Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
62. Memulai Serangan


__ADS_3

Hari ini Black meminta Lucy untuk menjelaskan apa saja yang direncanakan oleh Eric. Ternyata pria itu memilih untuk kabur agar terlepas dari jeratan jeruji besi. Tentu saja Dixon tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Mereka harus bergegas sebelum Eric keburu kabur ke luar negeri dan akan sulit untuk menemukan jejaknya.


Seluruh persenjataan sudah lengkap. Akomodasi pun telah siap sedia.


"Kalian sudah siap?" tanya Black.


Semua orang mengangguk, termasuk Santa yang hatinya masih tidak baik-baik saja.


"Baiklah, kita berangkat!"


Black berkendara sendiri. Santa dengan David, Carlos dengan Agli, dan Dixon dengan Luiz.


Mereka harus mencegat mobil Eric yang rencananya akan kabur dari Rio. Entah akan kemana pria itu dengan semua persenjataan dan juga persediaan obat-obatan terlarang.


"Bagaimana, Caesar? Kau sudah dapatkan titiknya?" tanya Black melalui alat komunikasi yang terpasang di telinga mereka.


"Tunggu sebentar, Black. Aku masih mencarinya."


Caesar dengan sigap memainkan jari-jarinya.


Sementara Santoz kebagian tugas untuk menjaga Lucy agar tidak kabur. Ya meskipun itu tidak akan mungkin.


"Kenapa kau memilih memihak Eric? Apa karena kau mendapatkan kehangatan ranjang darinya?" tanya Santoz mengejek.


"Oh, tutup mulutmu! Kau sudah kehilangan segalanya dan masih bisa bicara, huh!" jawab Lucy.


"Setidaknya aku masih punya harga diri untuk tidak mengemis pada pria b4jingan itu!"


"Ketemu, Black!" seru Caesar.


"Eric sedang berada tak jauh darimu. Mobilnya mengarah ke arah laut yang ada di sebelah utara. Kau bisa menyusulnya," lanjut Caesar.


"Oke! Thank you, Caesar." Black segera tancap gas untuk menyusul mobil Eric.


Sementara itu, di kubu Eric, ia sudah mengetahui jika Black dan komplotannya pasti akan mengejarnya. Ia sudah menyiapkan sebuah tempat yang akan dijadikan sebagai medan pertempuran untuknya dan juga Black.


"Kita menuju tempat yang sudah disepakati," ucap Eric pada Enrique.


"Baik, Tuan."


Mobil pun melaju kencang menuju sebuah gudang tua yang jauh dari kota.


Tak ingin ketinggalan, Black makin menginjak pedal gas. Ia sudah melihat mobil Eric yang berada beberapa meter di depannya.


Jalanan yang cukup padat membuat Black harus pintar mengendalikan kemudi agar tidak menabrak warga sipil. Di belakang Black ada mobil Dixon diikuti mobil Carlos. Sementara David dan Santa menuju ke markas Eric untuk mengecek apakah tempat itu benar-benar sudah kosong atau tidak.


Mereka bertarung melawan waktu. Hingga akhirnya mobil Eric tiba di area pergudangan yang luas dan ia segera turun.


Black tiba setelahnya dan melihat tak ada siapapun di mobil Eric. Black segera menyiapkan senjata untuk berjaga-jaga jika ada yang menyerang.


Dixon dan Luiz tiba dan segera berpencar sesuai arahan Black. Tak lama setelah mereka datang, serangan tembakan beruntun menggema di tempat itu. Black segera berlindung.


Anak buah Eric cukup banyak. Dan mereka harus mempersiapkan senjata dengan sebaik mungkin.


Senjata yang khusus dirancang oleh Isabella dipakai oleh Dixon dan Carlos. Sekali menembak, puluhan peluru meluncur dari senjata rakitan itu.


...#...


...#...

__ADS_1


...#...


Rose terbangun dari tidurnya dan merasakan sesak di dadanya. Ia mengatur napasnya.


Entah perasaan seperti apa yang kini sedang ia rasakan.


"Kakak..." gumam Rose.


"Nona Rose, ada apa?" tanya Frans.


"Frans, aku merasakan firasat buruk. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka." Raut wajah Rose berubah cemas.


Frans menatap Bernard. "Nona jangan khawatir. Black pasti akan berhasil mengalahkan Eric."


"Semoga saja!" Rose menautkan kedua tangannya. Ia berdoa dalam hati.


"Tuhan, lindungi kakakku dan juga Carlos. Juga semua orang yang sedang berjuang disana," pinta Rose dalam hati.


Di belahan bumi lain, Eryn mendapat kabar jika Noah melarikan diri usai pulang dari sekolahnya. Ketika pengasuhnya menyusul Noah di sekolah, bocah itu sudah tidak ada di sekolah.


Eryn kembali terduduk lemas. Kejadian beberapa waktu lalu kembali terulang. Eryn menangis.


Tak ada pilihan lain selain menghubungi Joon. Hanya dia yang bisa membujuk Noah.


Eryn bertanya pada orang-orang disekitar sekolah Noah. Namun tak ada satupun yang melihat bocah lelaki itu.


Setelah beberapa saat mencari, Joon menelepon Eryn dan mengatakan jika Noah ada di rumah sakit tempatnya bekerja. Dengan hati yang lega Eryn segera menuju rumah sakit tempat Joon bekerja.


Eryn berlarian begitu tiba di rumah sakit itu. Ia melihat putra kecilnya sedang bersama dengan Joon.


Lelah diwajahnya seketika sirna. Ia melihat betapa Noah sangat menyayangi Joon.


"Aku ingin bersama dengan Daddy Dokter!" tegas bocah kecil itu.


Hati Eryn terasa sakit mendengar penolakan dari putranya.


"Sayang, kita pulang yuk! Tidak seharusnya kau pergi tanpa izin dari Mommy. Mommy sangat mengkhawatirkanmu, Nak."


"Aku mau pulang dengan Daddy Joon," lirih Noah.


Joon memberi isyarat jika Eryn harus mengalah. Eryn pun pasrah. Ia akan menuruti keinginan Noah.


Tiba di kediaman mewah keluarga Kim, Noah yang sudah tertidur digendong oleh Joon menuju kamarnya. Tuan Kim merasa lega karena Noah sudah ditemukan.


"Sudah Ayah bilang kau jangan egois, Eryn. Pikirkanlah perasaan Noah. Dia hanya menginginkan Kang Joon untuk jadi ayahnya," ucap Tuan Kim.


"Ayah!" delik Eryn tak terima.


"Kau juga lelah. Sebaiknya kau beristirahat."


Eryn masih tidak bisa menerima semua keinginan Noah. Tapi ia akan berusaha. Hanya satu yang ia harapkan untuk saat ini. Eldric segera datang.


...#...


...#...


...#...


Kini Eric berhadapan langsung dengan Black. Memang butuh waktu untuk mengalahkan seluruh anak buah Eric. Namun dengan rencana yang matang, Black dan timnya bisa melumpuhkan orang-orang itu.


Adu hantam pun terjadi antara Eric dan Eldric. Mereka yang dulu bersahabat kini harus saling menyerang karena ego yang tak bisa dikendalikan.

__ADS_1


Black sempat tersungkur karena pergerakan Eric yang cukup cepat. Pria itu melatih bela dirinya agar bisa mengalahkan Black.


Black segera bangkit dan kembali menyerang Eric. Black menyerang dengan membabi buta. Eric mulai tak berdaya.


Dixon yang melihat Black hampir saja menghabisi Eric, segera menghampiri Black dan mencegahnya.


"Hentikan, Black! Kau bisa membunuhnya." Dixon memegangi tangan Black yang ingin kembali memukul Eric.


"Kita harus membawanya ke penjara, bukan membunuhnya!" lanjut Dixon.


"Apa kau yakin hukum akan adil dan tidak berpihak padanya?"


"Tentu saja. Percayalah, Black!" bujuk Dixon.


Eric yang sudah babak belur di hajar Black kini hanya bisa pasrah ketika ia dibawa oleh Dixon.


"Kalian harus cepat keluar dari sana!" ucap Caesar lewat earphone.


"Gudang itu akan segera diledakkan oleh Eric. Cepat keluar!"


Black dan Dixon berlari sekuat tenaga dengan menarik tangan Eric yang terborgol. Carlos, Agli dan Luiz yang masih didalam pun langsung berhamburan lari keluar.


Dentuman keras mulai terdengar. Satu gudang sudah berhasil terbakar. Kini giliran gudang yang lainnya.


"Brengsek! Eric memang sudah menyiapkan semuanya," umpat Carlos.


Api mulai membesar dan kepulan asap hitam memenuhi langit. Dixon telah berhasil keluar bersama Eric. Carlos, Agli dan Luiz juga telah keluar.


Mereka mengatur napasnya yang memburu.


"Cepat siapkan mobil!" perintah Dixon pada Agli.


"Tunggu, Dixon! Dimana Black?" tanya Carlos.


"Tadi dia berlari di belakangku," ucap Dixon.


"Tidak mungkin kan Black masih didalam?" tanya Luiz panik.


Kembali suara dentuman terdengar.


"Dengar! Kita harus segera pergi dari sini! Aku yakin Black pasti selamat," ucap Dixon.


"Ayo cepat masuk!" teriak Agli yang sudah siap dengan mobilnya.


"Tapi..." Carlos ragu untuk masuk.


"Carlos, ayo!" teriak Dixon.


"Tidak! Tidak mungkin Black tidak selamat!" batin Carlos.


Carlos melangkah masuk karena tempat itu akan hangus terbakar api. Mobil segera pergi dari area pergudangan yang kini sudah mulai menjadi abu.


#tobecontinued


*Huhuhu, apakah Black selamat? Atau kali ini ia akan benar-benar meninggal?


*Genks, ada yg baru dari makthor, kisahnya ringan dan hanya ada keuwuan dan kebucinan saja. Ini adalah sekuel dari Jantung Hati Sang Dokter Tampan. Sekali2 jangan tegang mulu ya genks. yuks kepoin 👇👇👇👇



__ADS_1


__ADS_2