
Eryn tak pernah menyangka jika ia akan kembali lagi ke mansion milik Black ini. Pria ini memang punya berjuta cara untuk membuat Eryn tunduk dihadapannya.
Eryn mulai memasuki mansion dan akan menuju kamar tamu yang kemarin di tempatinya. Tentu saja tempatnya adalah disitu. Pikirnya.
"Hei, mau kemana kau?" Suara khas Black membuat langkah Eryn terhenti.
"Aku akan ke kamarku. Bukankah kearah sini?" tunjuk Eryn.
"Tidak! Kamarmu tepat di sebelah kamarku, dan itu bukan disitu. Tapi disini!" Black menunjuk arah jalan yang akan di lewatinya.
"Tapi, Tuan..."
"Ck! Tidak ada tapi! Kau tahu kan aku tidak suka dibantah! Sebaiknya menurutlah!"
Lagi-lagi Eryn hanya bisa mendesah pelan dengan semua keinginan Black itu. Ia melangkah mengikuti Black.
"Masuk dan taruh barang-barangmu didalam. Lalu datang ke ruang makan dan sarapan denganku. Aku tahu kau belum makan. Kau bahkan terlambat bangun tadi. Apa seperti ini tingkahmu setelah kau jadi pengangguran? Ck, sangat tidak patut dicontoh."
Black berlalu dan meninggalkan Eryn yang masih menghentakkan kakinya karena kesal.
"Dasar menyebalkan! Apa dia membawaku kemari hanya untuk mengejekku, huh?" gumam Eryn kesal.
Setelah merapikan barang-barangnya, Eryn menuju ruang makan dan melihat Black sudah duduk disana.
"Cepatlah kemari! Kau ini lelet sekali seperti siput!" ejek Black.
Eryn mempercepat langkahnya lalu duduk di sembarang kursi yang ada disana.
"Duduklah disini!" Black menunjuk sebuah kursi di sampingnya.
Dengan kesal Eryn berpindah tempat. "Sebenarnya apa maunya?" gumam Eryn.
"Dengar, jangan pernah membicarakan aku di belakang, karena aku memiliki telinga dan mata yang sangat tajam. Apa kau mengerti?" tegas Black.
Eryn hanya menjawab dengan sebuah anggukan. Perutnya sudah terlalu lapar untuk menanggapi setiap ocehan Black. Ia memilih makan dengan lahap dan tenang.
Black menyalakan televisi dan menonton acara bisnis pagi. Ia harus tahu perkembangan bisnis yang sedang berlangsung saat ini.
Eryn tertegun ketika melihat Eric yang tampil di layar kaca. Disana diberitakan jika Eric telah bekerja kembali di Evans Grup. Dan dalam wawancara itu, terlihat Eric bersama dengan seorang wanita yang kini menjadi istrinya. Tentu saja itu adalah Lolita yang dengan posesifnya melingkarkan tangannya dilengan Eric.
Black melihat ada yang berbeda dengan Eryn. Ia pun menegurnya.
"Kenapa? Apa kau sakit hati melihat dia bersama orang lain?"
Eryn tidak menjawab.
"Lihatlah dia! Pria yang kau anggap dewa penolongmu, tapi dia mengkhianatimu. Bahkan dia berselingkuh dengan sahabatmu sendiri."
Eryn memejamkan matanya. Ia sudah tak tahan mendengar ejekan Black pada dirinya.
"Dia memang dewa penolongku! Dia yang menolongku dari keterpurukan ketika semua orang meninggalkanku! Aku tidak akan membiarkan orang lain menjelekkan nama Eric. Itu adalah salahku hingga Eric mengkhianatiku..." Eryn berlalu dari meja makan dan menuju kamarnya.
Black terdiam dan membanting sendok yang dipegangnya. Ia menggeram kesal karena Eryn masih membela Eric setelah apa yang dilakukan pria itu padanya.
...πΏπΏπΏ...
Sejak pertengkarannya pagi tadi dengan Black, Eryn tak menunjukkan batang hidungnya di mansion besar milik pria itu. Ia memilih untuk berdiam diri dan meratapi nasibnya yang kembali terjebak dengan Black.
__ADS_1
Sebuah ketukan membuat Eryn menatap pintu kamarnya. Tentu saja ia tidak akan membukakan pintu untuk Black.
"Eryn, ini aku Rose. Tolong buka pintunya!"
Suara Rose membuat Eryn menuju pintu dan membukanya.
"Boleh aku masuk?" tanya Rose.
"Iya, silakan."
Rose masuk ke dalam kamar Eryn dan duduk di tepi ranjang.
"Duduklah, Eryn." Rose menepuk tempat di sebelahnya.
Eryn pun patuh dan duduk bersebelahan dengan Rose.
"Rose, aku minta maaf karena aku..."
"Kau tidak perlu meminta maaf. Tidak ada yang salah dengan keputusanmu."
Eryn tertunduk. Ia sungguh tak enak hati dengan tunangan Black ini.
"Jadi, apa kau sudah menemukan anakmu?" tanya Rose.
Eryn menggeleng.
"Kau tenang saja. Aku yakin anak buah El bisa menemukannya."
"Semoga saja..." lirih Eryn.
"Eryn, ada yang ingin kutanyakan padamu, tapi kumohon kau jangan tersinggung."
"Apa ... Noah adalah anak El?" tanya Rose ragu.
"Eh?" Sejenak Eryn tertegun lalu memalingkan wajahnya.
"Tidak apa jika itu memang benar. Aku hanya ingin kau memperjelasnya kepada El. Dengan begitu dia tidak berpikiran buruk tentangmu," terang Rose.
"Aku tidak akan menjelaskan apa pun padanya. Dan kau juga jangan menjelaskan apa pun padanya. Jika dia memang ingin mengakui Noah sebagai anaknya, maka ... dia sendiri yang harus menyadarinya," balas Eryn.
Rose menghela napasnya. "Baiklah, jika itu keputusanmu."
Rose tahu dengan perangai Black yang sekarang, tentu akan sulit menyadarkan pria itu pada kenyataan.
"Rose, apa aku juga boleh bertanya sesuatu padamu?" ucap Eryn.
"Soal apa?"
"Bagaimana bisa Eldric berubah menjadi El-Black?"
Rose tercengang mendengar pertanyaan Eryn. Sejenak ia ingin menutupi kisah enam tahun lalu itu, namun kini ia tak mungkin bisa mundur lagi. Ia sadar jika posisinya di hati Black hanyalah sebatas seorang sahabat.
"Apa kau ingin tahu kebenarannya?" tanya Rose.
Eryn mengangguk mantap. Ia sungguh ingin tahu apa yang terjadi dengan kecelakaan enam tahun lalu.
.
__ADS_1
.
.
Don Juan Blanco, itu adalah nama ayahku. Dia seorang bos mafia yang diperhitungkan di daratan Amerika Latin dan juga di Italia. Memiliki bisnis di berbagai tempat, membuatku sering ikut bersama dengan ayahku ke berbagai negara. Hingga akhirnya aku dan ayahku tiba di Kolombia.
Saat aku sedang menyusuri pantai yang indah di sore hari itu, tiba-tiba aku melihat sesosok tubuh yang terdampar di hamparan pasir pantai. Aku mendekatinya dan memeriksa tubuh orang itu.
Ternyata dia masih hidup. Aku memutuskan untuk membawanya pulang dan menolongnya. Keesokan harinya, aku dan ayahku harus kembali ke Italia karena urusan pekerjaan ayahku.
Satu bulan kemudian, dia akhirnya sadar dan lolos dari maut. Dia bahkan tidak lupa ingatan dan ia ingat tentang jati dirinya. Dia bilang namanya adalah Eldric, Eldric Albana.
Dia mencari tahu tentang keluarganya yang ada di Kolombia. Namun ternyata ayahnya telah meninggal. Lalu dia mencari keberadaan adik angkatnya yang juga ikut menghilang.
Karena ingin membalas kebaikan ayahku, Eldric bergabung dalam geng mafia milik ayahku. Ternyata dia sangat lihai dalam menjalankan bisnis ini. Ayah mengangkatnya untuk menggantikan dirinya yang akan menetap di Italia. Ia meminta Eldric untuk mengurus bisnis yang ada di Brasil.
Satu tahun setelah kepemimpinannya, ia berhasil menemukan adiknya yang hilang itu. Namun apa yang ia dapat hanyalah kekecewaan karena ternyata wanita itu telah menikah dengan sahabatnya sendiri.
.
.
.
"Dan seperti yang kau tahu sekarang. Dia ingin membalas sakit hatinya padamu dan juga Eric," tutup Rose.
Eryn terdiam. Matanya menghangat mendengar cerita Rose tentang Eldric.
"Sudah malam. Sebaiknya kau beristirahat. Apa pun yang terjadi denganmu dan El, aku berharap yang terbaik untuk kalian berdua." Rose menepuk bahu Eryn kemudian beranjak dari duduknya.
Eryn memegangi dadanya yang terasa sesak. Kesakitan yang ia alami selama ini juga dialami oleh Eldric.
...πππ...
Eric pulang ke rumahnya di tengah malam. Lolita yang menunggunya sedari tadi merasa kesal dengan tingkah suaminya. Sejak menikah, tak seharipun Eric bersikap manis padanya.
"Eric, dari mana saja kau? Kenapa jam segini baru pulang? Aku menunggumu sejak tadi dan kau..."
"Jangan mengaturku! Kau hanya istri diatas kertas bagiku, jadi jangan banyak bicara!" Eric mencekik leher Lolita dan menempelkannya ke dinding.
"E...Er..ic... Kau..." Suara Lolita tercekat.
Sepanjang dia mengenal Eric, tak pernah ia melihat Eric begitu menyeramkan seperti ini. Lolita memegangi tangan Eric yang mencengkeram lehernya.
"Le...pas...kan! Ku...mo...hon!"
Eric melepaskan tangannya. Lolita terbatuk dan mengatur napasnya.
"Kau ingat itu, huh! Jangan pernah mengaturku atau kau akan kubunuh!" Seringai Eric lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Siapkan baju ganti untukku!" teriak Eric dari dalam kamar mandi.
Dengan takut Lolita menuju lemari Eric dan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu.
...B e r s a m b u n g...
*Hmm, ada kah yg ingin kalian sampaikan? ππ
__ADS_1
*Seharian rebahan dengan ditemani Eryn dan Eldric, meski lagi gak enak body, syukurlah aku bisa menyenangkan kalian semua. doakan makthor lekas sembuh ya genks ππ