Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
75. Antara Joon dan Hoon


__ADS_3

Malam harinya, Eryn kembali ke rumah dengan diantar oleh Joon. Pria itu tak lupa singgah sejenak untuk bisa bertemu dengan Noah.


Pria kecil itu sudah seperti putra baginya. Dan memang Joon menyukai anak-anak.


Eryn membiarkan putranya untuk bermain bersama dengan Joon. Sementara dirinya menuju ke kamar dan membersihkan diri.


Besok adalah hari yang penting, namun kini hatinya malah kacau karena kembali mengingat tentang Eldric. Ia memandangi cincin pemberian Joon. Ia tak mungkin menyakiti pria baik itu. Ia sudah menjadi penolong untuk Noah.


"Aku harus bagaimana?" gumam Eryn sambil memejamkan mata.


Usai membersihkan diri, Eryn keluar dari kamarnya dan melihat Joon sedang menggendong Noah. Bocah kecil itu ternyata sudah terlelap karena kelelahan bermain.


Eryn membukakan pintu kamar Noah agar Joon tak kesulitan masuk. Dengan hati-hati Joon merebahkan tubuh Noah ke atas tempat tidur.


Joon mengecup puncak kepala Noah kemudian berlalu. Eryn tersenyum melihat kasih sayang Joon pada Noah.


"Terima kasih, Joon," ucap Eryn.


"Jangan sungkan. Noah sudah kuanggap seperti putraku sendiri."


Eryn tersenyum.


"Sudah malam. Sebaiknya aku pulang. Kau pasti lelah. Besok adalah hari yang penting."


Eryn mengangguk.


"Eryn, kuharap setelah besok, kau tidak berhubungan lagi dengan Se Hoon ataupun Se Naa."


"Kenapa? Memangnya ada apa dengan mereka?" tanya Eryn seakan tak terima.


"Tidak ada. Aku hanya tidak suka saja. Kulihat Se Hoon sengaja memanfaatkanmu."


"Apa kau punya masalah dengannya?"


"Tidak! Sudahlah, jangan dipikirkan. Sebaiknya kau istirahat! Aku pamit ya!" Joon mengecup kening Eryn kemudian berlalu.


Masih ada banyak tanya di dalam hati Eryn. Tapi ia tak bisa mencecar pria itu. Mungkin sebaiknya ia bertanya perlahan saja kepada Joon.


#


#


#


Joon mengendarai mobilnya menuju ke rumah Hyun Woo, kakaknya. Ada hal yang ingin ia sampaikan pada kakak tertuanya itu.


Tiba di rumah Hyun Woo, Joon langsung mencari keberadaan kakaknya yang pasti sedang berada di ruang kerjanya. Ia bertemu dengan In Na, kakak iparnya.


"Kakakmu sedang ada di ruang kerjanya. Kau masuk saja!" ucap In Na.


"Terima kasih, Noona."


Joon segera menuju kesana. Ia mengetuk pintu ruang kerja Hyun Woo dan terdengar sahutan dari dalam ruangan.


Hyun Woo cukup terkejut dengan kedatangan adiknya itu di jam yang sudah mulai larut.


"Kakak masih bekerja di jam segini? Sebaiknya kakak jaga kesehatan kakak," ucap Hyun Woo.


"Ini sudah selesai. Ada perlu apa kau datang kemari? Kenapa tidak memberitahuku lebih dulu?" Hyun Woo beranjak dari kursi kerjanya dan menghampiri Joon.


"Kita bicara di ruang tengah saja." Hyun Woo mengajak adiknya itu untuk duduk bersama.


Kini mereka duduk berhadapan di sofa ruang tengah rumah Hyun Woo. In Na membawakan dua buah cangkir teh untuk kakak beradik itu.


"Kak, tolong bantu aku untuk bicara dengan Tuan Kim," buka Joon.

__ADS_1


"Untuk apa kau ingin bicara dengan Tuan Kim?" Hyun Woo mengerutkan keningnya.


"Aku ingin segera menikahi Eryn."


"Eh?" Hyun Woo dan In Na terkejut dengan ucapan Joon.


"Kau serius?"


"Aku sudah melamar Eryn dan dia menerimanya. Maka dari itu, aku ingin bicara dengan Tuan Kim agar pernikahan kami di percepat."


Hyun Woo melirik In Na. Wanita itu langsung mengerti dan meninggalkan kedua kakak beradik itu untuk bicara empat mata.


"Apa ini karena Se Hoon?" tanya Hyun Woo.


"Kak!"


"Kau takut Se Hoon melakukan hal yang sama lagi padamu?"


Joon terdiam. Memang benar sedikit banyak ini karena pria itu. Tapi ini semua juga karena Joon sangat mencintai Eryn.


"Pikirkanlah semua baik-baik. Kau tidak bisa gegabah!" nasihat Hyun Woo.


"Apa kakak tidak setuju dengan hubunganku dan Eryn?" Joon mulai mengerti kenapa kakaknya tidak bisa membantunya.


"Sungguh aku tidak ingin melihatmu terluka, Joon. Aku bisa melihat jika Nona Eryn tidak mencintaimu sebesar kau mencintainya. Dia masih mencintai orang lain. Kenapa kau tidak mengerti juga?" batin Hyun Woo sendu menatap adiknya.


"Aku tahu Tuan Kim sangat menyukaimu karena kau dekat dengan Tuan Kecil. Tapi kita tidak bisa terburu-buru melakukan ini. Bersabarlah dulu."


"Baiklah. Kali ini aku akan mendengarkan kakak. Kalau begitu aku permisi dulu!" Joon memberi salam dengan membungkukkan tubuhnya kemudian pergi dari rumah Hyun Woo.


In Na kembali mendekati suaminya. Ia mengusap lengan suaminya dengan lembut.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuknya, In Na. Aku tidak ingin dia kecewa untuk kedua kalinya," lirih Hyun Woo.


"Iya, aku mengerti perasaanmu."


#


#


#


Dentuman musik mulai menggema di aula gedung Se-Kang Grup. Eryn sedari tadi mondar mandir memastikan semuanya sempurna malam ini. Ia tidak ingin Se Hoon komplain kepadanya.


Para tamu undangan mulai berdatangan. Semuanya adalah rekan bisnis pria bernama Kang Se Hoon. Pria itu menyambut tamunya dengan hangat. Disampingnya ada Se Naa, sang adik yang juga ikut menyambut para tamu.


Eryn mengedarkan pandangan dari arah tempatnya berdiri. Ia berada di podium atas bersama dengan penata lampu. Ia berharap jika ia bisa menemukan pria misterius yang ditemuinya kemarin.


Namun sudah beberapa lama memantau, Eryn belum juga menemukan orang yang dimaksud. Ia malah melihat kedatangan Kang Joon dan juga Ga Eun beserta ayahnya.


Sepertinya gadis itu tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Joon, begitu pikir Eryn. Apakah Eryn lebih baik melepaskan Joon untuk Ga Eun? Ia sendiri masih bingung karena ini semua ia lakukan demi Noah.


Eryn melihat Joon dan Ga Eun yang menyapa Se Hoon dan Se Naa. Ia memperhatikan gestur tubuh mereka yang memang tak bersahabat.


"Sebenarnya ada masalah apa dengan mereka berdua?" batin Eryn kembali bertanya.


Ketika pikirannya masih berkelana, salah satu timnya memanggil Eryn dan memintanya untuk turun. Eryn segera kembali ke bawah dan mengecek semua hal yang dikira masih kurang.


"Coba kau cek persediaan wine ya! Lalu untuk makanan pastikan pihak katering melebihkan jumlah porsinya," perintah Eryn pada salah satu anggota timnya.


Kim Beom menghampiri Eryn dan memintanya menemui Se Hoon.


"Tuan Kang mencari Nona. Mari ikut saya!" ucap Kim Beom.


Eryn mengangguk. Ia tak menyangka jika Se Hoon masih bersama dengan Joon dan Ga Eun.

__ADS_1


Eryn menyapa mereka hangat. Joon membulatkan mata melihat Eryn menghampirinya.


Ga Eun sengaja memanfaatkan situasi ini dengan baik. Ia melingkarkan tangannya di lengan Joon dan bersikap manja padanya. Eryn tak ingin berkomentar karena ini bukanlah ranahnya.


"Perhatian semuanya! Malam ini aku sangat senang karena kalian sudah bersedia datang memenuhi undanganku. Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada Nona Eryana Kim yang sudah merancang acara ini dengan sempurna," ucap Se Hoon dengan lantang melalui pengeras suara.


Eryn yang berada di sisi kiri Se Hoon menjadi canggung dengan semua pujian yang ditujukan Se Hoon padanya.


"Dia adalah perancang acara terbaik di kota ini. Kalian bisa menggunakan jasanya nanti jika ingin membuat acara yang meriah," lanjut Se Hoon.


"Nona Kim, malam ini aku ingin bersulang untukmu. Mari semuanya! Angkat gelas kalian! Untuk Ryn Event Organizer!"


"Untuk Ryn Event Organizer!" seru semua orang dengan mengangkat gelasnya.


Eryn merasa sangat terhormat bisa mendapatkan kesempatan ini. Se Hoon menyerahkan segelas wine untuk Eryn.


"Bersulang!" seru Se Hoon lalu menenggak minuman berwarna merah pekat itu.


#


#


#


Acara pun akhirnya selesai. Eryn bernapas lega karena seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan keinginan Se Hoon.


Eryn yang baru saja melangkah keluar dari aula tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Se Hoon.


"Pimpinan Kang!" ucap Eryn terkejut.


"Terima kasih karena telah merancang acara malam ini," ucap Se Hoon.


"Sama-sama. Aku juga sangat berterimakasih karena Anda mempromosikan perusahaan kecilku."


"Kau jangan merendah, Eryn. Kau adalah wanita yang hebat. Tidak seharusnya kau bersama dengan lelaki payah seperti dia!"


"Apa maksud Anda berkata begitu?"


"Kang Joon adalah lelaki lemah dan pengecut. Dia tidak pantas bersanding denganmu."


Eryn memejamkan mata sejenak kemudian berucap.


"Sebenarnya ada masalah apa antara kau dan Joon?"


"Kau ingin tahu?" tanya Se Hoon dengan seringai khasnya.


"Apa kau bisa mengatakannya padaku?"


"Tentu saja. Temui aku besok di restoran Galaxy. Aku akan memberitahu apa yang ingin kau ketahui. Termasuk juga tentang ayahmu!"


Eryn membulatkan mata. Ia tak menyangka jika Se Hoon akan menyebut nama ayahnya. Ia masih mematung meski Se Hoon sudah pergi meninggalkannya.


"Ada apa ini sebenarnya?" gumam Eryn.


"Eryn..."


Sebuah suara membuat Eryn kembali sadar dari lamunannya.


#tobecontinued


*mampir juga ke 👇👇👇👇



kisahnya gak serumit kisah Eryn dan Eldric 😬😬 hanya ada keuwuan dan kebucinan saja, yuk kepoin

__ADS_1



__ADS_2