
"Kau pasti terkejut karena aku mengetahui namamu. Perkenalkan, namaku Kang Se Hoon. Aku pemilik Grup Se-Kang. Lebih tepatnya, mobil yang kau tabrak adalah mobil milikku."
Pria itu berjalan menghampiri Eryn dan mengulurkan tangannya. Eryn menerima uluran tangan itu.
Eryn terkejut bukan karena bertemu dengan pria penguasa Se-Kang Grup, melainkan karena pria yang berdiri di depannya ini sama persis dengan pria yang ia lihat di internet.
Ya, sebelum datang kemari, Eryn sudah lebih dulu mencari tahu soal Grup Se-Kang yang ternyata adalah saingan bisnis ayahnya. Pria berusia 35 tahun itu berhasil membangun bisnisnya di usia yang masih sangat muda.
"Silakan duduk, Nona Eryn. Kau biasa dipanggil Eryn, bukan?" ucap Se Hoon sopan.
"Iya. Terima kasih. Tapi, maaf aku tidak bisa berlama-lama disini. Karena aku harus pergi ke kantorku. Bisakah Tuan beritahu berapa yang harus kubayar untuk menebus kesalahanku?" Eryn tak ingin berbasa-basi.
"Oh, tunggu sebentar."
Kang Se Hoon memanggil asistennya melalui telepon yang ada di mejanya. Tak lama pria bernama Kim Beom masuk dan memberi hormat terlebih dahulu.
"Kim Beom, cepat berikan salinan berkas yang diberikan bengkel pagi tadi," perintah Se Hoon.
"Baik, Tuan." Kim Beom memberikan secarik kertas pada Eryn.
Eryn segera membukanya. Matanya kembali membola.
"Dua juta Won?" ucap Eryn tercengang.
"Kau tahu mobil yang kau tabrak adalah edisi terbatas. Meski hanya lecet sedikit, perbaikannya bisa sangat mahal," jawab Se Hoon.
"Baiklah. Aku akan membayarnya. Berikan nomor rekeningmu. Aku akan mengirimnya secepat mungkin."
Se Hoon tersenyum penuh arti. "Tentu. Biarkan Kim Beom yang mengurusnya."
Eryn berpamitan usai urusannya telah selesai disana. Hatinya masih tak terima dengan apa yang ia dapat hari ini.
"Apa maksudnya menyuruhku kesini jika bisa selesai hanya dengan bicara bersama asistennya? Dua juta Won? Yang benar saja! Apa dia ingin merampokku?" gerutu Eryn.
Sebelum pergi, Eryn memandangi lagi gedung yang menjulang tinggi itu. Ia melajukan mobilnya dengan masih menyimpan kekesalan di hatinya.
Sepeninggal Eryn, Se Hoon berdiri menatap pemandangan di luar gedung. Ia mengusap dagunya.
"Dia wanita yang cukup menarik. Aku rasa aku tidak bisa melepaskanmu dengan mudah, Eryana Kim," seringainya dengan membayangkan wajah cantik Eryn.
#
#
#
Rose menyiapkan makan malam untuk Carlos. Ia menatap ponselnya yang masih menghitam. Ingin sekali menghubungi nomor kantor Eryn lagi. Namun perbedaan waktu pastinya menjadi kendala untuknya.
"Kakak juga tidak menghubungi lagi. Apa yang harus kulakukan? Kenapa perasaanku tidak enak?" Rose memegangi dadanya.
"Sayang!" panggil Carlos yang ternyata sudah tiba di rumah.
"Carlos? Kau sudah pulang? Maaf aku tidak menyambutmu."
Rose membingkai wajah suaminya. "Kau pasti lelah. Aku siapkan air untuk mandi ya!"
"Terima kasih, sayang. Kau sendiri apa tidak bosan setiap hari hanya menunggu aku pulang kerja?"
Rose tersenyum. "Aku banyak menggambar beberapa hari ini."
"Benarkah? Kau akan kembali jadi desainer?"
Rose mengangguk mantap lalu menuju kamar miliknya dan Carlos. Ia masuk ke kamar mandi dan menyalakan kran air hangat di dalam bathtub.
Saat sudah memastikan jika airnya cukup banyak dan hangat, ia menuang sedikit aromaterapi agar Carlos bisa relaks setelah lelah bekerja.
Rose berbalik badan dan melihat Carlos berdiri di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Carlos! Kau mengejutkanku!" kesal Rose.
Carlos malah terkekeh. "Kau mau kemana?" cegat Carlos yang melihat Rose akan keluar dari kamar mandi.
"Aku harus melanjutkan memasak," jawab Rose.
"Tidak perlu! Kau temani aku mandi ya!"
"Carlos!" Mata Rose membulat sempurna.
"Ayolah! Aku sangat merindukanmu," ucap Carlos dengan membawa Rose dalam dekapannya. Ia mulai menciumi tengkuk Rose dan membuka satu persatu kain yang melekat di tubuh istrinya.
"Carlos!" pekik Rose ketika Carlos mengangkat tubuhnya dan memasukkannya kedalam bathtub.
"Kita mandi bersama!" Carlos segera melepas semua pakaiannya dan ikut masuk ke dalam bathtub.
#
#
#
Santa kembali ke kamar hotelnya setelah seharian berada di kantor. Perusahaan perancang acara miliknya mulai jadi terkenal setelah kemarin merancang pesta pernikahan Rose dan Carlos.
Santa memutuskan untuk membersihkan diri kemudian memesan makanan secara online. Tubuhnya sudah terlalu lelah untuk memasak makanan.
Suara bel di kamarnya membuatnya melangkah menuju pintu. Santa terkejut melihat David ada di depan kamarnya.
"Paket Anda datang, Nona." David menenteng tas berisi makanan yang dipesan Santa.
Mulut Santa menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Kenapa kau yang..."
"Aku adalah pengantar makananmu, Nona."
Santa tertawa lebar mendengar candaan David. Ternyata pria sangar seperti David bisa juga bercanda, pikir Santa.
"Kau tidak perlu membayarnya, Nona. Bayar saja dengan ini!" David menarik pinggang Santa dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Santa.
"Aku hanya perlu itu, Nona," ucap David.
Santa memukul lengan David. "Dasar mesum!"
"Bagaimana keputusanmu, Nona? Apa kau sudah merasakan sesuatu?"
Santa menahan tawanya. "Sepertinya iya," jawabnya.
Santa memeluk David. "Kita jalani dulu hubungan ini. Aku tidak ingin terburu-buru. Kuharap kau mengerti, Dave."
"Baiklah, aku mengerti."
#
#
#
Ga Eun kembali menemui Joon di ruang kerja milik pria itu. Gadis cantik itu tidak akan menyerah meski Joon sudah menyerahkan hatinya pada Eryn. Baginya wanita beranak satu itu tidak pantas bersanding dengan Joon.
Ga Eun akan melakukan segala cara agar membuat Joon kembali padanya. Dulu Joon sangat memujanya. Maka sekarang pun pria itu harus kembali padanya.
"Oppa!" seru Ga Eun ketika melihat Joon telah selesai memeriksa pasiennya.
"Ga Eun? Kau disini?" tanya Joon heran.
"Iya, aku sengaja datang karena aku ingin makan malam bersamamu."
"Tapi, Ga Eun..."
__ADS_1
"Tidak ada tapi, Oppa! Kau sudah selesai bekerja. Apa lagi yang akan kau lakukan setelah ini?"
"Aku sudah memiliki janji, Ga Eun. Mengertilah!"
"Janji? Oh, pasti wanita itu. Benar kan? Tidak tidak. Lebih pantas aku memanggilnya 'janda'."
"Ga Eun!" Suara Joon terdengar menggelegar memenuhi ruangan rumah sakit.
"Oppa, kau tidak pernah membentakku. Hanya karena wanita itu kau membentakku? Kau keterlaluan, Oppa!"
Joon memijat pelipisnya. "Tolong mengertilah! Kita tidak memiliki hubungan apapun lagi. Kita sudah selesai, Ga Eun. Dan sekarang aku mencintai Eryn. Hanya Eryn!"
"Bohong! Kau tidak akan berani melakukan ini padaku, Oppa! Kau harus ingat siapa yang membawamu ke dalam posisi setinggi ini," geram Ga Eun.
"Aku tahu itu. Dan aku tidak peduli lagi. Jika kau ingin mengadu pada ayahmu, maka lakukanlah! Aku akan angkat kaki dari sini!"
"Hah?!" Ga Eun tidak menyangka jika Joon akan mengatakan hal seperti itu.
Joon tidak ingin meladeni sikap kekanakan Ga Eun lagi. Ia memilih pergi meninggalkan gadis itu.
Joon meminta Eryn untuk menemuinya di sebuah taman. Ia berharap Eryn bersedia datang menemuinya.
Joon mengusap wajahnya kasar. Namun tak lama ia melihat sosok yang ditunggunya datang mendekat.
"Eryn!" Joon berbinar senang. Ia segera memberikan pelukan hangat untuk Eryn.
"Aku sangat takut kau tidak bersedia datang," ucap Joon sambil merangkum wajah Eryn.
"Awalnya aku memang tidak ingin datang. Tapi, ada sesuatu yang membuatku untuk datang."
"Terima kasih karena sudah datang." Joon mengajak Eryn duduk di bangku taman itu. Suasana taman sudah mulai sepi karena malam mulai beranjak larut.
"Aku sudah bicara dengan Ga Eun. Aku sudah bilang padanya jika aku hanya mencintaimu saja. Eryn, percayalah padaku. Aku hanya ingin bersama denganmu."
Eryn tersenyum. "Aku percaya padamu."
"Benarkah?"
Eryn mengangguk.
"Terima kasih, Eryn. Terima kasih." Joon kembali memeluk Eryn.
Eryn memejamkan mata mengingat apa yang sudah dikatakan ayahnya sebelum ia pergi.
"Jangan kecewakan Noah, Nak. Dia hanya ingin Kang Joon yang menjadi ayahnya. Pikirkanlah perasaannya. Seumur hidup ia tidak pernah mengenal ayah kandungnya, lalu kini kau ingin membuatnya kembali kehilangan seorang ayah?"
Joon masih mendekap Eryn erat. Sinar rembulan dan kerlip bintang masih setia menemani mereka.
Sementara di tempat berbeda, seorang pria tersenyum senang karena mendapat panggilan dari orang suruhannya.
"Bagaimana?" tanyanya langsung tanpa mengucap sapaan.
"Tuan Kang, wanita itu sudah memiliki seorang kekasih. Dia adalah dokter Lee Kang Joon dari rumah sakit Gangnam."
"Ah, begitukah? Pria lemah seperti itu bukanlah lawanku. Jangan khawatirkan dia, kau susun saja rencana dengan matang. Mengerti?!"
Pria yang tak lain adalah Kang Se Hoon tersenyum menyeringai setelah mendapat laporan dari anak buahnya. Ia sudah membayangkan untuk bisa memiliki Eryn secepatnya.
"Dendamku harus terbalas melalui dia! Bersiaplah, Nona!"
#tobecontinued
*Masih penasaran dengan pimpinan Se-Kang Grup? 😬😬😬😬
*Dia bukan Black ataupun Eldric yah. Lalu dimana El sih? kepoin terus lanjutannya yak 😘😘😘
Thank You 😘😘
__ADS_1