Dendam Dan Hasrat Sang Mafia

Dendam Dan Hasrat Sang Mafia
103. Keluarga Adams


__ADS_3

Di sebuah rumah besar di pusat kota Rio, tinggallah sebuah keluarga terpandang dan kaya raya. Dikenal sebagai pebisnis handal dalam bidang pariwisata membuat nama Brian Adams disegani dalam dunia bisnis.


Istrinya, Sorena Adams mengelola pusat perbelanjaan dan juga memiliki beberapa butik. Putri mereka Selena, memang sangat jarang berada di rumah. Gadis itu lebih memilih tinggal di apartemen agar lebih bebas.


Namun kepulangannya kali ini karena ingin memberi kabar bahagia untuk kedua orang tuanya.


"Pertunangan? Kau yakin akan menikah dengan pria itu?" sergah Sorena yang sejak awal kurang menyukai Red.


"Tentu saja, Ibu. Aku sangat mencintai dia," jawab Selena tegas.


"Ayah setuju saja dengan rencanamu. Suruh dia temui Ayah disini."


Selena tersenyum lebar.


"Dimana adikmu? Dia juga harus membantumu menyiapkan pesta pertunanganmu," ucap Brian.


"Ayah! Biarkan saja dia! Aku tidak butuh bantuan darinya! Parasit seperti dia harusnya tidak masuk ke dalam keluarga kita!" teriak Selena lalu meninggalkan ayah dan ibunya.


"Jangan pernah membahas anak haram itu di depan putriku, Brian! Kau tahu Selena tidak akan pernah bisa memaafkan perbuatanmu. Seumur hidup pun kau tidak akan bisa menebus kesalahanmu pada kami!" Sorena ikut beranjak dari ruang keluarga yang harusnya berhawa hangat. Namun yang terjadi selalu saja pertengkaran dan perdebatan.


Brian memijat pelipisnya pelan. Sudah bertahun-tahun lamanya namun istri dan putrinya tak pernah bisa menerima perbuatan khilapnya.


Karena dosa masa lalunya, sang putri bungsu harus menerima cemoohan dari kakak dan ibu tirinya.


"Putriku yang malang..." Brian memegangi dadanya yang terasa nyeri.


"Raff, dimana Ilena?" tanya Brian dengan meringis kesakitan.


"Tuan, Anda baik-baik saja? Mari kuantar ke kamar."


Raff, kepala pengurus rumah tangga keluarga Adams. Dia sudah mengabdi pada keluarga ini sejak Brian masih belum menikah.


Raff membaringkan tubuh Brian di ranjang.


"Cepat kau cari Ilena. Suruh dia pulang. Dia pasti ada di panti asuhan," titah Brian.


"Baik, Tuan. Aku permisi!" Raff memberi hormat lalu keluar dari kamar Brian.


#


#


#


Di sebuah panti asuhan bernama Little Angel, seorang gadis muda sedang bermain bersama dengan anak-anak panti. Mereka tertawa bersama tanpa beban.

__ADS_1


Hanya disinilah gadis ini bisa merasakan ketenangan. Hidup sebagai nona muda, nyatanya sama sekali tak membuatnya bahagia. Umpatan kasar selalu diterimanya dari kakak dan ibu tirinya.


"Nona Ilena!"


Seorang pria paruh baya menghampiri gadis itu.


"Ada apa, Raff?" tanya gadis itu.


"Nona, Tuan Brian ingin bertemu dengan Nona. Kumohon nona pulanglah sebentar," ucap Raff.


Gadis bernama Ilena itu hanya diam. Kembali ke rumah ayahnya adalah bagai hidup di neraka.


"Sakit Tuan Brian kambuh, Nona."


"Hah?! Apa? Ayah sakit?" Ilena tahu meski hidupnya di rumah itu bagai neraka, tapi ayahnya sangat menyayanginya.


"Baiklah. Aku akan pulang. Aku akan berpamitan pada anak-anak panti dulu."


Langkah Ilena terasa berat ketika mulai memasuki rumah itu. Rumah besar dan mewah dengan segala fasilitas yang ada. Sejak Ilena pindah ke rumah ini, sedikitpun tak pernah ada kebahagiaan dalam hidupnya.


Lahir dari seorang wanita yang merebut suami orang membuatnya merasa tidak beruntung. Selalu di cemooh dan di rendahkan.


Tangan mungil Ilena memegangi knop pintu kamar ayahnya.


"Masuklah! Tuan Brian menunggu Nona." Raff tidak pernah memihak pada siapapun. Ia bersikap netral meski kadang ia ingin membela Ilena di depan Selena dan Sorena.


"Ayah..." lirih Ilena.


Brian membuka mata. Ia melihat putri kecilnya yang manis.


"Ilena..."


"Iya, ayah. Ini aku! Ayah sakit? Kenapa tidak bilang padaku? Aku bisa merawat Ayah," ucap Ilena dengan sedih.


"Ayah tidak apa, Nak. Jangan cemas!" Brian nampak memegangi dadanya.


"Ayah! Aku akan panggilkan dokter."


"Tidak, Nak. Tidak perlu. Ayah hanya perlu kau disini. Tinggalah disini bersama Ayah. Meski kakak dan ibumu tak menyukaimu, kau harus bisa mengabaikan mereka. Ya?"


Permintaan Brian terasa berat untuk Ilena. Namun karena tak memiliki pilihan, Ilena pun menyetujuinya.


Tak berselang lama, Selena dan Sorena masuk ke dalam kamar Brian.


"Sudah kuduga jika Ayah pasti akan membawanya kembali!" ketus Selena.

__ADS_1


"Sudahlah! Aku tidak ingin kalian terus berdebat," lerai Brian.


"Ayah, malam ini Red akan datang untuk makan malam disini. Sekaligus membahas soal pertunangan kami," ucap Selena kemudian berlalu.


Namun ketika tiba di ambang pintu, Selena berbalik dan berkata, "Sebaiknya kau membantu pelayan untuk menyiapkan makan malam. Jangan lupa jika posisimu disini hanyalah seorang pelayan!"


"Sudah sana! Kau tidak dengar apa kata putriku?" ucap Sorena.


Ilena menatap Brian seakan meminta izin. Brian mengangguk.


"Kalau begitu aku permisi Ayah, Ibu..."


Ilena pergi dari kamar Brian dan segera menuju dapur. Ia tak ingin membuat masalah dengan kakak tirinya itu.


#


#


#


Red sedang bersiap untuk makan malam di rumah Selena. Sejak bertemu dengan gadis itu, hanya satu yang ia inginkan dalam hidup. Yaitu menikah. Dulu bahkan Red tak memikirkan soal menikah. Tapi begitu mendapat informasi mengenai gadis masa lalunya, ia bersemangat untuk menjadikan Selena miliknya.


"Hmm, jadi kau akan melamar Selena secara resmi?" tanya Blue.


"Yeah. Jika kau luang aku ingin kau juga ikut," ucap Red.


"Aku tidak percaya kakak akan menikahi wanita itu!" Seorang gadis muda menghampiri kedua kakaknya.


"Yoona, kau akan menyukai Selena saat bertemu dengannya," jawab Red.


"Aku sudah sering melihatnya di majalah dan televisi. Senyumnya itu palsu, Kak. Dan kurasa dia tidak tulus mencintai kakak."


"Yoona sayang, sudah ya! Kakak akan pergi. Kau di rumah saja bersama Blue." Red mencium puncak kepala adik kecilnya.


Pria 27 tahun itu sangat bersemangat untuk melamar gadisnya.


"Kak Rue, aku tidak yakin dengan keputusan Kak Noah," lirih Yoona.


"Mau bagaimana lagi? Red sangat mencintai model itu."


Yoona merengut melihat kepergian kakaknya. Pasalnya ia sering mendengar desas desus jika Selena memiliki hubungan dengan pria lain dibelakang kakaknya. Namun itu benar atau tidak, belum ada yang bisa memastikannya.


#


#

__ADS_1


#


__ADS_2