Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 82


__ADS_3

Daniel berada di ruang kerjanya dia duduk di kursi kerja jari tangannya mengetuk-ngetukan ke meja. Dia tampak bimbang serta ragu menatap amplop yang ada di atas meja tersebut.


“ Harus kah ku lihat” gumamnya.


Daniel perlahan meraih amplop cokelat tersebut. Dia memegangnya menatap itu, tangannya tergerak untuk membuka amplop. Daniel mengambil apa yang ada di dalam amplop itu. Dia melihatnya dengan seksama, matanya menajam saat melihat itu.


Kertas tersebut ternyata berisikan hasil tes DNA, Daniel terus memperhatikannya. Dan seketika tangannya langsung meremas kertas itu hingga menjadi kusut dengan kuat dia langsung membuangnya ke lantai.


“Ternyata dia sungguh adik ku, bagaimana aku menerimanya. Walaupun aku membenci mamanya seharusnya aku tidak membenci orang yang sedarah denganku kan?” ucap Daniel gamang matanya terpejam sambil tangannya menggenggam di atas meja.


“Walaupun begitu aku tidak bisa menghentikan niatku untuk menghancurkan Soraya” gumamnya lagi masih pada posisi yang sama.


“Kau kenapa?” ucap seseorang yang baru saja masuk keruangan Daniel.


Daniel langsung membuka matanya melihat ke depan,


“Ada apa pa?” ucap Daniel dingin melihat orang yang berada didepannya ternyata adalah Marco Papanya.


“Papa ingin bicara padamu, ayo duduk di sana dulu” ucap Marco mengajak Daniel untuk duduk di sofa. Dia berjalan lebih dulu, Daniel melihat Papanya yang berjalan dengan begitu angkuh.


“Ada apa?” ucap Daniel to the point, dia sudah duduk di single sofa yang ada di ruangannya duduk diseberang Marco.


“Kau serius akan pindah dari rumah dan kau akan tinggal di Green house?” tanya Marco melihat Daniel.


“Aku serius”


“Apa alasanmu ingin tinggal di sana? Lebih baik kau tinggal di rumah saja supaya adikmu Reyhan juga mau tinggal di rumah”


“Alasanku karena mama, itu rumah penuh kenangan kita dengan Mama. Aku harus menjaganya”


Marco terdiam mendengar anaknya tersebut,


“Bisakah kau dan Dena melupakan orang yang sudah tiada dan terima istri Papa yang sekarang” Marco seakan merasa jengah saat anaknya kembali mengingat Monica.


“Kenapa aku dan Dena harus melupakan mama, dan jangan harap aku menganggap istrimu sebagai mama dari kita. Aku tidak akan menganggapnya karena dialah yang membuat mamaku tiada” ketus Daniel berbicara begitu sinis dengan Marco.

__ADS_1


“Stop Daniel, dari kematian nenekmu kemarin kalian berdua selalu saja menyebut Soraya sebagai penyebab mamamu tiada. Atas dasar apa kau menyebutnya begitu”


“Aku memang benar, dia memang pembunuh mamaku dan asal papa tahu dia dan kedua orang tuamu bersekongkol menghabisi mamaku dengan tragis mengerti” ucap Daniel dengan penuh penekanan.


“Daniel, Jangan asal menuduh. Kau punya bukti apa hah” bentak Marco pada putranya. Daniel tersenyum sinis melihat papanya dan dia langsung berdiri menuju meja kerja membuka loker meja dan mengambil sebuah USB di situ, dia juga mengambil laptopnya yang berada di atas meja. Dia langsung kembali menuju kehadapan Papanya yang melihat dirinya saat ini.


“Katanya kau butuh buktikan pa, ini buktinya” Daniel segera menghubungkan USB tersebut ke laptop membuka berkas video yang tersimpan disitu.


Video mulai terbuka memperlihatkan rekaman kejadian yang ditangkap kamera CCTV, Marco melihatnya dengan seksama. Matanya menajam memperhatikan itu, dia tahu betul itu mobil Monica yang di tabrak dan dia juga tahu yang menabraknya itu mobil siapa. Itu mobil Papanya yang dulu sudah di hancurkan di tempat lelang rongsokan.


Matanya begitu tajam saat melihat siapa yang turun dari mobil tersebut ketiga orang yang begitu ia kenal. Soraya dan kedua orang tua dirinya.


Marco melihat itu seakan tak percaya, matanya memerah memperhatikan mobil Monica yang sudah terbalik matanya memanas. Air matanya seketika turun melihat istrinya meregang nyawa.


Daniel yang melihat papanya yang tampak syok hanya diam saja memperhatikannya. Dia tidak ada niatan untuk bicara,


“Mo..Monica” suara Marco bergetar tangsi nya luruh melihat Video tersebut.


“Sekarang percaya, kalau mereka telah membunuh Mama. Itu alasan Dena membenci mereka selama ini” ucap Daniel pada akhirnya saat video sudah selesai. Ia melihat Papanya yang tampak syok melihat itu semua.


“Aku tidak menyangka mereka sebegitu kejinya” Marco bergetar saat berbicara. Rasanya dadanya sesak, mengetahui orang yang dulu pernah ia cintai di bunuh dengan keji.


“Berhentilah menangis Pa, tangis mu sudah tidak ada artinya untuk Mamaku” sinis Daniel melihat Papanya yang terisak.


“Ini salahmu juga, karena kau meninggalkan mamaku dan lebih memilih istrimu sekarang” ucap Daniel begitu dingin.


Marco langsung mendongak, menghapus air matanya. Melihat anaknya itu,.


“Ada alasan Papa meninggalkan Mamamu, dia menyelingkuhi Papa terlebih dahulu asal kau tahu” ucap Marco tiba-tiba saja berubah menjadi dingin saat ia mengingat kembali saat Monica menyelingkuhi nya.


“Jangan asal bicara Pa, mama tidak mungkin menyelingkuhi mu” ucap Daniel merasa tidak terima.


“Papa tidak asal bicara Papa melihatnya sendiri dan itu ada buktinya. Bahkan mamamu sempat menggugurkan anak hasil perselingkuhannya” ucap Marco pada Daniel.


Raut wajah Daniel langsung mengeras,

__ADS_1


“Cukup Pa, sebegitu teganya kau pada Mama. Sehingga kau menuduhnya seperti itu” Daniel langsung berdiri menatap Papanya marah.


“Berarti air mata palsu yang kau keluarkan tadi, dasar. Jangan-jangan kau juga terlibat dalam kematian Mama”


“Daniel jaga bicaramu, Papa tidak melakukannya”


“Terserah kau melakukan pembelaan, kalau sampai kau juga ikut terlibat lihat nanti pa. Dan kalau kau benar-benar tidak terlibat apa yang akan kau lakukan pada istrimu sekarang yang telah membuat cintamu pergi” setelah berkata sebegitu tajamnya Daniel langsung pergi meninggalkan Marco di tempatnya dia keluar dari ruangan dengan membanting pintu cukup keras.


Saat Daniel pergi Marco meluapkan emosinya, ia menendang meja yang ada di depannya saat ini.


“Argggh” kesalnya, jujur saat melihat video tadi dia merasakan sesak dihatinya. Kesedihan teramat dalam ketika dia melihat Monica yang sudah tidak bernyawa. Dari dalam hatinya ia masih menyukai Monica tapi kenangan saat Monica menyelingkuhi nya sering terbayang begitu saja di otaknya.


“Soraya,..aku tidak menyangka kau bisa sekejam itu” gumam Marco menggenggam kuat tangannya giginya saling bergemletak menahan emosi.


...................


Dena sedang ada di dapur, dia sedang membuat jus mangga. Karena di cuaca panas seperti ini memang enaknya minum jus. Dia tidak hanya membuat untuk dirinya saja tapi ia juga membuat untuk Reyhan karena adiknya itu juga ingin minum jus mangga.


Dena mengupas mangga yang akan dia buat jus, karena di dalam kulkas tidak ada mangga yang sudah di kupas atau di potongi sehingga memaksa dirinya untuk mengupasnya.


Saat dia tengah mengupas mangga, tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Dirga,


“Kenapa kau tiba-tiba memelukku begini” ucap Dena berusaha menerima pelukan Dirga. Ia akan berusaha membiasakan diri dengan sentuhan tiba-tiba dari Dirga.


“Tidak apa, aku hanya menginginkannya saja, kau candu ku mengerti”


“Kenapa kamu mengupas mangga?” tanya Dirga pada Dena.


“Aku ingin minum jus mangga” jawab Dena masih mengupas manga di tangannya.


“Kamu ingin jus mangga? Tiba-tiba sekali, jangan-jangan benihku kemarin sudah berbuah hasil. Kamu hamil?” ucap dirga asal masih terus memeluk Dena dari belakang.


Sontak Dena langsung melihat kearah Dirga yang tampak berbinar, dengan anggapannya sendiri.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2