Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 34


__ADS_3

"Halo Dena.." ucap Dewa saat panggilan telpon sudah tersambung.


Dirga yang berjalan di belakang Dewa tampak terkejut, kenapa kakaknya itu menelpon istrinya.


"Kamu dimana?Apa benar kamu di rumah Papamu?Apa yang kamu lakukan di situ?Halo Dena, Halo.." Dewa berkali-kali memanggil Dena ternyata sambungan telponnya di putus begitu saja oleh Dena.


Bahkan Dena tadi tidak menjawab pertanyaannya, perempuan itu memutus sepihak sambungan telpon.


"Aishh, Apa kamu tidak tahu kalau aku mengkhawatirkan mu Dena" gumam Dewa sambil melihat ponselnya yang sudah tidak terhubung dengan Dena.


"Kenapa kau mengkhawatirkan istriku?Ada hubungan apa sebenarnya kalian berdua" ucap Dirga yang tiba-tiba saja muncul di belakang Dewa.


Tentu saja itu membuat Dewa terkejut dan langsung melihat kearah Dirga yang menatapnya dingin.


"Di..Dirga" gugup Dewa saat melihat wajah adiknya yang mengeras memandang dirinya saat ini.


"Aku tanya ada hubungan apa kau sebenarnya dengan istriku" ucap Dirga penuh penekanan di setiap katanya. Dia semakin curiga kalau kakaknya itu pernah ada hubungan dengan istrinya.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Dena, sudahlah ayo kita makan. Mama sama Papa pasti sudah menunggu" Dewa henda berjalan melewati Dirga.


Tapi Dirga langsung mencengkram lengan Dewa kuat.


"Aku tanya padamu sekali lagi, ada hubungan apa kau dengan istriku?" ucap Dirga meninggikan suaranya.


"Dirga pelan kan suaramu, Mama sama Papa bisa mendengarnya. Aku sudah bilang pada mu kalau aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Dena,."


"Ciih dasar pembohong, kalau sampai aku mengetahui kalau kalian berdua ada hubungan. Semakin senang aku akan menyiksanya, karena dia milikmu yang berharga. Kau sudah merebut semua milikku dan membuatku selalu dibanding-bandingkan denganmu, maka aku akan merebut milikmu itu. Lihat saja perempuan itu akan menjadi milikku seutuhnya" ancam Dirga menatap kakaknya penuh kebencian.


Dirga langsung pergi setelah mengatakan itu semua,.


"Dirga, Dirga kau salah paham" ucap Dewa berusaha menahan suaranya agar tidak keras.


Dirga berjalan dengan cepat keruang makan, dia menatap kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Aku tidak akan makan malam, kalian makan lah" setelah mengatakan itu Dirga langsung pergi dari hadapan kedua orang tuanya yang menatap dirinya bingung saat ini.


Dirga sudah pergi dan muncul Dewa yang tampak bingung karena tidak melihat Dirga di meja makan saat ini. Apa adiknya itu serius dengan kata-katanya.


"Ma, Pa Dirga dimana?" tanya Dewa kepada kedua orang tuanya yang kini melihat kearahnya.


"Dirga ke atas, katanya dia tidak jadi makan. Dan mukanya seperti marah tadi. Kalian berdua bertengkar?" ucap Doni memperhatikan putra sulungnya itu karena ia mencium sesuatu yang tidak beres diantara kedua putranya saat ini.


Sisil yang mendengar ucapan suaminya itu langsung menatap Dewa khawatir, apa benar kedua anaknya sedang bertengkar. Kenapa mereka berdua selalu tidak akur satu sama lain, itu membuatnya semakin gelisah.


"Dewa.." panggil Sisil pada Radewa, Dewa langsung melihat kearah Mamanya.


Dia merasa bingung harus menjelaskannya bagaimana. Karena dia mengerti, kalau mamanya sudah memanggilnya begitu berarti mamanya butuh penjelasan.


"Aku tidak ada apa-apa sama Dirga ma, mama tidak usah khawatir ya" ucap Dewa berusaha menenangkan sang Mama karena ia tidak ingin darah tinggi mamanya kambuh karena banyak beban pikiran yang di pikirkan kan Mamanya itu.


………………


Dena saat ini berada di Villa tempat di mana dulu Mamanya menghabiskan waktu di sini. Villa saat ini ramai, tidak sepi seperti biasanya karena ada Bija beserta keluarganya dan juga kini ada Daniel.


Mereka berenam kini sedang berada di meja makan, kursi utama di tempati Suami Bija yaitu Om Soni. Dan di kanan kiri Soni ada Bija serta Daniel, di samping Daniel ada dirinya dan di samping Bija ada kedua anak Om Soni dan Bija yang memiliki selisih umur yang jauh.


"Bija suka deh kalau kamu sama Daniel dateng barengan begini" ucap Bija tersenyum bahagia melihat kedua anak sahabatnya yang bisa bersamaan datang menemui dirinya.


Dena hanya tersenyum menanggapinya,


"Bija kangen ya sama aku," celetuk Daniel.


"Ya kangen dong, kamu jarang banget dateng nemuin Bija"


"Hehehe maaf Bija, biasa anak muda" canda Daniel tersenyum melihat Bija yang terharu melihat Daniel dan Dena. Entah kenapa ia menjadi melow begini, padahal dia saat melihat Dena datang sendiri tidak seperti ini. Tapi, saat melihat kedua anak yang dulu sempat dia rawat datang bersamaan membuatnya begitu terharu. Andai sahabatnya Monica bisa melihat anak-anak mereka tumbuh seperti sekarang, pasti dia begitu bahagia sekali.


"Eh malah nangis, ayo makan" goda Soni saat melihat istrinya yang mengusap air matanya yang tiba-tiba saja menetes.

__ADS_1


"Hehehe, aku terharu melihat Dena sama Daniel. Aku membayangkan kalau Monica juga ada di sini pasti dia merasa bangga melihat anak-anaknya" sendu Bibi Heja mengingat Monica.


"Sudahlah, kamu nih ngerusak suasana. Ayo makan saja, Daniel Dena jangan terlalu menghayati ya, sekarang kita makan saja jangan bersedih" ucap Soni mencoba mencairkan suasana.


"Iya Om" sahut kedua kembar itu bersamaan.


………………


Dirga berada di kamarnya, dia melihat Hp miliknya saat ini. Mencari nama Dena di sana tapi tidak ada benar karena dia tidak pernah menyimpan nomor istrinya tersebut,


"Aish, kenapa aku tidak menyimpan nomornya" kesalnya pada diri sendiri.


Dirga terdiam berpikir,


"Benar, riwayat chat" ucapnya setelah sempat terdiam dan dia langsung ingat bahwa dulu Dena pernah mengirimkan pesan padanya.


Dirga langsung mencari pesan-pesan yang sudah ia arsipkan mencari nomor Dena yang ada di situ.


"ketemu" ucapnya saat menemukan nomor Dena di antara pesan-pesan yang sudah ia arsipkan sebelumnya.


Segera saja Dirga memencet nomor tersebut dan menekan ikon telpon. Dia akan menghubungi Dena, menanyakan sebenarnya kemana perempuan itu pergi. Dia tidak percaya kalau Dena akan pergi ke rumah Papanya. Dilihat dari beberapa waktu lalu, tidak mungkin ia akan pergi ke sana.


" Halo,." ucap Dirga saat panggilannya sudah terhubung.


"Ya,"


"Kau dimana?Kenapa kau tidak ada di rumah?" tanya Dirga begitu menggebu dalam bertanya.


"Kau tidak perlu tahu aku dimana?Aku ada urusan sudah dulu" ucap Dena dari seberang sana dan langsung mematikan sambungannya begitu saja.


"Sok sibuk sekali kau, kau mengabaikan ku seperti ini. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu nanti saat kau pulang," geram Dirga meremas ponselnya karena di matikan begitu saja sambungan telpon tersebut.


"Wanita tidak tahu diri" kesal Dirga

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2