
@Kediaman Sharman
Marco sedang berada di ruang kerjanya saat ini dan Soraya istrinya tiba-tiba saja datang langsung masuk begitu saja membuka pintu ruang kerja Marco dengan keras.
Marco langsung melihat Soraya kesal
"Apa yang kau lakukan hah, mengganggu saja" bentak Marco pada istrinya.
"Honey, Suruh Reyhan pulang ke Indonesia. Dia selalu membantah perintahku, siapa tahu kalau kau yang menyuruhnya dia mau pulang" ucap Soraya manja berdiri di sebelah suaminya mengusap-usap bahu suaminya itu.
"Kenapa aku harus menyuruhnya pulang, itu kemauannya untuk tinggal di Jerman. Biarkan saja dia di sana," ucap Marco tegas dan kembali fokus pada pekerjaannya.
"Kau tidak ingin dia kembali ya? kau tidak ingin dia mengurus perusahaan mu seperti Daniel"
"Kau pergilah, aku sedang sibuk" usir Marco tidak terlalu menanggapi ucapan Soraya.
"Honey,." ucap Soraya manja.
"Papa,.." ucap Seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan Marco saat ini.
Siapa lagi orang itu kalau bukan Daniel, Daniel masuk kedalam ruangan Marco melihat ibu tirinya itu dingin begitu juga Soraya yang melihat Daniel tidak suka.
"Ada apa Daniel?" tanya Marco pada putranya.
"Aku hari ini ijin tidak bekerja ya, aku mau bertemu Dena" ucap Daniel pada Papanya.
Marco terdiam, memikirkannya.
"Iya, temuilah kakakmu" ucap Marco pada akhirnya.
"Aku pergi," ucap Daniel langsung keluar.
"Eh iya, Temuilah orang tuamu Pa." ucap Daniel yang berhenti sambil berbalik menatap Papanya yang juga kini menatapnya.
"Kenapa memang?" tanya Marco.
"Nenek sakit keras, anda sebagai anak sulung seharusnya lebih memperhatikannya" ucap Daniel lalu segera pergi setelah mengatakan hal itu.
Marco hanya terdiam mendengar ucapan putranya tadi.
"Honey, Kau bujuk Reyhan untuk pulang ya.." masih saja Soraya terus-terusan menyuruh suaminya itu untuk membujuk anaknya pulang.
"Ya, Sekarang kau keluarlah. Aku banyak pekerjaan" Soraya langsung tersenyum senang dan dia segera berjalan keluar dari ruang kerja suaminya.
………………
Daniel sudah ada di depan rumah Dirga, ia menjemput kakaknya itu di rumah suaminya. Dia hanya menunggu saja di dalam mobil, tidak ada niatan sama sekali dirinya untuk masuk kedalam. Ingatannya akan waktu lalu ketika dirinya memohon-mohon kepada keluarga Suherman untuk membatalkan pernikahan kakaknya hanya dianggap begitu saja. Tentu saja itu membuat dirinya sedikit tidak suka.
Dena berjalan ke luar dari rumah mertuanya menghampiri Daniel. Tanpa di duga di belakang Dena ada Dirga yang juga berjalan.
"Ayo masuk," suruh Daniel pada Dena. Tapi pandangannya mengarah ke Dirga yang berhenti di belakang Dena saat ini.
Dena langsung berjalan masuk kedalam mobil adiknya.
"Seperti anjing yang mengikuti majikannya" desis Daniel melihat Dirga yang menatapnya. Lalu Daniel segera menutup kaca mobilnya.
Melihat Dirga yang sepertinya kesal dengannya, Daniel tak perduli ia hanya melemparkan senyum sinis nya pada Dirga yang menatapnya datar sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
__ADS_1
Mobil yang di bawa Daniel akhirnya pergi meninggalkan halaman rumah Dirga. Dirga menatap kepergian mobil itu tanpa ekspresi,.
"Dua kembaran berwatak dingin" dengus Dirga saat mobil itu melaju ke luar gerbangnya.
Setelah melihat kepergian mobil Daniel, Dirga langsung berjalan kearah mobil miliknya. Dia sekarang harus pergi ke fashion show dimana itu yang mengadakannya adalah Brand miliknya yaitu PRAHA, tentu saja dia sebagai bosnya tidak mungkin melewatkan itu. Apalagi ia juga harus melihat desain baru yang akan di tunjukan para Desainernya.
Dirga langsung berjalan masuk ke dalam mobil, karena agenda pekerjaannya saat ini begitu banyak dan padat sekali, jadi tidak bisa di biarkan begitu saja.
°°°°°
Daniel dan Dena saat ini sudah sampai di sebuah mall besar di Ibu kota. Mereka sedang duduk berhadapan di sebuah Cafe yang ada di Mall tersebut.
Dan beberapa hidangan ringan ada di meja mereka saat ini.
"Kak, Aku minta maaf padamu" ucap Daniel tiba-tiba.
Dena yang tadi sedang menyeruput jus alpukat di depannya langsung mendongak melihat Daniel.
"Minta maaf? untuk?" ucap Dena tak mengerti.
"Aku sudah salah paham padamu beberapa waktu lalu, aku tahu alasanmu akhirnya mau menikah dengan anak Om Doni" Daniel terdiam sebentar sebelum melanjutkan perkataannya lagi.
"Alasanmu, karena Papa mengancam menjual rumah peninggalan Mama dulu, serta Papa juga akan mencabut donatur Panti dan menjual Vila juga kan. Itu yang menjadi alasanmu akhirnya mau menikah. Kenapa kamu tidak bilang padaku kalau Papa mengancam mu, dan kenapa kamu selalu menyimpan permasalahan mu sendiri, kamu harus janji padaku jangan sampai kau kenapa-kenapa. Kamu tahu sendiri aku hanya punya dirimu kan," tambah Daniel begitu panjang ucapannya kali ini, ia menatap penuh harap pada sang kembaran.
Dena diam saja, apakah ia bisa berjanji untuk bercerita pada Daniel serta berbagi masalah dengan kembarannya itu.
"Kenapa kau diam,?" ucap Daniel penasaran karena kakaknya itu hanya diam saja tidak bicara.
"A..aku janji padamu" ucap Dena pada akhirinya.
Dena hanya tersenyum membalasnya, dia sendiri bingung bisakah ia melakukannya.
"Reyhan pernah menghubungimu?" tanya Dena pada Daniel.
"Tidak, kenapa?"
"Apa dia menghubungi dirimu?"
"Tidak juga, dulu dia sering tapi hampir dua tahun ini dia tidak pernah menghubungiku lagi"
"Aku tidak pernah berhubungan dengannya, dulu dia sering menghubungiku tapi aku tidak pernah membalasnya" jelas Daniel
"Kenapa kau tidak pernah membalasnya?" heran Dena pada kembarannya itu.
"Untuk apa aku membalasnya, dia bukan siapa-siapaku" tegas Daniel pada Dena.
"Dia adikmu Daniel, dia adik kita" terang Dena.
Daniel hanya tersenyum sinis,.
"Adik, kita saja tidak yakin dia anak Papa atau bukan" ucap Daniel miris.
Dena langsung terdiam, benar selama ini mereka berdua meragukan Reyhan anak dari Papanya atau bukan. Tapi, kenapa Dena merasa khawatir juga dengan Reyhan. Sudah dua tahun ini Reyhan tidak lagi menghubunginya seperti biasa.
"Kalaupun dia adik kita, aku tidak ingin menganggapnya adik. Mamanya sudah menghancurkan keluarga kita, dan kau harus tahu Mama menderita gara-gara perempuan ular itu yang merebut Papa dari kita kak" ucap Daniel penuh keyakinan
Dena diam, dia bisa apalagi selain diam. Benar kata Daniel, gara-gara Mama dari Reyhan keluarganya hancur seperti ini dan Papa mereka berubah tidak ada lagi seorang yang hangat dalam diri Papanya saat ini.
__ADS_1
………………
Dirga duduk di kursi sebelah tempat peragaan busana yang di adakan di sebuah Mall, dia melihat semua model perempuan ataupun laki-laki yang mengenakan Brand miliknya yang berjalan di catwalk.
Dirga memperhatikan itu begitu puas sekali, karena usahanya selama ini tidak sia-sia dan dia tidak mengandalkan perusahaan milik Papanya ia berjalan sendiri membuktikan kepada mereka yang menganggapnya remeh si bias masalah. Tapi sekarang lihat dirinya bukan hanya memiliki Brand perusahaan sendiri tapi segala macam bidang bisnis telah ia terjuni di usia mudanya kini. Dia tak kalah dari kakaknya yang sering di bangga-banggakan itu sekarang dia lebih hebat dari Radewa Suherman.
"Dirga.." terdengar panggilan manis dari seorang wanita. Dia Clara yang berjalan mendekati Dirga saat ini.
Dirga sendiri saat melihat Clara langsung membuang mukanya malas.
Clara duduk di sebelah Dirga dan langsung memeluk lengan Dirga manja.
"Kok kamu sekarang susah sekali sih di hubungi sayang" manjanya pada Dirga.
Dirga perlahan melepaskan tangan Clara dari lengannya.
"Jangan bicara disini, ayo keluar" Dirga langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke luar dari acaranya saat ini.
Clara mengikuti Dirga dari belakang. Saat di koridor luar acara, tiba-tiba saja Dirga menarik seorang wanita tinggi cantik, tidak kalah dari Clara serta pakaian wanita itu sangat seksi.
Dirga menariknya ke tembok dan langsung mencium wanita tersebut.
Tentu saja wanita itu terkejut, tetapi Dirga berbisik pelan ditelinga wanita itu agar menuruti alur ciuman Dirga saat ini.
Clara yang berjalan di belakang di belakang Dirga tentu saja kaget melihat Dirga yang langsung mencium wanita lain di depannya.
"Dirga,." teriak Clara dan langsung menarik lengan Dirga menjauh dari wanita yang di cium Dirga tersebut.
"Kenapa?" ucap Dirga nyalang menatap Clara yang emosi menatapnya.
"Kamu kenapa mencium wanita lain, disini ada aku" ucap Clara.
"Ada kau, memang kita ada hubungan apa?bukannya aku sudah pernah bilang kalau kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, kau wanita murahan dan menjijikkan jangan pernah temui diriku lagi, aku sudah mendapatkan penggantimu yang lebih menarik seperti wanita ini" ucap Dirga tajam pada Clara yang melihat Dirga tak habis pikir.
"Ciih, baiklah kalau itu Mau mu. Aku akan melapas mu dan mencari yang lebih darimu" Sinis Clara.
Lalu dia hendak pergi tapi pandangannya melihat orang yang pernah ia lihat.
"Oh iya, bagaimana reaksi istrimu saat kau mencium wanita baru mu ya" ucap Clara tersenyum puas pada Dirga lalu dia langsung pergi begitu saja.
"Dirga.." teriak Clara saat dia berada di sebelah Dena.
Dirga yang tadi tidak memperhatikan kemana Clara pergi saat ini langsung melihat kearah Clara yang memanggilnya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat Dena yang berdiri di samping Clara tengah menatapnya tanpa ekspresi.
"Lihat kelakuan suamimu," lirih Clara di telinga Dena yang berdiri di samping Daniel.
Tangan Daniel terkepal kuat, hendak berjalan menghampiri Dirga tapi Dena langsung menahannya.
"Ayo kita pergi" ucap Dena dan langsung menarik Daniel untuk pergi.
Sementara Dirga merasa tidak percaya, kalau istrinya juga berada di situ.
"Apa dia melihatku tadi,?" ucapnya lalu segera pergi mengejar Dena meninggalkan perempuan yang ia cium tadi.
°°°
T.B.C
__ADS_1