
"Aku mau dia!"
Hembusan napas Blue terasa menggelitik di telinga Madam Jane. Wanita itu tersenyum bahagia.
Blue berlalu dari ruangan itu. Sementara para gadis mendekati Ilena dan memeluknya.
"Kau berhasil, Baby!" seru Sweety.
"Tarianmu sangat indah, dimana kau mempelajarinya?" tanya Barbie.
"Girls, latihan hari ini kita akhiri sampai disini. Dan untuk Baby, kau akan satu kamar dengan mereka berempat. Hari ini aku sangat senang dengan penampilanmu. Semoga kedepannya kau bisa lebih baik lagi."
Ilena mengangguk paham. "Terima kasih, Madam Jane."
"Silakan kembali ke kamar kalian masing-masing," perintah Madam Jane.
Sweety sangat bersemangat untuk mengenal Ilena lebih dekat, ia menarik tangan Ilena menuju ke kamar mereka. Tiba disana, Ilena memperhatikan sekeliling. Tidak buruk, menurutnya. Hampir mirip dengan kamar panti asuhan namun lebih bagus.
"Ini tempat tidurmu!" ucap Sweety yang begitu ramah pada Ilena.
Ilena berterimakasih karena mendapat sambutan yang hangat dari teman-teman sekamarnya.
"Ehem!" Blondy berdeham. Gadis dengan warna kulit kuning langsat dan rambut blonde, memang sangat cocok dengan namanya. Tubuhnya tinggi semampai hampir sama dengan tinggi badan Selena, kakak Ilena. Sejenak Ilena mengingat tentang Selena ketika melihat Blondy.
"Bagaimana ceritanya kau bisa sampai disini? Apa kau dijual juga seperti kami?" tanya Blondy dingin dengan tangan bersilang di depan dada.
Ilena menatap ketiga gadis lainnya. Ia juga ingin tahu bagaimana mereka juga bisa ada di tempat seperti ini?
"Aku dan kakakku dijual kemari oleh ibu tiriku," cerita Sweety.
"Kakak?" Ilena mengernyit bingung.
"Iya, Blondy adalah kakakku."
Ilena melirik Blondy. "Oh, begitu."
Sekilas mereka memang mirip, namun wajah cantiknya lebih dominan pada Blondy. Begitu pikir Ilena.
"Aku harus menghidupi adik-adik dan ayahku yang sakit-sakitan. Seorang kenalan membawaku ke tempat ini." Kini giliran Barbie yang bicara. Gadis ini memang mirip dengan boneka Barbie yang terkenal itu. Warna kulitnya yang tanned dan mata bulat yang indah. Rambut coklatnya bergelombang. Membuatnya sangat cantik dan manis, pendapat Ilena.
Ilena merasa jika mereka yang ada disini satu nasib dengan dirinya. Sama-sama tidak beruntung. Pikirnya.
"Aku adalah imigran di kota ini. Aku lari dari negaraku karena ayahku yang pemabuk itu ingin menjualku pada seorang tuan tanah. Aku lebih memilih pergi. Dan akhirnya aku berada di tempat ini. Aku merasa beruntung karena bisa bekerja disini. Aku bisa mengirimi ibuku uang untuk kehidupan sehari-harinya." Darla yang sepertinya memiliki kisah pahit, namun wajahnya masih bisa tersenyum manis. Darla ber-ras Asia dengan kulit sawo matang dan mata yang sedikit sipit. Rambut hitamnya juga sangat indah menampakkan sebuah kesan anggun pada gadis ini.
"Jadi, seperti apa ceritamu?" cecar Blondy lagi. Sejak kedatangan Blue tadi, Blondy sudah merasa jika posisinya di ranjang Blue akan digantikan oleh Ilena. Meskipun Blondy tahu jika Blue tidak akan pernah berkomitmen dengan wanita manapun, apalagi gadis dari klub malam seperti dirinya. Pastinya itu hanya sebagai selingan saja untuk Blue.
Sweety ikut merapikan baju yang ada di tas milik Ilena. Ia cukup terkejut karena pakaian Ilena sama sekali bertolak belakang dengan wajah cantiknya.
"Kau tinggal dimana sebelumnya? Sungguh semua pakaianmu sudah usang dan ketinggalan jaman, Baby," ucap Sweety. Nadanya memang mengejek, tapi Ilena tahu maksud Sweety bukanlah seperti itu.
"Em, aku tinggal di panti asuhan," jawab Ilena tertunduk. Tidak mungkin dia menjawab tinggal di rumah keluarga Adams yang kaya raya itu. Ya meskipun Ilena masih bisa menyamarkan dirinya sebagai pembantu disana. Tapi, tidak. Lebih baik ia mengaku tinggal di panti asuhan saja.
Keempat gadis itu tercengang. Setidaknya mereka lebih beruntung dari pada Ilena.
__ADS_1
"Lalu bagaimana bisa kau datang ke tempat ini? Apa si duo R yang membawamu kemari?" tanya Blondy. Rico dan Rocky terkenal dengan julukan duo R.
Ilena mengangguk. "Iya, mereka yang membawaku."
"Jangan-jangan pemilik panti asuhan yang menjualmu kemari?" terka Barbie.
"Ya bisa dibilang begitu. Tapi secara teknis dia tidak menjualku. Aku yang menawarkan diri untuk bekerja disini."
"Dan kau tidak tahu apa pekerjaan yang akan kau lakukan?" tanya Darla.
Ilena menggeleng.
"Apa panti asuhan tempat kau tinggal bernama Little Angel?" tanya Blondy.
"Dari mana kau tahu?" tanya Ilena balik.
"Aku sempat mendengar jika seorang pria pemilik panti asuhan membuat ulah di cassino ini. Dia membawa kabur uang milik cassino. Apa itu adalah pemilik panti asuhanmu?" tanya Blondy lagi.
"Iya, namanya tuan Johan. Dia jadi buronan sekarang."
"Lalu kenapa kau bersedia untuk menjadi penebus hutangnya?" tanya Sweety.
"Karena aku memikirkan anak-anak panti. Jika rumah mereka diambil, maka mereka akan tinggal dimana?"
"Oh, Baby. Hatimu sungguh mulia." Sweety memeluk Ilena.
"Mulai sekarang anggaplah kami adalah keluargamu. Dan tempat ini adalah rumah barumu." Barbie ikut memeluk kedua temannya.
Entah apakah benar ini akan menjadi rumah baru yang nyaman bagi Ilena, atau justru kembali menjadi rumah neraka baginya.
#
#
#
Malam harinya, Madam Jane menemui kelima gadis yang berada di bilik nomor 1. Ia mengetuk pintu dan mencari keberadaan Ilena.
"Ada apa, Madam Jane?" tanya Ilena polos.
"Baby, bersiaplah! Blue mengundangmu ke kamarnya," jawab Madam Jane.
"Hah?!" Ilena terkejut. "U-untuk apa aku pergi ke kamarnya?" tanya Ilena gugup.
"Tentu saja untuk jadi penghangat ranjangnya!" celetuk Blondy dengan nada dingin.
"Blondy!" lerai Madam Jane. Ia tidak suka ada kecemburuan diantara sesama dancer.
"Kau tahu bukan jika Blue tidak suka berkomitmen. Jadi, kau harus tahu diri dan jangan iri dengan temanmu. Ayo, Baby!"
Madam Jane menarik tangan Ilena dan membawanya ke ruang ganti. Sungguh perasaan Ilena menjadi tak tenang dengan apa yang akan menimpanya malam ini.
Ingin sekali berteriak dan memohon, tapi itu tak mungkin ia lakukan. Ia tak bisa lari dari tempat ini. Semua sudut berdiri seorang penjaga bertubuh besar.
__ADS_1
Madam Jane sudah merias wajah Ilena dengan sempurna.
"Rileks saja! Blue bukan orang yang kasar. Dia tidak seperti kakaknya," ucap Madam Jane memastikan penampilan Ilena sempurna.
Ilena menelan ludahnya. "Kakak? Apa aku akan jadi penghangat ranjang kakaknya juga?" batin Ilena menjerit.
Langkah kaki Ilena terasa berat. Ia menatap sekelilingnya yang terasa gelap. Ya, mulai detik ini tidak ada lagi masa depan untuknya. Semuanya telah hilang dan luruh.
Madam Jane mengetuk pintu kamar Blue. Dan nampaklah pria tampan itu dengan setelan warna biru yang mewakili namanya.
Ilena hanya menundukkan wajahnya. Ia tak sanggup menatap Blue.
Blue mengangkat dagu Ilena dengan jarinya. "Jangan malu, kau sangat cantik, Baby..."
"Maaf..."
"Kau tidak perlu meminta maaf jika kau tidak bersalah. Mengerti?"
Ilena mengangguk.
"Kau boleh pergi, Jane."
Madam Jane memberi hormat kemudian pergi. Blue menarik tangan Ilena lembut dan membawanya masuk kedalam kamarnya.
Blue menyuruh Ilena duduk di sofa. Ia menyiapkan dua gelas dan satu botol sampanye.
Ia menuang sampanye ke gelas Ilena dan memberikannya pada gadis itu.
"Bersulang!" ucap Blue.
Terdengar bunyi gelas yang beradu. Dalam sekali teguk Ilena menghabiskan sampanye dalam gelasnya. Itu ia lakukan untuk mengusir rasa gugupnya.
"Wow! Kau luar biasa, Baby." Blue menatap Ilena tanpa berkedip.
"Selama ini kau tinggal dimana? Kenapa aku tidak pernah melihatmu dimanapun?" tanya Blue.
"A-aku tinggal di panti asuhan."
Blue mengernyit heran. Ia melanjutkan obrolan dengan Ilena. Tangannya mulai bergerilya dan memeluk bahu Ilena. Wajahnya ia dekatkan ke tengkuk leher Ilena dan membuat gadis itu meremang.
Ilena memejamkan mata ketika bibir Blue mencium bahunya yang terekspos. Tangan Ilena mengepal. Sekuat tenaga ia menahan gejolak dalam dirinya. Ini adalah pertama kalinya ia bersentuhan dengan lawan jenis.
Ketika Blue membuat mereka saling berhadapan, Ilena bisa merasakan hembusan napas Blue yang begitu dekat dengan hidungnya. Wangi aroma mint begitu kental di indera penciuman Ilena.
Ilena sudah menerka adegan apalagi yang akan terjadi selanjutnya. Sanggupkah ia menolak pesona seorang Blue?
#
#
#
Jangan lupa tinggalkan jejak ya kesayangan 😘😘😘
__ADS_1