
Red mengendarai mobil Jeep Rubicon warna merah membelah jalanan kota Rio yang terasa hangat malam ini. Ia tak sabar ingin bertemu dengan kekasih hati yang tiga bulan tak ditemuinya.
Selena Adams, dia adalah model terkenal yang sudah go internasional. Memiliki wajah cantik dengan tubuh yang sempurna, membuatnya digilai banyak pria. Namun Selena menetapkan hatinya pada seorang Reddict yang seorang bos dunia hitam.
Selena langsung jatuh hati pada Red ketika pertama kali bertemu dengannya. Ia harus bisa mendapatkan Red bagaimanapun caranya. Dan tentu saja, tidak ada yang sulit untuk seorang Selena. Lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga kaya dan terpandang tentu saja tak ada yang berani menolak pesona seorang Selena.
Tapi, ada satu hal yang selalu ia tutupi dari Red. Ia terpaksa melakukannya karena sangat menginginkan Red. Dan hanya Red saja.
Bunyi bel apartemen terdengar nyaring di telinga Selena. Dengan segera ia membuka pintu untuk seseorang yang sedang dinantinya.
"Red!" seru Selena dengan senyum merekah di bibir merahnya.
Berbalut gaun malam yang juga berwarna merah menyala ia menyambut kedatangan sang kekasih hati.
"Aku merindukanmu, Red," ucap Selena dengan menarik lembut tangan Red untuk masuk ke kamar apartemennya.
Tanpa bicara Red langsung menarik tubuh Selena dan didekapnya erat. Ia hujamkan sebuah ciuman panas untuk Selena.
"Oh, Red..." pekik Selena ketika pria itu menciumi lehernya dengan sensual.
Kembali pria itu meraih benda merah menyala dan kenyal. Napas yang memburu membuat mereka makin bersemangat.
Selena sengaja membawa Red ke atas ranjangnya. Ya, malam ini ia ingin menjadi milik Red seutuhnya.
"Sentuh aku, Red," bisik Selena sensual.
Red hanya diam dan terus beraksi. Tangan Selena membantu Red melepaskan jasnya. Satu persatu ia lepas kancing kemeja Red dan membuatnya bertelanjang dada.
Cumbuan bibir kembali terjadi. Red sudah mengungkung tubuh Selena. Didengarnya Selena mendesah pelan dan memintanya bermain lebih.
Namun Red berhenti. Ia duduk di tepi ranjang dan memungut kemejanya. Ia memakainya kembali.
"Kenapa Red?" tanya Selena yang terlihat kecewa.
"Aku tahu aku kuno. Tapi aku ingin menyentuhmu lebih ketika aku sudah menikahimu. Maaf, Selena."
Red bangkit dari duduknya dan menuju ke dapur. Ia mengambil air minum dan menenggaknya.
__ADS_1
Entah kenapa ada hal yang tak sama dengan hatinya. Selena menghampiri Red dan memeluknya dari belakang.
"Aku mencintaimu, Red. Aku bersedia menyerahkan semuanya padamu," lirih Selena.
Red melepas tangan Selena yang melilit tubuhnya. "Aku juga mencintaimu, Selena. Tapi kau harus tahu aku mencintaimu dengan cara yang lain. Tolong mengerti!" tegas Red.
Pria yang terkenal bengis ini hanya luluh dihadapan Selena Adams. Gadis yang sudah membawanya pergi dari keterpurukan. Gadis yang dicarinya selama bertahun-tahun dan kini ditemukannya.
"Menikahlah denganku!" ucap Red.
"Red! Kau sangat tidak romantis! Kau melamarku setelah menolakku?" Selena cemberut.
"Aku tidak akan menolakmu lagi jika kau menikah denganku."
Selena bingung. Satu sisi ia memang mencintai Red. Satu sisi ia mencintai karirnya. Ia tak mungkin melepas karirnya yang sedang menanjak.
"Kita bertunangan dulu saja. Oke?" usul Selena.
Red tersenyum. "Terserah kau saja. Asal kau jangan pergi lagi dariku." Red membawa Selena kedalam pelukannya.
Selena tersenyum puas karena bisa menaklukkan seorang Red Devil. Ia merangkum wajah tampan dan dingin Red lalu mencium bibirnya. Selena sengaja melakukannya. Ia tahu jika Red juga menginginkan ini.
"Sampai kapan kau bisa bertahan, Red? Aku harus segera mengikatmu, Red. Bukan dengan pernikahan. Karena sebuah pernikahan bisa berakhir kapan saja. Aku ingin kau benar-benar menganggapku sebagai gadis masa lalumu. Dan akan kupastikan itu terjadi. Tunggu saja, Red!"
#
#
#
Red tiba di markas Red Devil dan sudah ada Grey, tangan kanan Red yang sangat dipercaya olehnya. Red mendapat kabar jika pasokan obat dan senjata api tersendat karena ada orang dalam yang mengkhianatinya.
Red marah. Sama seperti ayahnya, Red tidak akan pernah mengampuni seorang pengkhianat.
Red meminta Grey untuk menangkap si pengkhianat. Tak butuh waktu lama, orang yang mengkhianatinya pun di seret untuk berlutut di kaki Red.
"Siapa yang menyuruhmu? Dengan siapa kau bekerja, huh?!" tanya Red dengan mata yang memerah menahan amarah.
__ADS_1
"Kau tahu bukan aku tidak menyukai pengkhianat. Dan pengkhianat hanya pantas untuk mati."
Red menghajar orang itu dengan tangan kosong. Ya, ia mirip ayahnya yang suka memukuli orang. Ia suka menyiksa orang dengan caranya sendiri.
Red berteriak keras ketika menyudahi permainannya. Ia mengatur napasnya yang memburu.
"Grey, antar aku ke klub!" titahnya setelah melihat lawannya telah terkapar.
"Baik, Red." Grey melirik anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang dibuat Red.
Tiba di klub malam miliknya, Red segera menuju meja VVIP miliknya. Disana sudah ada Blue dengan ditemani wanita pekerja klub.
Red yang tidak terlalu suka dengan wanita penghibur segera mengusir mereka. Blue menyesap anggur di gelasnya dan melihat kakaknya yang terlihat frustasi.
"Ada apa, Red? Kudengar Selena sudah kembali kemari. Kau sudah bertemu dengannya?" tanya Blue santai.
Red menuang anggur kedalam gelas dan langsung meneguknya.
"Sudah. Aku bahkan sudah datang ke apartemennya."
"Lalu, kenapa kau terlihat tak senang? Dia pasti memberikan apa yang kau mau, Red."
"Aku hanya ingin menikah, Blue."
Blue membulatkan mata. "Serius? Kau ingin menikahi Selena? Jadi kau memang serius akan menikahi gadis masa lalumu itu ya?" Blue menutup mulutnya.
"Yeah. Aku sudah menemukannya. Apalagi yang kutunggu?"
"Apa Selena bersedia?"
"Tidak! Dia ingin kami bertunangan dulu." Red kembali menenggak minuman beralkohol itu.
"Red, kau yakin jika dia memang gadis dari masa lalumu? Bisa saja kan dia..."
"Tidak, Blue. Itu memang dia. Dialah yang aku cari selama ini..."
#
__ADS_1
#
#