Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 11


__ADS_3

Dirga sudah terlelap di ranjang pengantin itu, dia benar-benar tidak memikirkan Dena padahal Dena sampai sekarang belum keluar dari kamar mandi.


Entah apa yang dilakukan perempuan itu di sana.


Dua jam berlalu Dirga terbangun dari tidurnya, ia ingin buang air kencing. Sehingga membuatnya terbangun dari tidur malamnya.


Dengan segera ia berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar itu, membuka knop pintu kamar mandi. Tapi tidak bisa pintu itu terkunci dari dalam. Membuat Dirga melihat kamar dimana dirinya sekarang di situ ia tidak melihat Dena.


"Hei, kau ada di dalam? buka pintunya aku ingin buang air kecil" ucap Dirga sambil mengetuk pintu itu pelan.


Tidak ada sahutan dari dalam membuat Dirga kesal sendiri.


"Hei, kau dengar tidak aku bilang buka pintunya. Aku sudah tidak tahan" teriak Dirga dan ketukan pintunya semakin keras saja.


"Kau dengar tidak, kalau kau tidak membuka pintunya sampai hitungan ke tiga, aku dobrak pintu ini" ancam Dirga sambil mendekatkan telinganya ke pintu. Ia mendengar ada guyuran air dari shower di dalam kamar mandi.


"Kamu sedang mandi?" heran Dirga sambil terus mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


"Aishh, aku sudah tidak tahan. Aku ke kamar mandi di kamar Papa saja" ucap Dirga lalu ia langsung berlari pergi keluar kamarnya.


………………


Dirga sudah kembali lagi ke kamarnya saat ini, ia melihat kearah sofa yang ada dikamar itu. Sofa itu masih kosong Dena belum ada disitu. Padahal ini sudah setengah jam berlalu dari ia menggedor pintu tadi.


Padahal tadi ia mengobrol dulu dengan mamanya, tapi kenapa perempuan itu belum juga keluar dari kamar mandi.


Dirga melihat jam yang tergantung di dinding saat sudah pukul sebelas malam tetapi perempuan itu mandi jam segini.


Dirga berjalan mendekat kearah kamar mandi, ia merasa heran saja kenapa perempuan itu belum juga keluar dari kamar mandi.


"Hei, kau mandi lama sekali. Keluarlah" ucap Dirga mengetuk-ngetuk pintu.


Dan itu masih sama seperti tadi tidak ada jawaban atau sahutan dari dalam kamar mandi. Hanya air dari shower saja yang terdengar.


"Kau perempuan murahan, buka pintunya"


"Aku bilang buka" ucap Dirga sangat keras.


Tidak ada sahutan sama sekali, Entah kenapa Dirga dibuat khawatir dengan hal ini.


"Kenapa dia tidak menyahut?" herannya sambil terus menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


"Woi Dena, buka pintunya"


"Kalau kau tidak membukanya aku dobrak..Jangan salahkan aku kalau kau masih telanjang" Dirga semakin gugup serta takut saja karena dari dalam tidak ada tanda-tanda orang itu.

__ADS_1


"Aku serius, aku tidak main-main. Aku dobrak pintu ini" ucap Dirga lagi semakin di buat emosi saja.


"Baiklah Jika kau diam saja. Aku hitung sampai tiga kalau kau masih tidak membukanya akan aku dobrak pintu ini" ucap Dirga dengan keras agar Dena yang di dalam mendengarnya.


Masih sama tidak ada tanggapannya sama sekali.


"Baiklah, jika itu mau mu.."


"Satu,..Dua..Tiga.." Dirga mulai menghitungnya lalu dengan dorongan keras ia mendobrak pintu kamar mandi itu.


Pintu kamar mandi langsung terbuka karena dobrakan keras dari Dirga. Dirga langsung mengedarkan pandangannya, melihat ke shower untuk mandi berdiri tidak ada lalu ia membuka tirai yang menutupi bagian Bathub.


Saat tirai penutup itu terbuka Dirga langsung terkejut melihat apa yang ada di depannya saat ini.


Disitu Dena tak sadarkan diri di dalam Bathub, dengan air dari shower yang membasahi wajahnya. Sebagian tubuh Dena terendam di dalam air.


Dirga langsung berjalan cepat mendekati Dena yang tidak sadarkan diri itu. Tubuhnya yang sudah pucat pasi membuat Dirga takut serta khawatir.


Dengan cepat ia mengangkat Dena dari bathub menggendongnya keluar dari kamar mandi.


Dirga menjadi begitu takut, ia membaringkan tubuh Dena yang masih memakai gaun pengantin yang basah di ranjang.


"Hei,..Hei bangunlah, apa yang kau lakukan tadi" ucap Dirga sambil menepuk-nepuk Pipi mulus Dena yang memucat.


Tetapi Dena juga tidak kunjung bangun. Ia semakin takut saja kalau perempuan ini meninggal bisa-bisa ia yang disalahkan.


"Buka matamu, aku mohon jangan mati disini"


Dena juga tetap tida merespon sama sekali membuatDirga langsung berlari kearah laci lemari, ia mengambil minyak angin. Lalu ia berlari lagi kearah Dena mencoba membangunkan Dena dengan itu.


"Hei Bangun, aku bilang bangun..Jangan mati disini" Dirga masih berusaha untuk membuat Dena sadar ia mengoleskan minyak angin itu didekat hidung Dena.


Perlahan Dena mulai merasakan aroma itu, dan perlahan ia membuka matanya. Dirga yang melihat itu menghembuskan nafasnya lega.


"Kau bodoh atau apa?Atau kau ingin mati, kalau ingin mati jangan di kamar ini. Sana terjun dari atas hotel" bentak Dirga sambil membanting minyak angin yang ia pegang ke lantai saat Dena sudah membuka matanya.


Dena memperhatikan sekitarnya, melihat Dirga yang berdiri menatapnya tajam. Dena hanya dia saja tidak memperdulikan tatapan itu.


"Kau dengar aku, kalau kau ingin mati terjun saja dari atas gedung ini jangan mati disini. Kau membuatku repot saja" tukas Dirga tidak punya rasa kasihan.


Dena hanya diam lalu ia mendudukkan dirinya perlahan, melangkahkan kakinya turun dari ranjang.


"Mau kemana kau?" cekal Dirga saat Dena melewati dirinya dan berjalan entah akan kemana.


"Bukan urusan mu," Dena melepaskan tangan Dirga yang mencekal nya.

__ADS_1


"Ganti bajumu, bajumu basah" entah kenapa Dirga begitu memperhatikan baju basah Dena.


Dena diam saja, ia malah akan berjalan ke kamar mandi.


Dirga segera berlari mengejar Dena sebelum masuk ke kamar mandi. Ia menarik kuat tangan Dena agar tidak masuk kedalam kamar mandi. Kalau ia membiarkan perempuan itu masuk lagi ke kamar mandi bisa-bisa perempuan itu melakukan hal yang sama seperti tadi.


"Lepas.." ucap Dena dingin memperhatikan Dirga tajam.


"Tidak akan, kalau ku lepas kau akan melakukan seperti tadi mengunci dirimu disitu lalu kau mati, siapa yang akan di salahkan kalau kau mati di situ jelas aku, aku yang akan disalah...." belum sempat Dirga melanjutkan kata-katanya.


Dena sudah terjatuh pingsan. Tapi sebelum tubuhnya menghantam ke lantai Dirga terlebih dahulu menangkap perempuan itu yang sudah tidak sadarkan diri kembali.


"Kau menyusahkan diriku saja" sinis Dirga lalu mengangkat Dena kembali ke ranjangnya.


°°°°°


Matahari pagi sudah bersinar terang sinarnya masuk kedalam kamar tempat dimana pasangan baru itu berada.


Dena perlahan membuka matanya yang terasa berat apalagi kepalanya juga terasa berdenyut. Melihat seisi kamar, dia sedikit merasa aneh dengan keadaan kamarnya ini. Ini bukan kamarnya..Namun seketika ia ingat bahwa dia kemarin sudah menikah dan ingatannya langsung tertuju pada kejadian semalam, mengingat perlakuan pria yang menjadi suaminya yang ternyata dia seorang yang kasar.


Dena juga teringat dengan dirinya, semalam yang mengunci diri didalam kamar mandi lalu setelah itu ia tidak ingat lagi.


"Kenapa aku bisa ada di tempat tidur," ucap Dena lalu matanya seketika mem bola langsung melihat kedalam selimut apakah dirinya berpakaian atau tidak.


Dia menghela nafas lega ternyata pakaiannya masih lengkap. Namun dahinya mengkerut, melihat bajunya yang sudah berganti bukannya semalam ia masih menggunakan gaun pernikahan kenapa menjadi baju tidur sekarang batinnya merasa was-was.


"Jangan berpikiran macam-macam, aku tidak sudi menyentuhmu" ucap Dirga yang baru masuk ke kamar saat melihat Dena yang heran dengan dirinya sendiri.


Dena langsung menatap Dirga raut wajahnya berubah menjadi dingin.


"Sana mandi, lalu keluar bersamaku untuk menemui keluarga kita yang sudah menunggu di bawah" ketus Dirga lalu ia berjalan duduk di sofa.


"Kenapa hanya diam saja, kau tuli. Aku bilang sana mandi" bentak Dirga melihat Dena yang masih dalam posisi duduknya di atas ranjang sambil menatap dirinya.


"Apa kau akan disini? kau keluar dari kamar ini" balas Dena tak kalah ketus.


"Kenapa aku harus keluar dari sini" dingin Dirga menatap Dena.


"Kau akan melihatku telanjang, ternyata kau mesum juga bilang tidak sudi nyata.."


"Jangan terlalu percaya diri, aku tidak sudi melihat tubuhmu" Dirga lalu langsung berdiri berjalan cepat tanpa melihat Dena yang menatapnya tidak suka.


Dirga membuka pintu kamar dan berjalan keluar menutupnya dengan begitu keras.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2