Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 141


__ADS_3

Reyhan bertandang ke rumah Dirga, dia sedang kesepian sekarang tidak ada teman. Dirumahnya sepi tidak ada orang, bagaimana bisa ada orang Daniel tidak rumah sedangkan papanya juga tidak di rumah sedang ada urusan bisnis jadi dia kesepian di rumah. Kalau boleh berharap ia berharap agar papanya menikah lagi daripada rumahnya sepi tidak orang.


“Ada apa kamu kemari?” ucap Dena saat turun dari tangga melihat adik bungsunya sedang menunggu diruang tengah rumah mertuanya.


Reyhan langsung mendongak melihat kakaknya yang menurun tangga secara perlahan menghampiri dirinya saat ini.


“Tentu saja untuk menemui kakakku tercinta lah. Kenapa lagi aku kemari kalau bukan karena kak Dena” ucap Reyhan berdiri mendekati kakaknya yang sudah menuruni tangga. Ia mengulurkan tangan pada Dena memegang tangan kakaknya itu untuk membantunya berjala. Karena ia melihat Dena yang sepertinya sudah kelelahan untuk berjalan. Perlahan dia membantu Dena duduk di sofa sebelah yang ia duduki tadi.


“Bukannya kemarin kita sudah ketemu,” ucap dena menatap reyhan yang duduk di sampingnya.


“Kakak nih kayaknya males banget ketemu aku sih, lagi apa sama kak Dirga kayaknya ke ganggu banget” ucap reyhan menatap Dena.


“Bukan begitu, badanku terasa berat saja sekarang jadinya agak malas untuk jalan” ucap dena lirih.


Reyhan hanya diam saja melihat kakaknya meneliti, wajar kakaknya itu lelah badannya saja sekarang sedikit bertambah perutnya juga besar. Sebentar lagi kakaknya itu akan melahirkan ponakan untuknya.


“Kak Dirga kemana kak?” ucap Reyhan menanyakan kakak iparnya.


“Dia sedang tidur” jawab Dena.


“Rumah sepi kak,” ucap Reyhan tampak malas.


“Sepi? Kenapa bisa sepi kan ada pegawai rumah tangga dan Papa di rumah”


“Papa ke Luar negeri ada bisnis, jadi sepi rumah” jelas Reyhan.


Dena hanya diam saja menanggapinya, dia bisa bicara apa selain diam soal permasalahan ini.


“Kak, aku kemarin takjub deh denganmu” ucap reyhan melihat sang kakak.


“Takjub,?” Dena menatap tidak mengerti pada Reyhan.


“Iya aku takjub denganmu, kamu hebat kak berani menghajar wanita ganjen itu yang sudah menggoda kak Dirga” ucap Reyhan.


Mendengar itu lagi-lagi dena hanya diam seakan tidak ingin untuk sekedar menanggapi. Hal kemarin terjadi begitu saja, ia merasa ingin memukul perempuan itu.


“Orang kembar mungkin selalu sama ya, Kak Daniel juga beberapa hari lalu mencengkram leher Kakek Noval dan Andra serta menghempas perempuan ke lantai” ucap reyhan, namun dia segera menutup mulutnya seakan menyesali apa yang dia ucapkan Barusa.

__ADS_1


“Kenapa aku ember sekali,” gumamnya masih menutup mulutnya sendiri.


Dena menatap reyhan, dia merasa ada yang aneh dengan perkataan adiknya itu.


“Kamu tadi bilang apa Reyhan?” Dena menatap Reyhan.


“Apa kak?” ucap reyhan pura-pura tidak mengerti.


“Kamu tadi bilang beberapa hari lalu Daniel mencengkram leher kakek Noval? Dia sudah pulang ke Indonesia?”


Reyhan terdiam dia bingung ingin menjawab apa,.


‘Reyhan jawab?”


“Mmm, gimana aku bilangnya ya” Reyhan terkesan bingung harus bicara apa.


“Kamu mau menyembunyikan sesuatu dariku, kau berati tidak menganggap ku kakak lagi?”


“issh, bukan begitu kak. Kok nasib ku begini ya, punya dua kakak tapi selalu mengancam” ucap Reyhan.


“begini beberapa hari lalu kak Daniel pulang ke Indo, dia disuruh Om Jason buat datang ke kantor untuk rapat pemegang saham. Dia dari bandara langsung ke kantor untuk rapat kak habis itu dia balik lagi Australia” terang Reyhan akhirnya jujur karena dia bingung kalau harus berbohong dengan kakaknya.


“Bukannya begitu kak, kak Daniel aslinya belum mau pulang ke Indo. Tapi karena Om Jason terpaksa dia pulang itu saja juga tidak memberitahuku. Dia tiba-tiba langsung pulang aku suruh menjemputnya di bandara saat itu juga” jelas Reyhan memegang tangan kakaknya yang tampak sedih memikirkan Daniel.


“Sudah, kakak tidak usah memikirkan dia. Dia sudah besar, biarkan saja dia bersikap bagaimana?” ucap Reyhan lagi melihat kakaknya.


Dena hanya tersenyum kecil sesekali memperhatikan Reyhan yang membuatnya agar tidak sedih. Dia punya adik yang baik-baik dengan dua kepribadian yang berbeda.


.....................


Dena pergi bersama Reyhan ke Cafe saat ini, Dena yang sedari tadi merengek untuk dibelikan es krim membuat Reyhan mau tidak mau harus mengantar kakaknya tersebut.


Mereka pergi ke Cafe yang ada disebuah mal besar di kota itu, Reyhan dengan sabar memegang tangan kakaknya menuntunnya berjalan pelan.


Mereka berdua berjalan masuk kedalam sebuah Cafe tapi sebelum mereka masuk hampir saja Dena terkena seseorang yang didorong paksa oleh sang pemilik Cafe.


Reyhan yang langsung menarik dena menghindar, membuatnya terlihat kesal dengan orang tersebut yang hampir mengenai kakaknya.

__ADS_1


“Hei, hati-hati dong. Kamu hampi mengenai kakakku” sergahnya pada sang pemilik Cafe.


“Aku minta maaf tuan, habisnya perempuan ini memaksa terus untuk dipekerjakan disini” pungkas pemilik Cafe itu mencengkram kuat lengan perempuan dengan rambut kucir kuda.


Perempuan itu langsung mendongak memohon pada sang pemilik cafe untuk tetap diterima bekerja. Saat perempuan itu mendongak Reyhan mengenali wajahnya. Itu perempuan yang bekerja di perusahaan milik Pamannya beberapa waktu lalu.


“Kau perempuan itukan? Sekertaris Om Jason” ucap Reyhan saat dia mengenali siapa perempuan tersebut.


“I..iya. tapi aku sudah tidak menjadi sekertaris pak..” ucapan Khaza terhenti saat dia sudah benar-benar melihat siapa pria dan wanita didepannya.


“Kau,. Kau adik pria sombong itukan” ucapnya setengah terkejut melihat Reyhan


“Iya, aku, aku ingin minta maaf padamu soal kakakku beberapa waktu lalu”ucap Reyhan merasa bersalah pada perempuan didepannya.


Dena langsung melihat kearah reyhan dan juga perempuan tersebut.


“Kau kenal?” ucap Dena pada Reyhan.


“Dia mantan sekertaris Om Jason kak?” jawab Reyhan.


“Dia dipecat oleh kak Daniel” bisik Reyhan ditelinga Dena, Dena langsung menatap Reyhan tak percaya kenapa Daniel bisa memecat perempuan itu.


“Nona, aku minta maaf soal kejadian beberapa bulan lalu di Showroom aku,.aku benar-benar tidak sengaja menabrak adikmu dan hampir membuatmu celaka. Aku, aku benar benar tidak sengaja” ucap Khanza memegang tangan Dena.


Dena terlihat bingung kenapa dengan perempuan didepannya ini, kenapa dia meminta maaf padanya. Dan mereka bertemu di Showroom kapan?


“Oh, kau wanita yang waktu itu. Aku tidak apa kok. Kenapa kamu minta maaf denganku” ucap Dena saat mengingatnya.


“Aku harus minta maaf padamu, adikmu yang kejam itu sellau membuatku menderita saat bertemu dengannya. Dia selalu membuatku kehilangan pekerjaan” ucap Khanza dengan sedih.


“Apa maksudmu?”


Reyhan langsung melihat kakaknya,


“Sudah kak, ayo kita masuk kedalam. Kamu ingin eskrim kan? Nona, aku minta maaf sekali denganmu soal kakakku. Aku minta maaf” ucap Reyhan langsung menuntun Dena untuk pergi dari hadapan Khanza yang terlihat sedih.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2