
Tiga bulan kemudian,
Di sebuah rumah sakit,
Seorang pasien sedang harap-harap cemas menunggu dokter datang untuk membuka perban yang melekat di matanya. Setelah melakukan operasi kini saatnya perban dibuka untuk mengetahui apakah operasinya berhasil atau tidak.
Pasien itu adalah Rose. Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, Rose mendapatkan donor mata. Ia berharap jika operasinya berjalan lancar.
Dengan hati-hati dokter mulai membuka perban di mata Rose. Satu persatu perban terlepas dan tinggal menyisakan satu perban saja.
"Anda siap, Nona?" tanya dokter.
Rose mengangguk.
Dokter itu melepas perban terakhir.
"Buka mata Anda perlahan, Nona," perintah dokter itu.
Rose membuka matanya perlahan. Ia menyesuaikan cahaya yang masuk di matanya. Samar-samar ia bisa melihat benda-benda di sekelilingnya.
"Rose..." panggil seseorang.
Rose menoleh. "Carlos?"
"Kau bisa melihatku?"
Rose mengangguk bahagia. Carlos pun tak kalah bahagia. Ia segera memeluk Rose.
"Terima kasih, akhirnya kau bisa melihat lagi," ucap Carlos.
Dokter dan perawat ikut senang melihat kebahagiaan yang dirasakan Rose dan Carlos. Orang-orang yang ada disana juga ikut bahagia dengan kesembuhan Rose.
Santa yang merasakan sesak melihat pemandangan itu segera keluar dari kamar rawat Rose. David mengikuti langkah Santa.
"Santa!" panggil David.
"Kau mau kemana?" tanyanya.
"Aku hanya mencari udara segar, Dave."
"Apa kau masih cemburu dengan mereka?"
Santa terdiam.
"Tidak, Dave. Aku hanya butuh udara segar saja."
David mengangguk.
"Kau pernah dengar pepatah ini, Dave? Kau harus ikut bahagia saat melihat orang yang kau cintai bahagia meski bukan kau yang dipilih oleh hatinya," tutur Santa.
David tersenyum getir. "Itu hanya pembelaan diri, Santa."
"Tidak! Bukan begitu. Itulah yang aku rasakan sekarang, Dave. Aku bahagia jika Carlos juga bahagia bersama Rose. Mereka pasangan yang serasi. Aku sudah bergerak maju, Dave. Kuharap kau bisa mendukungku," ucap Santa sambil tersenyum.
"Tentu! Aku akan mendukung apa pun keputusanmu. Apa pun yang membuatmu bahagia, aku akan selalu berada disisimu."
"Terima kasih, Dave..."
#
#
#
Eryn mulai menjalani hari-harinya dengan normal. Ia memutuskan untuk kembali berkarir sebagai perancang acara. Sudah cukup semua air mata yang ia keluarkan. Kini ia hanya hidup untuk putranya, Noah.
Eryn mendapat tawaran dari Kang Joon untuk merancang acara di rumah sakit tempatnya bekerja.
"Kau yakin ingin memakai jasaku?" tanya Eryn pada Joon.
"Tentu saja. Kau adalah perancang acara terbaik, Ryn," ungkap Joon.
__ADS_1
"Tapi..."
"Kenapa kau meragukan kemampuanmu sendiri?"
"Umm, entahlah. Mungkin ini baru pertama kalinya aku merancang acara di rumah sakit. Apalagi rumah sakit terkenal seperti tempatmu bekerja."
"Jangan berkecil hati. Aku yakin kau pasti berhasil."
Eryn tersenyum. "Baiklah. Aku akan melakukan yang terbaik." Eryn kembali bersemangat.
Kini ibu satu anak ini mulai membuka lembar baru dalam kehidupannya. Yang lalu memang tidak bisa dihapus, namun masa depan akan tetap terjadi.
Berdamai dengan masa lalu dan mencoba bangkit demi orang-orang yang dia sayangi. Itulah yang coba Eryn lakukan saat ini.
Tuan Kim sangat menyukai perubahan yang terjadi pada diri Eryn. Putrinya kembali bersemangat untuk berkarir dan juga lebih berpikiran terbuka.
Semua ini tak luput berkat bantuan dari Kang Joon juga. Pria itu memang memiliki rasa untuk Eryn sejak pertama kali bertemu dengan wanita itu. Meksi belum sepenuhnya memiliki hati Eryn, tapi Kang Joon masih belum menyerah. Ia akan terus meyakinkan Eryn jika dirinya adalah pria terbaik untuk menjadi ayah sambung Noah.
Hari ini Eryn memulai harinya dengan mempersiapkan segala sesuatu di rumah sakit. Ia mulai menata dekorasi di aula rumah sakit. Perayaan hari jadi rumah sakit Gangnam haruslah mewah. Mengingat rumah sakit ini adalah rumah sakit terbaik.
Eryn selalu mengecek sendiri semua persiapan yang dilakukan oleh orang-orangnya. Melihat mereka bersemangat dalam bekerja, Eryn jadi ingat dengan para karyawannya saat masih di Meksiko dulu.
"Bagaimana kabar mereka sekarang? Apa mereka kembali ke dunia hitam seperti dulu? Ah, kurasa tidak. Mereka sudah janji tidak akan jadi penjahat jalanan lagi." Eryn membatin dengan tersenyum tipis.
"Wah, dekorasinya sangat bagus!"
Suara seseorang membuat Eryn menoleh.
"Joon? Kau disini?" tanya Eryn heran.
"Aku sedang tidak ada pasien, jadi aku pikir aku ingin menemuimu disini," jawab Joon.
"Bagaimana? Apa kau suka? Ini tidak mengecewakan, bukan?" tanya Eryn was was.
"Tidak, tentu saja tidak. Aku suka pemilihan warnamu. Dan aku menyukai apapun pilihanmu," puji Joon.
Eryn mengulas senyumnya. "Terima kasih."
"Oppa! Kau disini rupanya! Aku mencarimu di ruang kerja," ucap gadis itu manja.
"Ga Eun? Kau ada disini? Kapan kau kembali?" tanya Joon sedikit kaget dengan kehadiran gadis itu.
"Aku kembali untukmu, Oppa." Gadis itu bergelayut manja di lengan Joon.
Dari penampilannya, Eryn bisa melihat jika gadis ini bukanlah gadis biasa.
"Kalau begitu aku akan kembali bekerja. Permisi Dokter Joon," pamit Eryn.
Sebenarnya Joon tidak ingin Eryn pergi. Dari ekspresi wajahnya jika Eryn pasti mengira dirinya ada hubungan dengan gadis ini.
"Ga Eun, kita bicara di ruanganku saja. Ayo!" Joon membawa gadis bernama Ga Eun itu pergi dari aula.
#
#
#
Pukul tujuh malam Eryn menyudahi pekerjaannya. Ia rasa persiapan akan cukup sampai disini dulu. Besok ia akan melanjutkannya kembali.
Eryn berjalan menuju parkiran basement rumah sakit. Ia mulai terbiasa kembali berkendara setelah lama tidak menyetir mobil.
"Akh!" pekik Eryn ketika ada seseorang yang menarik lengannya.
"Joon?" Eryn terkejut melihat pria itu ada disana juga.
"Kau mengejutkanku!" ucap Eryn memegangi dadanya.
"Maaf. Aku tidak sengaja. Kau sudah mau pulang?" tanya Joon.
"Iya, kau sendiri?"
__ADS_1
"Aku juga akan pulang, tapi aku ingin bicara denganmu dulu."
Eryn mengerutkan dahinya.
"Aku minta kau jangan salah paham dengan hubunganku dan Ga Eun. Kami tidak ada hubungan apapun," jelas Joon.
Eryn tersenyum. "Jika kalian ada hubunganpun itu bukan urusanku."
"Tentu saja ada. Karena aku masih menunggu jawabanmu! Dan aku akan selalu menunggu itu."
Eryn terdiam.
"Dia adalah putri pemilik rumah sakit ini. Namanya Seo Ga Eun. Dulu kami memang pernah dekat. Tapi dia lebih memilih karirnya sebagai artis internasional. Jadi, aku memutuskan untuk melupakannya." Joon merasa ia perlu menjelaskan semuanya pada Eryn.
"Aku minta jawabanmu sekarang!" tegas Joon.
"Joon..."
"Aku sangat mencintaimu, Eryn. Meski dulu aku sempat menyimpan Ga Eun dalam hatiku, tapi kini hanya ada dirimu."
Eryn menatap mata Joon yang mengisyaratkan sebuah kejujuran.
"Aku tidak peduli dengan masa lalumu. Karena itu adalah masa lalu yang tidak akan bisa diubah. Tapi kau bisa mengubah masa depan."
Eryn memejamkan mata. "Joon, aku..."
"Izinkan aku menggantikan dia dihatimu..."
Eryn harus memutuskan semuanya sekarang. Sudah cukup ia membuat Joon menunggu.
"Baiklah. Aku menerima perasaanmu," ucap Eryn.
"Benarkah?" Mata Joon berbinar.
Eryn mengangguk.
"Terima kasih, Eryn." Joon langsung memeluk Eryn.
Eryn memejamkan mata. "Semoga ini adalah keputusan yang terbaik," batinnya.
Joon merangkum wajah Eryn. "Eryana Kim-Ssi, saranghae..."
Joon mulai tidak memberi jarak dengan Eryn. Dengan lembut ia mencium bibir Eryn.
Wanita itu memejamkan mata ketika merasakan lembutnya bibir Joon yang menyapu bibirnya.
Eryn masih belum bisa membalas ciuman Joon. Perasaannya masih goyah dengan bayangan Eldric yang kembali muncul.
Eryn mendorong dada Joon pelan.
"Perlahan saja!" ucapnya.
Joon tersenyum. Ia melihat wajah Eryn yang masih ragu terhadapnya.
"Maaf. Aku hanya terlalu gembira. Aku antar kau pulang ya!"
"Tapi mobilku..."
"Biarkan saja disini. Besok aku akan menjemputmu."
Eryn mengangguk. "Baiklah."
Joon menggenggam tangan Eryn kemudian berjalan menuju mobilnya yang tak jauh dari mobil Eryn. Ia membukakan pintu untuk Eryn lalu berputar masuk ke kursi kemudi.
Mobil melesat keluar dari area parkiran meninggalkan sejuta tanya untuk seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan mengepalkan tangan.
"Tidak akan kubiarkan kau mengambil milikku!" gumamnya.
#tobecontinued
*hmm, Eryn mulai move on nih. Hayooo siapa nih yg belum bisa move on dari mantan? Wkwkwkwk
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya, kesayangan akuh 😘😘😘