
Happy Reading π
ππππππ
Melihat Sisil yang menangis dalam diam membuat mama Rita ikut meteskan air matanya. Walaupun bukan ia yang mengandung dan melahirkan Sisil, namu ia menyayangi Sisil seperti anak nya sendiri.
Mama Rita lah yang telah merawat Sisil dari kecil hingga tumbuh menjadi gadis baik dan cantik seperti sekarang ini. Jadi mama Rita sangat paham dan peka dengan perasaan Sisil.
Sisil duduk di atas ranjang dengan perasaan nano nano. Ia senang akhirnya ia bisa bertemu dengan keluarga nya yang selama ini ia rindukan. Namun di waktu yang bersamaan dia juga merasa kecewa pada keluarga nya.
Sejak dulu ia selalu bertanya tanya. Siap dia sebenarnya? Dari mana asalnya? Siapa orang tuanya dan dimana? Kenapa dia bisa ada di sini? Kenapa keluarga nya tidak mencari nya? Apa orang tuanya tidak menginginkan nya dan kemudian membuangnya?
Sisil kecil selalu iri jika melihat Rista dan adik adiknya sedang bermain dengan papa Beri dan mama Rita dulu. Tapi untung nya papa Beri dan mama Rita juga selalu memberi perhatian yang sama pada Sisil dan anak anaknya tanpa membeda bedakan.
Kini perhatian semua tertuju pada Sisil yang duduk terpaku dengan tatapan lurus ke depan. Entah apa yang sedang Sisil pikirkan hanya ia dan Tuhan yang tahu.
Mama Rita mendekat dan memeluk tubuh Sisil. Seketika terdengar suara isak tangis Sisil yang sedari tadi ia tahan. Mama Rita mengelus punggu Sisil dengan lembut.
" Sayang,, sudah jangan menangis lagi. Seharusnya kamu senang karena akhirnya kamu bisa bertemu dengan keluarga yang selama ini kamu cari " Ucap mama Rita mengelus punggung Sisil dengan sayang
Mama Rita melepaskan pelukannya dan menatap Sisil yang masih diam. Kemudian ia melihat Gunawan, Laras, opa Alex, Oma Diana dan Dirga bergantian.
" Aku sangat yakin jika Sisil adalah putri kalain yang hilang. Beberapa puluh tahun yang lalu kami menemukan gadis kecil yang ada di foto itu " Ucap mama Rita menunjuk foto yang ada di tangan Laras
" Apa kamu yakin? Tanya oma Diana
" Ya, aku sangat yakin. Dulu kami menemukan nya, dia mengenakan gaun itu " Ucapnya yakin
" Bahkan gaun itu masih aku simpan dengan baik sampai sekarang, karena Sisil kecil sangat menyukai gaun itu " Tambahnya lagi
__ADS_1
Tanpa ragu Laras langsung berhamburan memeluk tubuh Sisil yang masih setia berdiam diri. Ia sangat senang ternya perasaan dan pikiran nya selama ini tetang Sisil benar. Bahkan bukan hanya Laras saja yang menduga kalau Sisil adalah Shella kecil mereka yang hilang. Gunawan dan Dirga juga merasakan nya.
Dirga yang selalu mencari informasi tentang adik kecilnya pun sudah sembilan puluh sembilan persen yakin kalau Sisil adalah adik kecil yang selalu ia cari selama ini. Hanya ia tak tahu bagaimana cara untuk menyampaikan nya pada Sisil. Ia takut Sisil akan marah dan berpikiran yang tidak tidak kemudian akan menjauh dari mereka.
Oma Diana dan opa Alex yang baru melihat Sisil setelah sekian lama pun langsung bisa menyadari bahwa Sisil benar benar cucu mereka. Melihat wajah Sisil sangat mirip dengan wajah Laras putri mereka ketika masih muda dan tatapan mata Sisil memiliki ciri khas yang hanya di miliki oleh Shella.
Laras melepas pelukannya karena Sisil tak membalas pelukannya. Ia mengusap air mata yang membasahi pipi mulus Sisil dengan kedua tangan nya. Namun lagi lagi tak ada respon dari Sisil.
Sisil hanya diam membiarkan Laras, ia tak menolak atau pun menerima pelukan dan perbuatan Laras padanya.
Laras memegang ke dua tangan Sisil dan ia melihat sebuah bedan yang ia kenali melingkar di pergelangan tangan Sisil. Ia baru melihat nya karena memang Sisil mengenakan baju tangan panjang jadi benda itu tertutup. Ketika lengan baju itu terangkat sedikit berbeda itu baru terlihat.
Sisil memperhatikan arah pandang Laras yang tertuju pada pergelangan tangan kanannya. Dengan cepat Laras mengangkat tangan kanan Sisil dan menyentuh benda itu. Laras memperhatikan benda itu yang ternya sebuah kalung. Matanya berkaca kaca kemudian ia menyibak sedikit rambut panjang Sisil ke belakang.
Dan benar apa yang ia lihat waktu pertama kali bertemu pada saat kecelakaan dulu. Ada sebuah tanda lahir di sekitar leher Sisil. Itulah yang membuat Laras dulu sangat yakin bahwa Sisil adalah anaknya yang hilang.
Laras kembali memeluk tubuh Sisil dan menangis di pelukan Sisil.
Laras melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Sisil dengan ke dua tangannya.
" Benar kau adalah putri kecil ku, anak mama " Ucapnya lirih dengan air mata yang terus mengalir
Sisil hanya diam melihat wajah Laras. Sisil melepaskan tangan Laras dari wajahnya kemudian ia berdiri dan lari untuk keluar dari kamar nya waktu kecil.
Laras berteriak memanggil nama Sisil namun Sisil tak perduli. Ia menulikan telinga nya yang ia ingin kan saat ini hanya lah menenangkan pikiran nya.
" Sisil... " Teriak Laras melihat Sisil yang berlari meninggalkan mereka
" Sisil jangan pergi lagi nak, jangan tinggal kan mama " Laras ingin mengejar Sisil namun karena lemah terlalu banyak menangis membuat ia terjatuh dan pingsan.
__ADS_1
" Mama " Ucap Dirga dan Gunawan bersamaan
" Laras " Ucap mama Rita, mama Arin, oma Diana dan opa Alex bersamaan
Gunawan mengangkat tubuh Laras dan membaringkan nya di sofa.
Sedangkan Sisil, ia terus berlari tanpa tahu kemana kakinya akan membawanya di rumah yang luas itu. Sangking luasnya butuh waktu sepuluh menit untuk Sisil berlari sampai ke tujuan nya. Sisil sendiri tak tahu sekarang ia ada dimana. Langkah kakinya membuat ia tersesat di dalam rumah mewah Laras.
Bima yang melihat kekasihnya berlari ingin mengejar namun di langkah nya di hentikan oleh Dirga.
" Biar aku saja, aku akan berbicara padanya. Mungkin saat ini ia sedang marah pada kami, jadi aku akan meminta maaf dan menjelaskan semuanya " Ucap Dirga dan ucapan Dirga di benarkan oleh mama Rita
" Benar nak Bima, mungkin ada kesalahan paham pada Sisil saat ini. Jadi nak Dirga harus meluruskan nya hanya mereka yang dapat menjelaskan kesalahan paham ini pada Sisil " Ucap mama Rita yang sebenarnya tahu apa yang ada di pikiran Sisil sekarang.
Sisil merasa tak di inginkan dan sengaja di buang karena selama ini tak ada yang mencarinya. Sedangkan keluarga nya selama ini selalu mencari nya hanya saja tak membuahkan hasil. Inilah yang menjadi kesalahan paham pada Sisil selama ini.
" Baiklah " Ucap Bima akhirnya
Dan Dirga segera mencari keberadaan Sisil sekarang. Dengan bantuan CCTV Dirga dapat menemukan keberadaan Sisil dengan cepat. Kemudian ia segera menuju ketempat di mana Sisil sekarang.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
__ADS_1
Bantu vote juga ya ππ
Terima kasih untuk komentar positif nya, dengan adanya dukungan komentar yang positif membuat author semangat berimajinasi ππ