
Dirga duduk di PRAHA Cafe saat ini, menikmati secangkir Americano sembari membaca koran. Dia sedang menunggu Dena yang pergi bersama Reyhan ke supermarket depan Cafenya saat ini. Ia tadi malas untuk ikut karena lelah habis mengisi seminar di PRAHA K-PlUS memberi arahan pada traning model di perusahaannya itu.
Saat tengah asik membaca koran tiba-tiba ada yang menutup matanya dengan tangan. Siapa yang melakukan itu, perlahan Dirga menaruh korannya di atas meja dan tangannya mencoba untuk menggapai tangan yang menutupi matanya saat ini.
Dia meraba tangan itu, dahinya mengernyit seperti saat menyadari itu tangan wanita yang menutup matanya saat ini. Apa mungkin ini Dena yang menutup matanya.
“Sayang, ini kamu?” ucap Dirga memegang tangan itu.
“Hai, apa kabar?” ucap Clara sambil tersenyum melihat Dirga yang terkejut saat matanya sudah terbuka melihat manta pacarnya itu ada di depannya sekarang.
“Apa yang kau lakukan disini?” Dirga langsung berdiri menatap tak suka pada Clara.
“Untuk menemui mu, aku merindukanmu” Clara langsung memeluk Dirga begitu saja.
“Lepas, kau gila..” Dengan kuat Dirga melepaskan pelukan itu darinya ia mendorong Clara kuat membuat perempuan itu terdorong ke belakang.
“Beb, kenapa kamu kasar sekali denganku. Aku merindukanmu, aku waktu itu menghubungimu yang menjawab istrimu itu dan beberapa bulan ini aku berusaha menghubungimu tapi tidak aktif lagi. Aku minta maaf, aku ingin balikan lagi denganmu” ucap Clara mendekat kearah Dirga.
“Stop, jangan dekati aku lagi perempuan murahan. Dasar tidak tahu malu, kau dan aku sudah berakhir lama. Kenapa kau masih mengejar ku terus, dasar wanita gila”
“Ya aku memang gila karena mu Dirga, aku menyesal waktu itu mengkhianatimu. Aku mohon kembalilah denganku” ucap Clara memelas pada Dirga dan memeluk pria itu lagi. Sekuat tenaga Dirga ingin melepaskan pelukan itu, sungguh jijik ia dengan perempuan didepannya.
“Dirga..” terdengar panggilan Dena dari belakang Dirga saat ini.
Dirga langsung melihat itu, ia begitu terkejut melihat istrinya ada dibelakangnya saat ini bersama dengan Reyhan yang melihatnya dengan dingin.
“Sayang,..” panggil Dirga saat Dena melihatnya dalam diam sambil memegangi perut besarnya.
Dirga mendorong Clara kuat, hingga perempuan itu terhempas dari tubuhnya.
“Sayang, aku mohon jangan salah paham denganku. Ini..ini tidak seperti yang kamu lihat” Dirga berjalan mendekati Dena yang menatapnya.
“Ini sama seperti yang kamu lihat, suamimu berbohong denganmu. Kita sudah balikan sekarang” ucap Clara dari jauh.
“HEI WANITA MURAHAN DIAM KAU JANGAN ASAL BICARA” teriak Dirga lantang menatap Clara seakan membunuh.
“Sayang aku mohon, jangan percaya apa yang dia katakan” ucap Dirga memegang tangan Dena yang hanya diam saja.
__ADS_1
Dena menghempas tangan Dirga, ia menatap dingin suaminya itu dan berganti menatap Clara yang tampak tersenyum senang.
Dirga terkejut dengan reaksi Dena yang seperti itu, mungkinkah Dena marah dan percaya pada omongan Clara.
“Aku tidak menyangka kak Dirga mengkhianati kakakku” ucap Reyhan yang ada disebelah Dena berdiri saat ini.
“Reyhan percayalah ak..” belum juga Dirga menjelaskannya ucapannya terhenti karena Dena yang berjalan menghampiri Clara.
“Sayang kamu mau kemana,.” Ucap Dirga pada Dena memegang tangan istrinya itu.
“Lepas, aku akan memberinya pelajaran..” ucap Dena dingin kembali menghempas tangan Dirga.
Dia semakin cepat berjalan kearah Clara yang menatap bingung padanya serta terlihat aura takut dalam wajah Clara saat melihat Dena yang berjalan semakin dekat padanya.
“Kau,.” Ucap dena menunjuk mata Clara dengan jarinya. Itu membuat Clara terkejut dan melebarkan matanya.
“Kau wanita murahan, tidak ada harga diri,” Dena mendekati Clara dan dengan kuat ia mencengkram lengan perempuan itu menusukkan kukunya ke kulit Clara.
“Arkkh, sakit “
Mendengar rintihan itu Dena malah tersenyum,
“Arkhh, sakit kau perempuan gila ya” ucap Clara menatap Dena.
“Anggap saja begitu, kau mau melihat kegilaan ku lagi” ucap Dena tidak takut.
Plakkk
Dena menampar keras wajah Clara membuat wajah putih nan cantik itu membekas tangan
“Kau memang wanita gila” Clara akan menampar balik Dena namun sebuh tangan menghalanginya.
“Jangan sampai kau menyentuh wajah istriku” ucap Dirga yang menghalau tangan Clara.
“Dirga istrimu ini gila, bagaimana bisa kamu bertahan dengannya. Ceraikan dia dan kembali padaku” ucap Clara dengan kedua tangannya yang tidak bebas. Satu di cengkaram kuat Dena satunya di pegang Dirga.
Dena menatap tajam perempuan itu, dan seketika langsung menarik rambutnya.
__ADS_1
“Kau yang lebih gila dariku, kau bisa-bisanya mau merebut suamiku tidak akan bisa mengerti. Wanita murahan sepertimu pantas untuk aku siksa” ucap Dena menarik kuat rambut Clara dan mendorongnya hingga menumbur meja.
“Kau mau aku bunuh sekalian, masih mau merebut suamiku. Kau siap kehilangan nyawamu” Dena berjalan semakin mendekat kearah Clara yang malah semakin memundurkan dirinya.
“Di..Dirga tolong aku dari kegilaan istrimu ini” ucap Clara ketakutan dengan Dena yang semakin mendekat padanya.
Dirga hanya diam saja,
“Masih mau ingin menggodaku, kau tidak takut dengan istriku yang menghajar mu seperti ini. Pergi dari hidupku dan jangan pernah ganggu rumah tanggaku lagi mengerti,” ucap Dirga yang tak bergeming ditempatnya.
“I..Iya, aku..aku tidak akan mengganggumu. Istrimu begitu gila, aku tidak bisa melepaskan nyawaku begitu saja ditangan perempuan gila ini” dengan terburu-buru Clara langsung pergi sebelum Dena menarik rambutnya lagi.
Mereka bertiga yang ada disitu langsung melihat Clara yang berlari terburu-buru karena takut dengan Dena, saat Clara sudah pergi Dirga langsung melihat Dena yang sudah duduk di kursi.
“kamu kenapa? Perutmu sakit” ucap Dirga khawatir, dia menekuk lututnya dilantai memegangi tangan Dena yang duduk di kursi.
Dena menghempas tangan Dirga dalam diam, malas untuk menanggapi. Mendapat perlakuan begitu dari dena membuat Dirga menatap dena.
“Sayang, aku mohon percayalah padaku,” ucap Dirga
“Kak, aku pergi dulu” ucap Reyhan seakan dia tidak mau ikut campur urusan rumah tangga kakaknya.
“Sayang, aku mohon dengarkan aku dulu” ucap Dirga memegang tangan Dena lagi.
“Minggir Lah sebentar, nafasku berat sekarang. Aku capek” pungkas Dena memegangi perutnya sambil mengambil nafas dalam-dalam.
“Aku minta es lemon tea” ucapnya lagi pada Dirga yang menatap Dena tidak percaya.
“Sayang kamu tidak marah kan denganku, itu tadi salah paham dia dulu..”
“Kamu tuli ya, aku bilang. Aku ingin minum lemon tea” ucap Dena ketus.
Dirga langsung terdiam, dia berdiri melihat Dena.
“Kamu ingin lemon tea, sebentar ya aku ambilkan dulu” ucap Dirga dan langsung pergi dari hadapan Dena untuk mengambilkan es lemon tea untuk istrinya itu.
°°°
__ADS_1
T.B.C