
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Satu minggu sudah dari kejadian penyerangan Sisil. Satu minggu ini juga kehidupan Sisil damai hanya ada drama drama kecil di sekelilingnya.
Hari pernikahan Bima dan Sisil tinggal dua minggu lebih. Semua persiapan seperti gedung, catering, gaun pengantin, undangan sudah di urus oleh ke tiga mama. Mereka sangat antusias menyambut hari pernikahan Sisil dan Bima. Mama Laras, mama Rita dan mama Arin mereka sudah membagi tugas.
Sedangkan Bima dan Sisil, mereka selalu lembur agar pekerjaan mereka cepat selesai. Setelah menikah mereka berencana ambil cuti yang cukup panjang, sehingga mereka harus menyelesaikan pekerjaan sebelum acara pernikahan di ada kan. Paling tidak dua hari sebelum hati H mereka sudah santai, tidak ada lagi pekerjaan yang mengganggu.
Hari ini Ega akan pulang, kebetulan kuliah nya sudah hampir selesai dan ia masih menunggu sidang skripsi. Jadi ia memiliki waktu senggang sebelum sidang nanti.
Sisil meminta tolong pada Jery untuk menjemput Ega di bandara. Agar Jery tak kesulitan mencari Ega, ia memberikan foto Ega pada Jery.
Di bandara Jery sudah menunggu kedatangan adik dari calon kakak ipar nya. Jery sudah menunggu lima belas menit tapi belum ada tanda tanda orang yang keluar dari pintu keluar bandara. Padahal ia sengaja datang sedikit terlambat agar ia tak menunggu.
Jery sudah menghabiskan secangkir coffee. Menunggu adalah hal yang paling tidak ia suka. Karena hal itu hanya membuang buang waktu berharga nya saja. Jery sudah beberapa kali melihat jam mahalnya.
Ternyata pesawat yang di tumpangi Ega mengalami sedikit masalah jadi demi keselamatan bersama terpaksa penerbangan mereka di delay.
Lima menit...
Sepuluh menit...
Lima belas menit...
Akhirnya pesawat yang membawa Ega lepas landing dengan selamat di bandara. Semua penumpang mengucap syukur atas keselamatan mereka karena sudah landing dengan selamat.
Satu persatu penumpang turun dengan tertib. Ega menjadi penumpang terakhir yang turun. Setelah keluar dari dalam pesawat Ega menghirup udara segar sambil memejamkan matanya. Sudah hampir tiga tahun ia merantau di negara tetangga demi menuntut ilmu. Sekarang ia kembali, ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan keluarga nya.
Di luar bandara tepat nya di ruang tunggu untuk orang orang yang menjemput, Jery sudah berdiri sambil melihat foto gadis cantik. Ia sangat fokus memperhatikan satu persatu penumpang wanita yang keluar.
__ADS_1
foto Ega yang di beri Sisil pada Jery
Dan akhirnya setelah menunggu setengah jam lamanya gadis yang ia tunggu menampakkan batang hidungnya.
Pintu terbuka, nampak seorang gadis berbaju putih, berambut panjang dengan kacamata hitam menggantung di hidung mancung nya. Ia berjalan santai sambil celingak celinguk mencari seseorang. Satu tangannya menyeret koper kecil.
Jery yang melihat Ega terlebih dahulu langsung mendekati Ega, ia yakin bahwa gadis itu pasti Ega karena ia sudah di bekali foto Ega.
Melihat ada pria yang menghampiri nya, Ega membuka kacamata hitamnya dan melihat pria di depan nya dari atas sampai bawah.
" Omo.. Tampan sekali. Ini mah oppa young hoon lewat " Gumam Ega dalam hati mengagumi pria taman di depan nya
Melihat gadis di depan nya membuka kacamata hitam nya dan terlihat dengan jelas wajah cantik dari gadis itu membuat Jery terpana.
" Apa benar ini gadis kecil yang bar-bar dulu? " Tanyanya pada diri sendiri " Cantik sekali ternya, lebih cantik aslinya daripada di foto " Batinnya memuji kecantikan Ega
" Selamat siang,, apa benar anda nona Ega adiknya Sisilia? " Tanya Jery sopan
" Ah iya, benar sekali. Saya Ega " Ucap Ega sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berkenalan pada Jery
Jery melihat tangan Ega yang menggantung di udara paham akan maksud Ega. Kemudian ia meraih tangan Ega untuk berjabat tangan dan memperkenalkan diri.
" Jery " Ucapnya menyebutkan namanya
Setelah itu Ega dan Jery meninggalkan bandara. Jery langsung mengantar Ega ke mansion Gunawan karena mama Rita sudah menunggu kedatangan putri nya, Ega.
Setelah sampai di mansion, Ega melongo melihat bangunan mewah di depan mata nya. Ia sudah tahu cerita mengenai Sisil karena ia sudah di beri tahu oleh mama Rita.
__ADS_1
" Daebak... Ternyata mbak Sisil anak orang keyong. Beruntung sekali mbak Sisil " Gumam Ega menyebut Sisil beruntung karena ternyata ia anak orang kaya
Sebelum turun Ega mengucapkan terimakasih pada Jery yang sudah mau repot untuk menjemput nya. Jery sendiri tidak turun karena ia masih mempunyai banyak pekerjaan.
" Gomawo oppa " Ucap Ega dengan wajah imut nya
Setelah mengucapkan terimakasih, Ega langsung turun dari mobil, ia melihat mama Rita sudah berdiri bersama Alif di depan pintu rumah untuk menyambut kedatangan nya.
Ega menyeret koper kecil nya, berjalan mendekati mama Rita. Mereka saling berpelukan melepas rasa rindu. Sudah hampir tiga tahun mereka berpisah, walaupun mereka masih bisa saling berkomunikasi melalui ponsel tapi rasa nya sangat berbeda jika kita bisa berkomunikasi secara langsung.
Jery melihat wajah imut Ega yang di tunjukkan padanya tadi menjadi baper sendiri. Cukup lama ia terdiam, sampai Ega memeluk tubuh mama Rita baru Jery tersadar dari diamnya. Ia memperhatikan gerak gerik Ega dari dalam mobilnya.
Jery sendiri sudah biasa mendengar orang memanggilnya dengan sebutan oppa, ya karena wajah nya memang mewarisi wajah Korea dari keluarga nya. Tapi mendengar Ega yang memanggil nya oppa dengan wajah imut membuat jantung nya berdebar tak karuan.
Tak mau berlama-lama di sana Jery pun melajukan mobilnya ke luar mansion mewah Gunawan. Di tengah perjalanan Jery menepati kan mobilnya di pinggir jalan. Jery memegang dada sebelah kiri nya, entah mengapa setiap ia teringat senyum manis Ega dada nya berdetak tak normal. Dada nya bekerja dua kali lipat dari biasanya, ia merasa sudah seperti orang yang sedang maraton.
Jery tersenyum menyadari apa yang sudah terjadi pada nya. Ia menggeleng kan kepala nya dan kembali menjalankan mobil nya. Ia harus segera sampai di kantor karena Bima sudah menunggu nya untuk meeting.
" Seperti nya gue sudah terkena karma karena sudah durhaka pada bang Bima " Ucapnya sambil tersenyum
Dulu Jery pernah mengatai Bima karena sedang terkena penyakit cinta pada Sisil. Dan sekarang giliran Jery yang akan merasakan apa yang di rasakan Bima. Bima yang bucin, Bima yang posesif, Bima yang gila dan bla bla bla.
****
Author : Rasain lo Jery, mulai sekarang lo juga akan merasakan apa yang di rasakan Bima.
Jery : Author menyebalkan... 😠
Author : Selamat berjuang Jery... 😜
🐣🐣🐣🐣🐣🐣
__ADS_1
hari ini udah double up ya 😊
tunggu up selanjutnya ya readers 😚🤗