Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
martabak bangka


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Semua anggota keluarga sudah duduk di kursi meja makan untuk sarapan bersama.


" Oma... Oma kenapa? " Tanya Alysa polos


" Emm oma kenapa sayang? " Tanya balik mama Arin


" Apa oma sedang sakit? Kenapa oma mengenakan syal? " Tanya nya heran


Padahal hari ini sangat cerah, lalu kenapa oma Arin mengenakan syal kalau tidak sakit. Apa oma Arin sedang kedinginan? Pikir bocah itu.


Semua mata tertuju pada mama Arin. Mama Arin menjadi kikuk dan tentunya ia sangat malu sekali.


Uhuk...


Uhuk...


" Iya sayang, oma lagi kurang enak badan, batuk juga " Bohong mama Arin


Mama Arin tersenyum kaku, kemudian ia melirik sinis pada Nugraha yang menahan tawa. Dan Nugraha sempat sempat nya mengedipkan sebelah mata nya dengan genit pada mama Arin.


Sisil dan Niken yang sempat melihat kelakuan Nugraha saling lempar pandang. Sedetik kemudian mereka tertawa bersama membuat semua orang kini menatap mereka berdua.


" Mommy kenapa tertawa? " Tanya Alif heran


" Ah,, itu sayang ada cicak tua genit " Jawab Sisil asal


" Cicak tua genit? " Tanya Alif bingung, ia melihat ke atas dan sekitarnya tapi tidak ada cicak


" Pfffttt " Niken mengulum bibirnya menahan tawa


" Ada ada aja Sisil. Ngatain mertua nya cicak tua genit. Dasar menantu durjanah " Batin Niken tertawa


" Sudah jangan di cari cicaknya, lebih baik kita makan sekarang. Alif mau telur ceplok atau ayam goreng? " Tanya Sisil mengalihkan perhatian Alif dari cicak


" Dua dua nya boleh? " Tanya Alif penuh harap

__ADS_1


" Boleh dong sayang " Sisil tersenyum mengusap kepala Alif


Kemudian Sisil mengambil ayam goreng dan telur ceplok untuk di letakan di atas nasi goreng Alif yang sebelumnya sudah Sisil siapkan untuk Alif.


Sisil membiarkan Alif makan dengan tangan nya sendiri. Biar kan saja berantakan yang penting itu bisa melatih Alif mandiri. Hari ini Alif sudah mulai tinggal bersama Sisil dan Bima.


Mama Rita sangat berat melepaskan Alif. Tapi ia juga tak bisa memaksa, Alif nya juga ingin tinggal bersama Sisil.


Mereka semua sarapan dengan tenang. Selesai sarapan Sisil, Bima dan Jery pergi ke kantor bersama tapi Jery mengendarai mobilnya sendiri. Karena ia akan menjemput sang pujaan hati yang baru kemarin resmi menjadi kekasih nya.


*


*


Hari hari terasa cepat berlalu, sudah beberapa hari dari pernikahan mama Arin dan Nugraha.


Di perjalanan pulang dari kantor Sisil melihat pedang martabak di pinggir jalan. Terlihat cukup banyak orang yang antri untuk membeli martabak.


" Sayang aku kepengen makan martabak " Seru Sisil saat mata nya tak sengaja melihat gerobak martabak di pinggir jalan


Bima yang sedang fokus menyetir melihat sedikit arah pandang Sisil.


" Baik lah, aku akan putar balik " Bima hendak memutar balik laju mobil nya


" Tadi katanya kepengen martabak. Aku mau puter balik kok malah gk usah. Gk jadi martabak nya? " Tanya Bima


" Iya aku kepengen makan martabak "


" Terus? Kenapa tadi aku gk di bolehin puter balik. Mumpung kita masih di jalan ini " Ucap Bima. Rasanya ia malas sekali ke luar rumah jika sudah sampai di rumah.


" Aku mau nya martabak bangka " Lirih Sisil membayangkan martabak bangka yang super enak


" Baik lah sebelum sampai rumah kita cari dulu martabak bangka yang kamu mau " Bima tersenyum pada Sisil


" Gk ada di sini yang jual nya " Seru Sisil


" Terus dimana? " Tanya Bima melihat Sisil


" Ya di bangka. Martabak yang aku pengen yang martabak bangka asli dari bangka " Jelas Sisil membuat raut wajah Bima seketika berubah

__ADS_1


" Apa? Emang gk ada ya yang jual di sini? " Tanya Bima


" Ada, tapi aku mau langsung beli di sana " Sisil memasang wajah memelas


" Tapi kan gk enak lagi rasa nya kalau udah sampe sini, yang " Ucap Bima


Ya proses pengiriman pasti memakan waktu beberapa hari. Walaupun satu hari juga itu martabak pasti sudah dingin dan yang jelas pasti tidak enak lagi.


" Ihsss kamu gimana sih yang. Kan aku udah bilang beli langsung di sana. Jadi kita ke bangka buat beli martabak nya " Kesal Sisil


" Apa? " Bima terkejut dengan perkataan Sisil


Apa apaan ini hanya demi martabak saja mereka harus pergi ke tempat nya langsung. Seperti tidak ada saja yang jual martabak bangka di sini. Tapi tadi Sisil bilang mau beli langsung di tempat nya. Membuat Bima frustasi saja.


" Ayo lah, ini permintaan anak kita. Mau ya kita ke bangka buat beli martabak " Sisil memohon dengan memasang wajah puppy eyes-nya


Bima menghela napas berat, jika sudah seperti ini mau tak mau Bima harus menuruti. Apa lagi sekarang Sisil sedang membawa bawa anak yang artinya nya ia sedang ngidam di mana alasan nya ini semua permintaan sang anak. Jadi Bima harus mengiyakan semua keinginan Sisil.


" Baik lah kita akan ke bangka " Putus Bima


" Asik " Sisil bersorak senang


" Kapan kita akan berangkat? " Tanya Sisil antusias


" Besok " Jawab Bima singkat


Tiba di rumah Sisil langsung bergegas masuk ke dalam kamar mereka. Sisil langsung berkemas memasukkan baju nya dan baju Bima ke dalam koper kecil.


" Sayang, kamu sedang apa? " Tanya Bima heran melihat Sisil yang berkemas


" Sedang memasukkan baju kita ke dalam kopet sayang " Jawab Sisil


" Kenapa bawa baju, kan kita cuma pergi beli martabak aja " Bima memperhatikan kegiatan Sisil


" Ya gk apa sayang, buat jaga jaga aja. Siapa tahu nanti kita butuh baju buat salin " Jawab Sisil masih memasukkan beberapa lebar baju dan keperluan lainnya


" Terserah kamu saja lah " Seru Bima dan ia meninggal kan Sisil di dalam walk in closet membiarkan Sisil melakukan apa yang ia mau


Bima lebih memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuh nya sangat lelah setelah bekerja seharian. Mungkin dengan berendam dengan air hangat selama kurang lebih dua puluh menit bisa menghilangkan rasa lelah nya dan bisa membuat tubuh nya merasa fresh kembali.

__ADS_1


****


lanjut....


__ADS_2