
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Sore hari Sisil dan Bima pulang bersama. Tak seperti tadi pagi, sore ini Sisil dan Bima terlihat mesra. Sisil selalu menempel pada Bima bak magnet. Dari siang tadi Sisil bermanja-manja pada Bima, tak seperti biasanya.
Bima tak keberatan dan tak mempermasalahkan itu karena ia sangat suka Sisil yang selalu menempel padanya. Tak pernah Sisil manja padanya jadi saat Sisil manja ia yang senang.
Hari ini pekerjaan Bima banyak yang belum selesai, di karena kan Sisil yang selalu ingin dekat dengan nya. Terpaksa Bima membawa pekerjaan nya pulang, ia akan mengerjakan nya di rumah.
Tiba di rumah, Sisil langsung pergi ke dapur kotor dengan menggandeng tangan Bima. Sisil ingin menemui kepala pelayan dan meminta di buat kan salad buah.
Sisil berjalan dengan riang, wajahnya terlihat senang seperti anak kecil. Senyumannya terukir indah di bibir nya, ia sudah membayangkan memakan salad buah yang segar.
Bima ikut senang melihat istri nya itu senang. Sesekali Bima mengacak gemas rambut Sisil.
Belum juga tiba di dapur kotor. Tiba-tiba Sisil melepaskan tangan Bima dan berlari ke kamar mandi yang terletak tak jauh dari sana. Untung saja ada kamar mandi di bawah sana yang biasa di gunakan para pelayan.
" Hoeek "
" Hoeek " Sisil memuntahkan isi perutnya
Bima yang cemas langsung mengikuti istri nya dari belakang. Dan mendapati istri nya sedang muntah muntah.
" Sayang kamu kenapa? " Tanya Bima perhatian sambil memijat tengkuk Sisil
" Tak apa apa, seperti nya aku masuk angin " Ucap Sisil setelah membasuh mulutnya
" Kalau begitu sebaiknya kamu istirahat saja " Bima menuntun Sisil keluar dari kamar mandi
Baru sampai pintu Sisil kembali ingin muntah. Sisil membalikkan tubuh nya kembali dan muntah lagi. Tapi kali ini tak ada yang keluar, karena semua makanan yang ia makan tadi siang sudah keluar saat muntah pertamanya.
Bima sangat cemas melihat Sisil, kini wajah Sisil sudah memucat dan tubuh nya sedikit lemas. Setelah Sisil agak baikan Bima memapah tubuh Sisil keluar dari kamar mandi itu.
__ADS_1
Dan lagi lagi Sisil kembali ingin muntah. Dengan sigap Bima langsung menggendong tubuh Sisil ala bridal style. Sisil menutup mulutnya menahan muntah.
Mama Arin yang hendak pergi ke dapur untuk mengecek para pelayan yang sedang memasak untuk makan malam menghentikan langkah nya karena melihat Bima yang menggendong Sisil.
" Bima.. Sisil kenapa? " Tanya nya panik
" Muntah muntah ma " Ucap Bima tanpa menghentikan langit kaki nya
Bima terus membawa Sisil ke kamar mereka di ikuti oleh mama Arin dari belakang. Ia mengurungkan niatnya pergi ke dapur. Ia sangat mengkhawatirkan Sisil yang nampak pucat.
Sampai di depan kamar, mama Arin membatu membukakan pintu kamar untuk Bima. Karena Bima kesulitan membukanya.
" Sil, apa yang kamu rasakan? " Tanya mama Arin setelah Sisil di baringkan di tempat tidur, mama Arin ikut duduk di tepi kasur sebelah Sisil.
" Gk tau ma, tadi Sisil mau ke dapur mau minta di buatkan salad buah, tapi belum sampai Sisil mencium bau masakan, bau nya sangat menyengat dan tak enak. Jadi Sisil ingin muntah" Jelas Sisil dengan wajah pucat
Ternyata Sisil tak tahan mencium aroma masakan yang baru di masak itu. Biasanya bau masakan sangat harum dan nyaman di indra penciuman. Tapi sekarang bau itu tak enak bagi Sisil.
" Aneh,, bukannya bau itu sangat harum. Biasanya juga kamu tidak masalah dengan itu " Seru mama Arin heran
" Mau apa sayang? Kamu mau beli apa? " Tanya Bima lembut
" Aku mau beli perlengkapan kamar mandi "
" Bukannya semua baru di ganti ya? " Tanya Bima heran, pasalnya semua baru di ganti beberapa hari yang lalu
" Aku mau ganti semua nya, aku tak suka dengan bau sabun, shampoo, aroma terapi apa lagi pasta gigi nya. Pasta gigi itu membuat ku muntah " Jelas Sisil
Bima dan mama Arin menaikan sebelah alis mereka heran. Bukannya itu semua Sisil sendiri yang memilih dan semua itu adalah favorit nya.
" Sayang salad buah nya " Sisil teringat akan salad buah yang ingin ia makan
" Nanti aku akan minta bi Kokom buatkan " Ucap Bima
__ADS_1
" Terima kasih " Ucap Sisil tersenyum
Mama Arin senang melihat Sisil dan Bima seperti ini tidak seperti tadi pagi.
" Sil, apa kamu sudah baik kan? Apa masih mual? Mau mama buat kan teh panas? " Tanya mama Arin beruntun
" Sudah mendingan ma, Terima kasih sudah mengkhawatirkan Sisil " Ucap Sisil senang, ia sangat senang dan beruntung mendapatkan mertua sebaik mama Arin.
" Ya sudah kalau begitu mama keluar dulu ya. Nanti kalau ada apa-apa bilang sama mama " Ucap mama Arin kemudian ia keluar dari kamar Bima dan Sisil
Sebelum keluar mama Arin berpesan pada Bima untuk menjaga Sisil dengan baik. Membuat Bima heran, sebenarnya di sini yang anak nya mama Arin itu ia apa Sisil? Begitu sayang dan khawatir nya mama Arin pada Sisil.
Tapi itu tidak membuat nya iri atau mempermasalahkannya. Justru ia sangat senang melihat ibu dan istrinya saling menyayangi.
Bima menghubungi bi Kokom yang sedang berada di dapur dengan mengunakan telpon rumah. Ia meminta bi Kokom untuk membuat kan salad buah pesanan Sisil.
Setelah itu Bima memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Sisil berbaring di kasur empuk mereka, tubuh nya terasa lemah setelah memuntahkan isi perutnya tadi.
Bima keluar dari kamar mandi dengan handuk melihat pinggang nya. Ia melihat Sisil yang sedang memejamkan mata. Bima mendekati Sisil dan memeriksa keadaan Sisil.
Merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh jidatnya, perlahan Sisil membuka ke-dua mata nya. Mata Sisil membulat melihat Bima yang bertelanjang dada duduk di hadapan nya. Ternyata benda dingin itu adalah tangan Bima yang baru selesai mandi, jadi tangan nya dingin.
Sisil menelan air liur nya melihat pemandangan yang sangat sayang untuk di lewatkan. Walaupun ia sudah sering melihat nya tapi entah mengapa kali ini tubuh Bima sangat menggiurkan.
Sisil meraba-raba dada kotak kotak milik suaminya. Tiba-tiba saja sore ini Sisil menginginkan yang lebih dari suaminya. Sentuhan jemari lentik Sisil membuat Bima merinding dan menahan sesuatu di bawah sana.
Bima menggenggam tangan Sisil untuk menghentikan kegiatan Sisil meraba-raba dadanya. Membuat Sisil cemberut karena telah mengganggu kesenangan nya.
" Jangan di teruskan. Kau bisa membangunkan angsa ku yang sedang tidur " Ucap Bima menatap wajah cemberut Sisil, wajah nya sendiri sekarang seperti sedang menahan sesuatu.
***
like
__ADS_1
komen