerima dirinya. Dia malah bersifat dingin padaku?" bingung Dirga merasa sedikit kesal.


Dirga langsung berjalan menyusul Dena yang sudah berjalan menuruni tangga.


………………


Reyhan keluar dari kamar tamu yang berada di rumah Dirga, saat dia keluar ia melihat Dena yang berjalan dalam diam menuju ke dapur. Membuat Reyhan menjadi penasaran dia langsung mengikuti kakaknya yang berjalan ke dapur.


"Mau apa kak?" tanya Reyhan mengagetkan Dena yang tidak mengetahui kedatangannya.


"Mau membuat mie" jawab Dena singkat dan dia sedang berjalan mengambil teflon untuk memasak mie.

__ADS_1


"Aku sekalian kak, " ucap Reyhan meminta Dena sekalian membuatkan untuknya.


"Buat sendiri, jangan menyuruh istriku membuatkannya" ucap Dirga yang tiba-tiba muncul di antara mereka berdua.


Reyhan dan Dena langsung melihat kearah Dirga yang berjalan kearah mereka dengan memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana.


"Aku meminta kakak bukan memintamu" ketus Reyhan melihat Dirga yang hanya menatapnya.


"Kakak?memang dia menganggap mu adik? lihat dia saja hanya diam tidak menggubris mu" ketus Dirga dan langsung duduk di kursi yang ada di pantry, dia melihat Dena yang sedang mengambil mie instan dari laci lemari dapur.


"Kau mau mie apa Reyhan?" tanya Dena.


Membuat Reyhan tersenyum meledek Dirga,


"Terserah kakak, sama juga boleh" sahut Reyhan.


Dena langsung berjalan lagi kearah tempat masak.


"Kau tidak bertanya padaku?" Dirga melihat kearah Dena yang memasak dalam diam.


"Tidak" singkat Dena sambil membuka bungkus mie instan.


"Kenapa kau kembali berbicara singkat padaku sejak tadi nama Clara di sebut?Kau sudah mulai suka denganku?Kau cemburu?" tanya Dirga berkali-kali pada Dena yang diam saja sambil memasukkan mie ke dalam teflon yang berisi air yang telah mendidih.


"Kau kepedean sekali, kakakku menyukai siapa itu kakakmu Dewa. Bukan orang yang sepertimu" celetuk Reyhan dan langsung mendapat tatapan tajam dari dua orang.


Setelah melihat kearah Reyhan Dirga langsung melihat kearah Dena meminta penjelasan apa benar yang di katakan Reyhan.


"Reyhan jangan asal bicara?" tegur Dena dengan ekspresi datar, ia sesekali melihat Dirga yang menatapnya dingin.


"Kau menyukai kakakku?" tajam Dirga melihat Dena.


Dena hanya diam saja, tidak menjawab padahal Dirga saat ini menatapnya penuh intimidasi.


"Jangan melihat kakakku seperti itu" ucap Reyhan tidak terima.


Dirga tidak menggubris Reyhan sama sekali, dia masih menatap Dena.


Dena langsung menuang mie kedalam mangkuk memberikannya pada Reyhan.


"Ini mie mu, pergilah sekarang" suruh nya pada Reyhan.


Reyhan menerima mie itu dan dia langsung pergi. Karena sepertinya ia memahami situasinya saat ini.

__ADS_1


"Kau mau yang rasa apa?" tanya Dena untuk mengalihkan tatapan tajam Dirga.


"Aku tidak jadi makan," dingin Dirga.


Dena langsung melihat kearah Dirga,


"Kau mengerjai diriku," ketus Dena.


"Kau jawab pertanyaan ku tadi, apa kau menyukai kakakku?" Dirga melihat Dena yang juga melihatnya dalam diam.


"Bukan urusanmu,"


"Kau selalu lupa ya, kau istriku. Jadi kau harus menjawab apa yang ku tanyakan"


"Kalau iya memang kenapa?" Jawab Dena datar.


"Hapus perasaanmu padanya, aku tidak terima kau menyukai dia"


"Kau tidak ada hak melarang ku, kita hanya terikat dalam pernikahan tanpa cinta" Dingin Dena langsung mematikan kompornya dan berniat untuk pergi, karena dia sudah muak meladeni Dirga.


"Kata siapa, bagaimana kalau diriku sudah mulai mencintaimu?" ucap Dirga lantang dia berdiri melihat Dena yang akan berjalan meninggalkan dapur.


Dena menghentikan langkahnya menoleh kebelakang menatap Dirga tidak percaya. Dia malah tersenyum miring melihat Dirga.


"Jangan membodohi ku dengan sebuah ucapan yang kerap kali kau lontarkan pada semua wanita murahan yang menginginkanmu" ketus Dena tidak yakin dengan Dirga.


"Siapa yang membodohi mu, dan kau jangan seenaknya berbicara seperti itu padaku saat ini. Aku tidak main-main jika sudah mengatakan mencintai seseorang dan aku bukan orang yang sembarangan untuk mengatakan cinta" sinis Dirga menatap Dena.


Dena hanya diam mendengar perkataan Dirga.


"Bila kau tidak percaya tidak apa, aku hanya memperingatkan mu. Hapus rasa cintamu pada Dewa, bukan hanya Dewa saja tapi semua pria yang pernah dekat denganmu. Kalau kau tidak menghapus perasaan cinta itu, aku akan tahu sendiri akibatnya" ucap Dirga terdengar penuh ancaman dalam setiap katanya.


Dirga langsung pergi dari hadapan Dena, dengan mengepalkan tangannya berjalan menjauh.


Dena melihat kepergian Dirga, jujur dia tidak paham dengan perkataan Dirga. Apa benar pria itu sudah mulai mencintainya, tapi mimpi apa pria itu membuka hati untuknya bukannya dulu Dirga begitu membenci dirinya sampai mengatakan akan membuat dirinya menderita selama menjadi istri pria tersebut.


Apa ini semua rencananya? Pikiran Dena begitu banyak pertanyaan tentang Dirga membuatnya menjadi lelah sendiri.


Dena juga ikut pergi dari dapur, ingin kembali ke kamarnya. Karena ini sudah begitu malam.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2