Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 13


__ADS_3

Saat pasangan pengantin baru itu akan kembali ke rumah orang tua Dirga, karena waktu menginap mereka di hotel cuman dua hari saja.


Dirga dan Dena sekarang berada di mobil yang sama dan hanya berdua saja. Kedua orang tua mereka kembali dengan mobil masing-masing, suasana didalam mobil saat ini begitu hening tidak ada yang berbicara satu sama lain.


Dena hanya menatap keluar jendela sementara Dirga fokus menyetir melihat jalan yang ada didepannya. Dena yang tadi hanya menyenderkan kepalanya di jendela mobil kini dia duduk tegap seakan mengingat sesuatu yang akan ia lakukan sekarang.


Dia hampir saja lupa padahal saat ini ia sudah ada janji dengan salah satu anak di panti kalau ia akan menghadiri acara di sekolah anak itu. Dan acaranya akan diadakan jam sebelas sementara sekarang sudah jam sepuluh. Jaraknya saat ini dengan panti setengah jam an lebih.


“ Berhenti..” Dena menatap Dirga yang sedang menyetir.


Dirga langsung melihat kearah Dena tak mengerti dengan itu.


“Ada apa berhenti? Kenapa kau menyuruhku untuk berhenti?” tanya Dirga memandang perempuan didepannya.


“Aku bilang berhenti, tinggal hentikan mobilnya saja apa susahnya” ketus Dena melihat Dirga.


Ckitttt


Dirga akhirnya menghentikan mobilnya, menatap Dena


“ Puas, lalu mau mu apa sekarang menyuruhku menghentikan mobilnya di sini?” ucap Dirga dingin.


Dena hanya diam saja tidak menjawab apa yang ditanyakan Dirga, ia langsung membuka pintu mobil dan akan keluar dari mobil itu. Namun sebelum dia keluar Dirga memegang tangannya menahan dirinya untuk keluar.


“Mau kemana kau?” tanya Dirga ingin tahu.


“Aku ada urusan sebentar, kau pulanglah sendiri ke rumah orang tuamu” ucap Dena datar melihat tangannya yang di genggam Dirga lalu menatap Dirga berharap dia melepaskannya.


“Kau gila? Kau menyuruhku pulang sendiri, lalu bagaimana kalau orang tuaku tanya kau dimana? Bisa-bisa menuduhku aneh-aneh dan kau tidak berpikir tentang mamaku” ucap Dirga tidak menerima dengan apa yang Dena suruh.


“Lepas..” Dena memperhatikan tangan Dirga yang mencengkeramnya erat.


“Tidak, kau harus pulang ke rumah bersamaku” Dirga menatap tajam Dena


Dena tidak punya banyak waktu lagi sekarang, dengan paksa ia melepaskan tangan Dirga dengan kedua tangannya. Tentu saja Dirga tidak diam begitu saja ia langsung mencengkram lebih kuat tangan Dena agar tidak lepas dari tangannya saat ini.


“aku bilang lepas, aku harus pergi sekarang ada yang harus aku urus”


“ aku tidak perduli, pokoknya kau harus pulang bersamaku”


Dena tidak ada pilihan lain, ia mendekat kearah tangan Dirga lalu..


“argkhh” Rintih kesakitan Dirga, reflek ia langsung melepas tangannya dari tangan Dena.


Dena menggigit tangan Dirga sehingga bisa terlepas dari tangannya. Setelah itu ia langsung pergi dari mobil Dirga berlari menyebrangi jalan raya. Menuju ke halte bis yang saat ini sedang ada bis yang berhenti.

__ADS_1


“Wanita buas,” kesal Dirga lalu ia turun dari mobil dan berlari mengejar Dena yang sudah masuk kedalam bis. Dirga terlambat, saat bis sudah berjalan ia baru sampai di halte itu.


“Siall” ucapnya sambil menendangkan kakinya.


“Akan pergi kemana sebenarnya perempuan gila harta itu? Dan apa yang harus aku katakan pada Mama nanti kalau dia menanyakan perempuan itu” Batin Dirga bingung sendiri mengenai alasan apa yang akan ia berikan pada Mamanya nanti.


………………


Dena sendiri merasa gelisah takut kalau dia akan terlambat menghadiri acara sekolah Cici salah satu anak panti yang saat ini baru kelas 3 SD. Dia sudah berjanji dengan anak itu untuk datang ke acara drama sekolah. Bagaimana nanti perasaan anak tersebut jika dirinya tidak datang, pasti ia akan sedih.


Padahal saat ini kondisi tubuh Dena juga sedang tidak fit. Tapi harus bagaimana lagi, Cici pasti sudah menunggunya sekarang.


Didalam bis itu Dena harap-harap cemas, bisakah ia sampai di sekolah Cici tepat waktu..


Tak butuh waktu lama ternyata untuk sampai ke sekolah Cici saat ini bis sudah berhenti di halte depan sekolah.


Segera saja Dena keluar dari Bis berlari masuk kedalam Sekolah Dasar tersebut. Dia langsung menuju ke Aula tempat dimana acara akan di adakan. Saat Dia sedang berlari terburu-buru. Tanpa sengaja ia menabrak seseorang.


"Maaf, Maaf" ucap Dena


Pria itu yang tadinya menunduk membersihkan bajunya akibat tumpahan air dari minumannya langsung menatap kearah Dena.


"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati ya nona" ucap pria tampan itu.


"Namamu siapa?" teriak pemuda itu, saat Dena sudah berlari jauh didepannya.


"Ah dasar kamu hanafi, tanya nama kok telat" ucap pemuda itu sendiri yang diketahui bernama Hanafi.


°°°°°


Dirga sampai di rumahnya ia mengeluarkan koper-kopernya sendiri dari dalam mobil bukan kopernya saja tetapi dengan terpaksa ia juga mengeluarkan koper Dena dari mobilnya.


"Aih, dasar perempuan itu. Menyusahkan saja sebenarnya kemana dia pergi" gerundel Dirga sambil mengeluarkan koper-koper itu dengan kasar.


"Den perlu saya bantu?" Pak Ramdan tukang kebun di rumah Dirga datang ingin membantu tuanya.


"Ya perlu lah, kamu nggak lihat saya kerepotan begini" ketus Dirga melirik tajam kearah pegawainya itu.


Selesai menurunkan semua koper miliknya dan Dena, Dirga langsung berjalan pergi.


"Bawa tuh koper milik perempuan gila harta" ucapnya meninggalkan dua koper Dena di belakang mobilnya.


Ramdan menuruti apa kata bosnya, ia mengambil dua koper Dena menyeret pelan mengikuti sang bos yang sudah berjalan duluan.


Dirga langsung masuk kedalam rumah, kebetulan pintu rumahnya terbuka membuat ia langsung masuk kedalam. Tetapi saat ia melewati ruang tengah langkahnya berhenti karena ada Mamanya dan juga Papanya beserta Kakaknya yang ada di ruang tengah itu.

__ADS_1


"Dirga kamu sudah sampai, mana Dena..Mama mau memberitahu dia sesuatu" Sisil tampak menanti-nantikan Dena, ia melihat-lihat kearah belakang Dirga mencari Dena tetapi Dena tidak kunjung kelihatan.


"Dena..Dena sedang bersama Daniel, tadi ia bilang akan menemui Daniel. Jadi aku antar dia menemui Daniel, dan katanya dia masih lama jadi aku pergi dulu" bohong Dirga agar Mamanya tidak banyak pikiran. Tidak mungkinkan kalau ia bilang Dena minta turun di pinggir jalan, terus pergi begitu saja tanpa bilang kemana. Bisa-bisa mamanya nanti syok terus darahnya naik lagi. Tidak, Ia tidak bisa membiarkan Mamanya sakit lagi.


………………


Sudah hampir tiga jam an lebih semenjak Dirga pulang ke rumah tadi. Tapi Dena belum juga pulang ke rumah sekarang membuat Sisil merasa khawatir dari tadi dia berjalan ke sana-kemari berharap Dena segera pulang tapi tidak pulang-pulang.


"Ma, Mama duduklah. Dena mungkin sebentar lagi pulang" ucap Doni berusaha menenangkan istrinya.


"Iya ma, duduk saja. Dena sebentar lagi pulang" Dewa ikut menimpali.


"Ini Dirga kemana sih?istrinya belum pulang dari tadi pagi dia nggak khawatir" kesal Sisil tidak melihat putra bungsunya.


"Ma nggak usah khawatir begitu, Dena kan sama Daniel jadi gak bakal kenapa-kenapa?" Doni berdiri memegang bahu istrinya mencoba untuk menenangkannya.


"Benar juga ya Dena sama Daniel, tapi kok mama ragu kalau dia sama Daniel ya. Apa Dirga bohong sama kita, aku harus tanya lagi sama anak itu" Sisil langsung berjalan pergi hendak ke kamar Dirga.


"Ma..Mama itu Dena" ucap Dewa sambil melihat Dena yang sudah berjalan masuk ke ruang tengah.


"Dena..Dena kamu habis darimana nak?" ucap Sisil khawatir.


"Ak..aku habis ada urusan ma" gugup Dena bingung ingin menjawab apa.


"Urusan?Urusan apa nak?sama Daniel ya?" ucap Sisil.


"I..Iya" bohong Dena.


"Ya sudah kamu mendingan keatas istirahat ya, sepertinya kamu tidak enak badan" ucap Doni melihat wajah menantunya yang pucat.


"Ma, biarkan Dena istirahat" ucapnya lagi saat istrinya itu terus memeluk Dena.


"Perlu aku antar ke kamar?sepertinya kamu pucat sekali" tawar Dewa saat memperhatikan wajah Dena.


"Tidak usah" jawab Dena dingin.


"Ma, Pa aku ke kamar dulu ya?" ucap Dena lalu berjalan pergi setelah di angguki kedua mertuanya.


Namun langkahnya berhenti ia merasa bingung, ia harus ke kamar mana?Kamar Dirga?Kamar pria itu disebelah mana dia tidak tahu kamar pria tersebut.


"Ma..Pa, kalau boleh tahu kamar Dirga sebelah mana ya?" tanya Dena ragu.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2