Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 129


__ADS_3

“Sayang, aku ke PRHA DSJ dulu ya.” Ucap Dirga menghampiri istrinya yang duduk di kursi balkon kamar mereka.


Dena langsung melihat kearah Dirga yang duduk disebelahnya kini.


“Kenapa harus ke sana?” ucap Dena seakan berat untuk mengiyakan.


“Aku ada urusan dengan Samuel, aku pergi sebentar ya” ucap Dirga mengamati wajah Dena.


Dena hanya diam tidak memberikan jawaban


“Sayang, boleh ya. Ini penting, aku harus ke sana untuk menandatangani kontrak dengan perusahan yang kuberikan dana” Dirga berjongkok didepan Dena yang duduk di kursi saat ini.


“Sayang” ucapnya memegang tangan sang istri.


“Kamu tidak kasihan denganku, aku hamil besar begini kamu tinggal di rumah sendiri” ucap Dena datar.


Dirga terdiam, benar juga kedua orang tuanya sedang keluar kota dan di rumah hanya ada pembantunya saja.


“Ya sudah kamu ikut yok, ikut ke PRAHA DSJ” ucap Dirga akhirnya.


“Ya, aku mau ikut. Tunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu” Dena segera berdiri berlahan sambil memegangi perutnya yang sudah teramat besar. Bagaimana tidak besar usia kehamilannya sudah jalan tujuh bulan.


“Tidak usah ganti baju, baju ini saja. Bajunya juga rapi kok, yok” Dirga ikut berdiri dari jongkoknya dan menggandeng tangen Dena.


“nggak pa-pa”


“Nggak” Dirga berjalan masuk ke kamar sambil menggandeng tangan Dena.


“Eh sebentar, tunggu disini dulu” Dirga langsung berjalan mengambil sepatu kets berwarna putih. Itu sepatu yang ia belikan untuk Dena beberapa hari lalu.


“Kamu pakai ini ya, jangan pakai sepatu yang ada haknya lagi. Kamu hamil besar sekarang” Dirga menuntun Dena untuk duduk di pinggir ranjang.


“Iya,.” Jawab Dena menuruti apa kata suaminya.


“Kapan kita menyusul Daniel?” tanya dena memperhatikan Dirga yang memakaikan sepatu untuknya.


Dirga langsung mendongak,


“Menyusul daniel?” ucapnya tidak mengerti.


“Iya, aku ingin menemuinya. Sudah satu minggu aku tidak bertanya padamu soal dia. Karena aku menurutimu untuk tidak memikirkan sesuatu yang berat saat kondisiku tertekan. Dan sekarang aku tidak apa-apa, aku tanya padamu” ucap Dena.


Dirga terdiam, dia seperti sedang berpikir. Entah apa yang sedang dia pikirkan.


“Kita akan menyusul Daniel kan?” ucap Dena melihat suaminya itu.


“Iya, besok kita kan menyusul Daniel” ucap Dirga akhirnya setelah sempat terdiam.

__ADS_1


“Kamu serius?”


“Iya aku serius sayang, sudah yuk. Aku nanti terlambat” Dirga langsung berdiri dari jongkoknya dan mengulurkan tangannya pada Dena.


Dena segera meraih tangan itu dengan gembira karena besok dia akan bertemu dengan adiknya di Australia.


....................


Mobil Dirga sudah berhenti di basement perusahaannya, dia hendak akan turun tapi Dena mencegahnya.


“Ada apa sayang?” Dirga segera melihat kearah istrinya takut-takut istrinya itu keram perut atau apa.


“Aku mau digendong” ucap Dena memelas pada Dirga.


Dirga langsung melebarkan matanya, ngidam istrinya mulai lagi sepertinya.


“gendong? Disini?” ucap dirga.


“Diluar, gendong aku sampai ruangan mu” ucap dena manja.


“Astaga, aku menggendong mu sampai ruangan ku sayang. Kamu nggak kasihan dengan suamimu ini.”


“Bukannya aku nggak kasihan. Tapi aku ingin, kamu tidak mau? Kamu malu memiliki istri sepertiku”


“jangan mulai, baiklah aku gendong” Dengan berat hati Dirga melangkah turun terlebih dahulu menghampiri pintu mobil istrinya dan membukakan pintu itu.


Dena langsung keluar dari dalam mobil, dia tampak senang karena Dirga mau menggendongnya.


“Senang” ucap dirga sambil berjalan mengendong Dena menuju list yang memang ada di basement itu yang langsung mengarah keruangan nya dan juga Samuel.


“Iya, aku senang sekali,” ucap Dena girang.


“Nanti kalau anak kita lahir kamu beri nama siapa?” ucap Dena lagi bertanya pada suaminya.


“Rahasia, nanti kalau sudah waktunya kamu aku kasih tahu” pungkas Dirga sambil tersenyum melihat Dena yang ada di gendongannya.


“Jangan-jangan kamu belum mencari nama untuk anak kita?”


“Tentu sudah dong sayang, anak pertamaku masa aku tidak mencarikan nama untuknya”


“Oh iya sayang, kandungan mu kan sudah tujuh bulan. Nanti habis dari sini kita cari perlengkapan bayi ya. Mau tidak?” pungkas Dirga masuk kedalam lift.


“Aku ikut saja, terserah dirimu. Sudah turunkan aku, aku jalan saja” ucap dena minta untuk diturunkan.


“Kenapa?” heran dirga bukannya tadi Dena minta untuk digendong sampai ruangan.


“Tidak Pa-pa, kamu sepertinya capek”

__ADS_1


Dirga mendengar itu tersenyum, dia melihat istrinya tersebut.


“Kamu pengertian juga ya” ucap Dirga menurunkan istrinya tersebut


“Iya, karena kau tahu suamiku pasti lelah”


Dirga semakin tersenyum, dia meraup wajah Dena menariknya mendekat dan menciumnya serta ******* bibir istrinya itu. Dia memundurkan tubuh Dena menghimpitnya ke didinding lift serta tangannya bergerak aktif dibuah dada dena. Tidak dia disitu dia hendak mengangkat dres istrinya keatas. Tapi sayang niatnya harus gagal karena pintu lift tiba-tiba terbuka. Membuatnya kelabakan dan langsung melepaskan ciumannya dan sedikit memberi jarak pada Dena.


Siapa yang masuk kedalam,


“Waduh, aku ganggu nih sepertinya” itu suara Juna yang sedikit terperanjat melihat sepasang suami istri yang sedang intim didalam lift.


Dirga langsung menggeser istrinya menutupi Dena, serta membiarkan dena mengambil nafas karena ciumannya tadi.


“Kenapa, kau tiba-tiba ada disini” ucap Dirga glagapan.


“ini lift, jadi aku ada disini” jawab Juna enteng.


“Ya aku tahu ini lift, tapi kenapa kau memakai lift ini”


“Biar cepat sampai di ruangan Samuel, aku kira aku terlambat. Ternyata...kenapa aku jadi yang malu sendiri ya” ucap Juna langsung membuang muka rasanya dia yang tersipu malu bukan kedua pasangan didepannya.


“Menyebalkan,” pungkas Dirga.


Dena yang ada dibelakang Dirga merasa malu sendiri karena ulah dirinya dan juga Dirga. Aish, kenapa teman Dirga itu bisa masuk begitu saja, padahal tadi ia menikmati setiap apa yang dilakukan Dirga dan dia menantikan Dirga masuk kedalamnya. Harus berhenti ditengah jalan.


......................


“Sayang kamu tunggu dikamar ini saja ya, aku Cuma sebentar. Habis mengobrol dengan mereka aku akan masuk ke kamar ini” ucap Dirga pada Dena saat dia menyuruh istrinya masuk kedalam kamar yang ada di ruangan Dirga yang sekarang digunakan Samuel.


“Iya, aku tunggu disini. Kamu segera kesini, aku ingin seperti tadi” ucap dena melihat Dirga.


Dirga menatap Dena tidak mengerti, maksudnya seperti tadi apa?


“Seperti tadi apa sayang?” ucapnya.


“Yang kita lakukan di lift tadi, aku menginginkannya lagi” ucap dena.


Dirga langsung mengerti, apa yang dimaksud Dena. Dia langsung tersenyum mendekat pada istrinya.


“Hormon kehamilan mu sayang, selalu memuaskan diriku” ucap dirga mengusap kepala Dena.


“Ya, nanti kita lakukan lagi. Kamu tunggu dulu ya, aku berbicara dulu pada mereka” ucap Dirga pada dena.


“Iya aku tunggu, jangan lama-lama” ucap dena.


“Tidak, aku keluar dulu” Dirga langsung berjalan keluar dari kamar itu meninggalkan Dena yang langsung duduk di tempat tidur setelah Dirga pergi.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2