
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Setelah kepergian Dita dan Dirga. Sisil yang berada di antara mereka juga ikut meninggalkan tempat itu. Kemudian di ikuti oleh yang lain, mereka berpencar kembali ke tempat masing-masing.
Bram yang terlanjur malu, langsung meninggalkan tempat pesta tanpa menghiraukan Siska yang berteriak memanggil nya.
Karena kejadian itu, Dita merasa tak nyaman berada di sana. Dan akhirnya Dirga memutuskan untuk pulang.
Setelah berpamitan dengan tuan rumah yang sedang berbahagia Dirga mengantar Dita pulang.
Di perjalanan Dita hanya diam saja. Ia merasa canggung setelah Dirga menciumnya tadi. Jantung nya masih berdetak dengan kencang walau tak sekencang saat Dirga mencium nya tadi.
Dita menatap ke luar jendela dengan ke dua tangan meremas tas mahalnya. Dirga melihat Dita yang hanya diam melihat jalanan di luar mobil mengira Dita marah pada nya atas ke jadian tadi.
" Hmmm " Dirga berdehem mencoba mengalihkan perhatian Dita. Namun Dita masih diam dengan pikiran nya sendiri.
Dirga melirik sekilas ke arah Dita. Nampak Dita sedang melamun. Akhirnya Dirga mencoba berbicara pada Dita.
" Andita " Panggil Dirga. Dan Dita yang merasa namanya di sebut mengalihkan pandangan nya dari luar jendela ke wajah Dirga.
" Apa kamu marah pada ku? " Tanya Dirga sambil melihat wajah Dita sekilas karena ia harus fokus mengemudi
" Marah kenapa? " Dita malah memberi pertanyaan pada Dirga
" Karena tadi aku sudah mencium mu " Jawab Dirga tanpa melihat wajah Dita
Mendengar itu membuat wajah Dita merah merona seperti ceri. Dita kembali memalingkan wajahnya ke luar jendela karena ia tak mau Dirga melihat wajahnya yang ia yakini sekarang sedang merona karena malu.
Tak mendapat jawaban dari Dita membuat Dirga mengira kalau Dita benar marah pada nya. Dirga menepikan mobil nya di pinggir jalan membuat Dita heran.
Dirga merubah posisi duduknya menjadi menghadap ke arah Dita. Dita melihat sekitar, ini belum ada setengah jalan menuju rumah nya. Kenapa Dirga malah berhenti, pikir nya.
" Kenapa berhenti tuan? " Tanya Dita sekarang ia melihat Dirga yang juga melihat nya
" Aku hanya ingin meminta maaf, karena tadi telah mencium mu tanpa izin " Ucap Dirga
" Sudah saya maaf kan tuan. Toh mau marah juga percuma, karena itu sudah terjadi dan tidak mungkin kembali seperti semula kan " Ucap Dita ada benar nya. Ini sebuah ciuman sama hal nya seperti keramik yang pecah, mana bisa di kembalikan. Begitu lah pemikiran Dita.
" Seharusnya saya berterima kasih pada anda karena sudah membela saya tadi " Ucap Dita lagi
Dirga mendekat kan wajahnya ke wajah Dita.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Dita. Membuat Dita membeku di tempat. Jantung nya serasa mau copot dari tempat. Reflek Dita memegang dada nya yang sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
" Terima kasih karena tidak marah pada ku " Ucap Dirga menatap wajah Dita yang diam membisu hanya mata nya saja yang bergerak gerak memperhatikan wajah Dirga, membuat Dirga gemas.
" Sekarang kau kekasih ku " Ucapan Dirga sukses membuat Dita melebar kan matanya
Jantung yang tadi belum bekerja normal kini semakin berdebar dengan kencang. Dita mencerna perkataan Dirga dengan baik, apa benar yang baru saja ia dengar?
" Andita.. Apa kau tak mendengar ku? " Tanya Dirga karena Dita hanya diam saja
" Hhhh " Dita tersadar dari keterkejutan nya
" Apa yang tadi tuan katakan? Apakah barusan itu tuan sedang menembak ku? " Tanya Dita ingin memastikan jika pendengar nya tidak salah
" Kenapa? Apa kau menolak ku? " Dirga tak menjawab ia malah bertanya kembali pada Dita.
Dita menggelengkan kepalanya bertanda ia tidak menolak.
" Sungguh tak romantis sekali " Gerutu Dita memalingkan wajahnya ke luar jendela
Dirga tersenyum mendengar gerutu Dita. Dirga meraih dagu Dita mengarahkan pandangan Dita agar menghadap nya. Dirga mendekat kan wajahnya lebih dekat lagi dengan wajah Dita, membuat Dita gugup.
Dita menahan dada Dirga dan menjauhkan wajahnya.
"Tu..Tuan, aa apa yang ingin anda lakukan? " Tanya Dita gugup
" Aku hanya ingin menuruti ke inginkan mu, bukannya kamu menginginkan hal yang romantis. Jadi aku ingin mengabulkannya, melakukan romantis romantisan dengan mu sekarang, sayang " Ucap Dirga sambil tersenyum jahil
" Iya sayang, bukannya panggilan sayang itu salah satu kata romantis untuk sepasang kekasih? " Dira merubah panggilannya pada Dita
" Apa sepasang kekasih? Ja.. Jadi kita beneran pacaran sekarang? " Tanya Dita masih tak percaya
" Benar " Dirga mengangguk mantap
" Apa saya sedang tidak bermimpi? Apa anda sedang mengerjai saya? " Tanya Dita lagi
Dirga mencubit hidung mancung Dita dengan gemas.
" Auww sakit " Ucap Dita mengelus hidung mancung nya
" Sakit? " Tanya Dirga dan di angguki Dita
" Berarti kamu sedang tidak bermimpi, dan aku serius tidak sedang mengerjai mu " Jelas Dirga
" Tu.. " Ucap Dita terpotong
" Stop memanggil ku tuan. Di sini kamu lah yang tidak romantis. Mulai sekarang panggil aku dengan panggilan romantis, panggilan sayang. Dan berhenti berbicara formal pada ku. Apa kamu mengerti? " Tegas Dirga
" Kamu yang ingin romantis tapi kamu sendiri yang tidak romantis " Keluhan Dirga menatap Dita
__ADS_1
" Baiklah aku akan menganti gaya bicara ku dan akan menganti panggilan ku pada mu " Ucap Dita menyanggupi permintaan Dirga
" Bagus. Sekarang katakan, aku ingin mendengar nya " Pinta Dirga, sekarang Dirga menatap manik mata Dita dengan intens membuat Dita menjadi tak karuan
" Bee... Jangan menatap ku seperti itu " Ucap Dita malu dan memalingkan wajah nya ke samping
Dita malu dengan pilihan kata sayang yang ia ucap kan, ia takut Dirga tak menyukai nya. Terlebih ia juga malu karena di tatap Dirga seperti itu. Wajah nya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Dirga sangat gemas dengan Dita yang malu. Walaupun pencahayaan dalam mobil tidak begitu jelas namu ia tahu pasti saat ini Dita sedang merona.
Apa lagi saat ia mendengar Dita memanggilnya dengan lembut dengan sebutan "bee" . Dirga sangat suka dengan panggilan itu, jantung nya berdetak sangat kencang tapi ia masih bisa mengontrol nya dengan baik.
" Coba panggil sekali lagi sayang, aku ingin mendengar nya lagi " Pinta Dirga
" Bee " Ulang Dita tanpa menatap Dirga
" Katakan dengan menghadap menatap wajah ku sayang " Dirga meraih dagu Dita agar menatap nya
" Apa kamu tidak suka? " Tanya Dita dengan wajah bersalah
" Suka, aku sangat suka dengan panggilan itu. Maka dari itu aku meminta mu untuk mengatakan nya lagi. Aku ingin mendengar nya "
" Bee " Satu kalimat di ucap kan Dita lagi, kemudian ia kembali memalingkan wajah nya ke samping
" Sayang, kenapa kamu suka sekali memalingkan wajah mu kesamping? Apa kamu tak mau melihat ku? " Tanya Dirga yang gemas akan kelakuan Dita
" Bukan begitu bee. Kamu membuat ku gugup dan membuat jantung ku bermasalah " Jujur Dita. Kini Dita berbicara menatap wajah Dirga dan kemudian ia menunduk
Dirga tertawa dengan perkataan jujur Dita. Dirga mengambil tangan Dita dan meletakkannya ke dada nya. Dita terkejut melihat tangan nya yang berada di dada Dirga.
" Apa debarannya sama seperti ini? " Tanya Dirga dan di angguki Dita
" Jantung ku juga tidak sedang baik baik saja. Aku juga merasakan apa yang sedang kamu rasakan sekarang " Ucap Dirga jujur
" Apa aku boleh menyentuhnya " Ucapan Dirga berhasil membuat Dita melotot membuat Dirga tertawa
" Aku kan hanya ingin memastikan saja. Apakah debarannya sama atau tidak. Kamu jangan marah gitu dong, aku juga tidak marah kamu menyentuh dada ku " Ucap Dirga jahil
Dita langsung menarik tangan nya dari dada Dirga. Debaran jantung mereka sama sama berdetak dengan cepat, Dita bisa merasakan nya tadi saat menyentuh dada Dirga.
Dan akhirnya Dirga kembali menyalahkan mesin mobilnya dan melaju meninggal kan jalanan itu. Mobil Dirga melaju membelah keramaian jalanan yang nampak ramai pada malam ini.
******
minta like nya ya jika suka dengan cerita ini...
semoga gk bosen ya...
__ADS_1