Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
83. Sebuah Pilihan


__ADS_3

Situasi di villa milik Se Hoon sudah tak terkendali. Anak buah Se Hoon banyak yang sudah di lumpuhkan. Hanya sisa beberapa orang saja yang masih beradu tembak dengan tim Eldric.


Namun sejauh ini, El sendiri belum bertemu dengan Se Hoon. Pria itu masih bersembunyi dengan baik. Dan sepertinya berniat untuk kabur.


El berhasil masuk dan mencari pria yang sudah mencelakai Eryn. Kini semua anak buah Se Hoon telah kalah dan tak bersisa.


"El, kau cari sebelah sana. Aku sebelah sini!" ucap Se Naa.


Ia tak ingin ketinggalan dalam proses penyergapan kakaknya.


"Kakak!" teriak Se Naa.


"Kakak, ini aku! Keluarlah! Aku tidak akan menyakitimu!"


Se Naa melangkah dengan berhati-hati bersama dengan Carlos. Bagaimanapun juga Se Hoon seorang psikopat. Bisa saja dia menyakiti Se Naa meski gadis itu adalah adiknya sendiri.


"Kakak!"


Mulut Se Naa di bekap oleh seseorang yang adalah Se Hoon.


"Kakak!" Se Naa berteriak ketika Se Hoon melepaskan tangannya.


"Kenapa kau ada disini? Apa kau bersekongkol dengan mereka?"


"Kakak! Dengarkan aku dulu!"


"Kau!" Se Hoon mengarahkan pistol kearah Se Naa. "Kau merencanakan ini bersama mereka kan?"


Se Naa menggeleng. "Tidak, Kak! Aku tidak..."


"Berhenti bicara atau kau kutembak!"


Se Naa menatap iba kakaknya. Ia ingin agar kakaknya bisa hidup normal sebagai manusia biasa.


"Kak, hentikan semua ini. Kita bisa memulai hidup baru bersama. Jangan seperti ini, Kak!"


"Sudahlah, Se Naa. Semua sudah terlambat. Sekarang kau pergi dari sini sebelum aku berbuat lebih kepadamu!" perintah Se Hoon.


Se Naa tidak menyerah membujuk kakaknya. Tapi posisinya juga terancam karena Se Hoon menodongkan senjata kearahnya.


"Dari pada aku harus menyerah pada kalian, lebih baik aku mengakhiri semuanya disini!"


Se Naa terkejut dengan apa yang diucapkan kakaknya. Ia memberi kode pada Carlos untuk segera bertindak jika kakaknya berbuat nekat.


Benar saja, Se Hoon menodongkan senjatanya pada dirinya sendiri. Itu membuat Se Naa menggeleng pelan.


"Tidak! Jangan lakukan, Kak!"


"Tidak ada yang bisa menghentikan aku, Se Naa."

__ADS_1


KLIK


Senjata yang diletakkan Se Hoon di kepalanya berbunyi dan siap untuk menembak.


"Jangan, Kak!" teriak Se Naa.


DOR!


Bunyi letupan itu begitu nyata di depan Se Naa. Ia melihat kakaknya terjatuh.


Carlos terlambat untuk menolong pria itu. Se Naa ingin menghampiri tubuh Se Hoon yang tergeletak itu namun dicegah oleh Eldric.


"Sudahlah, mungkin ini adalah pilihannya. Kita tidak bisa mencegahnya, Se Naa."


Se Naa menangis histeris melihat tubuh kakaknya yang sedang diperiksa oleh Carlos. Pria itu menggeleng yang menandakan jika tubuh Se Hoon sudah tak bernyawa.


#


#


#


Tiap-tiap orang memiliki pilihan. Pilihan untuk menjadi baik atau menjadi jahat. Apa yang kau dapat ketika kau menjadi jahat? Apakah kekuasaan bisa bertahan lama? Apakah cinta bisa bertahan di tengah kepalsuan.


Itulah pelajaran yang bisa kita ambil dari seorang Se Hoon. Dia lebih memilih untuk tetap menjadi dirinya hingga akhir. Jika kau sudah memilih untuk menjadi baik, maka sampai akhirpun lakukanlah menjadi orang baik.


#


#


#


Hingga akhirnya El datang dan menggantikan Santa. Pria itu segera memberi napas buatan pada belahan jiwanya.


"Eryn, kumohon bertahanlah!" gumam El di sela-sela kegiatan membantu Eryn agar kembali bernapas.


"ERYN!" teriak El frustasi.


David kembali memeriksa kondisi Eryn. "Dia kembali, Black!" seru David.


"Kau serius, Dave?" tanya Santa.


"Iya, denyutnya kembali."


Semua orang berpelukan untuk mengucap rasa syukur. Setelahnya mereka segera membawa Eryn ke rumah sakit terdekat di pulau itu.


Keesokan harinya, Eryn di pindahkan ke rumah sakit terbaik di Seoul. Tuan Kim melakukan penjagaan ketat di sekitar ruang kamar rawat Eryn.


Hingga dua hari berlalu, wanita itu belum juga membuka matanya. Kondisinya masih sama seperti saat dia dibawa kemari.

__ADS_1


Tuan Kim sangat menyesali perbuatannya yang ingin memisahkan Eryn dan Eldric. Kini ia tahu jika putrinya hanya mencintai Eldric. Begitu juga sebaliknya.


Pria paruh baya itu berdiri menatap putrinya yang masih terbaring koma di dalam ruangan khusus. Beberapa alat terpasang di bagian tubuhnya.


Tuan Kim menatap sedih kearah putrinya itu. Ia menggandeng tangan mungil Noah yang juga merindukan kehadiran ibunya.


Eldric datang menghampiri kedua pria berbeda generasi itu.


"Maafkan aku, Tuan. Aku terlambat menyelamatkan Eryn," ucap Eldric.


Tuan Kim menggeleng. "Tidak. Akulah yang harus minta maaf karena sudah membuatmu jauh dari Eryn. Padahal kaulah yang dibutuhkan oleh putriku. Tolong maafkan aku!" Seorang pria yang memiliki kekuasaan besar, kini hanya bisa bersimpuh dan mengakui kesalahannya.


"Kakek, siapa paman ini?" tanya Noah dengan menarik-narik ujung baju Tuan Kim.


Eldric menatap penuh haru pada Noah. Sungguh ia tak pernah menyangka jika putranya telah sebesar ini. Ada kerinduan yang begitu mendalam ketika melihat wajah Noah yang menggemaskan.


Tuan Kim menatap Eldric yang kini sedang menatap Noah.


"Nak, dia adalah ayahmu!" ucap Tuan Kim.


Noah berganti menatap Eldric. Anak kecil itu sedikit mengerutkan dahi saat menatap Eldric.


"Ayah? Jadi dia adalah Daddyku?" tanya Noah polos.


"Iya, Nak. Dia adalah Daddymu. Lihatlah! Kalian sangat mirip," lanjut Tuan Kim.


Eldric berjongkok agar bisa mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Noah. Ia merentangkan tangan bersiap menyambut pelukan hangat putranya.


Noah sempat bingung dengan apa yang harus diperbuatnya. Hatinya masih ingin Kang Joon yang menjadi ayahnya. Namun saat Eryn terbaring lemah di rumah sakit pun, Kang Joon bahkan tidak menampakkan batang hidungnya.


"Daddy!" Noah berseru dan memeluk Eldric.


Sebuah kerinduan Eldric salurkan dengan memeluk putranya erat. Air matanya tak henti menetes karena akhirnya ia bisa merasakan pelukan hangat seorang bocah kecil.


"Maafkan Daddy, Nak. Maafkan Daddy!" gumam Eldric.


Tuan Kim menatap haru pemandangan di depannya. Rupanya selama ini ia salah karena telah memisahkan ayah dan anak itu. Kini sebelum semuanya terlambat, Tuan Kim akan merestui hubungan putrinya dan Eldric.


"Daddy, kita ke tempat Mommy, yuk! Kita bujuk Mommy supaya cepat bangun!" Noah menarik tangan Eldric dan masuk ke ruang intensif dimana Eryn berada.


Tuan Kim hanya memperhatikan dan tidak ingin merusak momen mereka.


"Tuan!" Hyun Woo memberi salam lalu berdiri di depan Tuan Kim.


"Ada apa? Apa kau sudah mendapatkan kabar mengenai adikmu? Sejak Eryn dibawa kemari oleh Eldric, dia sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Dia benar-benar keterlaluan!" marah Tuan Kim.


"Maafkan saya, Tuan. Saya masih belum bisa menemukan Kang Joon. Entah dimana dia sekarang. Jika saya sudah mengetahui keberadaannya, saya akan memintanya untuk meminta maaf pada Anda dan Nona Eryn." Hyun Woo harus menerima sebuah sayatan yang cukup dalam karena ulah adiknya.


"Tidak perlu! Kang Joon tidak perlu meminta maaf. Sejak awal Eryn memang tidak mencintainya. Jadi, lepaskan saja dia jika dia muncul. Dan jangan harap aku menerima dia lagi untuk bersanding dengan Eryn. Karena Eryn akan bersanding dengan Eldric. Dia adalah ayah kandung Noah sekaligus pria yang selalu dicintai putriku!" tegas Tuan Kim lalu pergi meninggalkan Hyun Woo.

__ADS_1


Terkadang untuk memilih suatu pilihan yang baik, banyak keraguan yang menyertainya. Tapi percayalah, hal baik akan selalu menyertai jika kau melihatnya dengan hati.


#tobecontinued


__ADS_2