Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 60


__ADS_3

Hari sudah mulai malam kedua orang tua Dirga sudah pulang dari acara mereka. Sisil yang masuk kedapur melihat anaknya yang sedang membuat jus mangga menatap heran Dirga yang juga tampak kepayahan membuatnya.


Karena memang Dirga belum pernah membuat apapun di dapur. Pasti dia kalau ingin sesuatu sering memanggil Mamanya atau asisten rumah tangga yang bekerja dirumahnya.


“Tumben kamu di dapur buat jus” ucap Sisil pada putranya yang terlihat kepayahan mengupas mangga.


“Terpaksa ma,.” Ucap Dirga masih terus mengupas mangga dan memotongnya kecil-kecil lalu ia masukkan kedalam blender.


“Kok terpaksa sih,” heran Sisil.


“Iya..Ini buat Dena mu suruh orang tidak ada orang di rumah”


“Buat Dena, waah anak Mama sudah mulai romantis nih” goda Sisil.


“Apaan sih Ma, dia tuh lagi sakit makanya aku buatkan jus”


“Dena sakit? Sakit apa dia? Kenapa kamu nggak bilang sih Dirga” ucap Sisil dan langsung berlaru pergi sebelum Dirga bicara. Sisil berjalan cepat menaiki tangga dia merasa khawatir dengan Dena yang katanya sedang sakit.


“Dena kamu sakit nak,” ucap Sisil saat masuk kedalam kamar Dirga. Dia melihat Dena yang duduk di sofa sedang menonton televisi.


Dena langsung melihat kearah sumber suara yang masuk kedalam kamarnya.


“Mama,” kaget Dena karena melihat mertuanya yang berjalan cepat kearahnya dengan begitu khawatir.


“Kata Dirga kamu sakit nak?Sakit kenapa? Ya tuhan ini kenapa dahi kamu sama kaki kamu” Sisil semakin kaget saat sudah ada di dekat Dena dia melihat dahi Dena yang terluka dan juga Kakinya yang ter perban.


“Aku tidak apa-apa Ma, ini hanya kecelakaan kecil saja” jawab dena.


“Kecelakaan kecil bagaimana? Jangan-jangan kamu tidak pulang kemarin, kamu..” ucapan Sisil terhenti karena Dirga yang baru saja datang langsung memotongnya.


“Ini diminum jusnya, katamu kau tidak mau makan. Maka minum saja jus mangga ini” ucap Dirga menyerahkan jus mangga tersebut kepada Dena yang sedang duduk. Dia lalu melihat kearah Mamanya yang berada di situ.


“ma, aku minta maaf sama mama ya. Mama besok saja mengobrolnya dengan Dena karena Dena sekarang harus istirahat kata dokter dia disuruh untuk istirahat” bohong Dirga.


Karena ucapan Dirga itu membuat Dena langsung melihat kearahnya, dia menatap Dirga penuh tanda tanya. Doter, kapan dokter bilang seperti itu pada Dirga. Perasaan dokter bilang padnya untuk tidak banyak bergerak dulu, dan sekarang dirinya tidak bergerak sama sekali bukan untuk istirahat Dena merasa heran sendiri dengan Dirga.


Sisil yang mndengar perkataan Dirga itu langsung berdiri dari duduknya,

__ADS_1


“oh begitu ya, kalau begitu Mama keluar dulu ya Dena. Kamu harus istirahat. Dan Dirga jangan apa-apakan istrimu disaat sedang sakit begini” ucap Sisil.


“Diapa-apakan bagaiman Ma?” tanya Dirga tidak mengerti maksud Mamanya.


“Ya jangan buat anak dulu, disaat kondisi Dena seperti ini” ucap Sisil tanpa ragu.


“Siapa juga yang mau buat anak, nyentuh dia saja orangnya sudah marah-marah”lirih Dirga sangat kecil sehingga tidak di dengar oleh Mamanya.


“Ya sudah ya, Mama mau keluar dulu. Kalian tidur sana” ucap Sisil dan langsung berjalan keluar kamar Dirga dan langsung menutup pintu kamar anaknya.


………………


Dirga duduk dikasurnya, dia melihat Dena yang terbaring disofa dengan posisi tidak nyama. Membuat Dirga merasa risau sendiri sekarang, sungguh melihatnya membuat dirinya tidak tega melihat Dena. Dan itu membuat dirinya tidak bisa tidur sekarang.


Akhirnya Dirga berjalan mendekat kearah sofa Dena dan tanpa bicara apapun Dirga langsung menggotong tubuh Dena yang tidur membawanya ketempat tidurnya saat ini.


Dia menaruh Dena di ranjang besar miliknya secra perlahan agar Dena tidak terbangun.


“Kau tidurlah disini” lirihnya didepan wajah Dena yang sedang memejamkan matanya, Dirga terus duduk di tepi ranjang sebelah Dena memperhatikan wajah cantik perempuan itu yang sedang tidur.


Tanpa diduga Dirga menundukkan kepalanya dan dia langsung mencium bibir manis Dena yang selalu membuatnya candu.


Dengan cepat Dena langsung mendorong tubuh Dirga.


“Apa yang kau lakukan,?” tanya Dena langsung duduk melihat Dirga yang sudah melepaskan ciumannya.


“Tentu saja mencium istriku” ucap Dirga enteng.


Dena diam saja, dia melihat sekitarnya dan ada yang aneh tubuhnya yang tadi tidur di sofa kenapa sekarang tidur di tempat tidur.


“Kenapa aku bisa disini?” tanyanya pada Dirga.


“aku yang memindahkannya, kau tidurlah disini. Kau pasti tidak nyaman kan tidur di sofa dalam kondisi seperti ini”


“Aku tidur di sofa saja” ucap dena dan akan melangkah turun dari tempat tidur.


“Menurut apa kataku” ucap Dirga dingin dan menahan tubuh Dena dengn lengannya. Dia mendorong tubuh Dena dengan lengannya membuat Dena terbaring lagi di ranjang.

__ADS_1


“Jika kau tidak menurut, beberapa bulan lagi aku pastikan kau hamil anak ku” ucap Dirga terdengar mengancam. Membuat Dena langsung diam, sementara Dirga melewati tubuh Dena dan berbaring di sebelah Dena saat ini.


“Kenapa kau tidur disini juga, kalau aku disini” heran Dena.


“aku tidak mau tidur di sofa badanku sakit semua. Kau tenag saja aku tidak akan menyentuhmu” Dirga langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Dena. Dia tidak menahan Dena dengan lengannya lagi karena dia yakin Dena tidak akan berani pindah setelah mendengar ancamannya tadi.


°°°°°


Dirga sudah siap dengan jas biru dongkernya dan juga celana bahan miliknya dia duduk di sofa memegang dasi miliknya saat ini sambil menunggu dena yang sedang berganti pakaian di kamar mandi. Mereka akan pergi ke acara tempat Dirga mengadakan konfrensi pers untuk memperkenalkan model Baru di PRAHA K-PLUS perusahaan permodelan miliknya yang menjadi saranan baginya untuk memasarkan Brand PRAHA.


Dia datang kesana karena sebagai pemilik perusahaan sehingga mengharuskannya untuk datang. Segala urusan tentang seleksi model dia serahkan pada Juna dan juga Samuel sehingga dia tidak tahu siapa-siapa yang akan menjadi modelnya nanti.


“Kau sudah belum kenapa lama sekali, cepat keluar dan segera pakaikan dasiku” ucap Dirga dengan keras dari luar kamar mandi karena Dena sedari tadi masih didalam kamar mandi.


Taklama dari ucapan Dirga barusan Dena keluar dengan Dress biru dongker yang terpakai begitu pas ditubuhnya apalagi memiliki warna yang senada dengan jas yang dikenakan Dirga.


Dirga yang menyuruh Dena untuk memakai pakaian yang memiliki warna sama dengan yang ia pakai saat in. Agar semua orang tahu kalau mereka adalah pasangan, bahkan Dirga juga mengenakan cincin pernikahan yang selama ini tidak dia gunakan begitu juga Dena yang memakainya.


Dia sama dengan Dirga selama ini juga tidak pernah memakainya, sebenarnya hari ini pun dia juga tidak mau memakainya tapi Dirga terus saja memaksa.


“Apa kau memang orang yang tidak memiliki kesabaran sama sekali” sinis Dena.


“Sudah tidak usah banyak bicara, nanti kita terlambat. Cepat pakaikan dasiku” ucap Dirga menyuruh Dena untuk segera memakaikan dasi untuknya.


Dalam diam dena menuruti perkataan dirga dia langsung mengambil dasi Dirga dan akan memakaikannya.


Sebelum itu Dirga sudah menghentikan niat Dena,


“Kenapa lagi?” heran Dena karena Dirga menahan tangannya.


“Sini duduklah,” ucap Dirga menarik Dena pelan dan secara hati-hati untuk duduk di sofa dan dirga langsung berjongkok di depan dena.


“Kakimu pasti sakit berdiri terus, duduk dan pasangkan dasi untuku” ucap Dirga dan langsung membuat Dena terdiam merasa spechless dengan sikap Dirga yang tampak begitu manis dan romantis.


Andai saja ini bukan pernikahan karena terpaksa, dia pasti sudah merasa senang sekali dengan perlakuan Dirga yang seperti ini.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2