
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Lima belas menit kemudian terlihat seorang pria tampan keluar dari dalam kamar mandi, ia keluar dengan handuk masih melilit di pinggang kekarnya, dan satu handuk kecil di pundaknya untuk mengeringkan rambut nya yang basah.
Ia masuk ke work in closet dan langsung mengenakan pakaian yang sudah di siapkan terlebih dahulu oleh istri nya.
Di sela kegiatan nya memakai baju tak henti henti nya ia mengumpat tak jelas. Banyak cacian dan makian yang keluar dari mulut nya.
Selesai berpakaian ia langsung turun ke bawah. Ia pergi ke bangunan yang ada di halaman belakang mansion. Di sana sudah ada istri nya yang sedang menyiapkan alat tempur nya.
Kembali pada Ega dan yang lainnya.
Setelah cukup lama mereka mencari keberadaan Sisil yang tak kunjung ketemu dan mereka juga sudah lelah berjalan kesana kemari di tambah Alif yang sudah tertidur dalam gendongan Rio. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke mansion Gunawan.
Dan di sinilah mereka sekarang, di ruang keluarga yang luas itu kini sudah di penuhi oleh anggota keluarga. Mereka duduk dengan gelisah menunggu informasi dari kaki tangan Gunawan, Bima dan Dirga.
Tiga puluh menit mereka baru mendapatkan kabar dari orang suruhan Bima bahwa Sisil di culik. Memang lama mereka menemukan jejak, itu di karena kan area toilet tempat permainan yang mereka kunjungi tak memiliki CCTV. Jadi mereka harus berusaha lebih keras lagi untuk menemukan informasi.
Dan lagi setelah menemukan informasi bahwa Sisil telah di culik mereka kembali mencari jejak si penculik. Mereka melacak keberadaan si penculik dengan cara mencari tahu siapa pemilik kendaraan yang di pakai. Hingga mereka berhasil menemukan keberadaan Sisil di sekap sekarang.
Mendengar kabar Sisil yang di culik membuat mama Laras pingsan. Oma Diana menangis dalam pelukan suaminya, opa Alex.
Bagaimana mereka tidak sedih, baru saja mereka bertemu dengan Sisil setelah sekian lama terpisah karena kasus yang sama yaitu penculikan dan sekarang Sisil kembali di culik.
__ADS_1
Ini kali ke dua nya Sisil mengalami penculikan. Tanpa menunda waktu dan tak mau terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa Sisil, Bima langsung pergi ke tempat di mana Sisil di sekap yang sudah di beri tahu oleh orang suruhannya tadi.
Dita menenangkan mama Rita, sedangkan mama Arin dan papa Gunawan mengurus mama Laras yang pingsan. Ega dan Rio saling berpelukan untuk saling menyalurkan ketegaran mereka.
Jery yang baru datang langsung terdiam di tempat melihat Ega yang sedang berpelukan dengan Rio. Ia tak tahu jika pria yang sedang memeluk Ega gadis yang ia targetkan adalah adik kandung Ega sendiri. Karena mereka belum pernah bertemu sebelum nya.
" Siapa pria yang sedang memeluk nya? " Tanya nya pada diri sendiri
" Sepertinya gue punya saingan nih. Tapi gue gk akan mundur, bukan Jery namanya kalau menyerah sebelum berjuang. Ayo semangat Jery " Ucap Jery menyemangati diri sendiri
Jery hendak menghampiri Ega, namun baru melangkah satu langkah gerakan Jery terhenti karena ada yang menahannya. Jery melihat tangan yang memegang pundak nya dan melihat siapa pemilik tangan itu.
Dan ternyata pemilik tangan itu adalah Dirga. Tanpa aba aba Dirga langsung menarik Jery untuk mengikuti nya. Dirga membawa Jery untuk mengikuti mobil Bima dari belakang, beruntung mereka masih bisa mengejar mobil Bima.
*
*
Di sebuah ruangan kosong minim pencahayaan dan seluruh isi ruangan itu di penuhi oleh debu. Seorang gadis terbangun dari pingsannya, ia mengeliat dan mengerjapkan matanya sesaat.
Pandangan nya menelusuri ruangan kosong yang minim pencahayaan itu, tak ada orang di dalam nya. Ia terbatuk karena menghirup udara yang penuh dengan debu. Ia ingin menutup mulutnya tapi tak bisa karena kedua tangan nya terikat. Ia duduk di kursi kayu dengan kedua tangan terikat ke belakang.
" Gue ada di mana, tempat apa ini? " Tanya nya pada diri sendiri sembari melihat sekeliling
Ia pun mengingat kejadian beberapa jam yang lalu sebelum ia berada di tempat ini. Di mana ia sedang mencuci tangannya di wastafel setelah keluar dari toilet. Dari pantulan cermin di depan nya ia melihat ada seseorang wanita berpakaian tertutup. Dari ujung kaki sampai ujung rambut semua nya tertutup oleh balutan kain. Tak ada rasa curiga sama sekali karena ia sudah sering melihat orang yang berpakaian seperti itu.
__ADS_1
Tanpa di duga dan tanpa persiapan, Tiba-tiba orang itu membekap mulut nya dengan tisu yang sebelumnya orang itu keluar kan dari dalam tas dengan gerakan cepat. Sehingga ia tak sempat menghindar dari serangan mendadak itu.
" Si*al... Apa yang ia berikan pada gue " Keluhnya sambil meringis karena kepala nya terasa sedikit pusing
Tak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka. Melihat pintu yang perlahan terbuka gadis itu kembali memejamkan matanya, ia berpura-pura masih pingsan.
Dalam kepura-puraan nya, ia dapat mendengar suara seorang wanita yang tak asing di telinga nya. Ia sudah beberapa kali mendengar suara itu. Wanita itu berbicara pada orang yang di duga nya yang berhasil menculik dan menyekap nya di sini.
" Kerja bagus.. Aku ingin kalian lenyapkan wanita ini. Tapi sebelum itu terserah kalian mau kalian apakan tubuh wanita ini " Ucap nya sambil melirik pria pria yang ada di sana, seolah tahu akan arti tatapan mata mereka.
" Hahh tak akan ku biar kan kau menikah dengan Bima. Hari ini akan aku pastikan kau lenyap dari dunia yang indah ini, nona Sisil. Hanya aku yang akan memiliki Bima " Ucapnya yakin
Wanita itu berjalan mendekati Sisil yang pingsan tak berdaya. Ia berjalan dengan angkuh, menatap Sisil dengan senyum meremeh.
" Ternyata kau ingin bermain main dengan ku nona Bela " Sisil tersenyum sinis dalam hatinya
Byurrrr
Bela melihat ada sebuah ember yang berisi air tak jauh dari sana. Kemudian ia mengambil ember itu dan menyirami tubuh Sisil dengan air itu.
Sisil terkejut mendapatkan siraman di tubuh nya, sontak hal itu membuat ia membukakan mata nya. Ia melihat Bela yang berdiri angkuh di hadapan nya dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada.
Sisil tersenyum mengejek pada Bela. Tak ada rasa takut sedikit pun di wajahnya. Ia melihat ada empat pria dengan ukuran tubuh tinggi besar, berpakaian hitam bersama Bela saat ini. Ia mendukung ke empat pria itu pasti orang yang sudah menculik nya.
Sisil berdecih menggelengkan kepala nya. Kemudian ia tertawa lepas membuat semua orang yang ada di sana heran. Apa gadis ini gila?, bukannya menangis karena sudah di culik dan di sekap tapi ia malah tertawa. Apa ia tak takut nyawa ada dalam bahaya sekarang?
__ADS_1