Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
END : Stand by Me


__ADS_3

Noah membawa Ilena melewati banyak tatapan mata yang mengarah pada mereka. Noah sudah tidak peduli lagi. Ia hanya ingin membuktikan pada semua orang jika Ilena memang miliknya. Dan perjuangannya harus berakhir disini.


Noah meminta Ilena masuk ke dalam mobilnya. Gadis itu menurut meski dalam hatinya ia bertanya-tanya.


Selama perjalanan, tak ada percakapan yang terjadi diantara mereka. Ilena pun tak bertanya kemana pria ini akan membawanya.


Ilena hanya melirik sekilas saja dan kembali menatap keluar kaca mobil. Setelah berkendara selama beberapa saat. Mobil Noah berhenti di pinggir jalan dekat sebuah jembatan.


Noah turun dari mobil dan berjalan menuju ke tepi jembatan yang dibawahnya adalah aliran sungai yang deras. Ilena masih tak paham dengan apa yang sedang terjadi. Ia pun akhirnya ikut turun dan melihat sekelilingnya.


"Sir, kenapa kau membawaku kesini?" tanya Ilena yang berdiri di belakang Noah.


Noah masih diam. Ia mengingat kenangannya bersama Ilena ketika dulu dirinya begitu putus asa dan ingin mengakhiri hidup.


"Kau tidak ingat tempat ini?" tanya Noah lirih.


Ilena mengedarkan pandangannya. Ilena menggeleng. Noah menatapnya sendu.


"Baiklah! Tidak ada gunanya juga aku melakukan semua ini." Noah berbalik badan dan berjalan meninggalkan Ilena.


"Tunggu!" cegah Ilena.


Noah kembali berbalik badan.


"Tolong jelaskan padaku! Kenapa kau melakukan ini? Aku masih tidak percaya dengan apa yang kau katakan di depan semua orang itu." ucap Ilena.


Noah tersenyum getir. Padahal tadi ia sangat yakin bisa membangkitkan memori Ilena dengan membawanya ke tempat kenangan mereka. Namun nyatanya semua terasa sia-sia saja.


"Jika tidak percaya maka jangan percaya!" Timpal Noah.


Pria itu kembali ke mobilnya. Ilena kembali mengikuti langkah Noah. Mobil kembali melaju dan kemana lagi Noah akan membawa Ilena.


Mereka berhenti di sebuah bangunan tua yang sudah tidak terpakai. Noah kembali turun dan memasuki gedung yang sudah lusuh itu.


Ilena mengekor di belakang Noah.


"Tempat apa ini?" tanya Ilena.


Noah menatap Ilena. "Entahlah. Harusnya aku yang bertanya padamu."


Ilena tertegun mendengar jawaban Noah. "Katakan saja apa yang sebenarnya terjadi?"' desaknya.


"Dua tempat yang kita datangi tadi...adalah tempat yang penuh kenangan untukku." balas Noah.


Ilena masih tidak paham dengan maksud Noah.


"Apa...kita sudah pernah saling mengenal sebelum ini?" tanya Ilena polos.


Noah tersenyum. "Aku tidak akan memaksamu untuk mengingat tentangku. Tapi paling tidak, terimalah cinta dan ketulusan hatiku..."


"Hah?!" Ilena terkejut.


"Maaf, Sir. Kurasa aku tidak bisa menerima semua ini. Aku permisi dulu! Kau tidak perlu mengantarku. Sekali lagi terima kasih."


Ilena segera berjalan keluar dari bangunan terbengkalai itu. Ia tak mengerti kenapa Noah membawanya kesana. Benarkah dirinya dan Noah memang terhubung?


#


#


#

__ADS_1


Setelah kejadian hari itu, Ilena tak lagi melihat sosok Noah. Bahkan di kampus pun tidak terlihat. Ada yang bilang Noah mengambil cuti. Ada yang bilang jika Noah terkena sangsi dari kampus. Dari semua alasan itu tak ada yang bisa membuktikan kebenarannya.


Ilena hanya menyimpulkan satu hal saja. Ini semua karena dirinya. Noah menghilang karena dirinya.


Ada rasa bersalah dalam diri Ilena. Harusnya ia dengarkan semua cerita Noah hingga selesai. Kini ia sendiri bingung bagaimana menghubungi pria itu.


Hari itu, sepulang kuliah Ilena sedang menunggu seseorang di sebuah kafe. Ilena ingin tahu semua kisah masa lalunya. Ia tak ingin ada lagi yang ditutupi.


"Hai, sudah lama menunggu?" sapa orang itu pada Ilena.


"Hai, Kak. Tidak. Aku juga baru tiba."


"Sebenarnya ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya orang itu yang adalah Selena.


Ya, Ilena meminta Selena untuk bertemu. Sebenarnya Selena agak was was karena adiknya ini sedang dalam keadaan tidak mengingat memori masa lalunya.


"Aku tahu jika kakak dekat dengan kakakku dan juga teman-temannya. Aku ingin bertanya tentang Sir Noah Albana. Pasti kakak mengenalnya bukan?"


"Eh?" Selena cukup terkejut dengan pertanyaan Ilena.


"Tolong ceritakan padaku, Kak! Apa benar jika kami memang saling mengenal di masa lalu? Apa aku dan dia...terhubung oleh sesuatu?"


Selena menelan ludahnya. Dalam hatinya ia bertanya-tanya pasti Noah melakukan sesuatu hingga Ilena ingin mengetahui masa lalunya.


"Ilena, apa kau yakin ingin mendengar yang sebenarnya?" tanya Selena.


Ilena mengangguk yakin. Ia tak bisa lari lagi. Ia sangat ingin tahu tentang masa lalu yang tak bisa diingatnya.


"Baiklah. Jika itu maumu. Akan kukatakan semuanya."


"Kau dan Red...maksudku Noah, memang terhubung oleh sesuatu yang tidak pernah bisa kami mengerti."


"Ilena... Aku minta maaf atas semua sikap burukku di masa lalu terhadapmu. Aku sudah banyak menorehkan luka padamu."


"Aku adalah kakakmu, Ilena. Darah ayahku juga mengalir dalam darahmu."


Mata Ilena membola.


"Mungkin kau tidak ingat jika kau selalu membawa buku harian kemanapun kau pergi. Kau menuliskan semua kisahmu disana. Termasuk kisahmu dengan Noah. Kalian bertemu sekitar 11 tahun yang lalu. Saat itu kau masih berusia 10 tahun. Kau menyelamatkan Noah yang ingin melenyapkan dirinya sendiri di atas jembatan yang di bawahnya mengalir aliran sungai yang deras."


"Hah?!" Ilena mulai mengingat jika kemarin Noah membawanya ke sebuah jembatan.


"Lalu kau membawanya ke sebuah gedung tua di hari yang sudah gelap. Kau menulis di buku harianmu jika kau bertukar nama dengan Noah memakai warna kesukaan kalian masing-masing. Kau menyebut warna ungu dan dia menyebut nama Grey."


Ilena masih diam


"Aku minta maaf, karena aku terlalu terobsesi dengan Red hingga aku menyamar sebagai dirimu. Maafkan aku, Ilena. Aku tahu semua kata maaf dariku tidak akan membuat semuanya kembali seperti semula. Makanya sekarang aku ingin hidup dengan tenang. Kuharap kau bsia memaafkan semua kesalahanku..." lirih Selena.


"Ilena... Tolong katakan sesuatu! Kau jangan diam saja!" Selena mulai ketakutan karena adiknya hanya diam.


"Aku...tetap tidak mengingat apapun, kak."


Selena tersenyum. "Perlahan saja. Oh ya, apa Noah melakukan sesuatu yang membuatmu penasaran?"


Ilena diam. Semua kata-kata Selena berputar putar di otaknya. Ia ingin bisa percaya semuanya namun ingatannya tak menyimpan semua itu.


"Sekali lagi terima kasih atas waktu kakak."


Ilena beranjak dari kursinya.


"Ilena..."

__ADS_1


Gadis itu kembali berbalik badan. Ada raut penyesalan dalam wajah Selena.


"Aku pergi dulu ya, Kak. Maaf jika akhir yang bahagia harus terenggut." pamit Ilena.


Selena menggeleng. "Setelah ini kau harus hidup bahagia, Ilena. Kau harus bisa menerima semua takdirmu ini. Meski kau masih belum bisa mengingat masa lalumu, tapi yakinlah jika Noah sangat mencintaimu."


Setelah pertemuannya dengan Selena, Kini Ilena sedang mencari keberadaan Noah. Ia mendapat nomor ponsel Noah dari Selena.


Gadis itu segera Menemui Noah yang katanya kini berada di klub malam Red Devil. Ilena pergi kesana. Ia bertanya pada penjaga disana. Penjaga itu mengatakan jika Noah sedang tidak ada di klub.


Ilena berjalan dengan hati yang tak tentu arah. Ia sangat ingin bisa mengingat masa lalunya. Ia ingin tahu seperti apa rasanya dicintai oleh seorang Red.


Sementara itu, Noah masih menyendiri di sebuah rumah yang jauh dari kota. Sejak hari itu, Noah tidak berani menampakkan batang hidungnya di depan Ilena.


Ia sangat takut jika Ilena pergi meninggalkannya atau bahkan membencinya. Biarlah kini ia menenangkan diri terlebih dahulu.


Saat sedang menatap langit, tiba-tiba ponsel Noah berdering. Sebuah panggilan dari klub Red Devil.


Noah mengangkatnya dengan nada malas. Namun ketika mendengar nama Ilena, ia langsung bersemangat. Noah sangat bahagia karena ternyata Ilena mencarinya.


Dengan semangat yang menggebu, Noah segera menyambar jaket dan kunci mobilnya. Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Noah sudah tak sabar untuk bertemu dengan Ilena dan mengungkapkan segala rasa di hatinya. Noah kembali menghubungi orang-orangnya agar bisa mengawasi kemana arah perginya Ilena.


Kali ini Noah tak ingin kehilangan Ilena lagi. Noah tak ingin Ilena pergi dari hidupnya.


"Tunggu aku, Ilena. Maaf karena aku menghindarimu. Harusnya aku berani untuk bisa menghadapi semua ini. Harusnya aku punya keberanian lebih untuk tetap berjuang bersamamu. Maafkan aku, Ilena. Tolong jangan pergi! Meski kau tidak ingat siapa aku, setidaknya kau bisa menganggap aku ada." gumam Noah berkali-kali.


Di sisi Ilena, ia masih berjalan tak tentu arah menyusuri jalanan setapak yang entah akan membawanya kemana. Ilena kembali mengingat bagaimana pertemuan dirinya dengan Noah ketika pria itu pertama kali mengajar di kelasnya.


Ilena tahu ada hal yang aneh dari tatapan pria itu. Dan Ilena sendiri yakin jika dirinya mengenali tatapan tajam itu.


Ilena tersenyum ketika mereka kembali dipertemukan di pesta pernikahan Andrew dan Selena. Dan ternyata Selena adalah kakaknya. Dunia ini begitu sempit.


Dunia Ilena begitu sempit hingga harus berputar mengitari satu nama yaitu Noah Albana.


Dan ketika banyak hal sudah terjadi pada mereka, akankah takdir menyatukan mereka atau memisahkan mereka kembali?


Ilena berjalan tanpa melihat sekelilingnya. Ia sangat ingin bisa mengingat kenangannya bersama Noah. Bersama dengan orang-orang terkasihnya. Ilena merindukan saat itu.


Kaki Ilena terhenti karena merasa dirinya sudah jauh melangkah. Ia menatap sekelilingnya dan baru menyadari sebuah mobil kembali datang dari arah yang berlawanan dengannya.


"Hah?!" Ilena terkejut. Ia seakan pernah mengalami hal ini beberapa waktu lalu.


Mobil itu melaju tak terkendali. Sepertinya pengendaranya mabuk. Ilena menutup mata dan merasakan dejavu yang amat nyata.


"ILENA!" teriakan seseorang membuat Ilena terkejut. Setelahnya tubuhnya terasa di tarik oleh seseorang dan mereka jatuh bersama sambil berpelukan di jalan.


Mata Ilena masih terpejam. Ia takut jika semuanya akan kembali terulang.


"Ilena, kau baik-baik saja?"


Suara itu adalah suara yang Ilena kenali. Ilena segera membuka matanya.


Sosok yang dicarinya kini ada didepan matanya.


"Aku ingat semuanya!" gumam Ilena.


"Eh?"


"Aku ingat semuanya, Red!"

__ADS_1


Ilena tersenyum lalu sedetik kemudian orang yang sedang memeluknya juga tersenyum. Orang itu adalah Red.


...-Selesai-...


__ADS_2