
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Senja sudah menyapa, semua karyawan sudah kembali ke rumah masing-masing. Ega pulang di antar oleh Jery, Rio sedang ada tugas kuliah yang belum selesai. Ya, Ega selalu di antar jemput oleh Rio saat bekerja. Karena saat ini mereka hanya memiliki satu kendaraan, itu pun mobil Bima yang dulu di gunakan oleh Sisil. Bima memberikan mobil itu untuk mereka.
Tadinya Jery ingin mengajak Ega untuk mampir ke cafe, tapi Ega menolak karena hari yang sudah terlalu sore. Akhirnya Jery langsung mengantar Ega pulang. Setelah mengantarkan Ega sampai apartemen, Jery langsung pulang ke mansion.
Jery tiba di mansion bersama dengan Bima dan Sisil. Bima dan Jery kompak memarkirkan mobil mereka di garasi. Yang artinya mereka tidak akan pergi ke luar setelah ini.
Sisil, Bima dan Jery berjalan beriringan masuk ke dalam mansion. Sesekali terdengar suara mereka saling bercanda dan tertawa bersama. Sampai di pintu masuk tawa dan langkah kaki mereka terhenti seketika ketika melihat siapa yang ada di dalam sana.
Bima dan Jery terpaku di tempat. Mata mereka tak berkedip, bibir tertutup rapat serasa suara mereka tersendat di tenggorokan hingga tak mampu untuk bersuara, bola mata mulai berembun. Apa ini mimpi? Orang yang mereka cari cari selama ini dan mereka pasrah tak akan bertemu lagi, kini ada di hadapan mereka.
Orang yang berada di dalam pun sama seperti Bima dan Jery. Terdiam memperhatikan wajah mereka. Wajah wajah yang sangat ia rindukan, yang sangat ia sayangi dan cintai. Perlahan tapi pasti ia bangkit dari duduknya.
Sisil menatap wajah pria paruh baya di depan mereka. Ia seperti pernah melihat wajah itu, tapi di mana Sisil tak ingat.
" Bima, Jery " Lirih pria paruh baya itu
" Sayang, kak " Sisil menyentuh tangan Bima dan Jery karena ke dua pria tampan itu tak bergeming, kebetulan posisi Sisil ada di tengah-tengah Bima dan Jery.
" Papa " Lirih Bima dan Jery bersama ketika tersadar dari keterkejutan.
__ADS_1
Ini adalah kejutan kebahagiaan, bertahun-tahun mereka berusaha mencari keberadaan sang papa namun nihil. Hingga akhirnya mereka mengikhlaskan semua nya dan memutuskan menyudahi pencarian dan menerima jika sang papa sudah tiada tanpa ada nya jasad. Namun takdir sangat biak, ternyata sang papa masih hidup dan sekarang sedang berdiri di tengah-tengah keluarga mereka.
" Papa? " Ucap Sisil mengulang ucap Bima dan Jery
Sisil menatap wajah pria yang di sebut papa itu dan Sisil pun baru teringat. Pantas saja ia seperti pernah melihat pria paruh baya itu. Ternyata pria itu papa mertua nya yang pernah ia lihat di dalam foto keluarga yang terpajang di ruang keluarga.
Ke tiga pria berbeda generasi itu saling berpelukan saling melepas rindu. Terdengar suara tangis dari ke tiga nya. Tangisan itu bukan tangisan sedih namun tangisan haru kebahagiaan.
Selesai menyantap makan malam keluarga yang baru bertemu dengan salah satu anggota keluarga yang hilang itu duduk di sofa ruang keluarga.
Karena sangat penasaran di mana keberadaan papa Nugraha yang menghilang selama sepuluh tahun terakhir ini, Bima dan yang lain bertanya-tanya pada papa Nugraha.
Apa yang terjadi? Bagaimana bisa terjadi? Di mana selama ini? Kenapa tidak bisa di temukan? Kenapa baru datang sekarang?
Sepuluh tahun yang lalu saat ia sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri yaitu ke negeri ginseng, ia ingin pergi ke suatu tempat dimana salah satu sahabat baik nya di makam kan.
Ketika ia berada di sana tiba-tiba hujan turun sangat deras mengguyur selalu tempat. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya hujan pun berhenti. Nugraha memutuskan untuk segera pulang karena hari juga sudah mulai gelap.
Di jalanan yang berbukit dan banyak terdapat belokan yang cukup tajam di tambah jalan aspal yang licin karena baru selesai hujan membuat mobil yang di kendarai Nugraha sedikit oleng. Roda ban mobil itu tak sengaja menabrak sebuah batu yang cukup besar membuat mobil hilang kendali.
Jalanan yang sedikit berkabut membuat pandangan Nugraha terhalang. Hingga mobil Nugraha terjun bebas ke bawah jurang. Ternyata lokasi berbukit itu tak jauh dari laut. Ketika mobil terjun bebas Nugraha sempat membuka safety belt dan membuka kunci pada pintu mobil.
Dengan sedikit tenang dan sedikit keberanian Nugraha membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Tubuh nya beberapa kali terhempas, membentur pepohonan dan terguling.
__ADS_1
Kemudian ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Yang ia dengar dari cerita orang yang menolong nya. Tubuh nya di temukan terdampar di bibir pantai sebuah pulau kecil dengan keadaan kritis.
Warga yang melihat ada berbondong mengerumuni tubuh nya yang mereka kira sudah tak bernyawa. Namun salah satu dari mereka ada yang memberikan diri untuk mendekat dan memeriksa keadaan nya, apa masih bernafas atau sudah tak bernyawa.
Namun saat di periksa ternya denyut nadinya masih ada walau sangat lemah. Ketika orang itu meletakkan jarinya di depan hidung ternyata masih ada hembusan nafas yang keluar. Dengan segera ia di bawa ke sebuah klinik kecil yang ada di pulau itu.
Beberapa bulan ia terbaring tak berdaya di klinik kecil itu dengan fasilitas seadanya. Tak ada petunjuk atau tanda identitas yang melekat pada tubuh nya sehingga membuat warga kesulitan harus mengubungi siapa. Pulau itu sangat terpencil, seluruh penduduk merupakan nelayan dan sangat minim jaringan internet walaupun sudah ada listrik di sana.
Mereka tidak bisa banyak membuat, apa lagi saat Nugraha tersadar ia tak ingat apa apa. Ia mengalami amnesia akibat benturan keras pada kepalanya. Di mana ia tak mengenal siapa dia sebenarnya dan hal hal lainnya mengenai dirinya.
Selama di pulau itu ia tinggal bersama sepasang suami-istri yang sudah tua beserta satu orang gadis kecil yang merupakan cucu dari pasangan itu. Orang tua gadis kecil itu sudah tidak ada lagi sejak ia balita.
Fisik Nugraha memang sudah sembuh tapi tidak dengan ingatan nya. Karena keterbatasan biaya ia tak bisa berobat. Ia ikut bekerja menjadi nelayan sama seperti warga yang lainnya untuk membantu perekonomian mereka. Ia tak bisa membiarkan pria tua yang sudah baik hati menolong dan menampungnya mencari nafkah sendiri di tengah laun hanya demi sesuap nasi.
Tubuh tua itu tak seharusnya melawan kejamnya laut. Maka dari itu Nugraha ikut melaut. Dan kehadiran Nugraha sendiri sangat berarti bagi gadis kecil itu. Nugraha adalah ayah yang dikirim kan Tuhan untuk nya. Ia sangat menyayangi Nugraha seperti ayah nya sendiri. Sudah lama ia menginginkan orang tua, ia ingin merasakan kasih sayang orang tua.
Lima tahun berlalu pasangan tua itu meninggal dengan hanya selisih beberapa bulan saja. Di bulan ke tiga tahun itu kakek gadis itu pergi menghadap Ilahi terlebih dahulu. Dan tiga bulan kemudian sang nenek menyusul menghadap Ilahi.
Dan tinggal lah Nugraha dan gadis itu, mereka hanya tinggal berdua. Setahun sebelum mereka ada di tanah air, ingat Nugraha pulih. Namun ia belum bisa kembali pulang dikarenakan tak ada biaya.
Selama satu tahun ia bekerja keras untuk mengumpulkan uang agar bisa pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga yang sangat ia rindu kan. Dan akhirnya mereka berada di sini sekarang.
***
__ADS_1
maaf baru up