Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
melihat pengemis


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di ruang VVIP wanita paruh baya yang terbaring di ranjang pasien sudah siuman. Ia menatap langit langit ruangan itu dengan tatapan kosong.


Di sana sudah ada suami dan anaknya yang menemani, ketika ia masuk ke ruang UGD dokter yang sedang bertugas meminta petugas yang lain untuk segera menghubungi suaminya. Yang jelas semua orang disana sudah tahu siapa dia.


Lelaki paruh baya yang setia menunggu di samping nya melihat sang istri melamun merasa sedih, ia mengira istri nya pasti kesakitan.


" Ma... Apa yang sakit ? " Tanyanya lembut sambil mengelus tangan sang istri.


Mendapat sentuh di tangan membuat ia tersadar dari lamunannya dan menatap netra sang suami, ia ingin mengatakan sesuatu tapi ia urungkan karena masih ragu dengan apa yang ia lihat.


Sebelum ia pingsang di tempat kecelakaan, ia sempat melihat seorang gadis yang menolong nya. Samar samar ia melihat sebuah tanda lahir yang ia kenal ada pada bagian tubuh gadis itu, kemudian pandangannya langsung gelap.


" Tidak ada yang sakit, pa " Ia tersenyum kecil, ia tak mau membuat suami dan anaknya khawatir.


Seorang pria tampan keluar dari kamar mandi yang ada di ruang itu, ia baru selesai membersihkan diri.


" Pa,, sebaiknya papa pulang saja dulu, istirahat di rumah biar aku saja yang menjaga mama " Ucap nya melihat wajah sang ayah yang terlihat letih karena bekerja seharian dan belum istirahat. Ia tak tega melihat nya.


" Tidak,, bagaimana bisa papa istirahat di rumah sedangkan istri papa sedang terbaring sakit di sini, Dirga ".


Ya wanita paruh baya yang bernama Laras itu adalah ibu Dirga, istri Wiguna pemilik shea's grup.


" Papa yang akan menjaga mama " Balas nya lagi


" Baiklah kalau itu keinginan papa, apa boleh buat kalau baginda raja sudah memutuskan hamba ikut saja " Ucap Dirga seraya membungkukkan badan memberi hormat ala kerajaan.


Laras dan Wiguna tertawa melihat Dirga. Dirga berjalan mendekati ranjang tempat mamanya berbaring, ia duduk di sisi ranjang dan melihat wanita kesayangan nya yang telah melahirkan nya ke dunia dengan tatapan penuh cinta, cinta seorang anak kepada ibunya.

__ADS_1


Dirga menggenggam tangan Laras dengan lembut, ia melihat sorot mata tak biasa dari ibunya, seperti ada sesuatu yang di pendam.


" Ma... Bagaimana kejadiannya hingga mama bisa seperti ini " Akhirnya itu yang ia tanyakan sebenarnya bukan hal itu yang ingin ia tanya.


Laras pun bercerita kejadian sore tadi.


Flashback


Di perjalanan pulang dari arisan Laras tak sengaja melihat nenek tua yang sedang mengemis di sebrang jalan, karena merasa kasihan ia meminta supir untuk berhenti.


" Mang tolong menepi sebentar " Mintanya pada mang Ucup sang supir


" Nyonya mau kemana, biar saya cari tempat parkir " Tanya mang Ucup


" Saya mau ke seberang sebentar mang, kasihan nenek itu seperti nya sedang kelaparan " Tunjuk nya pada sang nenek yang ada di seberang jalan


" Biar saya saja nyonya yang kesana, nyonya tunggu di sini saja " Tawar mang Ucup setelah melihat arah nenek yang di tunjuk oleh Laras


Laras berdiri di pinggir jalan hendak menyebrang, setelah melihat kiri dan kanan dan memastikan keadaan aman ia fokus melihat ke arah sang nenek dan tak menyadari ada sepeda motor yang tiba tiba melaju ke arahnya.


Baru satu langkah berjalan Laras menghentikan langkahnya karena mendengar suara orang berteriak ke padanya, ketika ia menoleh...


Brakkkk...


Karena shock melihat motor yang kurang dari beberapa cm hampir menabraknya terjatuh menabrak pembatas jalan tepat di depan matanya membuat kakinya lemas, seketika ia terjatuh ke aspal dan pingsan.


Flash on


Itulah kenapa Laras hanya mendapat luka di siku dan di lutut saja, karena sebenarnya ia tidak tertabrak, ia hanya shock dan pingsan. Jika orang melihat, seperti nya Laras adalah korban tabrakan karena tubuh nya tergeletak di sana.


*

__ADS_1


*


Masih di rumah sakit hanya berbeda tempat.


Lampu ruang operasi sudah mati menandakan operasi sudah selesai. Seorang dokter keluar dari ruangan, Sisil dan Inah wanita yang sudah di ketahui namanya itu berdiri dari duduk dan menghampiri sang dokter.


" Dokter bagaimana keadaan suami saya " Tanyanya dengan suara sedikit bergetar karena menangis.


" Operasi nya berjalan lancar, pasien harus banyak istirahat agar kakinya cepat sembuh dan kami akan memindahkan pasien ke ruang perawatan sekarang " Jelas sang dokter dengan senyuman kemudian ia pergi meninggalkan mereka.


Setelah membantu menguras administrasi dan lain lainnya, Sisil pamit pulang karena hari sudah malam dan ia sudah merasa gerah dan lelah.


" Bu,,, saya pamit pulang dulu ya,, besok saya akan datang lagi ke sini " Pamit Sisil pada bu Inah dan berjanji akan datang lagi besok


" Baik lah, Terima kasih banyak atas bantuan nya nak, hati hati di jalan " Balasnya sambil memegang tangan Sisil berterimakasih


Sisil pulang di antar mang Didin yang masih setia menunggu nya. Ya Walau hari sudah malam mau tak mau ia harus menunggu, kalau tidak ia akan mendapatkan amarah dari Bima.


******


Wah Bima belum jadi apa apa juga udah posesif ya kamu... 🀭


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2