
Happy Reading π
π¦©π¦©π¦©π¦©π¦©π¦©
Mendengar Bima dan Sisil saling memanggil sayang membuat Bela terkejut. Apa ia tak salah dengar? Bukannya Bima tidak memiliki kekasih? Mengapa seorang sekertaris berani memanggil bosnya sayang?
" Nona Sisil bukan nya anda hanya sekertaris Bima? " Tanya Bela dengan wajah angkuh dan remeh
" Ya benar, tapi sekarang sudah jam istirahat jadi tugas saya sebagai sekertaris juga break. Dan ini sekarang tugas saya di luar sebagai sekertaris " Jawab Sisil santai sambil melihat Bela dan Bima bergantian kemudian ia tersenyum kecil melihat wajah Bima yang sedikit tegang.
" Berani sekali anda menggoda bos anda sendiri apa lagi di depan orang " Ucap Bela ketus menahan emosi melihat Sisil
" Hahaha " Sisil tertawa membuat wajah Bela memerah karena marah
" Dasar wanita mur*h*n tak tau malu " Sarkas Bela yang sudah tak mampu menahan kesal
" Jaga mulut kotor mu itu nona Bela. Kata kata itu hanya pantas untuk diri mu " Bentak Bima pada Bela, ia sangat marah kekasih nya di bilang wanita mur*h*n
Bela terkejut mendengar bentakan Bima yang sangat keras. Saat Bela hendak membuka mulut nya pintu ruangan mereka dibuka oleh seseorang dan ternyata itu adalah pelayanan yang hendak mengantar makanan mereka.
Setelah pelayan selesai menata makanan di atas meja ia pamit keluar, dan asisten Bela yang tadi keluar, masuk ke dalam ruangan.
Sisil mengelus tangan Bima agar rilek dan mengajaknya untuk makan saja.
" Sudah sayang, jangan buang buang energi mu. Lebih baik kita makan saja " Ucap Sisil sambil membuka kotak makannya. Ya tadi Sisil keluar untuk mengambil kotak bekal mereka yang sengaja Sisil bawa dan ia simpan di dalam mobil dulu. Tadi sebelum pergi meeting rencana nya mereka akan makan siang di taman.
" Apa kalian akan memakan itu saja? " Tanya asisten Bela sambil menunjuk kotak bekal yang di bawa Sisil
" Ya benar tuan, kami sudah biasa memakan makanan yang kami bawa dari rumah " Ucap Sisil menjawab pertanyaan dari asisten Bela sedikit tersenyum
" Kurang ajar, dasar wanita Mur*h*n si*lan kalau begini rencana ku bisa gagal " Umpat Bela dalam hati mengepalkan tangannya
__ADS_1
Sisil memperhatikan wajah Bela yang kesal tersenyum kecil. Sisil sengaja tidak memindahkan makan nya di piring kosong, ia biarkan saja masih berada di dalam wadah. Sisil menyuapi Bima makan dengan telaten. Mereka saling menyuapi dengan sendok yang sama. Setelah Sisil selesai menyuapi Bima, kemudian giliran Bima yang menyuapi Sisil. Begitu lah seterusnya sampai makanan yang ada di dalam wadah habis tak bersisa.
Kemesraan mereka menjadi tontonan Bela dan asisten nya. Bela sangat kesal melihat itu, ingin rasanya ia mencakar wajah sok imut wanita yang ada di hadapannya itu.
" Silahkan minumnya nona, tuan " Asisten Bela menyodorkan dua gelas minuman pada Sisil dan Bima karena ia melihat Sisil dan Bima sudah selesai makan.
" Tidak apa kalian tidak memakan makanan yang kami pesan tapi setidaknya kalian meminum minuman yang kami pesan. Untuk menghargai jamuan kami, bukan? " Ucap dan tanya asisten Bela bersamaan, ia berusaha membuat Bima dan Sisil untuk minum dengan dalih untuk menghargai jamuan mereka
" Ya anda benar tuan, kami akan minum air dari sini, karena kebetulan calon istri saya tidak membawanya " Ucap Bima sengaja mengatakan bahwa Sisil adalah calon istri nya
" Terimakasih " Ucap Sisil menerima gelas yang berisi jus jeruk yang diberikan oleh asisten Bela, kemudian ia langsung meminumnya tanpa ada rasa ragu.
" Ah ya nona Bela. Apakah salah jika saya menggoda calon suami saya sendiri? " Tanya Sisil dengan menaikan salah satu alisnya, ketika ia sudah selesai minum dan meletakkan gelas yang hampir setengah kosong.
" A... Apa? " Bela terkejut mendengar pernyataan Bima dan Sisil. Begitu juga dengan asisten nya, ia juga sama terkejut nya. Tapi ia masih bisa menyembunyikan keterkejutan nya.
" Ada apa dengan anda nona Bela? " Tanya Sisil
" Apa nya yang tidak mungkin dan siapa yang bohong? " Tanya Sisil lagi
" Kalian tidak mungin akan menikahkan, Bima itu sudah di jodohkan dengan ku " Kekeh Bela bahwa Bima sudah berjodoh dengan nya
" Apakah bener begitu sayang, kalian sudah di jodohkan? " Sisil pura-pura bertanya pada Bima, sebenarnya ia sudah tahu semua perihal Bima yang di jodohkan pada wanita mana saja oleh mama Arin
" Itu dulu mama yang menjodohkan, tapi aku menolak perjodohan itu " Ucap Bima jujur dan tegas
" Apa kau dengar itu nona Bela? " Tanya Sisil pada Bela yang super PD dan tak tahu malu itu
" Oya satu lagi,, aku harap anda berhenti menggangu calon suami saya dan jangan coba coba merusak hubungan kami " Sisil memperingati Bela dengan tegas
Bela yang marah dengan ucapan Sisil mengambil gelas yang berisi minuman di depannya dan langsung meminumnya sampai habis. Sisil melihat Bela yang menghabiskan minumannya tersenyum devil.
__ADS_1
" Tidak akan aku biarkan wanita mur*h*n itu menikah dengan Bima. Hanya aku yang pantas memiliki nya. Akan aku rebut dan akan aku singkirkan wanita mur*h*n ini bagaimana pun caranya. Lihat saja nanti " Batin Bela berniat jahat
Tak lama kemudian Bela merasakan panas dalam tubuh nya. Melihat gelagat Bela yang sudah aneh kemudian Sisil mengalihkan pandangannya pada asisten Bela. Asisten Bela juga sama tidak jauh berbeda dengan Bela keadaan nya. Dengan cepat Sisil membereskan kotak makannya dan mengajak Bima keluar dari ruangan itu dengan segera.
" permisi nona Bela dan tuan,, kami harus pergi sekarang karena kami masih ada pekerjaan lain " Pamit Sisil pada Bela dan asisten nya yang sedang tak baik baik saja.
Tanpa menunggu jawab dari Bela, Sisil langsung beranjak dari duduknya dan menarik tangan Bima. Ia tak mau berlama-lama di sana takut jika kedua orang yang sudah terpengaruh oleh obat lucnat akan berbuat nekat pada mereka.
Bela yang merasakan ada yang tidak beres dari dalam tubuh nya menyadari bahwa ia telah meminum minuman yang sudah di masukan obat yang seharusnya di minum oleh Bima. Ia juga melihat asisten nya yang sama seperti nya, ia sangat yakin kalau asisten nya juga meminum obat itu juga.
" kurang ajar kenapa minuman itu malah kami berdua yang meminum nya, bukan mereka. Dasar asisten bodoh " Umpat Bela dalam hatinya
Di luar ruangan
Sisil menghentikan langkah kaki Bima di depan pintu. melihat Sisil menghentikan nya membuat Bima menaikan sebelah alisnya.
" Ada apa sayang, kenapa berhenti " Tanya Bima heran
" Tunggu sebentar sayang " Ucap Sisil kemudian ia mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas dan membuka menu camera.
Setelah itu Sisil membuka sedikit pintu ruangan tempat mereka mengadakan meeting tadi dan memasukkan sedikit ponselnya dengan camera menyala.
Sebenarnya ruangan itu kedap suara namun karena Sisil membuka sedikit pintu jadi mereka bisa mendengar suara dari dalam. Bima yang berdiri di depan Sisil memperhatikan setiap gerak gerik Sisil membeku di tempat ketika telinga suci nya mendengar suara suara aneh penuh kutukan.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
maaf ya up nya telah π
__ADS_1