
Hari pernikahan David dan Santa sudah di tentukan. Para pria bersiap untuk mengerjai David dalam pesta lajang yang akan diadakan malam nanti.
Sebenarnya Eryn kurang setuju dengan ide Luiz yang ingin mengadakan pesta lajang di klub miliknya. Tapi ternyata para pria sangat menyukai hal-hal semacam ini.
Tak mau kalah dengan calon suaminya, Santa juga akan mengadakan pesta lajang dengan para wanita. Ia juga mengundang Elza yang telah resmi menjadi kekasih Luiz.
Eryn masih tidak setuju dengan ide Santa. Menguji kesetiaan dengan hal-hal konyol seperti ini rasanya sangat tidak bisa dibenarkan.
"Lalu bagaimana jika David terbukti tidak setia? Apa kau akan membatalkan pernikahanmu?" tanya Eryn.
"Tidak, Nona. Ini hanya permainan lucu-lucuan saja. Sudahlah! Aku akan menghubungi penari pria untuk menghibur malam kita," ucap Santa santai.
"Apa?! Kau sudah gila?" seru Eryn yang memang tidak tahu rencana para gadis ini. Rose, Elza dan Santa hanya tertawa geli melihat tingkah Eryn.
Eryn memilih pergi dari sana dan membiarkan para gadis memainkan permainan liar ini.
"Nona Eryn ini sangat kaku." Santa terkekeh dengan sikap Eryn.
"Kak Eryn adalah wanita yang baik. Dia tidak mengenal hal-hal semacam ini," timpal Elza.
"Kau sendiri juga gadis baik, Elza. Jadi, jangan pernah berpikir kau harus menghancurkan masa depanmu." Rose berucap sambil membelai rambut panjang Elza.
"Terima kasih karena aku mengenal kalian. Sekali lagi terima kasih." Elza memeluk kedua gadis yang kini ia anggap sebagai kakaknya.
#
#
#
Eryn kembali berkutat dengan pekerjaannya sebagai pengatur acara. Ia tak ingin ikut campur dengan kedua mempelai yang ingin mengadakan pesta lajang. Ia menggerutu sendiri karena tak ada satupun yang mendukungnya.
Eryn meminta timnya untuk melakukan semua persiapan dengan baik. Ia memastikan sendiri semuanya berjalan dengan keinginannya dan juga si mempelai wanita.
"Sayang, kau disini?" Eldric menghampiri Eryn yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Iya, ada apa?" jawab Eryn ketus.
"Kau masih marah soal pesta lajang malam nanti?"
Eryn memilih tak menjawab. Eldric memijat pelipisnya pelan.
"Sayang... Kau harus tahu jika..."
"Hentikan! Tidak perlu membujukku. Kalian lakukan saja apa yang kalian inginkan. Aku disini hanya sebagai pengatur acara bukan? Tidak ada hubungannya dengan pesta lajang yang akan kalian adakan." Eryn berlalu pergi meninggalkan Eldric.
"Astaga! Ternyata istriku itu cara berpikirnya sangat kuno! Jaman sudah canggih begini masih saja mementingkan tradisi." Eldric mengusap wajahnya kasar.
Entah apa yang akan terjadi malam nanti. Kita lihat saja kejutan apa yang akan Eryn dapatkan.
#
#
#
Malam harinya, suara dentuman musik sudah terdengar di kamar milik Santa. Kamar yang tidak terlalu besar itu pastinya akan menjadi saksi pesta lajang malam ini. Para wanita sudah bersiap disana. Eryn datang karena untuk menghormati undangan Santa.
Sementara para pria berada di klub malam milik Luiz yang sengaja di sewa untuk pesta lajang malam ini. Sebenarnya pesta yang mereka lakukan bukanlah hal yang aneh. Hanya minum-minum bersama. Atau bahkan atau ada yang seranjang bersama. Oops! Sepertinya tidak begitu yak. Mereka yang sudah menikah tentunya menghargai janji suci pernikahan mereka.
Dentuman musik yang cukup memekakkan telinga membuat suasana semakin panas. Para pria masih asyik dengan menyesap minuman mereka.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa para gadis sudah siap?" tanya Luiz pada Eldric.
"Entahlah. Aku tidak mungkin bertanya pada Eryn. Kau tahu sendiri ia sangat menentang pesta ini," balas Eldric.
"Baiklah, akan kutanyakan pada Rose saja," sahut Carlos.
Carlos menyingkir untuk menelepon Rose. Terdengar suara jeritan para gadis yang sedang bersenang-senang.
"Astaga, Rose! Apa yang sedang kalian lakukan"
"Entahlah! Teman-teman Santa yang menyiapkan semua ini."
"Baiklah. Sebentar lagi kami akan datang. Bye sayang, love you..."
"Iya, love you too."
Tak lama Carlos kembali bergabung dengan para pria.
"Bagaimana?" tanya Eldric.
"Ayo, sebaiknya kita bersiap!" ucap Carlos.
"Baiklah. Kita berikan kejutan untuk mereka," sahut Luiz tidak sabar.
#
#
#
Kamar Santa sudah dipenuhi dengan teriakan para gadis yang memainkan permainan truth or dare. Santa terlihat sangat bahagia bisa berkumpul dengan teman-temannya. Eryn ikut senang dengan kebahagiaan yang dirasakan Santa.
Tak lama, suara bel pintu kamarnya berbunyi. Santa segera bangkit dan membuka pintu.
"Guys, penari prianya sudah datang!" seru Santa dengan lantang.
Sontak para gadis berteriak histeris mendengar penuturan Santa. Ia mempersilakan ketiga pria itu untuk masuk.
Eryn, Elza dan Rose tercengang melihat siapa yang ada di hadapan mereka.
"Hai, girls. Selamat malam!" sapa salah seorang pria.
"Hai, tampan!" goda salah seorang teman Santa.
Eryn menepuk jidatnya melihat ketiga pria yang tak asing ini. Dia adalah Eldric, Carlos dan Luiz. Mereka memakai kostum penari pria yang sangat seksi.
"Kalian sudah siap?" seru Luiz.
Santa menyetel musik seksi untuk menambah kesan gairah ketika mereka mulai bergerak.
"Wooo!" teriakan para gadis ketika tiga pria itu mulai meliuk-liukkan tubuhnya.
Eryn menutup wajahnya tak percaya dengan apa yang dilakukan suaminya. Ia tak pernah tahu jika Eldric bisa menari segemulai itu.
Ketiga pria itu mulai membuka kaus yang membungkus tubuh mereka. Tampak dengan nyata tubuh atletis mereka yang membuat para gadis makin berteriak histeris.
Eryn menggeleng pelan melihat tingkah suaminya. Rose memperlihatkan tatapan tajamnya pada Carlos. Dan Elza hanya diam sambil menelan ludah karena baru pertama kali ia melihat tubuh liat pria dengan otot yang begitu sempurna.
Ketiga pria itu maju ke depan dengan masih menari-nari di depan wanita mereka. Eryn memukul lengan Eldric. Ia bahkan sudah tak tahan menahan tawa.
"Astaga, El! Sejak kapan kau pandai menari, hah?!" Eryn menutup mulutnya menahan tawa.
__ADS_1
"Tertawalah, sayang! Pemandangan seperti ini tidak akan bisa kau nikmati lagi!"
"Dasar kau!" Eryn mengangkat tangannya lagi. Eldric menepisnya dan langsung membawa tubuh Eryn keluar dari kamar Santa.
"El, kita mau kemana?" tanya Eryn dengan melingkarkan tangannya di leher polos Eldric. Tubuhnya berkeringat dan membuat kesan seksi disana.
"Kita akan bersenang-senang, Baby..." Eldric membawa Eryn ke sebuah kamar hotel yang memang sudah mereka siapkan.
Sementara Carlos pun sama. Ia membawa Rose ke dalam kamar hotel yang sudah dipesannya.
"Kenapa kau melakukan ini, Carlos?" tanya Rose saat Carlos masih menggendongnya.
"Entahlah. Ini ide gila Luiz, sayang."
"Lalu, apakah Luiz dan Elza akan melakukan..." Rose tidak melanjutkan kalimatnya.
"Mereka sudah sama-sama dewasa, sayang. Biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka inginkan."
Rose mengangguk paham. Meski dalam hatinya ada sedikit rasa khawatir tentang hubungan Luiz dan Elza.
Di tempat berbeda, Luiz yang juga membawa Elza ke sebuah kamar hotel, nyatanya mereka kini hanya berdiam diri dan belum bicara apapun.
Entah kenapa sang cassanova seakan mati kutu di depan Elza. Luiz menuangkan segelas wine untuk Elza.
"Minumlah!"
Elza mengangguk. Ia menerima gelas yang diberikan Luiz. Ia menghirup aromanya terlebih dahulu sebelum menyesapnya.
"Kenapa kau mau melakukan ini?" tanya Elza.
"Entahlah. Ini hanya sebuah permainan saja. Apa kau tidak suka?"
Elza menggeleng. "Bukan begitu. Aku belum menjadi apa-apamu, jadi aku tidak berhak melarangmu."
"Sayang, kenapa kau bicara begitu?" Luiz duduk di samping Elza dan menatapnya dalam.
"Entahlah. Aku hanya merasa tidak pantas bersanding denganmu. Kau adalah pria yang hebat. Dan aku hanya adik seorang kriminal yang sudah dihukum mati."
"Ssstt!" Luiz meletakkan jari telunjuknya di bibir Elza.
Tatapan mereka saling beradu. Dengan berani Elza mengusap tubuh Luiz yang masih tak berpakaian. Beralih ke rahang kokoh Luiz yang sangat disukainya. Pahatannya begitu sempurna.
Elza mulai berani memulai semuanya. Ia mencium bibir Luiz dengan gerakan pelan. Luiz menahan tengkuk Elza agar gadis itu makin mendekat padanya. Ciuman mereka berubah panas dan dalam.
"Kau yakin ingin melakukannya denganku?" tanya Luiz karena kini ia tak bisa lagi menahan diri.
"Aku percaya padamu, Luiz..." Elza kembali melumaat bibir seksi milik Luiz. Entah sudah berapa banyak gadis yang merasakan ciuman panas Luiz. Tapi, Luiz sudah berjanji jika Elza adalah yang terakhir.
Kini Elza sudah berada di atas ranjang. Helaian benang yang melilit di tubuhnya sudah terlepas hanya menyisakan bagian bawah dan atas saja.
"Sayang, kau yakin akan melakukannya?" Luiz kembali bertanya.
"Kau masih ragu denganku?" tanya Elza balik.
"Bu-bukan begitu. Aku ragu pada diriku sendiri. Aku hanya ingin kau menjadi yang terakhir. Dan aku ingin mengikatmu dalam ikatan pernikahan lebih dulu."
Elza tersenyum. Ia memeluk Luiz erat. "Kaulah yang aku cari, Luiz. Aku menemukanmu."
Luiz terkejut dengan apa yang dilakukan Elza. Ia mengeratkan pelukan gadisnya. Ia menghirup aroma dalam-dalam gadis yang sudah membuat dunianya berubah.
Ya, Luiz mencari gadis ini. Setelah sekian lama, akhirnya ia menemukannya.
__ADS_1
#Tobecontinued
*Ooouuucchh, happy end deh untuk semuanya 😍😍😍😍