Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
129. Terkoyaknya Sang Mahkota


__ADS_3

Ilena menatap Red yang diakuinya akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka. Setahu Ilena ia memang tidak pernah mengenal Red ataupun keluarganya sebelum Selena membawa Red masuk ke dalam keluarganya.


Bahkan jika Red mengatakan semua alasan yang masuk akal. Belum tentu juga ia bisa menerima semua alasan itu.


"Kesalahanmu hanya satu, Nona Ilena Adams. Yaitu kau adalah putri dari dokter Lorna Matthews. Dokter yang sudah banyak merenggut nyawa pasiennya!" seru Red dengan mata memerah.


Red kembali mengingat bagaimana kesedihan yang dirasakan oleh ayahnya hingga harus mengalami depresi selama bertahun-tahun karena kehilangan sang istri. Dan penderitaan adiknya yang harus hidup tanpa adanya kasih sayang dari seorang ibu.


Ilena tertegun. Ia diam dan syok. Kini ia mengerti kenapa semua orang begitu membenci ibunya. Ibunya adalah seorang dokter yang berprestasi namun harus mencoreng namanya sendiri hanya karena seorang pria beristri. Ia rela menjadi wanita simpanan dan harus mengorbankan karirnya. Ia depresi ketika pria yang dicintainya harus kembali ke pelukan istrinya karena harta warisan yang akan diberikan padanya jika ia kembali pada istri dan anaknya.


Lalu, dari semua kesakitan yang dirasakan oleh Sorena dan Selena, dan kesakitan pasien yang telah terenggut nyawanya, lalu penderitaan yang dirasakan oleh keluarga Red, apakah ini semua adalah salah Ilena? Apakah ia pantas mendapat hukuman atas apa yang dilakukan oleh orang tuanya?


Ilena terduduk lemas. Air matanya mulai mengalir. Namun ia menghapusnya. Ia tak bersalah. Tapi kenapa harus dipersalahkan?


Kenapa semua orang hanya melihat dari satu sisi saja? Lalu bagaimana dengan penderitaan Ilena selama bertahun-tahun? Apakah tidak ada yang bisa melihat itu?


Ilena berusaha tegar dan menghadapi Red.


"Meski semua penderitaan yang dialami oleh keluargamu adalah karena ulah ibuku, tapi apakah pantas kau melimpahkannya kepadaku? Apa kau tahu seperti apa hidupku karena harus menanggung kesalahan ibuku? Aku tidak melakukan apapun dan aku harus menanggung semuanya! Apa kau tahu?!" teriak Ilena.


Sudah cukup semua orang menyalahkannya. Sudah cukup ia di tuduh sebagai penyebab dari kemalangan orang lain.


"Kau tidak memahami apapun dan kau menyalahkan aku? Dasar pengecut!" cibir Ilena.


Red meradang. "Apa katamu?!"


"Pengecut! Kau adalah seorang pengecut gila yang tidak mau menerima takdirmu yang buruk. Jika kau sudah tidak tahan dengan hidupmu maka kau mati saja!" ucap Ilena berapi-api yang membuat Red kalap.


Red menarik tubuh Ilena dan menghempaskannya ke ranjang reot yang ada di ruang tahanan itu. Ilena mengaduh kesakitan.


Red sudah tak bisa menahan emosinya lagi.


"Lepaskan aku!" ronta Ilena ketika Red mulai naik ke atas tubuhnya dan menguncinya.


"Tolong!" teriak Ilena.


Seorang penjaga yang mendengar teriakan Ilena segera datang. Ia terkejut karena Red sedang menindih tubuh Ilena.

__ADS_1


"Tuan! Ada apa?" tanya penjaga itu.


"Brengsek! Jangan menggangguku! Jangan biarkan satu orang pun masuk hingga aku keluar dari sini! Mengerti?!"


Penjaga itu mengangguk paham dan segera pergi. Ia begitu ketakutan melihat amarah yang memuncak di mata seorang Red. Dia sudah berubah menjadi Red Devil yang mengerikan.


Red kembali menatap Ilena yang terus meronta. Ia mengambil sapu tangan dari saku jasnya dan membungkam mulut Ilena. Ia tak ingin gadis ini bersuara lagi dan berontak. Dasinya ia lepas dan ia gunakan untuk mengikat tangan Ilena diatas kepala.


Suara Ilena tertahan ketika Red mulai merobek pakaian yang dipakainya. Air matanya kini benar-benar luruh. Ia tatap pria yang kini sedang melucuti pakaiannya sendiri. Ia tak menyangka jika malam ini adalah akhir dari seluruh perjuangan hidupnya selama ini.


Ilena kalah. Ilena telah hancur. Sama seperti yang diinginkan Red. Dendam Red kini benar-benar telah terbalas dengan menghancurkan gadis yang tidak bersalah atas apapun.


#


#


#


Di sebuah kamar, dua orang pria dan wanita baru saja menghabiskan malam bersama dalam suatu pertempuran yang panas dan bergairah. Sang wanita telah terkulai lemas dan terlelap.


Sementara si pria masih terjaga dengan tatapan yang menerawang. Ia memikirkan seseorang yang jauh disana meski raganya bersama dengan wanita yang menghangatkan ranjangnya akhir-akhir ini.


White menatap Selena yang menggeliat. Ia terbangun dari tidurnya.


"White? Kau tidak tidur? Ada apa? Apa kau memikirkan sesuatu?" tanya Selena serak.


"Tidak ada. Kau tidurlah lagi!" White membelai puncak kepala Selena agar gadis itu kembali terlelap.


"Terima kasih, White. Kau memang yang terbaik..." gumam Selena kemudian kembali terpejam.


White kembali memikirkan tentang Ilena. Memiliki nasib yang sama dengan Ilena membuatnya juga merasakan penderitaan yang dirasakan oleh Ilena.


Keluarga White adalah keluarga yang cukup terpandang di kota ini. Namun tiba-tiba badai menerjang ketika sang tuan muda membawa pulang seorang anak lelaki yang adalah hasil perselingkuhan dirinya dengan seorang wanita malam.


Anak lelaki itu adalah Andrew. Anak itu menjadi ejekan kakak-kakaknya yang menganggapnya sebagai parasit.


Namun kakek Andrew, Simon White sangat menyayanginya karena memang menginginkan seorang cucu laki-laki untuk meneruskan bisnisnya.

__ADS_1


White kecil mengalami banyak penderitaan hingga setelah lulus SMA, ia memutuskan untuk kuliah kedokteran dan keluar dari rumah yang membuatnya sesak dan belajar hidup mandiri.


White mengingat masa lalunya yang kelam hingga membawanya ke dunia hitam bersama Red. Namun kini setelah Ilena hadir dalam hidupnya, rasanya ia mulai tak sejalan dengan Red. Membalas dendam pada orang yang salah bukanlah hal yang ia sukai.


"Aku akan menemui Ilena setelah ini. Aku harus menolongnya untuk keluar dari hukuman Red!" batin White.


#


#


#


Sementara itu, Blue pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk. Ia berjalan sempoyongan dan menabrak benda-benda yang ada di sekelilingnya.


Yoona yang terbangun dari tidurnya bertemu dengan Blue yang sedang meracau.


"Kak Rue! Kakak mabuk?" Yoona bertanya dan berusaha membantu Blue masuk ke kamarnya.


"Baby... Kenapa kau mengkhianati kepercayaanku? Aku sangat mencintaimu tapi kau meninggalkan aku. Baby..." Blue terus meracau.


"Kakak! Apa yang kakak bicarakan? Kenapa bisa mabuk begini?" Yoona memapah tubuh Blue hingga sampai dikamarnya.


Direbahkannya tubuh Blue keatas ranjang.


"Baby, jangan tinggalkan aku!" Blue memegangi tangan Yoona yang hendak beranjak pergi.


"Kak! Lepaskan aku! Aku bukan Baby!" berontak Yoona namun Blue malah menarik tangannya lebih kasar dan menghempaskannya ke atas tempat tidur.


"Kak! Apa yang kakak lakukan?"


Blue menindih tubuh Yoona dan membuat gadis itu terus meronta.


"Jangan, Kak! Aku adikmu! Kak, sadarlah!" pinta Yoona dengan berlinang air mata.


"Kau harus menjadi milikku, Baby... Tenanglah! Aku akan melakukannya dengan lembut, jadi jangan terus berontak."


"Tidak, Kak!"

__ADS_1


Dan di malam Ilena kehilangan mahkotanya, Yoona pun mengalami hal yang sama. Seakan semuanya sudah ditakdirkan untuk saling menyakiti.


#bersambung


__ADS_2