
Happy Reading π
ππππππ
Hujan turun membasahi bumi di saat manusia manusia sedang memasuki alam mimpi. Pagi ini cuaca di luar sangat dingin membuat tidur seorang gadis cantik terganggu karena kedinginan. Ia menarik selimut dan menutupi seluruh badannya hingga tak terlihat.
Di kamar yang berbeda seorang pria tampan sedang bersenandung, ia berdiri di depan cermin merapikan penampilannya. Ia menyisir rambut nya sambil bersiul kemudian siulan nya berhenti, ia ingat sesuatu.
" Astaga gue lupa menanyakan hal ini, bodoh nya lo Bima " Bima menepuk jidatnya
" Sebaiknya gue tanyakan sekarang " Bima keluar kamar dan menuju kamar Sisil
Semalam Bima benar benar menginap di apartemen Sisil, ia tidur di kamar yang ada di sebelah kamar Sisil dan meminta Jery untuk mengantarkan pakaiannya ke apartemen.
Bima mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Ia pun memutuskan untuk masuk saja. Di dalam kamar Bima tidak melihat keberadaan Sisil.
" Dimana dia ? Apa dia sudah turun ?" Tanyanya
Bima keluar dari kamar Sisil, ia turun ke bawah tapi tidak ada. Bima pergi ke dapur tapi lagi lagi Sisil tidak ada.
__ADS_1
" Pergi ke mana dia? Tidak mungkin kan dia keluar rumah, dia masih sakit apa lagi di luar masih gerimis " Gumamnya binggung
Bima naik lagi ke atas masuk ke kamar Sisil, Bima melihat kamar Sisil masih kosong. Ia berjalan mendekati pintu kamar mandi mungkin Sisil sedang mandi, tapi Bima tidak mendengar adanya suara gemercik air di sana.
Ketika Bima berbalik, ia melihat selimut yang ada di atas kasur Sisil bergerak gerak ia terjatuh karena terkejut. Sisil mendengar suara berisik terbangun dan membuka selimut.
" Kyaaaaaa " Sisil dan Bima terkejut bersama
Sisil terkejut karena ada Bima di kamar nya, ia malu di lihat Bima dalam keadaan kacau bangun tidur ia langsung menutup Kepala nya dengan selimut.
Sedangkan Bima terkejut dengan teriakan Sisil. Bima berangkat dari lantai karena terjatuh, ia menghampiri Sisil yang sembunyi dalam selimut.
Blush....
Wajah Sisil merona mendengar Bima memanggil nya sayang. Bima menarik selimut Sisil dan terlihatlah wajah Sisil yang memerah seperti ceri. Bima sangat gemas melihat wajah Sisil yang merona sangat imut menurut nya.
Bima tak tahan melihat keimutan Sisil, ingin sekali Bima menerkam Sisil sekarang. Melihat bibir Sisil yang se*si sungguh mengoda membuat Bima hampir melahapnya.
" Kriuukkk " Suara perut Sisil menghentikan pikiran kotor Bima
Sisil merasa malu perutnya tak bisa menjaga rahasia, sebenarnya Sisil sudah lapar dari subuh tadi tapi ia malas untuk beranjak dari tempat tidur. Cuaca sangat dingin membuat perut nya lapar dan cuaca dingin ini juga membuat Sisil mager.
__ADS_1
" Kamu lapar? " Tanya Bima, Sisil hanya nyengir kuda
" Ayo bangun, bersihkan dulu dirimu setelah itu kita makan, tadi aku sudah memesan GoFood " Bima berdiri dan mengacak rambut Sisil
Sepuluh menit Sisil sudah berada di meja makan bersama Bima. Mereka sarapan bersama, hari ini Bima melarang Sisil bekerja ia menyuruh Sisil untuk istirahat. Ia juga tidak berangkat bekerja, ia akan bekerja dari rumah. Semua pekerjaan yang penting sudah ia minta Jery untuk mengirimkannya lewat e-mail.
Sisil duduk di sofa tak jauh dari dapur. Sedangkan Bima sedang membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang mereka pakai tadi. Sisil ingin membatu tapi di larangan oleh Bima alhasil Bima bekerja sendiri.
Henpon Sisil berbunyi tanda ada panggilan masuk, setelah di lihat ternyata itu panggilan video call dari mama Rita. Sisil menepuk jidatnya semalam ia lupa VC pasti sekarang Alif yang melakukan VC ini. Sisil memang rutin setiap malam melakukan VC pada Alif kalau tidak anak itu pasti uring uringan merengek pada neneknya.
Bima yang sedang mencuci di dapur mendengar suara anak kecil, karena penasaran ia mendekat ke sumber suara. Ia melihat Sisil yang sedang melakukan VC, yang membuat Bima terkejut adalah suara anak kecil itu yang memanggil Sisil dengan sebutan mommy.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
__ADS_1