
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Mentari pagi telah hadir menyapa seluruh makhluk bumi dengan hangat. Tak terasa sudah hampir satu minggu pasangan suami istri yang sedang berbulan madu itu berada di sini.
Hari ini hari terakhir mereka berada di pulo cinta, maldives nya Indonesia. Dita sedang mengemaskan pakaian mereka ke dalam koper. Hari ini mereka akan ke kota dan akan melanjutkan menginap di hotel dekat kota.
Karena sebelum pulang mereka akan pergi mencari oleh oleh terlebih dahulu untuk di jadikan buah tangan. Terutama mereka harus mencari pesanan Sisil. Wanita hamil itu sudah memberi daftar apa saja yang ingin ia pesan.
Setelah selesai mengemasi semua pakaian mereka dan memastikan tidak ada lagi barang yang tertinggal, Dita dan Dirga segera meninggalkan resort. Meninggalkan kenangan indah mereka berdua.
Di dalam mobil Dita selalu mengarahkan pandangan nya ke luar jendela. Ia sedang menikmati suasana kota, selama hampir satu minggu ini ia hanya menatap keindahan laut.
Setiba di hotel, Dirga langsung ke meja resepsionis untuk memesan kamar. Setelah mendapat kamar dan menerima kunci, Dirga dan Dita langsung menuju kamar. Mereka akan beristirahat sebentar, karena perjalanan dari pulo cinta ke kota cukup memakan tenang dan energi mereka. Jadi mereka harus mengisi daya terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan yang lain.
" Bee, kamu mau istirahat dulu atau mau makan dulu? " Tanya Dirga setelah mereka berada di dalam kamar
" Aku mau tidur dulu sebentar bee, tubuh ku capek banget " Ucap Dita seraya merenggangkan otot-otot nya yang terasa capek
" Baik lah, kamu istirahat aja dulu. Aku mau memesan makanan dulu. Jadi saat kamu bangun bisa langsung makan karena makanan nya sudah ada, tak perlu menunggu lama lagi " Ucap Dirga sambil memegang ponsel nya
Dirga sedang mencari rekomendasi makanan di aplikasi go-fod. Ia malas jika harus memesan makanan di hotel, ia ingin mencoba makanan di luar hotel. Hampir satu minggu ini mereka memakan makanan dari pihak resort, jadi sekarang ia ingin beralih rasa.
" Ok " Jawab singkat dari Dita dan detik berikut nya tak ada lagi suara Dita karena ia sudah terlelap. Dita benar-benar lelah.
__ADS_1
Setelah selesai memesan makanan Dirga beralih menghubungi meja resepsionis melalui sambungan telpon. Dirga meminta tolong agar nanti jika pesanan makanan online mereka datang, tolong di simpan dulu. Nanti ia akan turun mengambil nya. Saat ini ia juga mau mengikuti jejak Dita untuk beristirahat.
Sangking nyaman nya mereka tidur atau sangking lelah nya tam terasa mereka melewatkan makan siang. Mereka tertidur cukup lama, dan bangun menjelang sore hari.
Yang tadi niat nya akan pergi jalan jalan sambil mencari oleh-oleh. Tapi karena mereka bangun terlambat akhirnya mereka memutuskan untuk mengurungkan niat mereka. Karena percuma juga memaksakan pergi, pasti sudah banyak toko yang tutup.
Keesokan pagi nya baru lah Dirga dan Dita pergi menjalankan misi selanjutnya, yaitu mencari oleh-oleh dan pesanan Sisil.
" Bee, nanti jika kamu hamil. Kamu jangan ngidam seperti Sisil ya " Seloroh Dirga
Dita mengerutkan ke dua alis nya, ia menatap wajah Dirga.
" Kamu gk mau aku ngidam bee? Kamu gk mau kerepotan menuruti semua kemauan ngidam ku nanti? " Tanya Dita dengan wajah yang sulit di artikan
" Lalu apa? " Tanya Dita melotot
" Maksud ku, kamu jangan ngidam yang aneh aneh. Ngidam yang wajar wajar aja gitu loh bee " Dengan cepat Dirga menjelaskan
Menurut nya ngidam Sisil sangat keterlaluan. Bagaimana tidak, Sisil hampir menyusul mereka ke Gorontalo hanya untuk membeli makanan khas di sana.
Sisil juga sebenarnya tidak tahu kenapa ia ingin sekali memakan makanan khas setiap daerah yang ada di indonesia. Bahkan jika perlu Sisil akan menjelajahi selalu pulau Indonesia dari sabang sampai merauke hanya untuk membeli makanan.
Jika saja tidak sedang mengemban tanggung jawab yang di titipkan oleh Dirga, Sisil sudah pergi menyusul mereka saat ini.
" Ya mana aku tahu bee, ngidam itu seperti air mengalir begitu saja, alami tanpa kita tahu akan seperti apa, dan kemauan nya juga kita tidak tahu. Ini bukan kemauan dari diri kita bee, tapi bawaan hormon. Yang kata nya kemauan si cabang bayi yang menginginkan ini dan itu " Jelas dita
__ADS_1
" Tapi aku sangat berharap kamu tidak ngidam seperti Sisil " Dirga berharap, Dita hanya menggeleng kepala. Mana ada orang ngidam di atur atur harus ngidam seperti apa.
" Kamu tahu bee, setiap orang ngidam itu berbeda beda dan aneh aneh " Dirga mengerutkan ke dua alis nya
" Ya, aku dengar dari yang sudah berpengalaman. Ada yang suka makan bunga, ada yang tak suka makan ikan mencium bau nya saja muntah, ada yang membenci suaminya bahkan sampai mengusir suami nya " Cerita Dita pada Dirga
Dirga hanya bergedik ngeri mendengar nya, apa lagi saat Dita mengatakan ada yang sampai membenci suami sendiri hingga mengusir. Dirga tak bisa membayangkan dan berdoa agar istri nya tidak seperti itu. Dirga jadi ngeri sendiri.
" Tapi ada juga yang ngidam itu si suami " Tambah Dita
" Emang ada bee, pria yang ngidam? " Tanya Dirga tak percaya
" Ya ada lah bee, itu terjadi karena ikutan perasaan mereka sangat kuat. Suami sangat mencintai istrinya sehingga ia juga ikut merasakan momen kehamilan sang istri. Ahh aku juga pengen deh bee seprti itu " Perkataan Dita membuat Dirga mengerenyit
" Kamu mau menyeret ku bee biar ikut merasakan mual muntah " Seru Dirga memicingkan mata nya
" Hehehe, ya biar kita kompak aja bee. Kita sama sama merasakan bee. Aku yang mengandung, membawanya kemanapun aku pergi selama sembilan bulan dan merasakan sulit nya tidur nyenyak. Dan kamu yang ngidam, jadi kita sama sama kebagian tugas bee " Seru Dita dengan nyengir kuda mengutarakan pikiran nya
Dirga berdecak lidah, ada ada saja pikiran Dita. Tapi jika bisa juga, ia tak mau Dita menderita sendiri. Susah sendiri, merasakan sendiri. Ia akan selalu berada di samping istri nya untuk berbagi suka cita.
Mereka pun berjalan jalan, memasuki satu toko ke toko yang lainnya untuk mencari oleh-oleh. Semua makan sudah mereka beli mulai dari pia Gorontalo, kue karawo, duduli, keripik kasubi pahangga dan lain nya. Mereka juga membeli kerajinan tangan untuk oleh-oleh. Mereka membeli pernak pernik, batik dan lain nya. Dita sengaja membeli banyak untuk ia bagi bagikan nanti saat sudah pulang.
****
sampai jumpa besok lagi ya...
__ADS_1