Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
76. I'll Protect You


__ADS_3

"Eryn..."


Sebuah suara membuat Eryn kembali sadar dari lamunannya.


"Se Naa?" Eryn memberi salam dengan sedikit membungkuk khas salam orang Korea.


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Eh? Aku?" Eryn bingung harus menjawab apa.


"Jika kau menunggu Kang Joon, kurasa dia tidak akan bisa menjemputmu. Dia baru saja pergi dengan Ga Eun dan ayahnya. Kau tahu kan seperti apa gadis itu?"


Eryn mengangguk lemah. Ia tahu jika Ga Eun akan mencari cara agar Joon selalu dekat dengannya.


"Kalau begitu ikut saja denganku. Aku akan mengantarmu pulang."


"Ah, tidak perlu." Eryn mengibaskan tangannya.


"Tidak apa. Kau tidak perlu sungkan denganku."


"Tidak. Aku akan naik bus saja. Kalau begitu aku permisi!" Eryn langsung melenggang pergi tanpa mendengar jawaban Se Naa.


"Hmm, dia cukup keras kepala juga ya!" gumam Se Naa.


"Dia memang begitu." Sebuah suara ikut menyahut.


"Ya sudah, sebaiknya kau jaga dia. Ini sudah hampir tengah malam. Jangan sampai terjadi sesuatu dengannya."


Pria berpakaian serba hitam dan memakai topi juga masker segera pergi mengikuti langkah Eryn. Ia mengikuti wanita itu tanpa diketahui oleh si wanita.


Eryn berjalan gontai menuju halte bus. Pikirannya melayang memikirkan banyak hal. Semua hal tentang Eldric, lalu Kang Joon. Ditambah lagi dengan ucapan Se Hoon yang akan membeberkan fakta tentang ayahnya.


Eryn duduk di halte yang sepi itu. Ia sama sekali tak tahu jika dirinya sedang diikuti.


Ketika sebuah bus berhenti, Eryn segera naik dan duduk di bangku yang kosong. Tak lupa pria bermasker juga ikut masuk dan duduk di kursi paling belakang. Ia memperhatikan Eryn yang terlihat melamun.


"Apa yang kau pikirkan, Eryn?" tanyanya dalam hati.


Eryn tiba di jalanan yang menuju rumahnya. Ia berjalan pelan hingga tiba di rumahnya. Seorang penjaga membukakan pintu untuk Eryn.


"Nona, kenapa nona berjalan kaki?" tanya penjaga itu.


Eryn hanya mengulas senyumnya. "Tidak apa, Pak. Aku hanya ingin sedikit berolahraga saja. Aku masuk dulu ya, Pak."


Eryn kembali melanjutkan langkahnya hingga tiba di dalam rumah. Tuan Kim sudah sedari tadi menantikan kedatangan putrinya.


"Kau sudah pulang, Nak?"


"Ayah? Kenapa ayah belum tidur?"


"Ayah sengaja menunggumu. Sebaiknya kau istirahat saja dulu. Besok kita baru bicara."


"Iya. Ayah juga istirahatlah!" Eryn berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Sementara itu, pria bermasker yang senantiasa membuntuti Eryn kini bisa bernapas lega karena wanita itu telah tiba di rumahnya. Ponselnya bergetar. Ada sebuah panggilan masuk.

__ADS_1


"Halo..."


"......."


"Baiklah, aku akan segera kesana."


Pria itu mengakhiri panggilannya. Ia menatap rumah mewah yang penuh dengan penjaga di sekelilingnya. Setelahnya ia pergi dari sana dan menemui orang yang menelponnya.


#


#


#


Kang Joon mengantarkan Ga Eun dan ayahnya kembali ke rumah keluarga Seo. Joon tidak ingin berlama-lama disana. Ia sengaja mengantarkan mereka karena ada hal yang ingin ia katakan.


"Ga Eun, Tuan Seo, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian," buka Joon.


"Oppa, ada apa? Kau ingin bicara apa?" Ga Eun begitu bersemangat.


"Aku ingin mengundurkan diri dari rumah sakit Gangnam," ucap Joon datar namun serius.


"Hah?! Apa maksudmu, Oppa?" Ga Eun sangat terkejut.


"Aku mencintai Eryn dan akan menikahinya. Aku tidak bisa kembali padamu, Ga Eun. Aku minta maaf."


"Oppa!" protes Ga Eun.


"Aku tidak ingin membuat Eryn salah paham, maka dari itu lebih baik aku berhenti bekerja."


Ga Eun terduduk lemas di sofa. Ia tidak percaya jika Joon akan mengambil keputusan seperti ini.


"Jadi benar dengan omongan orang di luar sana jika Oppa mendekatiku hanya karena jabatan dan harta? Oppa hanya memanfaatkan aku! Lalu kini setelah kau mendapatkan tangkapan yang lebih besar, kau mencampakkan aku. Begitu kan?" sarkas Ga Eun.


Joon terdiam sejenak. Ia tidak ingin menambah situasi menjadi lebih rumit.


"Hubungan kita sudah lama berakhir, Ga Eun. Kau sendiri yang lebih memilih karirmu dibandingkan hubungan ini. Jangan salahkan aku jika aku memilih wanita lain! Eryn bukanlah pelarian untukku. Sebaiknya aku pergi. Sekali lagi aku minta maaf. Tuan Seo, aku permisi. Dan ini adalah surat pengunduran diriku."


Joon memberi hormat kemudian pergi meninggalkan ayah dan anak itu.


"Ayah! Kenapa diam saja? Cepat cegah Oppa agar tidak berhenti bekerja dari rumah sakit kita! Ayah!" Ga Eun terus merengek. Namun Tuan Seo hanya diam.


"Sudahlah, Nak. Jangan pikirkan dia lagi. Sebaiknya kau istirahat. Ini sudah malam." Tuan Seo beranjak dari duduknya.


"Ayah!" Ga Eun terus memanggil ayahnya namun tak ada sahutan dari sang ayah.


Ga Eun menggeram kesal. Ia mengumpati Eryn.


"Aku tidak akan membiarkan orang lain merebut apa yang harus menjadi milikku. Kita lihat saja, Eryn. Aku akan memberi pelajaran padamu."


Ga Eun menekan nomor seseorang diponselnya.


"Halo, sebaiknya kau punya rencana yang bagus untuk memisahkan Eryn dan Joon Oppa. Ingat! Kau harus beri pelajaran untuk perempuan itu!"


Ga Eun mematikan sambungan telepon setelah bicara pada seseorang di seberang.

__ADS_1


Sementara orang yang menerima telepon Ga Eun hanya bisa tersenyum seringai.


"Dasar Nona Muda yang arogan. Kau belum tahu siapa aku? Aku selalu mendapatkan apa yang aku mau," seringai seorang pria yang tak lain adalah Se Hoon.


#


#


#


Pagi ini Kang Joon sudah berada di rumah keluarga Kim. Ia sedang bermain dengan Noah ketika Eryn keluar dari kamarnya. Eryn merasa sangat lelah setelah semalam mengatur acara untuk Grup Se-Kang.


Lagi-lagi Eryn terpana dengan interaksi antara Joon dan Noah. Mereka memang sangat kompak dan dekat.


"Ayo lempar!" seru Joon.


"Tangkap, Daddy!" seru Noah.


Mereka bermain tangkap dan tendang bola. Noah bersorak gembira ketika ia berhasil mengalahkan Joon.


Eryn membayangkan jika saja yang ada disana saat inu adalah Eldric. Ia sangat ingin Noah juga mengenal ayah kandungnya.


Mata Eryn menghangat membayangkan hal itu.


"Mereka terlihat senang sekali," sahut Tuan Kim menghampiri Eryn.


Dengan sigap Eryn menghapus air matanya yang telah jatuh.


"Ayah..."


"Nak, ada yang ingin ayah bicarakan denganmu. Mari ikut ayah!" Tuan Kim mengajak Eryn untuk bicara berdua di kamar pribadi ayahnya.


Eryn mengangguk dan mengikuti langkah Tuan Kim. Dari kejauhan Joon melihat Eryn yang pergi bersama ayahnya. Ia tersenyum tipis. Berharap jika ini adalah suatu hal yang baik.


Eryn duduk di sofa berdampingan dengan ayahnya. Ia menatap lekat ayahnya yang sudah mulai menua itu.


"Nak, kemarin Kang Joon menemui Ayah. Dia bilang dia serius dengan hubungan kalian. Dia ingin segera menikahimu, Nak." Tuan Kim menjelaskan dengan hati-hati. Ia tahu jika putrinya masih belum sepenuhnya menerima Joon.


Eryn terdiam. Ia sendiri bingung kemana arah hubungan dirinya dan Joon akan berlabuh.


"Jika kau khawatir dengan keluarga Seo, maka kau tidak perlu memikirkan itu. Kang Joon sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya."


Eryn terbelakak. "Apa? Joon mengundurkan diri? Kenapa Ayah?"


"Karena dia tidak ingin kau salah paham soal hubungannya dengan Ga Eun. Dulu mereka memang sempat dekat. Tapi gadis itu memilih karirnya dan meninggalkan Kang Joon. Setelah itu, Ayah tidak pernah dengar dia dekat dengan perempuan manapun. Hingga dia bertemu denganmu."


Eryn kembali bungkam.


"Jika kau masih belum siap untuk menikah, maka bertunangan saja dulu. Bukankah kau memikirkan perasaan Noah? Dia sangat dekat dengan Kang Joon."


Eryn keluar dari kamar Tuan Kim dan kembali menemui Noah dan Joon.


"Mommy! Ayo sini!" panggil Noah.


Eryn tersenyum dan menghampiri keduanya. Mereka bermain di taman itu dengan gembira. Berkali-kali Noah terus tertawa karena tingkah lucu Joon. Eryn tersenyum bahagia melihat tawa putranya yang begitu lebar.

__ADS_1


#tobecontinued


*Huhuhu, entah kenapa jadi meloow gini ya 😥😥


__ADS_2