
Happy Readingπ
ππππππ
Ketika Sisil dan Alysa menoleh ke belakang. Bima bisa melihat wajah ke dua gadis itu penuh dengan warna putih dan ke dua pipi melembung penuh berisi sesuatu.
Melihat Sisil dan Alysa tertawa dan mengeluarkan sesuatu seperti serbuk dari dalam mulut mereka yang penuh membuat wajah mereka memutih oleh serbuk itu, Bima bisa tahu apa yang sedang terjadi pada mereka sekarang.
Ternyata Sisil dan Alysa sedang bermain game tahan tawa dengan ketentuan harus mengulum serbuk di dalam mulut mereka. Dan jika mereka tertawa maka serbuk yang ada di dalam mulut akan menyembur keluar sehingga membuat wajah mereka belepotan oleh serbuk yang keluar.
Serbuk itu adalah sagon bubuk buatan Sisil. Sagon bubuk merupakan cemilan yang unik namun enak dengan rasa manis dan gurih karena terbuat dari gula dan kelapa.
Melihat Bima yang sudah terduduk di lantai, Sisil mengambil air minum yang ada di gelas kemudian ia minum terlebih dahulu untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa seret.
" Sayang,,, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu duduk di lantai? Ayo kemari duduk di sofa, jangan duduk di lantai, dingin" Ucap Sisil bercanda
Bima berdiri kemudian ia mengibaskan bokongnya seolah membersihkan debu yang menempel di celana.
" Uncle kenapa datang ke sini? " Tanya Alysa
" Tentu saja untuk menjemput mu pulang " Jawab Bima yang sekarang sudah duduk di sisi Sisil
" No... Aly malam ini tidur di sini uncle. Aly udah izin sama mami, lagian aunty Sisil tidak masalah Aly menginap di sini " Ucap Alysa menolak untuk pulang
__ADS_1
" Tidak bisa, nanti kamu malah merepotkan aunty Sisil. Lihat ini semua kacau berantakan " Ucap Bima melihat isi ruangan itu sudah kotor dan berantakan
Sisil yang duduk di tengah tengah antara Alysa dan bima mengernyitkan alisnya melihat ke dua orang itu berbicara.
" Tunggu... Tunggu " Sisil mengangkat ke dua tangannya dengan masing masing tangan menghadap ke arah Bima dan Alysa
" Apa ini? Menjemput pulang? " Tanya nya melihat Bima dan Alysa bergantian
" Iya, aku mau membawa Alysa pulang " Jawab Bima
" Alysa? " Ulang Sisil
" No uncle " Alysa masih menolak
" Kenapa sayang? Oh ya maafkan aku, Alysa ini keponakan ku dan Jery, dia anak kakaknya Jery" Ucap Bima menjelaskan kebingungan Sisil
" Tante Arin? " Tanya Sisil dengan wajah yang sulit di artikan
" Itu mama ku " Jawab Bima melihat wajah Sisil yang tak dapat ia mengerti
" Ommo... Jadi tadi calon mertua gue. Mulut gue ada salah kata gk ya tadi, atau tingkah gue malu maluin di depan camer " Batin Sisil gelisah takut salah bersikap di depan camer
" Jadi ini calon ponakan gue " Benaknya dan menatap Alysa
__ADS_1
" Mati gue, bagaimana ini. Belum apa apa gue udah bikin ilfeel, gimana kalau gue di suruh ninggalin ayang beb gue gara gara mereka ilfeel sama gue " Sisil sudah overthinking
Bima dan Alysa melihat Sisil bengong saling lirik kemudian mereka mengedikkan bahu.
Bima menyentuh tangan Sisil membuat pemilik tangan tersadar. Sisil melihat Alysa dan Bima bergantian.
" Sudah jangan di pikirkan " Ucap Bima menenangkan Sisil seolah tau apa yang ada dalam benak Sisil
Alysa yang masih menolak untuk pulang membuat Bima memutuskan untuk ikut menginap di sana, ia tak mau Alysa membuat Sisil kerepotan. Dan mereka melanjutkan permainan yang sempat terhenti tadi dengan Bima juga ikut bermain.
Mereka bermain hingga larut malam. Setelah merasa kantuk yang luar biasa baru lah mereka menghentikan permainan. Mereka masuk kamar, Bima memasuki kamar yang ada di lantai bawah. Ia sudah terlalu mengantuk dan sangat malas untuk naik ke lantai atas. Sedangkan Alysa mengikuti Sisil masuk ke kamarnya. Sebelum tidur sisil mengajak Alysa untuk membersihkan wajah yang kotor terlebih dahulu. Mereka tertidur meninggalkan ruangan televisi masih dalam ke adaan masih berantakan.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ
__ADS_1