
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Hari ini hari ke tiga Jery berada di Singapura dan hari ini hari terakhir Jery menggantikan Bima meeting.
Seperti dua hari sebelumnya, hari ini Jery akan menemui Ega di cafe tempat nya bekerja, karena mereka berjanji akan bertemu di sana setelah Ega selesai bekerja.
Setelah selesai meeting, Jery kembali ke hotel untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Karena hari ini hari terakhir meeting jadi pembahasan masalah pekerjaan cukup banyak dan itu membuat tubuh nya lelah.
Jery sudah selesai membersihkan diri. Setelah mandi tubuh nya merasa kembali segar. Dengan segera Jery bersiap untuk menemui Ega, ia tak mau membuat Ega menunggu nya terlalu lama.
Jarak dari hotel ke cafe tak terlalu jauh. Jery hanya perlu menyeberangi jalan dan berjalan sekitar seratus meter lagi untuk sampai di cafe.
Jery melangkah kan kakinya cukup lebar, itu ia lakukan agar ia segera sampai di cafe. Namun saat sampai di cafe, ia melihat Ega sedang duduk bersama pacar nya yang Jery sudah pernah bertemu saat pesta pernikahan Bima dan Sisil beberapa minggu yang lalu.
Jery masih ingat dengan wajah Erik walaupun mereka saat itu tak bertegur sapa, tapi Jery sangat memperhatikan wajah nya.
Jery ingin memutar kembali tubuh nya untuk pulang ke hotel, namun ia urungkan karena melihat wajah sepasang kekasih itu tak seperti orang yang sedang bahagia. Wajah mereka sangat serius.
Sehingga Jery memutuskan untuk duduk di kursi yang tak jauh dari Ega dan Erik. Ega tak menyadari jika Jery sudah datang.
" Aku tidak mau " Tolak Ega dengan tegas
" Kenapa kau tidak mau? Apa kau tak mencintai ku? " Tanya Erik
__ADS_1
" Aku memang mencintai mu, tapi aku tak mau mengikuti saran mu "
" Kenapa? Kau tak mau menikah dengan ku? Bukannya kita sudah berencana akan menikah dan hidup bersama? Lalu mengapa kau menolak?" Tanya Erik beruntun
" Aku mau menikah dengan mu, tapi bukan dengan cara seperti itu, Erik. Mengerti lah " Ucap Ega dengan lembut
" Hanya ini lah cara satu satunya agar kita bisa menikah " Erik menggenggam tangan Ega
Mereka terdiam sesaat. Jery masih setia mendengar pembicaraan mereka berdua. Ada rasa sesak di dada Jery tak kala mendengar Erik meminta Ega untuk menikah.
" Tidak, aku tidak bisa. Walaupun benar aku ingin menikah dengan mu. Tapi aku tak mau jika harus kawin lari. Aku tak mau menikah tanpa adanya restu " Ega bersuara tetap tak mau
Pantas saja Ega tak mau, ternyata Erik mengajaknya kawan lari.
" Ayah dan ibu ku merestui kita " Jawab Erik cepat
" Ega, aku mohon. Jika kita tidak melakukan nya kita tidak akan bisa menikah. Urusan nenek nanti kita pikirkan lagi " Mohon Erik
" Erik kau sangat egois dan aku rasa ini bukan ide bagus. Apa kau pikir dengan kita menikah, nenek mu akan diam saja? , akan menerima begitu saja? . Tidak, Erik.. Tidak "
" Jika nenek mu tahu dia akan tetap menolak ku dan akan menikahkan mu dengan wanita pilihannya itu " Ucap Ega
" Akan berapa lama kita bahagia dengan pernikahan kita atau mau menunggu berapa lama untuk kita bisa bahagia dalam pernikahan kita? Kamu jangan egois Erik " Erik hanya terdiam mendengar perkataan Ega
Erik sudah menceritakan semua permasalahan yang ada di keluarga nya. Dari cerita Erik, Ega sudah bisa melihat hubungan nya dan Erik sudah pasti tak akan bisa bersatu. Ega mengambil pelajaran dari kedua orang tua Erik. Ya, walaupun mereka bersatu tapi tak membuat mereka bahagia seutuhnya.
__ADS_1
Dari cerita Erik, yang berkuasa di rumah itu adalah orang yang paling tua, yaitu nenek nya. Itu sudah turun temurun dari kakek nenek buyut mereka. Sayang nya saat ini orang yang berkuasa adalah nenek Erik yang egois dan keras kepala, sombong dan angkuh.
Cerita masa lalu keluarga Erik
Ayah dan ibu Erik saling mencintai, tetapi karena ibu Erik hanya anak seorang petani. Ibu Erik di anggap tak selevel dengan keluarga mereka, nenek Erik tak setuju. Kemudian nenek Erik menikah kan ayah Erik dengan wanita pilihannya, yang merupakan anak orang terpandang.
Beberapa tahun setelah pernikahan itu, ayah Erik menikahi ibu Erik. Ya selama beberapa tahun itu juga mereka masih menjalin hubungan diam diam. Karena rasa cinta ibu Erik yang begitu besar ia rela di jadikan simpanan.
Satu tahun pernikahan ibu dan ayah Erik, Erik pun lahir . Kelahiran Erik membongkar pernikahan diam diam mereka. Tentu nenek Erik sangat murka. Walaupun ibu Erik sudah memberi nya seorang pewaris namun hal itu tidak membuat nenek Erik menyukai ibu Erik.
Dari pernikahan ayah Erik dengan istri pertama nya, mereka tidak memiliki keturunan. Hal itu lah yang membuat istri pertama merelakan ayah Erik memiliki istri ke dua.
Namun mereka tidak tinggal satu rumah. Ibu Erik tinggal di sebuah rumah sederhana, ayah Erik akan berkunjung satu kali dalam seminggu. Sedangkan ayah Erik tinggal di rumah mewah bersama istri pertama dan nenek Erik di sana.
Di umur Erik yang ke sepuluh, istri pertama ayah Erik dinyatakan hamil. Hal itu membuat nenek Erik sangat senang, namun sangat di sayangkan di usia kandungan nya menginjak lima bulan istri pertama ayah Erik mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa nya.
Sialnya saat kecelakaan itu, ibu Erik berada di sana. Karena ia tahu siapa yang mengalami kecelakaan, ia ikut panik. Ia ikut membantu menyelamatkan korban dan ia juga ikut pergi ke rumah sakit untuk memastikan istri pertama suaminya baik baik saja.
Di rumah sakit, ayah dan nenek Erik sudah tiba. Tak lama kemudian dokter datang menyampaikan berita duka. Nenek Erik yang gila itu menuduh ibu Erik sebagai penyebab kematian menantu kesayangan nya itu. Ia semakin membenci ibu Erik.
Semenjak kepergian istri pertama ayah Erik, ayah Erik membawa ibu Erik ke dalam rumah utama. Ibu Erik berusaha menjadi menantu yang baik namun tak pernah di anggap oleh nenek Erik. Kebencian nya pada ibu Erik sudah mendarah daging.
Dari pertama menginjakkan kaki ke dalam rumah itu sampai saat ini, nenek Erik tak pernah menganggap ibu Erik sebagai menantunya dan tak pernah bersikap baik pada nya. Yang ada ia selalu membuat hati ibu Erik terluka.
Erik sebenarnya tidak suka dengan sikap nenek nya, tapi mau bagaimana lagi. Ia harus hormat pada orang tua. Erik sayang pada nenek nya karena nenek nya sangat menyayangi nya. Ia hanya tak suka dengan perlakuan nenek nya pada sang ibu. Erik sangat tahu kalau ibu nya itu hanya berusaha kuat di depan semua orang, padahal hatinya sangat rapuh. Ibu nya mengalami tekanan batin selama tinggal bersama nenek nya.
__ADS_1
to be continued...