
Daniel duduk diruang tengah rumahnya bersama dengan Reyhan mereka asik menonton Tv, walaupun menonton Tv bersama keduanya hanya diam fokus dengan sepak bola yang mereka tonton.
Dari langkah depan terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearah mereka berdua, meskipun begitu itu tidak mengusik mereka sama sekali. Mereka masih tetap asik menonton bola dengan tim kesukaan mereka. Tim sepak bola yang mereka sukai kebetulan juga sama sehingga tidak saling adu argumen.
“Kalian menonton sepak bola? Boleh Papa ikut bergabung” mendengar ucapan itu membuat kedua pemuda tersebut langsung melihat kearah yang berbicara siapa lagi yang bicara kalau bukan Marco.
“Boleh Pa, gabung aja dengan kita” ucap reyhan mempersilahkan. Sementara Daniel langsung melihat kearah Reyhan saat ini.
“Aku ke kamar” Daniel langsung berdiri tapi tangannya ditahan oleh Reyhan.
“Ayolah kak, jarang-jarang kan kita kumpul bertiga begini di rumah”
“lepas,.” Dirga melepaskan tangan Reyhan. Dia tidak jadi pergi tetapi malah duduk di sofa single menjauh dari Papanya dan juga Reyhan.
“Duduk pa” reyhan mempersilahkan Marco duduk di tempat yang Daniel duduki tadi.
“Besok kalian ada waktu luang tidak” ucap Marco mulai membuka pembicaraannya.
“Aku ada,” sahut reyhan.
Daniel hanya diam saja,
“Daniel, kamu ada waktu luang tidak besok” tanya Marco karena putranya itu tidak menjawab.
“Ada, memang kenapa?”
“Bagus kalau kalian ada waktu luang besok, mari besok kita liburan bersama Dena serta Dirga” pungkas Marco rasa senang terpancar di matanya. Inilah kesempatannya untuk lebih dekat lagi dengan anaknya.
“liburan, jangan konyol” dengus Daniel.
“Asik..” Reyhan terdengar antusias.
“Aku ke atas dulu” Daniel pergi begitu saja, sungguh konyol papanya itu.
………………
Tok tokk
Terdengar ketukan pintu kamar Dirga dan dena, mereka berdua yang sedang berbaring ditempat tidur langsung melihat kearah pintu kamar mereka yang baru saja diketuk seseorang dari luar.
“Ada orang yang mengetuk” ucap Dena melihat Dirga yang sedang berbicara dengan perutnya.
“Iya sayang, aku buka dulu pintunya” Dirga segera bangkit dari tempat tidur berjalan kearah pintu kamarnya.
“Sayang, ini Mama tolong buka pintunya sebentar” terdengar suara Sisil dari luar kamar.
__ADS_1
“Iya ma, tunggu sebentar” pungkas Dirga berjalan mendekati pintu.
“ada apa Ma,” ucapnya saat pintu sudah terbuka dan sang Mama berdiri didepannya saat ini.
“Ini Mama Cuma mau memberikan ini pada Dena,” ucap Sisil menyodorkan album foto dan juga gelang yang ia taruh di atas album foto.
“Apa ini Ma,” ucapnya Dirga tidak mengerti kenapa Mamanya memberikan itu padanya saat ini.
“Ini titipan dari papa mertuamu untuk Dena. Tolong kamu berikan padanya kalau Marco yang memberikan ini untuknya” ucap Sisil pada Dirga.
“Oh, dari Papa Marco. Ya nanti aku berikan”
“Ya sudah kalau begitu Mama kebawah dulu” ucap Sisil
“eh iya, Mama lupa. Besok kamu ajak istri kamu ke pantai ya?” ucap Sisil menghentikan langkahnya menatap Dirga lagi.
“Ke pantai? Kenapa?”
“Marco ingin liburan bersama kalian, besok katanya dia akan memberitahukan pantai Mananya”
“Mama sama Papa ikut?”
“Tidak, besok Papamu ada pertemuan diluar kota selama seminggu dan Mama ikut. Jadi tidak bisa ikut dengan kalian” pungkas Sisil
“Begitu, baiklah” ucap Dirga.
“Mama kenapa?” tanya Dena melihat Dirga yang mendekat padanya.
“Ini Mama memberikan ini’ ucap Dirga menunjukkan apa yang dia bawa.
“Apa itu?”
“Ini titipan Papa Marco untukmu. Jangan dilihat sekarang ya, dilihat besok saja” ucap Dirga memasukkannya kedalam laci. Dia melakukan itu karena ia tidak mau istrinya banyak fikiran setelah melihatnya. Lebih baik besok saja, soalnya tadi Dena habis menangis masa harus menangis lagi.
“Kenapa harus besok, bawa sini. Apa yang orang itu berikan padaku”
“Sudah tidak usah, besok saja ya. Sekarang kamu istirahat besok kita juga akan ke pantai, kamu suka pantai kan?”
“kamu serius, iya aku menyukainya. Kamu serius kan?” ucap Dena begitu berbinar mendengar hal tersebut.
“Iya, aku serius. Kamu tidur ya sekarang” Dirga naik ketempat tidur setelah menyimpan album foto itu di laci.
“Aku tidur,” ucap Dena memiringkan dirinya kearah Dirga.
Dirga memeluk istrinya tersebut, tidak terlalu erat karena dia takut membahayakan kandungan Dena.
__ADS_1
°°°°°
Dena begitu antusias, karena Dirga mengajaknya ke pantai hari ini. Ia sudah rapi mandi terlebih dahulu dari Dirga yang tadi belum bangun dan sekarang sudah bangun karena ia membangunkan paksa suaminya itu.
Dirga sendiri saat ini baru saja selesai mandi, dengan handuk yang terlilit di pinggangnya dia berjalan keluar kamar mandi melihat istrinya yang begitu antusiasnya.
“Ini aku sudah pilihkan baju untukmu, kamu akan terlihat keren dengan baju ini” pungkas dena mengambil Baju dari dalam lemari menaruhnya ditempat tidur.
Dena mengambilkan kaos putih polos lengan pendek dengan merek PRAHA yang tertulis kecil di dadanya. Dan juga celana pendek berwarna biru.
Dirga melihat baju itu yang telah disiapkan oleh istrinya.
“Kok aku pakai kaos sih sayang, kenapa nggak kemeja saja” ucap Dirga merasa kurang cocok dengan kaos.
“Pakai ini saja, kamu kelihatan keren dengan kaos” ucap dena
“Ya sudahlah terserah dirimu saja” walaupun merasa kurang cocok terpaksa saja Dirga menurutinya daripada Dena malah ngambek dengannya.
“Rambutmu di keataskan sedikit ya, terus pakai kacamata pasti keren” ucap Dena
Dirga mengernyitkan dahinya, tumben sekali istrinya memperdulikan penampilannya.
“Tumben sayang, kamu nyuruh aku begitu. Biasanya kamu diem aja” ucapnya heran.
“Aku ingin suamiku terlihat tampan, dan aku ingin mereka iri kalau kamu milikku” tegas dena sambil berjalan kearah ruang wardrobe.
Senyum manis muncul dibibir dirga, istrinya itu kini menggemaskan.
“Nanti kamu malah cemburu, kalau mereka terpesona padaku” ucap Dirga mencoba menjahili dena agar terlihat cemburu saat dia mengatakan itu.
“Tidak, aku bukan tipe cemburuan” ucap Dena berjalan mendekat, membawa kaca mata untuk Dirga.
“Masa, bukan tipe pencemburu. Kamu waktu itukan marah denganku gara-gara Clara, nanti kalau cewek lain melirik aku masa nggak cemburu”
Dena langsung melihat kearah Dirga yang sedang memakai celana,
“Mereka kan orang lain, untuk apa aku cemburu. Kalau Clara jelas aku cemburu, dia orang yang pernah kamu cintai dan mungkin sudah pernah kau tebari benihmu” ucap Dena asal membuat aktifitas dirga langsung terhenti.
“Jangan ngomong sembarangan sayang, aku tidak pernah menebar benih dengan orang lain selain dirimu.”
“Ya,..buru, nanti kesiangan. Ayo kita segera ke pantai” ucap Dena entah mengapa dia langsung mengalihkan pembicaraan.
Jelas dia mengalihkan pembicaraan saat ini, mendengar ucapan Dirga itu membuatnya senang berarti Dirga tidak pernah menyentuh mantan pacarnya. Hatinya lega saat ini suaminya itu hanya melakukannya dengan dirinya saja.
°°°
__ADS_1
T.B.C