Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
pesta anniversary


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Di dalam kamar seorang gadis sedang menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Ia memutar tubuhnya melihat penampilan nya apa sudah sempurna atau belum.


Setelah merasa semua sempurna, penampilan dan dan make-up oke ia pun segera keluar dari kamar nya. Tak lupa ia membawa tas kecil yang serasi dengan gaun dan heels nya.


Tap


Tap


Tap


Suara heels yang bersentuhan dengan lantai terdengar sangat indah. Seorang pria tampan mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Ia terpesona melihat seorang gadis dengan gaun brukat berwarna putih tulang tanpa lengan dengan panjang di bawah lutut. Gaun itu sangat pas di tubuh nya. Rambut nya di ikat sedikit di bagian belakang. Gadis itu sangat cantik dan mempesona.


Dengan percaya diri gadis itu menuruni anak tangga rumahnya satu persatu. Langkah nya terhenti kala melihat seorang pria tampan sedang duduk di sofa yang berada di ruangan itu. Tatapan mereka saling bertemu, pacaran kekaguman nampak di wajah masing-masing.


" Sayang, kau sudah turun. Kenapa kau lama sekali dandan nya. Nak Dirga sudah menunggu mu dari tadi " Suara wanita paruh baya menyadarkan mereka berdua


Wanita paruh baya itu sudah mengenal siapa pria tampan yang datang untuk menjemput putri nya. Pria itu Dirga kakak dari sahabat putri nya sekaligus bos di tempat putri nya bekerja.


" Ah iya ma, maaf. Aku tak tahu jika tuan Dirga datang " Ucap nya, ia berjalan menghampiri mama dan pria tampan yang ternyata adalah Dirga


" Sayang, kau sangat cantik sekali malam ini " Puji mama nya


" Apa? Jadi hanya malam ini saja aku cantik. Kemarin kemarin aku tidak cantik begitu " Ucap nya pura-pura merajuk


" Tidak begitu sayang, anak mama memang paling cantik. Tapi malam ini kamu berbeda, kecantikan mu bertambah berkali lipat, benar kan nak Dirga? " Seloroh mama nya dan ingin di betul kan oleh Dirga.


Dirga hanya tersenyum melihat ibu dan anak itu. Ia mengangguk kecil membenarkan perkataan wanita paruh baya itu.


" Sudah lah sana kalian pergi. Nanti kalian terlambat, hari sudah semakin malam " Ucapnya lagi


Dirga melihat jam mahalnya, benar saja hari sudah semakin malam. Ia pun berpamitan dan meminta izin untuk membawa anak gadis wanita paruh baya itu ke pesta.

__ADS_1


" Baik lah kalau begitu. Tante saya pinjam dulu putri tante sebentar "


" Tolong jaga dan kembalikan dia dengan utuh seperti sekarang ini saat kamu meminjam nya " Ucap nya dengan candaan


" Kenapa aku kok merasa seperti barang ya. Pakai acara pinjam meminjam " Keluh nya membuat ke dua orang itu tertawa


Di perjalanan menuju pesta, mobil yang di kendarai oleh Dirga sendiri melaju dengan kecepatan sedang. Sunyi, tak ada obrolan di antara mereka.


Sesekali ia melirik wajah Dirga yang sangat tampan malam ini. Dirga mengenakan kemeja hitam dengan kancing bagian atas tak terpasang. Tangan kemeja yang panjang di lipat sampai bawah siku. Pandangan tetap fokus ke arah jalanan membuat kesan cool terpancar dari diri nya.


" Apa aku begitu tampan sehingga kau tak bosan melihat ku terus? " Tanya Dirga masih tetap dengan pandangan lurus ke depan jalan


" Iya " Jawab nya reflek, namun sesaat kemudian ia tersadar dari ucapnya.


" Dadar mulut lemes " Ucapnya sambil menepuk pelan mulut nya dan ia langsung memalingkan muka nya ke luar jendela karena malu. Ia tak berani lagi melihat ke depan maupun ke arah Dirga lagi.


Dirga menyunggingkan bibir nya membuat sebuah senyuman.


Tiba di tempat pesta, Dirga memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan. Pesta itu di adakan di kediaman tuan Albert sendiri. Rumah nya sangat luas sehingga mampu menampung banyak orang.


" Andita tunggu dulu " Tahan Dirga saat Dita hendak membuka pintu, membuat Dita bingung.


Dengan cepat Dirga keluar dari mobil dan memutari mobil. Kemudian ia membukakan pintu untuk Dita. Dita terperangah dengan perlakuan Dirga.


" Apa kau tak mau keluar? " Tanya Dirga karena Dita hanya diam saja memperhatikan diri nya


" Ah iya " Ucap nya grogi


Lagi lagi Dita terperangah dengan perlakuan Dirga. Dirga meraih tangan Dita dan meletakkan nya di lengan tangan kokoh nya.


Mereka berjalan beriringan. Dita melihat tangannya yang melingkar sempurna di lengan tangan Dirga, kemudian ia melihat ke arah wajah Dirga yang tersenyum ramah menyapa setiap orang yang ada di sepanjang jalan masuk.


Detak jantung Dita bekerja dua kali lipat. Ini seperti mimpi, apa mimpi nya akan menjadi kenyataan. Tolong, siapa pun tolong jangan bangunkan Dita sekarang. Ia tak mau terbangun dari mimpi indah nya. Ribuan kupu kupu terbang di hati nya saat ini. Serasa Dita sedang menari bahagia di tengah-tengah ladang bunga.


Tiba di halaman tempat di adakan nya pesta. Dirga menghampiri tuan Albert yang sedang berbincang untuk menyapa para tamu. Tuan Albert di dampingi oleh sang istri tercinta, raut kebahagiaan terpancar dari wajah sepasang paruh baya itu yang mana seulas senyum tak pernah luntur dari bibir mereka.

__ADS_1


" Tuan Albert, selamat atas anniversary kalian " Ucap tulus Dirga seraya bersalaman


" Terima kasih tuan Dirga " Ucapnya kemudian ia beralih menatap Dita


" Bukankah ini sekertaris anda tuan " Tanyanya


" Iya, dia sekertaris saya "


" Selamat untuk anniversary nya tuan, nyonya " Ucap Dita sopan dan memberi selamat kepada kedua orang yang sedang berbagai itu


" Wah nona Dita, anda terlihat berbeda. Anda sangat cantik " Puji tuan Albert


" Anda bisa saja tuan, nyonya Albert tak kalah cantik nya dari saya " Ucap Dita memuji istri tuan Albert


" Benar dia wanita tercantik yang pernah saya lihat " Ucap tuan Albert merangkul pinggang istri, membuat istri merona malu dan berakhir mencubit kecil pinggang suaminya


Mereka pun tertawa bersama.


Di pesta itu ternyata Sisil dan Bima juga hadir. Mereka berjalan dengan mesra, membuat banyak yang iri. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Karena pasangan Bima dan Sisil, mereka sangat serasi. Yang satu cantik dan yang satu tampan.


Dita sangat senang ada sahabat nya di sana. Mereka duduk di satu meja yang sama.


Sebagai pembisnis, Bima dan Dirga bisa membaca kalau banyak peluang bisnis di pesta ini. Tak ingin menyia nyikan kesempatan, Bima dan Dirga pun izin pada ke dua wanita itu untuk berbincang bincang sebentar dengan tamu yang lain.


Dan sekarang tinggal Sisil dan Dita berdua di meja itu. Mereka tak menyadari jika ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka.


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2