
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Satu minggu sudah dari kepulangan Jery ke tanah air. Ega juga sudah menyelesaikan sidang skripsi nya, tak ada lagi kegiatan di kampus. Semua urusan nya sudah selesai.
Walau Jery tak ada di samping nya, tapi Jery selalu memberi nya semangat. Saat sidang skripsi pun Jery selalu memberi dukungan dan doa pada Ega.
Jery mengirimkan buket bunga pada Ega saat Ega selesai sidang. Buket bunga itu sudah Jery pesan jauh jauh hari sebelum ia pulang dan minta di antar kan pada saat Ega selesai sidang.
Ega memasukkan bunga bunga itu ke dalam vas yang berisi sedikit air, agar bunga bunga itu tetap segar untuk waktu yang cukup lama. Dan vas yang berisi bunga cantik itu di letakkan di atas meja belajar nya.
Ega dan Erik akhir akhir ini sudah jarang bertemu. Setelah selesai sidang skripsi mereka hanya bertemu dua kali. Dan komunikasi melalui ponsel pun sudah tak sesering dulu.
Ega tak tahu apa yang sedang terjadi pada Erik. Ega berusaha mengirim pesan namun Erik jarang merespon. Adapun alasan Erik, ia sedang sibuk karena sedang membantu ayah nya mengurus perusahaan.
Sore hari selepas pulang kerja, saat Ega membuka pintu ia menemukan selembar kertas terselip di sela pintu.
Ega membungkuk untuk mengambil kertas itu. Matanya membulat ketika membaca kertas yang sudah berada di tangannya. Betapa terkejut nya Ega, sehingga ia hampir saja terjatuh karena kakinya tak mampu menahan bobot tubuh nya yang tidak terlalu berisi itu.
Kaki Ega terasa lemas seketika, untung saja Ega memegang handle pintu karena ia masih berdiri di ambang pintu. Ega menutup pintu dan bersandar di daun pintu.
Dada nya terasa sesak tak kala ia melihat kertas itu. Bagaimana tidak lembaran kertas itu adalah sebuah undangan pernikahan. Dimana nama yang tertulis di atas kertas itu nama sang kekasih dan wanita pilihan nenek jutek.
Akhirnya apa yang Ega pikirkan terjadi juga, Ega sudah menyangka hal ini akan terjadi. Namun tetap saja Ega merasa sakit, satu tahun kebersamaan mereka. Banyak hal yang mereka lalui dan menciptakan kenangan yang indah.
Walau Ega sudah mempersiapkan hati nya untuk tidak terpuruk, namun nyatanya hati nya tidak kuat dan tetap sakit.
Ega meremas undangan itu yang berada di dadanya. Bukan niatnya untuk merusak undangan itu namun ia hanya ingin meremas baju bagian dadanya, dadanya terasa sesak. Kebetulan Ega memegang dadanya dengan tangan masih menggenggam undangan itu.
Ega merebahkan tubuh nya yang lelah karena bekerja dan sesak karena undangan. Ega tertidur dengan masih menggunakan baju yang sama saat bekerja. Ia tak membersihkan tubuh nya.
*
*
Di kediaman orang tua Erik, nampak Erik yang sedang kacau. Keadaan nya tak seperti Erik biasa nya, Erik yang tampan, bersih dan rapih seakan menghilang entah kemana. Sekarang penampilan Erik sangat berantakan. Rambut acak acakan, bulu bulu halus mulai tumbuh di rahang, dagu dan di atas bibir nya.
Kamarnya nampak berantakan, sudah beberapa hari ini ia mengurung diri di dalam kamar. Tak ada satu orang pelayanan pun yang masuk ke dalam untuk membersihkan kamar nya. Itu karena Erik sendiri yang melarang orang untuk memasuki kamar nya.
Tubuh nya mulai terlihat kurus karena ia tak mau menyentuh makanan. Erik sangat frustasi dengan nasibnya yang selalu di atur. Maka dari itu ia berusaha untuk menyakiti diri nya sendiri dengan cara mogok makan.
__ADS_1
Ibu Erik sangat sedih melihat keadaan anaknya. Namun ia tak bisa melakukan apapun untuk membantu Erik. Ia sendiri tak memiliki tempat di rumah itu. Untuk mengeluarkan suara saja ia tak bisa. Hanya air mata yang bisa ia keluarkan.
Begitu juga dengan ayah Erik. Ia tak bisa berbuat apa-apa karena semua keputusan di dalam rumah itu di kendalikan oleh kepala keluarga. Dan karena dari turun temurun kepala keluarga di pegang oleh orang tertua di rumah itu maka ayah Erik hanya biasa menerima dan pasrah. Mau menolak juga tak bisa karena itu merupakan tradisi keluarga yang harus di patuhi. Dan lagi yang berkuasa sekarang ini adalah ibu nya, mau tak mau ia harus patuh. Ayah Erik tak mau menjadi anak yang durhaka.
*
*
Pagi hari Ega terbangun dari tidur lelap nya dengan wajah sembab. Ia baru menyadari kalau ia tertidur tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
" Astaga, bisa bisanya aku tertidur tanpa membersihkan tubuh ku yang berkeringat " Keluh Ega pada diri sendiri
Kemudian Ega beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi. Lima belas menit kemudian Ega keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah kembali fresh.
Ega mengambil tas nya yang berada di lantai dan mengambil ponsel nya yang masih berada di dalam tas. Ega melihat sepuluh panggilan tak terjawab dan beberapa pesan masuk dari Jery.
Ega membuka pesan masuk yang di kirim oleh Jery. Membaca pesan dari Jery membuat mood Ega menjadi lebih baik. Nampak sudut bibir Ega naik ke atas membuat sebuah senyuman.
Jery
Ega apa kau sudah pulang?
Apa kau sudah makan?
Ega kenapa telpon ku tak di angkat?
Ega apa terjadi sesuatu pada mu?
Tolong angkat telpon ku.
Ega..
Ega jangan membuat ku khawatir.
Ega...
Ega..
Ega senang mendapat perhatian dari Jery. Perhatian kecil dari Jery mampu membuat moodnya kembali naik. Dari pesan yang di terima nampak sekali Jery sangat mengkhawatirkan diri nya. Ega pun segera membalas pesan Jery.
Ega
__ADS_1
Maaf karena tak menjawab telpon mu.
Dan maaf karena baru membalas pesan mu. Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, aku baik baik saja.
Semalam aku sangat lelah dan ketiduran.
Pesan Ega langsung di baca oleh Jery. Dan tak lama kemudian pesan balasan pun masuk ke dalam ponsel Ega.
Jery
Syukur lah jika kau baik baik saja. Apa kau tak bekerja hari ini?
Ega
Bekerja lah, bentar lagi aku berangkat.
Jery
Baik lah, pergi lah. Kerja yang rajin.
Oiya.. Hati hati
Semangat 💪
Ega tersenyum membaca pesan dari Jery. Kemudian ia memasukkan kembali ponsel nya ke dalam tas tanpa membalas pesan Jery lagi. Bisa bisa ia terlambat pergi bekerja jika ia terus membalas pesan Jery. Karena Jery akan terus membalas nya juga.
Walaupun suasana hatinya sedang bersedih, namun Ega tak mau berlarut dalam kesedihan. Ia harus profesional, masalah pribadi tak bisa ia bawa bawa dalam pekerjaan. Ia berfikir realistis jika ia tak bekerja dan terlalu larut dalam kesedihan maka bagaimana ia bisa mendapatkan uang. Jika tak ada uang bagai mana ia bisa makan, jadi ia harus tetap bekerja.
Walaupun Ega mendapat uang bulanan dari Sisil, namun ia tak mau bergantung dari uang pemberian Sisil. Ia ingin mandiri, Ega ingin membeli ini dan itu dengan mengunakan uang hasil kerja nya sendiri.
Untung saja waktu itu Sisil memberi hukuman pada Ega untuk menjadi pelayan di cafe XY dulu. Dari sana lah Ega mendapat pengalaman bekerja di cafe. Jadi saat bekerja di sini ia sudah paham dan sangat cekatan. Membuat pemilik cafe menyukai kinerja Ega.
Ternyata hukum yang Sisil berikan tak sia sia. Ega juga sempat bekerja di cafe XY selama beberapa bulan waktu itu. Walau ia hanya bekerja paruh waktu tapi ia bekerja dengan baik.
Sore hari selesai bekerja Ega pergi ke taman. Ia ingin menenangkan dan menjernihkan pikiran nya yang sedang runyam.
Ega duduk di bangku taman seorang diri. Setelah menimbang keputusan apa yang akan ia ambil dan yakin akan itu, Ega meninggalkan taman.
bersambung dulu ya....
minta like nya dong...
__ADS_1