
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Melihat Bima yang tak kunjung bertanya, akhirnya Sisil yang bertanya pada Bima.
" Sayang,, kenapa kamu gk cerita kalau perusahaan mu sedang mengalami masalah? "
Seketika Bima tersadar dari pikiran nya, ia tadi ingin bertanya perihal siapa yang sudah membantu perusahaan nya kembali normal. Siapa orang misterius itu? apa Sisil mengenal nya? . Tapi tidak mungkin, dari mana Sisil mengenal nya , apalagi orang itu berada di dalam jaringan mafia. Sungguh mustahil.
" Ah iya sayang, maaf bukan nya aku tak mau bercerita. Tapi belum ada waktu saja. Gara-gara masalah itu aku jadi lembur dan ketika pulang kamu sudah tidur " Jelas Bima
" Alasan " Cibir Sisil
" Bukan alasan sayang, memang benar kan. Saat aku pulang kamu sudah tidur " Seru Bima apa adanya
Memang benar Bima pulang larut gara-gara itu, dan saat pulang semua orang sudah tidur. Pagi hari ia tak bisa bercerita karena ia tak punya waktu untuk bercerita. Sama halnya juga dengan Jery, mereka harus pergi ke kantor pagi pagi sekali.
Dan lagi Bima tak mau membuat Sisil ikut memikirkan beban. Apa lagi saat ini Sisil juga sedang banyak pekerjaan di perusahaan Dirga. Ia tak mau Sisil setres memikirkan pekerjaan yang nanti akan berakibat pada kandungan nya.
" Lagi pula aku gk mau kamu banyak pikiran. Di tambah pekerjaan kamu juga sedang banyak kan di sana. Jadi aku gk mau mengganggu konsentrasi mu.tadi nya aku mau cerita saat masalah sudah beres " Jelas Bima lagi
" Tapi nyatanya sudah dua hari gk beres beres, jika hanya itu saja tak akan membuat ku terganggu " Ejek Sisil
Bima tertawa kaku mendengar ejekan Sisil.
" Oya sayang, aku mau bertanya mengenai siapa yang sudah membereskan semua kekacauan itu, apa kamu kenal? " Tanya nya kepo
" Mau tahu aja apa mau tahu banget? " Sisil bukan menjawab pertanyaan Bima, malah ia menggoda Bima yang penasaran.
__ADS_1
" Katakan saja, aku mau tahu. Aku mau berterima kasih. Dan bagaimana aku bisa membayar jasa nya? " Seru Bima memberi alasan
" Ah benar juga ya, kamu harus membayar mahal atas jasa nya "
" Maka dari itu, aku bertanya. Aku dengar belum ada orang yang pernah bertemu dengan nya. Orang itu sangat misterius, dia hacker nomor satu. Bagaimana kamu bisa meminta bantuan nya? " Tanya Bima dengan wajah serius
Sisil memperhatikan Bima, sepertinya Bima sangat penasaran. Apa ia harus jujur mengenai identitas nya yang satu lagi, pikir Sisil. Tak ada salahnya juga memberi tahu Bima, toh Bima suaminya. Tidak mungkin Bima akan membongkar rahasia nya dan mencelakai nya kan.
Baru saja Sisil akan menjawab dan memberi tahu Bima. Tiba-tiba ada suara notifikasi masuk di ponsel nya. Sebuah pesan masuk ke dalam e-mail nya.
Sisil langsung membuka kembali laptop yang sudah ia tutup tadi. Kesepuluh jemari lentik Sisil berselancar dengan lihai di atas keyboard. Seperkian detik muncul banyak angka di layar laptop. Entah kode apa, Bima pun bingung dan pusing melihat nya.
Bima hanya memperhatikan jemari Sisil yang luwes bermain di atas keyboard. Dan wajah Sisil nampak sangat serius. Bima sedikit tahu apa yang ada di layar laptop Sisil, itu pekerjaan karyawan nya bagian IT. Ia pernah melihat karyawan nya sedang bekerja.
" Sayang, kamu tidur saja dulu. Pasti kamu capek kan bekerja sehari an. Aku masih ada kerjaan " Sisil berucap tanpa melihat wajah Bima
" Tidak, aku akan menunggu mu " Tolak Bima, ia penasaran apa yang sedang di kerjakan oleh Sisil
Benar saja tak butuh waktu lama, Sisil sudah selesai dengan laptop nya. Sekarang laptop itu sudah ia letakan di atas meja nakas.
" Sayang, ayo kita tidur " Ajak Sisil merebahkan tubuh nya dan mengatur posisi tidur yang nyaman. Maklum saja wanita hamil sangat susah berada di posisi nyaman saat tidur.
Sisil sudah siap memejamkan mata nya. Namun mata nya urung terpejam karena Bima yang ingin bertanya. Bima akan mati penasaran jika tak bertanya sekarang.
" Sayang, tunggu sebentar. Tadi apa yang sedang kamu kerjakan? " Tanya Bima
" Oh itu tadi. Aku ada sedikit pekerjaan dari markas. Hanya sebuah pengamanan saja " Jelas Sisil santai
" Markas? " Tanya Bima bingung, Sisil seperti seorang gengster saja munya markas, pikir Bima.
__ADS_1
" Ah iya sayang, markas " Sisil tersenyum kaku, mau tak mau Sisil harus membongkar identitas nya pada Bima
" Tadi ada sedikit masalah di markas, ada yang ingin membobol jaringan keamanan di markas. Maka dari itu aku harus mengamankan nya lagi " Sisil menghentikan ucapan nya melihat wajah Bima yang bingung sendiri
" Ada apa? " Tanya Sisil
" Coba jelaskan dengan benar. Aku tidak mengerti sampai sini. Markas, keamanan, memang nya apa yang kamu kerjakan? " Tanya Bima bingung
Sisil menghela napas berat lalu perlahan menjelaskan semuanya pada Bima.
" Ya, kamu pasti pernah melihat apa yang terlihat di layar laptop tadi kan " Bima mengangguk
" Itu adalah pekerjaan ku, aku seorang hacker. Hacker yang tidak pernah di ketahui orang. Hacker sekaligus orang misterius yang kamu katakan tadi " Bisik Sisil di telinga Bima
Sontak Bima langsung melihat wajah Sisil tak percaya. Matanya membulat sempurna, ia mencoba mencari kebohongan di mata Sisil. Namun pancaran mata Sisil tak mengatakan ada kebohongan di sana. Sisil mengangguk dan melanjutkan perkataan nya.
" Jadi kamu sudah tahu kan harus membayar jasa perbaikan ke mana? " Sisil menaik turun kan alis nya
" Ck dengan suami sendiri saja perhitungan " Bima berdecak lidah
" Tetap saja kamu harus membayar jasa ku. Kalau kamu membayar hacker lain, akan di kenakan biaya yang sangat fantastis. Lagi pula jika bukan aku yang turun tangan, masalah perusahaan tidak akan selesai dengan mudah " Sisil menyombongkan diri
" Karyawan mu saja tidak bisa membereskan semua kekacauan itu. Ck percuma di bayar mahal " Cibir Sisil
Bima mengakui apa yang di katakan Sisil adalah benar. Dua hari karyawan nya tidak bisa menyelesaikan masalah. Ketika Sisil yang bergerak, tak sampai satu jam semua masalah selesai. Ia juga sudah mendengar dari karyawan nya jika tidak mudah dan mereka tidak bisa menyelesaikan nya. Tiba-tiba Bima juga teringat akan perkataan karyawan nya yang mengatakan bahwa hacker nomor satu itu bekerja dengan mafia.
" Sayang, mengenai markas. Jangan katakan jika markas yang kamu maksud itu markas mafia " Ucap Bima sedikit ada rasa ngeri
Sisil mengangguk dan tertawa kaku melihat Bima yang seperti orang ketakutan. Bima merasa jantung nya akan copot mengetahui istri nya berurusan dengan para mafia.
__ADS_1
" Sudah jangan di pikirkan, lebih baik kita tidur " Sisil memilih mengajak Bima tidur dari pada meneruskan percakapan yang ada akan membuat Bima takut. Dan hari juga sudah sangat larut, besok mereka harus bangun pagi karena harus bekerja.
lanjut nanti....