
Eryn mengendarai mobilnya menuju ke kantor tempatnya bekerja. Bukan sebuah kantor milik orang, tapi itu adalah miliknya sendiri. Eryn turun dari mobil dan menatap gedung berlantai 3 itu. Di depannya terpasang sebuah papan reklame bertuliskan 'Ryn Event Organizer'.
Sejak pindah ke kota ini, Eryn memutuskan tidak melanjutkn studinya dan memilih berbisnis. Ia sangat suka merancang acara, hingga akhirnya dengan sisa-sisa uang harta peninggalan keluarganya ia belikan sebuah gedung yang kini sudah berlantai 3. Dulu Eryn membelinya dengan kondisi ala kadarnya yng terkesan usang. Lalu ia membangunnya kembali dan menambah satu lantai sebagi kantornya.
Eryn tak ingin membebani Eric. Karena ia tahu diri jika Eleanor tidak menyukainya dari dulu hingga sekarang. Eryn harus menjadi wanita kuat dan mandiri untuk menghidupi dirinya dan juga putranya. Meski Eric selalu memberi dirinya uang belanja, namun lebih baik ia menyimpannya untuk masa depan Noah nanti. Putranya itu harus bernasib lebih mujur dari dirinya, begitulah pikir Eryn.
Eryn memasuki gedung berlantai 3 itu dan disambut oleh Santa, asistennya.
"Selamat pagi, Nyonya."
"Selamat pagi, Santa. Bagaimana kabarmu hari ini?"
"Baik, Nyonya. Oh ya, jangan lupa nanti Nyonya ada janji dengan Orlando Grup. Mereka akan mengadakan acara untuk ulang tahun perusahaan mereka."
"Oke! Terima kasih sudah mengingatkanku, Santa. Aku masuk dulu!"
Eryn berjalan menaiki tangga menuju ruang kerjanya di lantai 3. Perusahaan yang Eryn miliki tak bisa dianggap remeh. Ryn Event Organizer adalah perusahaan perancang acara yang cukup terkenal di kota ini. Akhirnya Eryn berada di titik ini untuk membuktikan pada keluarga Eric jika dirinya mampu berjuang sendiri. Meski sedikit banyak semua ini juga berkat bantuan Eric yang selalu menggunakan jasanya dalam acara perusahaan.
Eryn memandangi kota dari jendela ruangannya. Entah kenapa tiba-tiba hatinya kembali sesak. Sudah bertahun-tahun sejak ia melahirkan Noah, ia tak pernah lagi bermimpi buruk tentang kecelakaan 6 tahun lalu. Namun malam tadi, ia kembali dihantui mimpi buruk itu.
Kenangan tentang Eldric kembali menyeruak.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan, Tuhan? Aku sudah mengalami banyak kesulitan dan sekarang aku harus kembali memimpikan tentang kecelakaan itu."
Eryn memejamkan matanya sejenak. Kemudian ia berjalan menuju kursi kebesarannya dan membuka buku hariannya. Disanalah ia bisa berkeluh kesah tentang kehidupan yang dilalui selama enam tahun ini.
Eldric... Dimanapun kau berada, aku masih selalu mengingatmu. Mengenangmu. Mana mungkin aku bisa melupakanmu, sementara semua hal yang ada pada Noah selalu mengingatkanku padamu.
Eric... Maafkan aku jika aku sudah menoreh luka untukmu. Terima kasih karena sudah banyak membantuku dan juga Noah. Suatu saat nanti aku akan membalas semua kebaikanmu.
Eryn menutup kembali buku hariannya dan bersiap untuk menemui kliennya. Statusnya sebagai Nyonya muda keluarga Evans mendapat perhatian sendiri dari publik. Dan ia sendiri harus selalu menjaga imej dirinya dan juga Eric sebagai suaminya.
......***......
Di belahan bumi yang berbeda, Black membersihkan diri usai melakukan pekerjaan dunia hitam yang melambungkan namanya. Setiap orang yang mendengar namanya akan bergidik ngeri dan ketakutan.
El-Black, sebuah nama yang sudah membuatnya menjadi pria ditakuti di seluruh daratan Amerika Latin. Memiliki bisnis bak gurita raksasa ditambah dunia hitam yang dilakoninya dan hanya segelintir orang saja yang mengetahuinya.
Black selalu melampiaskan rasa kesalnya dengan membunuh satu persatu musuh yang menghalangi jalannya. Rasa kesalnya selalu timbul ketika Carlos, tangan kanannya melaporkan tentang kabar seseorang yang selama ini dicarinya.
Black mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower. Bayangan akan masa lalunya kembali memutar di otaknya. Kebersamaan dengan orang yang dicintainya, lalu bersama sahabat, hingga akhirnya ia mendapatkan sebuah pengkhianatan yang membuatnya menjadi pria pendendam.
Ya, tujuannya mencari orang-orang dari masa lalunya adalah untuk membalas dendam. Ponsel Black berbunyi menandakan ada sebuah panggilan masuk. Ia segera menyudahi mandinya dan memakai handuk yang dililitkan ke pinggangnya.
"Halo..."
__ADS_1
"..........."
"Iya, aku akan segera kesana."
Panggilan berakhir. Black menuju walk in closet mewah miliknya dan memilih setelan jas berwarna hitam kesukaannya. Sesuai dengan namanya, Black memilih semua pakaian dan setelannya berwarna hitam. Ia pikir itu akan sesuai dengan imej dan kepribadiannya yang dipenuhi oleh aura gelap.
Black memilih mobil sport miliknya yang berwarna juga hitam. Ia melaju membelah jalanan kota Sao Paulo menuju ke rumah seorang gadis yang selama ini menemaninya dalam suka maupun duka.
Tiba di sebuah rumah besar bergaya klasik, Black disambut oleh wanita cantik dengan gaun malamnya. Dialah Rosalinda Blanco, atau biasa dipanggil Rose Blanco.
"Selamat malam, El..." sapa Rose.
"Selamat malam, Rose." Mereka saling bercipika-cipiki. Kemudian Rose merangkul lengan Black dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Aku memasakkan sesuatu yang spesial untukmu," ucap Rose.
"Oh ya? Kau bisa memasak?"
"Hei, jangan mengejekku! Aku baru mempelajarinya karena aku ingin menyambutmu. Bagaimana pekerjaanmu di Italia?"
"Baik, semuanya lancar. Terima kasih karena sudah memasak untukku."
Rose mempersilakan Black untuk duduk. Ia mulai menghidangkan makanan laut kesukaan Black.
Pria tampan itu segera mengambil sendok dan mencicipi makanan buatan Rose.
"Ini enak, Rose. Kau pandai memasak." Black kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Lalu kenapa wajahmu begitu? Apa ada yang terjadi?" selidik Rose yang melihat raut wajah Black yang terlihat berbeda.
"Tidak ada, Rose," jawab Black datar.
"Apa ini tentang wanita itu? Kau sudah bertahun-tahun mencarinya dan kini kau menemukannya. Apalagi yang kau..."
BRAK!
Black menggebrak meja. Ia selalu melampiaskan emosinya ke benda-benda yang ada di sekitarnya.
"Ini rumahku, El. Bersikaplah sopan!" ucap Rose masih dengan suara lembutnya.
"Maaf, Rose. Aku hanya..."
"Lupakan! Kau masih mau melanjutkan acara makan malam kita atau tidak?"
"Tentu saja, Rose. Maafkan aku."
__ADS_1
Rose tersenyum dan menatap Black. "Jadi, apa yang kau inginkan untuk hari ulang tahunmu nanti?"
"Hmm, aku sudah memiliki rencana," seringai Black.
"Oh ya? Apa itu? Kenapa kau tidak memberitahuku?"
Black mengusap dagunya. "Aku belum bisa mengatakannya padamu. Tapi, aku ingin meminta satu hal padamu."
"Apa itu?" Rose penasaran.
"Pindahlah ke rumahku!"
"Eh?"
"Ayolah, Rose. Aku tidak akan memintanya dua kali."
Rose berpikir sejenak. "Hmm, sebenarnya tidak masalah. Karena ayahku juga tidak ada di rumah. Baiklah, aku akan pindah ke rumahmu."
"Tidur satu kamar denganku!" ucap Black enteng.
"Eh?" Rose membulatkan matanya.
......***......
Satu minggu kemudian,
Eryn mendapatkan sebuah penghargaan karena berhasil merancang acara untuk Orlando Grup beberapa waktu lalu. Ia merasa sangat tersanjung karena kini usahanya makin sukses dan dikenal banyak orang.
Hingga di hari ini, tiba-tiba ada seseorang yang ingin bertemu dengan Eryn. Ia datang dari jauh dan khusus ingin menemui Eryn.
"Selamat siang, Nyonya Evans. Saya Enrique, perwakilan dari EB Company. Tuan kami menginginkan Anda untuk merancang acara ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 31 oktober nanti," ucap seorang pria bernama Enrique.
Eryn dan Santa saling pandang.
"Permisi, Tuan Enrique. Apa Anda tidak salah? Bukankah EB Company berpusat di Sao Paulo? Jadi, maksud Anda kami harus terbang kesana?" tanya Santa yang memang mengenal perusahaan besar itu.
"Benar, Nona. Kami akan membayar mahal untuk semua jasa Anda. Dan juga kami menyediakan pesawat jet pribadi untuk Nyonya dan kru EO."
Eryn menutup mulutnya. Sepanjang karirnya menjadi perancang acara, ini adalah tawaran termahal yang ia terima. Sungguh ia ragu apakah ia bisa melakukannya dengan baik atau tidak.
"Umm, saya harus membicarakan ini dengan suami saya dulu, Tuan. Karena pastinya ini akan menyita waktu, bukan?" ucap Eryn.
"Iya, tentu saja. Tuan kami meminta dua minggu untuk Nyonya tinggal disana."
"Hah?!" Eryn makin tercengang. Ia menatap Santa yang terlihat excited karena akhirnya ia bisa jalan-jalan ke luar negeri sambil bekerja.
__ADS_1
...B e r s a m b u n g...
*Hmmm, kira2 Eric kasih izin gak ya untuk Eryn pergi ke Brazil? Lalu, apakah pemilik EB Company adalah El-Black? 😁😁😁