
Mobil yang dikendarai Dirga telah sampai di depan gedung Baru PRAHA K-PLUS, Dena langsung melihat keluar Mobil seakan ingatannya teringat pada Reyhan yang bilang kalau dia juga akan mengadakan konferensi pers di gedung PRAHA K-PLUS.
“PRAHA K-PLUS” gumam Dena saat melihat tulisan besar di gedung itu. Apa jangan-jangan ini milik Dirga juga.
“kenapa diam saja?ayo turun” ucap Dirga memperhatikan Dena yang diam melihat tulisan PRAHA di gedung itu.
“Ini milikmu juga?” Tanya Dena penasaran.
“Iyalah milik siapa lagi, aneh. Apa kau tidak tahu namanya saja PRAHA jelas milikku lah”
“Aku kira ini bukan termasuk milikmu. Walaupun namanya ada PRAHA nya juga.” Ucap Dena polos masih kurang yakin dengan ini semua. Tanpa diduga Dena melihat Dirga takjub ternyata Dirga yang seperti orang yang keras dan seenaknya sendiri serta seorang yang terlihat tidak memiliki masa depan.
Ternyata memiliki berbagai cabang bisnis bukan satu atau dua cabang saja tapi lebih dari itu. Wajar dia sering berada di rumah dan pergi kemana sumber pemasukkan nya saja sudah mengalir sendiri kedalam rekening.
“Kenapa kau melamun? Takjub dengan diriku” ucap Dirga menatap Dena yang menatap dirinya seperti orang yang menerawang.
“Tidak” singkat Dena dan dia langsung membuka pintu mobil untuk keluar.
“Sebentar..” cegah Dirga dan dia langsung keluar terlebih dahulu berlari mengitari mobil untuk membukakan pintu Dena, Dia memegang tangan Dena membantunya keluar mobil secara hati-hati karena kaki Dena yang masih sakit.
“Aku bisa jalan sendiri” ucap Dena melepas kan tangannya dari Dirga.
Dirga diam tapi dia kembali memegang tangan Dena,
“Kau tinggal menurut saja bisa” Dirga menggandeng kembali tangan Dena menuntun perempuan itu secara hati-hati masuk kedalam gedung PRAHA K-PLUS.
………………
Didalam Samuel dan Juna yang sedang berbicara satu sama lain melihat kearah meja konferensi pers dia melihat-lihat masih adakah yang kurang atau tidak. Dan mereka juga melihat beberapa wartawan yang sudah datang berkumpul di depan meja konferensi untuk menanyakan kepada mereka semua nanti.
“Kalian berdua ternyata bertanggung jawab juga ya,” ucap Dirga yang baru saja datang dengan menggandeng tangan Dena mendekati kedua temannya.
“Bosnya sudah datang saja nih, Sama bu bos juga lagi” ucap Samuel saat melihat Dirga dan Dena yang berjalan bersama.
__ADS_1
“Wiih tumben ngajak istri, Istri mu ternyata cantik juga” ucap Juna yang memang baru pertama kali bertemu Dena.
“Jangan memuji istriku seperti itu. Dia bisa terbang nanti” sinis Dirga tidak suka.
“Dia yang terbang atau kau yang cemburu” goda Juna pada temannya itu.
“Kau diam lah,” ucap Dirga yang menjadi kesal.
“Pantas kau seperti pengumbar nafsu bagi wanita teman-temanmu saja seperti buaya muara yang murahan” ucap Dena ketus melihat kedua teman Dirga.
Sontak saja keduanya langsung melihat kearah Dena tidak percaya, yang paling terlihat kaget tentu saja Juna kalau Samuel sudah tidak kaget lagi karena dia pernah mendengar mulut pedas Dena saat bicara.
“Wow, itu istrimu bicaranya tidak bisa di kontrol” ucap Juna takjub.
Dirga hanya diam saja menatap Dena, dia sendiri tidak percaya dengan Dena yang bisa bicara ketus begitu pada orang yang baru dia temui. Mesipun ini bukan pertama kalinya Dena bicara begitu.
“Sudahlah, ayo segera duduk di sana” ajak Dirga kepada kedua temannya. Dirga kembali berjalan dengan menggandeng tangan Dena.
“Kau tidak bisa menjaga ucapan mu jika dengan orang lain,” ucap Dirga datar.
Dirga tidak kembali merespon dia hanya berjalan saja menuju tempat konferensi pers.
°°°°°
Dirga, Samuel, Juna dan juga Dena sudah duduk di meja konferensi pers. Sebenarnya Dena tidak mau duduk di situ tetapi Dirga memaksanya dan membuat Dena saat ini duduk disebelah Dirga. Dia duduk diantara Dirga dan juga Samuel.
Dirga memberi kode pada Samuel untuk menyuruh para model Baru untuk keluar menampakkan dirinya pada wartawan.
“Baiklah, saya Samuel Simic membuka acara konferensi pers ini untu kalian semua. Kami bermaksud untuk memperkenalkan model-model kami yang baru yang akan membawa nama Brand PRAHA menjadi penguasa mode di Asia maupun luar Asia. Kalian para model silahkan keluar dan tunjukan diri kalian”
Tiga orang Pria dan satu orang perempuan keluar dari tirai hitam yang menutupi mereka. Dena yang duduk menghadap keempat orang itu terkejut, terlihat bukan Dena saja yang terkejut tetapi Dirga juga tampak sama terkejutnya dengan Dena.
Karena mereka saat ini melihat Reyhan yang berada diantara mereka berempat.
__ADS_1
“Jadi Reyhan menjadi model di sini” ucap Dena, Dirga yang mendengar itu langsung melihat kearah Dena.
“Kau tidak tahu jika adikmu disini”
Dena menggeleng masih melihat Reyhan yang melihat kearahnya dengan tersenyum.
Mereka berempat berjalan kearah meja konferensi dan mereka akan ikut duduk disitu menjawab pertanyaan para wartawan yang ingin bertanya pada mereka.
Semua sudah duduk di situ,
“Maaf pak Dirga saya ingin bertanya walaupun pertanyaan ini agak beda jalur dengan acara ini. Disini saya ingin menanyakan siapakah perempuan yang disebelah anda saat ini” ucap salah satu wartawan secara tiba-tiba.
Tadinya acara akan selesai saat pertanyaan terakhir yang dilontarkan wartawan sebelumnya. Tapi ada lagi pertanyaan yang mereka tanyakan saat ini.
Dirga yang tadinya akan berdiri menggandeng Dena langsung duduk kembali. Dia menatap wartawan dengan tersenyum
“Dia? Perkenalkan dia Dena Nindia Sharman istriku” ucap Dirga lantang didepan microphone memperkenalkan Dena sebagai istrinya. Tentu saja itu membuat para wartawan langsung memotret mereka saat ini. Membuat Dena merasa risih dengan keadaan ini.
“Dia istri anda? Kenapa baru diekspos sekarang. Anda sekarang membuat para wanita menjadi patah hati nasional” ucap wartawan lainnya.
“Karena memang di awal pernikahan saya ingin menyembunyikannya dari media. Tapi, karena istri saya yang terlalu cantik sering digoda pria lain membuat saya mau tidak mau ingin memperkenalkannya kepada publik. Saya ingin pria-pria itu merasa takut saat sudah mengetahui bahwa perempuan ini adalah istri dari Dirga Prakarsa Suherman.”
Dirga mengajak Dena berdiri menggenggam tangan perempuan itu kuat, Dena melihat Dirga yang memegang tangannya kuat dan penuh kehangatan.
“Saya rasa ini sudah cukup. Saya masih ada urusan lain, jadi kita permisi dulu. Pertanyaan selanjutnya bisa kalian berikan pada Samuel atau tidak Juna sebagai perwakilan dari PRAHA” Dirga langsung menggandeng Dena berjalan pergi dari tempat konferensi saat ini.
Dirga terus menggandeng Dena berjalan pergi
“Kau dengar tadi aku sudah mengumumkan mu menjadi istriku didepan semua orang. Jadi kau jangan macam, kau milikku mengerti” ucap Dirga ditelinga Dena.
Membuat Dena menghentikan langkahnya,
“Maksudnya kau sudah menjadi milikku dan diriku sudah menjadi milikmu. Aku melakukan ini untuk membuktikan padamu kalau aku serius sudah mencintaimu” ucap Dirga membuat Dena langsung terpaku di tempatnya melihat Dirga dengan seksama.
__ADS_1
°°°
T.B.C