Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 93


__ADS_3

Pagi-pagi sekali daniel sudah bangun dan dia sekarang menuju keruang makan rumahnya. Dia lapar sekarang, karena dia semalam sedang mengerjakan apa yang akan dia lakukan untuk mengambil haknya di perusahaan milik kakeknya sehingga membuatnya lupa makan.


Saat dia sudah sampai di meja makan betapa terkejutnya dia melihat meja makan sudah ramai dengan orang, apalagi yang membuatnya semakin terkejut di sana ada Reyhan juga semenjak kapan bocah itu ada disini.


“Tumben sekali meja makan ada orang,” desis nya sambil berjalan mendekat. Membuat perhatian semua orang beralih menatapnya.


Saat ini di meja makan, ada Marco, Soraya dan reyhan.


“Good Morning, My Brother” Reyhan tersenyum melihat Daniel yang berjalan kearah mereka saat ini.


“Ya” sahut Daniel singkat, duduk di dekat ayahnya.


“Sejak kapan kau ada disini dan kenapa kau disini?” tanya Daniel pada Reyhan yang duduk di depannya.


“Jelas dong ak..” belum selesai Reyhan menjawab Soraya terlebih dahulu menjawab pertanyaan daniel.


“Jelas anakku ada disini, dia anakku dan ini rumahnya” ketus Soraya pada Daniel.


Daniel tersenyum sinis mendengar perkataan Soraya.


“Aku tidak bertanya pada perempuan ular sepertimu?” ucap Daniel dingin, namun pandangannya melihat kearah Reyhan yang tampak biasa saja.


“Kau memang anak kurang ajar ya,” kesal Soraya melihat Daniel yang dengan santai meminum susu.


“Sudahlah kalian berdua, ini meja makan bukan tempat berdebat” tegur Marco yang merasa muak dengan pemandangan di meja makan saat ini.


“Ternyata di rumah ini tidak damai ya, beda dengan rumah kakak ipar. Kalau bukan permintaan kak Dena aku tidak mau pulang kesini” Reyhan berbicara sendiri tanpa memperhatikan orang-orang yang ada didekatnya tengah memperhatikan dirinya saat ini.


“Sayang,kok kamu bicara begitu sih. Ini rumah kamu, dan aku Mama mu. Kamu lembut sedikit dong dengan mama” Soraya protes dengan sikap anaknya sekarang yang seperti orang asing.


“Sudahlah ma, ini meja makan. Jangan banyak drama” ketus Reyhan dan dia langsung memakan makanan yang ada di piringnya.


Daniel melihat itu, dia tersenyum melihat perlakuan adiknya pada Mamanya sendiri dan dia melemparkan senyum mengejek pada Soraya.


Soraya sendiri terdiam memendam kekesalan, karena saat ini Marco sedang menatapnya tajam seolah tengah memberi peringatan padanya.


………………


Dena masuk kedalam kamarnya, dia membawa puding yang baru saja dia buat pagi tadi. Ia ingin Dirga mencicipi puding buatannya. Tapi setelah lama dia menunggu di bawah Dirga tidak kunjung muncul. Padahal pria itu tadi saat dia bangun, Dirga bilang akan menyusul kebawah hingga dia selesai membuat puding Dirga belum juga muncul.


“Dirga,” panggilnya saat membuka pintu kamar. Tapi apa yang ia lihat Dirga malah masih tidur bergelum dengan selimut. Dena berjalan mendekat kearah Dirga tidur saat ini.


“Dirga,.bukannya tadi kau sudah bangun” Dena duduk dipinggir tempat tidur Dirga saat ini.


Tidak ada pergerakan dari Dirga, pria itu masih pulas dalam tidurnya. Dena mencoba memegang bahu Dirga berniat membangunkan pria itu sekali lagi.

__ADS_1


“Dirga bangun, ini sudah hampir siang. Aku buatkan puding untuk mu” ucapnya.


Dirga yang tadinya membelakangi Dena kini membalikkan tubuhnya menghadap sang istri.


“Apa sih sayang?aku ngantuk” ucap Dirga dengan suara serak khas bangun tidurnya.


“Bukannya tadi kau sudah bangun dan bilang akan menyusul ku kebawah. Tapi kenapa kau malah masih tidur” tegas Dena memperhatikan Dirga.


Dirga tiba-tiba saja menaruh kepalanya di atas paha Dena, mendongak melihat Dena.


“Salahmu sendiri semalam kamu menipuku, katanya kalau aku mandi dulu kamu mau aku ajak bermain di atas tempat tidur. Tapi apa saat aku keluar dari kamar mandi kamu malah sudah tidur” ucap Dirga


Dena diam saja sambil mengingat semalam, memang benar sih dia ketiduran tapi bukan menipu Dirga.


“Aku tidak menipumu, aku benar-benar ketiduran” elak Dena.


Dirga langsung bangkit dari tidurnya, dia langsung menatap Dena layaknya anak anjing yang kelaparan. Dia mengambil puding Dena dan menaruhnya di atas meja.


“Kalau sekarang kamu mau, aku menginginkanmu sayang” Dirga menatap penuh harap pada Dena.


Dena diam saja menatap Dirga, perlahan tubuhnya mendekat kearah Dirga


Cupp,


“Aku tidak bisa sekarang, cukup itu dulu yang ku berikan padamu” ucap Dena dan langsung berdiri dari duduknya di tepi ranjang.


“Mau kemana? Dan kenapa tidak sekarang saja.” Dirga memegang tangan Dena agar tidak pergi.


“Aku sedang sibuk dibawah, Mama butuh bantuan ku”


“Tidak usah membantu mama, dia juga mengerti nanti. Ini kan untuk membuat cucu buat mama” Dirga menarik tangan Dena sehingga membuat Dena terjatuh kembali ke tempat tidur. Dirga segera menaruh wajahnya di lekuk leher Dena.


“Dirga,.” Desahnya saat Dirga menghisap lehernya.


“Kenapa sih sayang, sudah ikuti alur ku saja ya” Dirga kembali melakukan aksinya dia kini malah mencium bibir ranum Dena, ********** dengan begitu buas.


Drrrtttt


Hp Dena yang berada di nakas meja samping puding bergetar.


“Dirga berhentilah, Hp ku berbunyi” ucap dena berusaha melihat Hpnya.


Dirga yang masih bermain di leher Dena, tidak berhenti melakukan apa yang dia inginkan. Dena perlahan mengambil Hpnya.


“Daniel..” gumamnya dan dia langsung mengangkat panggilan itu. Tapi sebelum mengangkatnya dia langsung berdiri dari tempat tidur walaupun Dirga setengah menahannya.

__ADS_1


“Sayang, kok kamu malah berdiri sih. Mau aku tidurin malah berdiri” kesal Dirga cemberut bagai anak kecil.


“Halo Daniel ada apa?” ucap Dena saat panggilannya sudah ia angkat.


“Aku semalam diberitahu oleh ibu Panti, kalau di panti sedang ada acara kita disuruh untuk datang ke sana tapi aku tidak bisa. Tolong kamu saja yang datang ke sana ya kak” ucap Daniel dari seberang sana.


“Ada apa?” ucap Dirga saat melihat Dena yang melihat kearahnya.


“Baiklah, nanti aku akan ke sana.” Jawab Dena pada akhirnya.


“Oke, terimakasih. Sudah dulu ya, aku sibuk” ucap Daniel dan langsung mematikan sambungan telpon.


Dirga berdiri dari tempat tidur berjalan mendekati Dena


“Ada apa sayang?” tanyanya pada sang istri.


“Aku harus pergi dulu” ucap Dena menaruh Hpnya di meja sofa dan akan berjalan ke kamar mandi.


“Mau kemana?” Dirga menghentikan langkah Dena.


“Kenapa kembaran mu menelpon?” tanya Dirga lagi masih menahan tangan Dena untuk tidak pergi.


Dena diam, haruskah ia memberitahu kemana dia akan pergi saat ini.


“Mau kemana?”


“Aku mau ke panti asuhan, tempat dimana Mamaku dulu menjadi donatur di sana” Jawab Dena akhirnya saat ia kembali mengingat perkataan Reyhan yang menyuruhnya untuk lebih lunak dan terbuka lagi pada Dirga.


“Aku ikut ya,?”


“Iya, kau boleh ikut. Kalau begitu aku mandi dulu” ucap Dena dan akan melangkah ke kamar mandi. Tapi lagi-lagi Dirga menahannya.


“ada apa?” tanya Dena kembali.


“Mau mandi bersama ku, biar lebih cepat” ucap Dirga sambil tersenyum genit.


“Bukannya lebih cepat tapi lebih lama” Desis Dena dengan nada dingin dan langsung melepaskan tangan Dirga. Baru setelah itu dia melenggang pergi menuju kamar mandi.


Dirga sendiri malah tersenyum melihat sang istri yang sudah pergi ke kamar mandi.


“Kau candu ku sayang” gumamnya sambil tersenyum. Dan dia berjalan ke nakas meja di samping tempat tidur. Ia akan makan puding yang dibawakan Dena tadi.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2