
Eryn menjatuhkan senjata api itu ke lantai ketika melihat tubuh polos Santoz mulai limbung dan jatuh ke lantai. Wanita itu berjalan tertatih menuju ranjang dimana Rose berada.
Eryn segera menutupi tubuh polos Rose dengan selimut. Ia memeluk erat adik iparnya itu. Tangis pilu kini terdengar di kamar itu.
Suara senjata api saling bersahutan diluar kamar. Eryn makin mendekap erat Rose. Sungguh ia tak percaya hal buruk kembali menimpa Rose.
Pintu kamar itu kembali terbuka dan menampakkan sosok Carlos dengan mengacungkan senjata ke segala arah. Ia melihat tubuh polos Santoz sudah tak bernyawa.
Carlos mulai mencerna apa yang sedang terjadi saat ini. Ia melihat Eryn dan Rose yang sedang berpelukan. Tubuh Rose dibalut selimut dan tangisnya yang terdengar menyayat hatinya.
"Brengsek!" Carlos mengarahkan senjatanya pada pria yang sudah tak bernyawa itu.
Eryn menutup mata ketika Carlos menembaki tubuh Santoz. Puluhan peluru bersarang di tubuh pria itu.
Luiz masuk dan menghentikan aksi Carlos. "Dia sudah mati, Carlos!"
Carlos membuang senjatanya dan mengacak rambutnya. Ia berteriak frustasi.
Eryn tahu apa yang dirasakan Carlos Hatinya pasti sakit karena wanita yang dicintainya telah diperlakukan tak senonoh. Ia menatap Rose yang kini seakan tak bernyawa. Wanita ini hancur sehancurnya. Ia ikut merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Rose.
#
#
#
Dua jam kemudian, situasi mulai kondusif. Anak buah Dixon juga telah menemukan Eldric yang ternyata disekap oleh Santoz. Kini pria itu sedang menuju ke Meksiko.
Semua orang yang berada di rumah kediaman Evans dipindahkan ke mansion besar milik Eldric yang ditempati oleh Rose dan Carlos. Eryn menutup pintu kamar Rose. Kondisinya sudah lebih baik dari beberapa jam yang lalu. Kini ia tertidur karena pengaruh obat bius yang diberikan oleh dokter.
Sementara kondisi Carlos masih nampak syok. Ia menyalahkan diri karena sudah membuat Rose celaka.
Luiz dan David mengurus pemakaman sahabat-sahabat mereka. Agli, Caesar, Bernard, dan Frans. Mereka harus tewas dengan cara yang mengenaskan.
Eryn menghampiri Carlos yang terus mengumpati dirinya sendiri.
"Jangan seperti ini! Jika kau begini bagaimana kau bisa menjaga Rose? Dia sangat membutuhkanmu, Carlos. Kumohon kuatlah!" Eryn mengusap punggung Carlos yang bergetar. Pria itu menangis.
"Menangislah sepuasmu! Tapi setelah itu kau harus bisa menjadi sandaran untuk Rose."
Eryn pergi meninggalkan Carlos sendiri. Luka dikepalanya bahkan tidak ia hiraukan.
"Kakak!" panggil Elza.
Elza menarik tangan Eryn dan menyuruhnya duduk. "Aku obati luka kakak ya!"
Eryn sendiri lupa jika dirinya juga terluka. "Terima kasih, Elza. Bagaimana dengan bibi Eleanor dan Santa?"
"Ibu baik-baik saja. Sekarang sedang beristirahat. Lalu kak Santa juga baik. Beruntung janin dalam kandungannya kuat."
__ADS_1
Ya, saat ini Santa juga sedang mengandung. Sudah memasuki bulan ke lima. Akibat insiden tadi, kini Santa harus istirahat total.
"Ini semua salahku!" ucap Eryn.
"Mau sampai kapan kakak akan menyalahkan diri kakak?" Elza telah selesai mengobati luka Eryn dan memasang plester di dahinya.
"Sekarang saatnya kita semua harus bangkit, Kak. Jangan lagi memandang masa lalu. Dan tataplah masa depan. Bukankah kakak harus memikirkan soal bayi kakak?"
"Bayi?" Sebuah suara yang tidak asing di telinga Eryn membuat wanita itu menoleh.
"El?!" Eryn tak percaya jika yang dilihatnya adalah Eldric.
"Iya, ini aku. Maaf aku selalu membuatmu terluka."
Eryn menggeleng dan memeluk Eldric. "Terima kasih karena kau masih hidup. Terima kasih." Eryn menghujani wajah Eldric dengan ciuman.
Luiz mendekati Elza dan memeluknya.
"Kuharap semuanya telah berakhir, Luiz. Jangan ada lagi hal buruk yang menimpa kita," harap Elza.
"Semoga saja!" Luiz mengecup puncak kepala Elza.
#
#
#
Setiap orang memiliki tolak ukur tersendiri mengenai kebahagiaan mereka.
Lalu bagaimana denganku?
Aku, Eryana Kim. Gadis biasa yang tiba-tiba mendapatkan banyak kejutan dalam hidupku. Aku merasakan kebahagiaan saat bersamamu.
Aku merasa lebih hidup ketika aku mendekap erat tubuhmu.
Namun sebuah kesakitan datang dan aku harus kehilanganmu. Kenapa harus ada air mata? Kenapa harus ada isak tangis?
Karena itu akan membuatku lebih kuat. Aku menapaki jalan terjal untuk bisa kembali bersamamu.
Ukuran kebahagiaanku, adalah saat kau ada disini. Menemaniku, bercerita denganku, meminum teh bersama, dan menatap langit bersama.
Aku berdoa pada Tuhan, agar semua ini tak cepat berlalu. Waktu ingin kuhentikan ketika aku bersamamu.
#
#
#
__ADS_1
"Dunia hitam telah mendarah daging dalam diriku. Aku tidak akan pernah bisa lari. Jika bisa, kaulah yang harus berlari. Kau harus pergi menjauh dariku. Karena aku tak ingin kau kembali terluka. Kau memderita karena aku."
"Jangan lagi kau teteskan air matamu untukku. Aku adalah El-Black. Dan nama itu akan selalu mengikat diriku. Darahku. Dalam hembusan napasku. Hitam pekat melekat dalam diriku."
"Tapi bila kau tidak ingin pergi. Maka, tunggulah aku. Aku akan selalu kembali padamu. Karena kau adalah rumahku... Eryana Kim..."
#
#
#
"Serang!" Satu suara memberi instruksi pada yang lain untuk segera menyerang musuh.
Adu tembak dan baku hantam sudah biasa terjadi di negara ini. Bahkan nyawa pun sudah tak dianggap penting lagi.
Dunia hitam tidak akan pernah menjadi putih. Hanya mengabut dan kembali lagi hitam.
Puluhan mayat tergeletak. Menandakan ada satu kelompok kalah dan yang lainnya menang.
"Bagaimana?" tanya seorang pria muda yang tampan dengan segala pesonanya.
"Semuanya aman! Kita menang!"
Pria muda itu tersenyum penuh arti.
"Red! Kita menang!" seru pria muda lainnya dan berlari lalu memeluk Noah.
"Terima kasih, Blue! Berkat bantuanmu kita bisa berhasil!" ucap Noah.
"Ah, jangan begitu! Kita berdua adalah yang terhebat, benar kan?!" balas Rue.
"Ayo kita pulang dan kita beritahukan hal ini pada Ayah!" lanjut Rue.
"Yeah! Baiklah, adikku!"
Mereka saling merangkul bahu dan berjalan bersama.
#
#
#
Hai genks, mari kita mulai petualangan yg baru bersama anak2 Black 😬
Ada Red, Blue, Pinky Pie, dan teman2nya (Purple, Grey, White, etc)
Dijamin akan lebih memacu adrenalin, hihihihi
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya selama ini 🙏🙏