
Happy Reading π
π¦©π¦©π¦©π¦©π¦©π¦©
Hari ini Bima sangat malas sekali pergi bekerja, pasalnya hari ini ada jadwa meeting dengan perusahaan Aurora milik tuan Agung. Yang pastinya mau tidak mau ia akan bertemu dengan wanita tak tahu malu itu.
Ditambah suasana hatinya sedang tidak baik dari semalam. Seharusnya hari ini menjadi hari yang cerah buat Bima karena sudah melamar sang pujaan hati dan sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.
Sebenarnya semalam Sisil ingin mengatakan siapa kakak angkat nya pada semua tapi karena Alif sudah merengek ingin tidur membuat Sisil urung mengatakan nya. Wajar saja Alif sudah merengek jam tidur nya sudah lewat. Seharusnya Alif tidur jam sembilan, tapi sampai jam sepuluh lewat mereka masih mengobrol. Akhirnya mama Arin, Jery dan Bima pamit pulang tak enak hati sudah sangat malam tapi mereka masih bertamu.
Seperti biasa setiap pagi Sisil selalu membuat kopi untuk Bima. Setelah selesai Sisil membawa secangkir kopi buat nya dan meletakkan nya di atas meja kerja Bima.
Bima masuk keruangan nya melihat Sisil sedang meletakkan kopi di atas meja kerja nya. Tak seperti biasanya hari ini Bima tak memberikan ciuman selamat pagi pada Sisil. Biasanya Bima akan memberikan satu kecupan di kening Sisil sebagai moodbooster.
Bima masih kesal pada Sisil, ia berjalan melewati Sisil begitu saja yang sedang berdiri di depan meja kerja Bima menunggu moodbooster nya.
Melihat Bima yang melewati nya begitu saja dan tak menyapanya sama sekali membuat Sisil mengerutkan kedua alisnya karena bingung. Sisil berjalan memutari meja setelah sampai di hadapan Bima, tanpa aba aba Sisil langsung duduk di pangkuan Bima.
Bima yang terkejut reflek melingkar kan tangannya di pinggang ramping Sisil takut Sisil akan terjatuh.
" Ada apa hmm? " Tanya Sisil sambil mengelus wajah tampan Bima
Bima hanya diam memperhatikan wajah cantik kekasih nya itu.
" Kenapa calon suami ku pagi pagi sudah tak bersemangat? " Tanya Sisil dengan memasang wajah imut nya
Sungguh itu adalah godaan bagi Bima, ia tak bisa berlama lama untuk marah pada Sisil. Bima menangkup pipi Sisil dengan kedua telapak tangannya. Kemudian Bima memajukan wajahnya mendekat ke wajah Sisil hingga bibir mereka saling menempel.
Akhirnya pagi itu mereka berciuman mesra. Ini cukup untuk Bima mengembalikan mood nya yang rusak. Setelah merasa cukup Bima melepaskan tautan bibirnya kemudian ia mengusap bibir basah Sisil karena ulah nya tadi.
__ADS_1
" Hari ini kita ada meeting di restoran Pangeran, kamu siap siap lah sebentar lagi kita pergi " Ucap Bima di sela kegiatan nya mengusap bibir tipis sisil
Pukul sepuluh mereka sudah sampai di restoran Pangeran tempat mereka akan meeting. Mereka di antar oleh salah satu pelayan untuk menuju ruangan privat yang sudah di pesan terlebih dahulu.
Ketika pintu ruang privat itu di buka, ternyata sudah ada seorang wanita cantik berpakaian s*ksoy yang sudah datang dan menunggu mereka. Wanita itu duduk dengan anggun di samping nya ada seorang pria cukup tampan di perkirakan usia nya seumur dengan Bima dan itu pasti asisten sang wanita.
Melihat kedatangan Bima, wanita dan pria itu berdiri untuk menyambut kedatangan Bima. Setelah sampai di meja Bima menyambut tangan Pria itu yang ingin menjabat tangan Bima.
" Selamat pagi tuan Bima " Ucap pria itu di sela jabat tangan mereka
" Ya pagi " Jawab Bima ramah pada sang pria. Kemudian Bima langsung duduk tanpa menghiraukan wanita cantik itu yang tangannya masih menggantung di udara.
Tadi nya ia ingin menjabat tangan Bima. Sisil melihat itu, dan Sisil lah yang meraih tangannya untuk berjabat tangan.
" Pagi nona Bela " Sapa Sisil ramah dengan senyum mengembang
Setelah dua jam meeting yang tak tahu hasilnya itu, akhirnya di hentikan Bima. Ia merasa jengah berlama-lama berada di dalam satu ruangan bersama dua orang yang membuat nya emosi.
Selama di dalam ruangan meeting Bela selalu berusaha mendekati Bima dan mencoba merayu Bima dengan bahasa tubuh nya. Sungguh Sisil merasa jijik melihat pemandangan memalukan di depan mata nya.
Bagaimana tidak Bela sengaja berpakaian s*ksoy dengan belahan dada sedikit terbuka sehingga buah pepaya nya terlihat setengah di bagian atas. Dan bawahan yang digunakan pun sangat pendek jika ia me nung ging pasti segi tiga nya akan terlihat. Sungguh pakaian tak pantas di gunakan saat bekerja.
Bima mengakhiri meeting tepat di jam makan siang. Lagi lagi Bela mencari kesempatan, ia mengajak Bima untuk makan siang bersama. Awalnya Bima menolak ajakan Bela, namun karena Sisil mengiyakan tawaran Bela mau tak mau Bima ikut saja.
Sisil pamit untuk pergi keluar sebentar. Bela meminta asisten nya untuk memesan makanan dan memberi kode. Entah apa yang ia rencanakan pada Bima.
Hampir dua puluh menit Bima menunggu Sisil di ruangan itu. Membuat Bima ingin meninggal ruangan itu, karena ia tak betah berlama-lama berada satu ruangan dengan wanita gatal di depan nya.
Ketika Bima hendak berdiri, dengan cepat Bela menghentikan Bima. Bela dengan berani memegang tangan Bima. Ketika Bela sedang memegang tangan Bima dan sudah berdiri di samping Bima dengan maksud ingin pindah duduk di samping Bima, belum sempat Bima menepis tangan Bela yang lancang memegang tangan nya. Sisil membuka pintu dan langsung melihat mereka.
__ADS_1
" Beraninya kalian " Gerutu Sisil sangat pelan sekali. Sisil mengatupkan mulut nya sehingga giginya berbunyi
Belum sempat Bela mendaratkan bokongnya di kursi samping Bima, Sisil sudah lebih dulu mengambil alih duduk di sisi kanan Bima. Dan membuat Bela tak jadi duduk di samping Bima, ia kembali duduk di tempat semula.
" Si*l,, menggangu saja " Gerutu Bela dalam hati, ia melihat Sisil dengan sinis
" Maaf sayang,, lama ya kamu menunggu ku? " Ucap Sisil dengan senyuman lembut, satu tangannya mengelus tangan Bima yang tadi di pegang oleh Bela, seraya menghilangkan jejak tangan Bela dari tangan Bima
Bima menelan ludahnya susah payah, Tiba-tiba air liurnya seperti batu yang susah untuk di telan, sangat sakit rasanya. Mengapa melihat Sisil seperti itu Bima merasa ngeri sendiri.
" Ahh ti tidak, emangnya kamu dari mana, sayang? " Ucap Bima gugup seperti orang yang sedang terciduk karena berselingkuh, ia hanya takut kalau Sisil salah paham
" Tadi aku kebelet jadi aku ke toilet dulu sebentar " Ucap Sisil sambil meletakan kotak yang ia bawa tadi ke atas meja
Mendengar Bima dan Sisil saling memanggil sayang membuat Bela terkejut. Apa ia tak salah dengar? Bukannya Bima tidak memiliki kekasih? Mengapa seorang sekertaris berani memanggil bosnya sayang?
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ
Terima kasih untuk komentar positif nya, dengan adanya dukungan komentar yang positif membuat author semangat berimajinasi ππ
__ADS_1