Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
84. Bertahanlah, Cinta


__ADS_3

Di sebuah kamar hotel bintang lima, dua orang manusia berbeda jenis kelamin masih menikmati harinya diatas tempat tidur tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh mereka. Hanya sebuah selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.


Mata sang pria mulai terbuka dan mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang masuk. Ia memperhatikan sekelilingnya yang nampak berbeda.


"Dimana aku?" tanya sang pria yang tidak mengenali tempatnya berada sekarang.


Seingatnya selama dua hari ini ia masih merasakan kekecewaan pada sang kekasih hati karena meninggalkannya begitu saja di malam pertunangan mereka.


Kepalanya terasa berdenyut dan serasa akan pecah. Sepertinya ia banyak minum kemarin.


Pria itu menyadari pergerakan dari arah sampingnya.


"Hah?!" Matanya melotot melihat seorang wanita yang juga polos seperti dirinya.


"A-apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada disini?"


Pria yang tak lain adalah Kang Joon masih bingung dengan situasi yang ada.


Si wanita yang tertidur disampingnya, kini ikut terbangun karena merasakan pergerakan di tempat tidur. Ia membuka mata dan melihat pria yang sudah menggagahinya semalam sedang memegangi kepala sambil merutuki dirinya sendiri.


"Oppa..."


Suara lembut wanita itu memanggil Kang Joon. Seketika pria itu langsung menoleh.


"Ga Eun? A-apa yang terjadi dengan kita?" tanyanya dengan polos tanpa dosa.


"Oppa? Apa kau lupa dengan apa yang sudah kita lakukan semalam?" Gadis yang sudah melepas masa gadisnya itu adalah Seo Ga Eun.


"Ti-tidak. Me-memangnya apa yang terjadi dengan kita?"


Tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari bibir Ga Eun.


"Oppa! Tega sekali kau bertanya begitu? Harusnya aku yang bertanya, kenapa Oppa melakukan ini padaku? Kenapa Oppa melampiaskannya padaku?" Isak tangis itu terdengar makin keras.


"Ga Eun..." Kang Joon berusaha menenangkan gadis itu.


"Apa kau tidak ingat? Oppa memaksaku untuk melayanimu! Apa dayaku? Aku tidak bisa melawan Oppa. Sekarang apa yang harus kulakukan? Ayah pasti akan sangat marah padaku!"


"Hah?!" Kang Joon mulai paham apa yang terjadi dengan dirinya.


Ia ingat jika ia selalu datang ke klub malam setelah pertunangannya dengan Eryn gagal karena Eryn melarikan diri. Ya, dia masih berpikir jika Eryn melarikan diri karena tidak mencintainya.


Lalu, malam tadi seorang gadis datang ingin membantunya. Gadis itu adalah Seo Ga Eun. Dan terjadilah hal yang memang saling diinginkan karena gairah hasrat yang sedang menggebu.


"Kenapa kau malah membawaku ke hotel?" tanya Kang Joon.

__ADS_1


Ga Eun menatap jengah pria di depannya.


"Aku akan membawamu kemana? Aku bahkan tidak tahu dimana kau tinggal. Kau pindah dari apartemen lamamu karena ingin menghindariku, bukan? Kau merasa jika aku akan mengganggu hubunganmu dengan Eryn. Kau benar-benar tidak punya hati, Oppa!"


Ga Eun menangis histeris. Ia memukuli Kang Joon yang sudah menuduhnya.


"Ma-maafkan aku! Jangan menangis lagi. Aku akan bertanggung jawab! Aku janji!"


Seketika senyum tipis menyeringai dari bibir Ga Eun. Ia berhasil menjalankan rencananya. Kali ini Kang Joon tidak akan lepas darinya lagi.


"Benarkah, Oppa? Kau janji?" tanya Ga Eun dengan masih terisak. Entah tangis itu sebuah tangis kemenangan atau kesedihan. Tapi sepertinya ia tidak mungkin bersedih karena ia sudah mendapatkan apa yang ia mau.


"Iya, aku janji."


"Terima kasih, Oppa!" Ga Eun langsung memeluk Kang Joon dengan erat. Menelusupkan kepalanya di dada bidang Joon dan membuat pria itu merasakan sebuah getaran yang aneh.


Tangan Ga Eun mengelus dada Joon dengan gerakan sensual. "Oppa..."


Tangannya beralih mengelus rahang kokoh itu. Kepalanya mendongak dan menyentuh sesuatu yang kenyal disana. Ia mengecup pelan dua lembaran milik Joon yang terasa tebal namun lembut.


Pria itu masih belum membalas. Namun semakin lama ia pun ikut terbuai. Di rebahkan lagi tubuh Ga Eun yang masih polos itu. Ia kembali melakukan nalurinya yang mulai memuncak.


Ga Eun merasakan sakit di pusat tubuhnya namun tak ia hiraukan. Ia hanya memikirkan tentang sebuah keberhasilan yang sangat indah. Ia memeluk erat tubuh liat yang kini bergerak diatasnya. Ia memekik merasakan gerakan yang mulai cepat.


Napas yang saling memburu dan mendamba. Ya, mereka melakukan pelepasan bersama dengan suara erangan memenuhi ruangan kamar itu.


#


#


#


Di rumah sakit, Eldric masih setia untuk menunggu Eryn kembali membuka matanya. Dokter bilang racun dalam tubuhnya sudah hilang, kini tinggal menunggu Eryn siuman saja. Namun dokter sendiri tak bisa memastikan kapan Eryn akan membuka mata.


"Daddy!" Suara lucu khas anak kecil membuat Eldric tersadar dari lamunannya.


"Hai, sayang... Kau sudah disini? Apa bersama kakek?"


"Iya. Kakek sedang bicara diluar."


Eldric memangku tubuh mungil Noah agar bisa melihat ibunya yang masih terpejam.


"Daddy, kapan Mommy akan bangun?" tanya Noah dengan wajah sendu.


"Kita berdoa semoga Mommy cepat bangun ya!"

__ADS_1


Noah memegangi tangan Eryn dan mengecupnya.


"Mommy, bangunlah! Aku dan Daddy menunggu Mommy. Nanti kita akan pergi ke taman hiburan. Kita akan naik bianglala yang besar sekali itu. Mommy... Bangunlah!" Isak tangis mulai terdengar dari bibir mungil Noah. Ia menelusupkan wajahnya dan memeluk Eldric.


"Eryn, bangunlah! Aku yakin kau pasti kuat. Lawanlah semuanya! Kau kuat! Kau adalah wanita kuat yang pernah kukenal. Bertahanlah, Cintaku... Aku selalu ada disini bersamamu." Eldric menciumi punggung tangan Eryn.


Tuan Kim menitikkan air mata melihat kejadian di depannya. Betapa Eldric sangat mencintai putrinya. Ia telah salah menilai pria ini. Pria yang memang pernah menggeluti dunia mafia, kini menjelma menjadi pria yang penuh cinta.


"Bangunlah, putriku. Ayah akan merestui hubungan kalian. Bangunlah, Nak!" ucap Tuan Kim dalam hati.


#


#


#


-Kediaman Keluarga Seo-


Seorang pria paruh baya tengah duduk berhadapan dengan satu pria dan satu wanita yang kini menundukkan wajahnya. Seo Ji Hoon, kini sedang menginterogasi putrinya yang tidak pulang semalaman dan ternyata bersama dengan mantan kekasihnya, Lee Kang Joon.


"Jadi, dimana kalian semalam? Hotel? Apa saja yang kalian lakukan disana?"


"Ayah!" protes Ga Eun.


"Saya akan bertanggung jawab, Tuan! Saya bersedia menikahi Ga Eun!" jawab Kang Joon lantang.


"Oppa..." Ga Eun menatap pria yang sudah memberinya sebuah kenikmatan duniawi.


"Kau yakin ingin menikahi putriku? Atas dasar apa? Apa kau mencintai putriku? Atau kau hanya menjadikannya sebagai pelarianmu?"


"Ayah! Oppa tidak akan melakukan hal seperti itu."


"Seo Ga Eun!" Pria paruh baya itu tak habis pikir dengan pemikiran putrinya.


"Ayah! Aku mencintai Joon Oppa. Dan kami juga sudah melakukan..." Ga Eun tak melanjutkan kalimatnya. Ia yakin ayahnya pasti mengerti.


Ji Hoon memijat pelipisnya pelan. Tampaknya ia tidak bisa mengubah pendirian putrinya yang keras kepala. Sepertinya ia juga sudah salah mendidik putrinya itu.


"Baiklah, jika itu keinginan kalian. Ayah akan siapkan pesta pernikahan untuk kalian." Seo Ji Hoon beranjak dari duduknya dan meninggalkan kedua sejoli itu.


"Oppa!" Ga Eun berteriak gembira dan memeluk Joon.


"Akhirnya aku bisa memilikimu, Oppa. Aku janji tidak akan melepasmu lagi," batin Ga Eun senang.


#tobecontinued

__ADS_1


*sedikit mewek pas bikin part Eryn, tisu mana tisu 😭😭


__ADS_2