
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Bima menghembuskan napas kasar setelah mematikan sambungan telepon dari Ega yang mengatakan bahwa di bawah ada seorang wanita bernama Laudia ingin bertemu dengan nya.
Bima mengatakan pada Ega agar tidak memberi wanita itu masuk. Dan untuk di kemudian hari pun jika wanita bernama Laudia itu datang jangan menerimanya.
Bima sangat malas dan engan untuk bertemu Laudia yang menurut Bima tak penting. Tak ada hubungan bisnis di antara mereka. Lantas untuk apa wanita itu menemuinya.
Hanya ada satu yang menjadi praduga Bima kenapa wanita itu ingin bertemu dengan nya. Wanita itu menginginkan nya, bukan Bima kepedean akan tetapi Bima sudah bisa membaca situasi.
Saat di acara pernikahan Dirga dan Dita kemarin. Wanita itu selalu menatap nya dengan centil. Saat taun Wahyu memperkenalkan putri nya, dari saat itu lah wanita yang bernyawa Laudia itu terus saja mencari perhatian Bima.
Bima tak kembali mengerjakan pekerjaan nya. Ia mengambil benda pipih yang berada di dalam saku jas nya. Kemudian ia mencari nama seseorang di sana, setelah dapat ia langsung membuat panggilan.
Hanya satu kali panggilan saja. Layar ponsel nya langsung menampakkan wajah seseorang di seberang sana. Wajah yang selalu ia rindukan. Padahal setiap hari mereka bertemu.
" Hai sayang... Sedang apa? " Tanya Bima dengan senyuman mereka
" Sedang bete " Jawab Sisil mencebik kan bibir nya
" Kenapa hm, apa yang membuat mu bete? " Tanya Bima perhatian
" Lihat ini, mereka sengaja memberi ku pekerjaan yang banyak " Adu Sisil mengalihkan arah kamera pada meja kerja yang di penuhi oleh tumpukan berkas
__ADS_1
" Aduh kasihan nya ratu ku. Udah jangan di paksa, kerjakan semampu kamu saja. Kamu jangan terlalu capek dan setres ya" Bujuk Bima
" Bagai mana mau santai yang, semua berkas ini sangat penting dan harus segera di selesaikan " Sisil mencebik kesal
Bima tersenyum gemas melihat Sisil. Setelah Sisil puas mengadu, menumpahkan kekesalan nya baru lah mereka memutuskan sambungan. Dengan sabar Bima mendengar dan memberi solusi pada Sisil.
Bima memberi semangat pada Sisil. Ini adalah hal baru bagi Sisil mengurus perusahaan. Wajar saja ia banyak mengeluh dengan pekerjaan yang menumpuk. Apa lagi sekarang ia sedang berbadan dua, mood nya kadang naik kadang turun. Bima yakin jika Sisil tidak sedang hamil, ia tidak akan mengeluh seperti ini. Karena ini bukan sifat Sisil.
*
*
Keesokan harinya wanita yang bernama Laudia itu datang kembali ke perusahaan Bima. Dengan tak tahu malu dan dengan wajah sombongnya ia menunjukkan wajah nya kembali di sana.
Dengan semangat pantang menyerah penuh percaya diri Laudia berusaha untuk mendapatkan Bima. Ia yakin jika Bima tak akan menolaknya. Ia sudah berdandan sangat cetar membahenol, pakaiannya pres body. Tak ada pria yang menolak pesona nya.
Resepsionis yang berjaga sekarang bukan yang kemarin, karena yang kemarin sedang cuti. Nasib baik bagi nya, Tuhan mendengarkan doa nya untuk tidak berhadapan lagi dengan Laudia.
Sama seperti kemarin, lagi dan lagi Laudia tak bisa bertemu Bima. Hari ini juga ia mendapat penolakan. Dengan segala kelicikan nya mengelabuhi resepsionis dan petugas keamanan, Laudia berhasil lolos masuk ke dalam.
Ia mengendap endap masuk dan mencari ruangan Bima. Entah bagaimana dan dari mana ia bisa tahu di mana letak ruangan Bima. Sekarang ia sudah berada di depan meja Ega.
Dengan sombongnya Laudia bertanya pada Ega.
" Apa Bima ada di dalam? " Tanya nya mengejutkan Ega yang sedang bekerja
__ADS_1
Ega mendongak melihat lawan bicara. Kening Ega mengerut menatap wanita yang ada di depan nya. Ega berpikir, perasaan Bima tidak ada janji temu dengan orang lain apa lagi seorang wanita.
" Maaf dengan siapa ya, boleh saya tahu nama anda, nona? " Tanya Ega sopan dengan senyuman
" Laudia " Serunya
" Laudia? Seperti nama wanita yang kemarin yang ingin bertemu kak Bima " Seru Ega dalam hati
" Maaf nona Laudia, tapi tuan Bima sedang tidak bisa di ganggu. Beliau sedang banyak pekerjaan " Terang Ega
Ega menelisik penampilan Laudia dari atas sampai bawah. Ia bergedik ngeri, wanita itu berpakaian seperti jal*ng yang sedang mencari mangsa.
" Wah seperti nya ini bibit pelakor. Tidak bisa, gue harus membasmi hama ini sebelum dia menyebarkan penyakit " Gumam Ega dalam hati
" Sungguh wanita bermuka tebal, kemarin sudah di usir. Sekarang malah datang lagi " Gerutunya lagi dalam hati
Dari penampilan, dan cara Laudia yang ngotot ingin bertemu dengan kakak ipar nya. Ega dapat mengetahui kalau Laudia mempunyai maksud tertentu. Yaitu ingin menggoda Bima.
Laudia memaksa ingin masuk ke dalam ruangan Bima, namun di hadang oleh Ega. Dan terjadi lah adu mulut di sana. Dengan Ega yang bertahan menghadang Laudia agar tidak masuk.
Tak hanya adu mulut saja kini mereka sudah bermain fisik. Ega memasang kuda kuda hendak menyerang Laudia. Tak tahu saja Laudia ia sedang berhadapan dengan siapa.
Demi membela dan mempertahankan hubungan rumah tangga kakaknya, Ega rela baku hantam. Ia tak perduli lagi dengan image nya di kantor ini seperti apa, yang penting ia bisa melindungi rumah tangga kakaknya dari hama busuk. Lagi pula sudah lama Ega tidak berlaku barbar, rasanya ia kangen. Tangannya sudah gatal ingin mencakar dan menjambak rambut orang.
🐣🐣🐣
__ADS_1
ayo Ega keluar kan jurus mu