
Happy Readingπ₯°
ππππππ
Bersamaan dengan Sisil membuka masker Bima berjalan menuju lift khusus di sebelah lift karyawan. Tatapan meraka bertemu dengan jarak kurang lebih lima meter, Sisil yang melihat Bima reflek tersenyum dan membungkuk kan badan seraya memberi hormat dan pintu lift pun tertutup.
Bima yang melihat Sisil terpaku di tempat, dengan mata membulat, bagaimana tidak orang yang ia cari selama ini berdiri tepat di hadapan nya.
Ia tersadar ketika pintu lift yang digunakan Sisil tertutup rapat. Ia berlari ke pintu lift menekan tombol lift yang digunakan Sisil, entah kenapa seketika otaknya menjadi bodoh padahal ia bisa menggunakan lift khusus yang ada di sebelah lift karyawan.
Jery yang berada di belakang Bima menjadi heran dengan tingkah Bima, ia menekan tombol pintu lift khusus seketika pintu pun terbuka dan kemudian ia menarik Bima untuk masuk.
Setelah di dalam lift Jery bertanya pada bosnya itu " Ada apa? "
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan Jery, Bima malah marah tak jelas " Mengapa lift nya lama sekali sih " Ia merasa lift terlalu lama
" Sial " Umpat nya lagi " Apa lift ini rusak, Jery cepat lo hubungi teknisi suruh mereka memperbaiki lift ini, lift ini terlalu lama bergerak, lelet sekali " Gerutu Bima kesal
Jery bingung padahal lift nya memang seperti ini dan tidak rusak. Akhirnya lift pun terbuka, Bima langsung berlari ke luar ia mencari keberadaan Sisil tapi tak melihat adanya keberadaan Sisil
Ketika pintu lift yang di gunakan Bima terbuka Sisil sudah melajukan mobilnya keluar dari parkiran kantor.
Bima meraup wajahnya dengan frustasi, karena kehilangan jejak Sisil. Jery menghapiri Bima dan bertanya untuk yang ke sekian kalinya.
Bima menoleh ke arah Jery dan berkata dengan lesu " Gue telah menemukan nya tapi sekarang gue kehilangan nya lagi "
Jery mengerutkan alisnya tak mengerti arah bicara Bima. " Apa yang ditemukan dan apa yang hilang " Tanya Jery lagi
__ADS_1
" Ck.." Bima berdecak geram " Gue telah menemukan seseorang yang gue cari selama tiga tahun ini, tadi ia ada di hadapan gue tapi sekarang ia menghilang lagi " Jelasnya frustasi
" Oooo " Jery hanya ber O ria
" Ckk " Bima berdecak kesal melihat Jery yang hanya terlihat santai, menurut nya Jery tidak membantu sama sekali, padahal Jery tidak salah apa apa dia tidak tau menau apa yang terjadi pada Bima saat ini karena Bima tidak memberi tahu nya.
Bima masuk kembali kedalam kantor nya di ikuti Jery, ia jadi melupakan tujuan utama nya keluar tadi untuk apa.
Sedangkan di kediaman utama keluarga Nugraha sang ibunda ratu telah lama menunggu kedatangan anak nya yang tak kunjung datang.
" Ah kenapa belum datang juga nih anak ". Gumamnya pelan
Ia merasa tak enak hati melihat tamunya karena telah menunggu terlalu lama. Ia pun permisi untuk masuk ke kamar nya dengan alasan ingin buang air kecil padahal ia mau menghubungi anak nya.
__ADS_1
Arin masuk ke dalam kamar nya, ia duduk di tepi ranjang, ia masih ragu untuk menghubungi Bima lagi, karena ia sudah tahu apa yang akan terjadi. Arin membayangkan wajah Bima yang sedang marah, rahang mengeras dengan tatapan mata yang tajam " Ahhh " Arin bergedik ngeri membayangkan nya saja sudah ngeri sendiri.